cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya)
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): April 2019" : 11 Documents clear
ANALYSIS OF SARAH KENYON’S MOTIVATION THROUGH HER NEEDS IN MARRY HIGGINS CLARK’S ALL AROUND THE TOWN Maghfirah, Monika Dwi; Kuncara, Singgih Daru; Asanti, Chris
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.609 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v3i2.1734

Abstract

This research discussed the analysis of Sarah Kenyon, as the main character in Marry Higgins Clark?s All Around the Town novel by applying the psychological approach. The researcher aimed at revealing character motivation and her personality type based on her need fulfillment in this story. The researchers chose this novel as a subject for this research because of curiosity in gaining more comprehension about other characters which is hopefully can give the elaboration toward previous research about this novel. Therefore, the researchers conducted the analysis of Sarah Kenyon by applying Maslow?s hierarchy of needs and Hippocrates? four personality types. The result of this research showed that Sarah Kenyon is the protagonist character. In addition, based on her need portrayal in the novel the researcher concluded that love and belongingness is the dominant need as motivation for Sarah to fulfill her needs. Besides, the researcher found out that Sarah?s personality is belonging to the phlegmatic character. Her phlegmatic temperament gave a good influence toward her need fulfillment process. Due to her kind-hearted, she accepted treatment from other people kindly too. Also, she had good friends and beloved people who always came to give her support and help to face a hard situation. So, even though Sarah met an obstacle in fulfilling her needs, she finally could make it through. Penelitian ini membahas karakter utama pada novel All Around the Town karya Marry Higgins Clark dengan menggunakan pendekatan psikologi. Penelitian ini bertujuan mengungkap motivasi dan tipe kepribadian pada karakter ini berdasarkan pemenuhan kebutuhannya dalam cerita novel tersebut. Peneliti memilih novel ini sebagai subjek penelitian atas dasar rasa ingin tahu dan hasrat untuk menggali informasi penting tentang karakter lain yang diharapkan dapat memberi semacam elaborasi terhadap penelitian sebelumnya yang juga dilakukan pada novel ini. Maka dari itu, peneliti melakukan analisa pada karakter Sarah Kenyon dengan mengaplikasikan teori hirarki keutuhan oleh Maslow dan teori empat jenis keperibadian oleh Hippocrates. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Sarah Kenyon merupakan karakter protagonis. Sebagai tambahan, berdasarkan kebutuhan yang tergambar di dalam novel tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa kebutuhan akan cinta dan keterlibatannya dalam berhubungan dengan orang lain merupakan kebutuhan yang sifatnya dominan sebagai motivasi untuk Sarah memenuhi kebutuhannya. Disamping itu, peneliti juga menemukan bahwa kepribadian Sarah tergolong ke dalam kelompok karakter plekmatis. Kepribadiannya sebagai karakter plekmatis memberikan pengaruh yang baik terhdap proses pemenuhan kebutuhannya. Karena kebaikan hatinya, maka ia diperlakukan dengan baik juga oleh orang lain. Juga, ia memiliki teman-teman yang baik, orang-orang tercinta yang selalu dating untuk member dukungan juga bantuan untuk menghadapi kesulitan yang ada. Maka dari itu, meskipun Sarah menemui kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya, pada akhirnya ia berhasil melewatinya dengan baik.
THE PERSUASIVE TECHNIQUE TYPES IN DONALD TRUMP’S PUBLIC SPEAKING Ginting, Rizky Sakbanita Putri; Sili, Surya; Setyowati, Ririn
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.866 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v3i2.1794

Abstract

The area of this research is a discourse analysis of the use of persuasive technique types. The object as the background of the study is related to the president?s election, conducted in the USA. Donald Trump won the election and the majority of citizens in the USA chose him as President of the USA in 2016. It is surprised people because he raised the issues, which are very racist and anti-Islam. The public speaking by Donald Trump was reasonable to be studied and the way he talks that is clear and systematic becomes a reason by the researcher to study about the persuasive technique types used in his public speaking speech. This research focused on identifying the types of the persuasive technique used in Donald Trump?s Public Speaking and finding the persuasive technique that is most frequently used by him through qualitative content analysis. The researcher found three types of persuasive technique that used in both of speech which is remarked on North Carolina and remarked on Springfield, Ohio. Those types are Logos, Ethos, and Pathos. The result of this research showed the types of the persuasive technique used in Donald Trump?s public speaking speech texts elaborated by primarily Pathos, Ethos, and followed by Logos. Pathos was 207 sentences found, Ethos was 164 sentences found, and Logos was 58 sentences found, total data of the study is 429. In addition, the researcher also found the persuasive technique type that is most frequently used by Donald Trump, it was Pathos. He frequently used Pathos to influence the voters and the audience. Penelitian ini adalah analisis wacana penggunaan jenis teknik persuasif. Objek sebagai latar belakang penelitian ini terkait dengan pemilihan presiden, yang dilakukan di AS. Donald Trump memenangkan pemilihan dan mayoritas warga di Amerika Serikat memilih dia sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 2016. Ini mengejutkan orang-orang karena dia mengangkat isu-isu yaitu sangat rasis dan anti-Islam. Pembicaraan publik oleh Donald Trump masuk akal untuk dipelajari dan cara dia berbicara yang jelas dan sistematis menjadi alasan oleh peneliti untuk mempelajari tentang jenis teknik persuasif yang digunakan dalam pidato berbicara di depan umum. Penelitian ini berfokus pada identifikasi jenis teknik persuasif yang digunakan dalam pembicaraan publik Donald Trump dan menemukan teknik persuasif yang paling sering digunakan oleh dia melalui kualitatif konten analisis. Peneliti menemukan tiga jenis teknik persuasif yang digunakan dalam kedua pidato di North Carolina dan di Springfield, Ohio. Jenis-jenis persuasif teknik nya adalah Logos, Ethos, dan Pathos. Hasil penelitian ini menunjukkan jenis teknik persuasif yang digunakan dalam teks-teks pidato publik Donald Trump yang diuraikan adalah yang terutama Pathos, Ethos, dan diikuti oleh Logos. Pathos 207 kalimat ditemukan, Ethos 164 kalimat ditemukan, dan Logos adalah 58 kalimat ditemukan, total data penelitian adalah 429. Selain itu, peneliti juga menemukan tipe teknik persuasif yang paling sering digunakan oleh Donald Trump adalah Pathos. Dia lebih sering menggunakan Pathos untuk mempengaruhi pemilih dan penonton.
MEANINGS INTERPRETATION IN THE 2010 DOO-WOPS & HOOLIGANS BRUNO MARS’ SONG ALBUM Rahmadhani, Fachreza; Natsir, M.; Valiantien, Nita Maya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v3i2.1514

Abstract

Songs could have impacts on the community. When Bruno Mars launched his first album the "Doo-Wops & Hooligans" in 2010, it became famous. It was, therefore, the intention of this piece of writing to find out about his fame from his song lyrics in an album. Compared to most Americans who tend to prefer jazz music to pop, Bruno Mars? style is a mixture of hip-hop and reggae. This study focused on the Bruno Mars? song lyrics that had been written on the album "Doo-Wops & Hooligans". Findings of the study revealed that most of the song lyrics were dominated by hyperbole indicating that the writer used a lot of exaggeration in his lyrics. Conclusions revealed that most of song lyrics describe a man-to-woman romantic relationship. Lagu-lagu bisa berdampak pada komunitas. Ketika Bruno Mars meluncurkan album pertamanya "Doo-Wops & Hooligans" pada 2010, itu menjadi terkenal. Karena itu, maksud dari tulisan ini adalah untuk mencari tahu tentang ketenarannya dari lirik lagunya di sebuah album. Dibandingkan dengan kebanyakan orang Amerika yang cenderung lebih suka musik pop daripada pop, gaya Bruno Mars adalah campuran antara hip-hop dan reggae. Penelitian ini berfokus pada lirik lagu Bruno Mars yang telah ditulis di album "Doo-Wops & Hooligans". Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar lirik lagu didominasi oleh hiperbola yang menunjukkan bahwa penulis menggunakan banyak berlebihan dalam liriknya. Kesimpulan mengungkapkan bahwa sebagian besar lirik lagu menggambarkan hubungan romantis pria-wanita.
THE JOURNEY OF MAGNUS CHASE’S CHARACTER AS MYTHICAL HERO IN THE SWORD OF SUMMER NOVEL BY RICK RIORDAN Erliani, Hera; Kuncara, Singgih Daru; Lubis, Indah Sari
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.288 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v3i2.1805

Abstract

This research focuses on the journey of Magnus Chase?s character as the mythical hero in The Sword of Summer novel by Rick Riordan. This research has two purposes. The first is to identify the stages of Monomyth that appear in the journey of Magnus Chase?s character in The Sword of Summer novel. The second is to identify kind of Mythoi of The Sword of Summer novel. The researcher applied Joseph Campbell?s theory of Monomyth and Northrop Frye?s theory of Mythoi to answer the research questions. There are two results of this research. First, Magnus Chase?s character undergoes fifteen out of seventeen stages that proper with Campbell?s Monomyth. These fifteen stages are The Call to Adventure, Refusal of the Call, Supernatural Aid, The Crossing of the First Threshold, The Belly of the Whale, The Road of Trials, The Meeting with the Goddess, Woman as Tempress, Atonement with the Father, Apotheosis, The Ultimate Boon, Refusal of the Return, The Crossing of the Return Threshold, Master of Two World and Freedom to live. Second, the kind of Mythoi of The Sword of Summer novel is The Mythos of Summer: Romance. That is because Magnus Chase undergoes all the phases of The Mythos of Summer: Romance. These phases are the emerge of the hero, the innocent youth of the hero, the completion of an ideal, the theme of maintaining the hero?s integrity, the innocent youth of the hero and the end of the adventure. Penelitian ini berfokus pada perjalanan karakter Magnus Chase sebagai pahlawan mitos dalam novel The Sword of Summer karya Rick Riordan. Penelitian ini memiliki dua tujuan. Tujuan pertama adalah mengidentifikasi tahapan Monomyth yang muncul dalam perjalanan karakter Magnus Chase dalam novel The Sword of Summer. Tujuan kedua adalah mengidentifikasi jenis Mythoi dari novel The Sword of Summer. Peneliti menerapkan teori Monomyth yang dipopulerkan oleh Joseph Campbell dan teori Mythoi yang diperkenalkan oleh Northrop Frye untuk menjawab pertanyaan penelitian. Terdapat dua hasil dari penelitian ini. Pertama, karakter Magnus Chase mengalami lima belas dari tujuh belas tahapan yang sesuai dengan teori Monomyth dari Joseph Campbell. Lima belas tahap ini adalah The Call to Adventure, Refusal of the Call, Supernatural Aid, The Crossing of the First Threshold, The Belly of the Whale, The Road of Trials, The Meeting with the Goddess, Woman as Tempress, Atonement with the Father, Apotheosis, The Ultimate Boon, Refusal of the Return, The Crossing of the Return Threshold, Master of Two World dan Freedom to live. Kedua, jenis Mythoi dari The Sword of Summer novel adalah The Mythos of Summer: Romance. Hal tersebut terjadi karena karakter Magnus Chase mengalami semua fase dari The Mythos of Summer: Romance. Fase-fase ini adalah the emerge of the hero, the innocent youth of the hero, the completion of an ideal, the theme of maintaining the hero?s integrity, the innocent youth of the hero dan the end of the adventure.
PEMALI DALAM MASYARAKAT ETNIK BUGIS DI KOTA SAMARINDA:SUATU TINJAUAN SEMIOTIKA Syahfitri, Novi; Arifin, M. Bahri; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.454 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v3i3.1910

Abstract

Objek penelitian ini adalah kebudayaan tradisi lisan dalam bentuk pemali. Pemali merupakan pantangan yang disampaikan secara turun-temurun antar generasi. Pemali menjadi ekspresi budaya yang menunjukkan kearifan orang-orang terdahulu yang mampu memaknai kehidupan secara arif dan bijaksana di tengah minimnya akses informasi dan sarana teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam pemali Bugis yang diketahui dan yang dilaksanakan masyarakat etnik Bugis di Kota Samarinda. Penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara mendalam. Analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemali dalam masyarakat etnik Bugis di Kota Samarinda berlaku (1) bagi gadis yang belum menikah, (2) wanita hamil, (3) laki-laki pada umumya, (4) anak kecil, dan (5) semua kalangan. Adapun makna yang terkandung dalam pemali mencakup nilai sosial yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya, nilai budaya serta nilai moral dan etika. The object of this research is the culture of oral tradition in the form of a multiplier. Pemali is taboos that are passed down through generations. Pemali is a cultural expression that shows the wisdom of previous people who are able to interpret life wisely and wisely amid the lack of access to information and technological means. The purpose of this study was to describe the meaning contained in Bugis pemali known and carried out by Bugis ethnic communities in Samarinda City. This research was obtained using in-depth interview techniques. Data analysis using qualitative methods. The results of the study show that the pemali in Bugis ethnic communities in Samarinda City applies (1) to unmarried girls, (2) pregnant women, (3) men in general, (4) small children, and (5) all groups. The meanings contained in the pemali include social values that govern human relations with each other, cultural values and moral and ethical values.
MAJAS DAN CITRAAN DALAM LIRIK LAGU FILM KARTUN ANAK ERA 90-AN VERSI INDONESIA: KAJIAN STILISTIKA Hermawan, Herwin Satria; Ahmad, M. Rusydi; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.128 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v3i2.1789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan majas, citraan, dan makna dalam lirik lagu film kartun anak era 90-an versi Indonesia. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode simak, dengan teknik simak bebas libat cakap dan catat. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode agih dengan teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian ini pertama, lirik lagu film kartun anak era 90-an versi Indonesia memanfaatkan beragam majas, yakni majas penegasan yang berjenis aferesis, repetisi (anadiplosis, anafora, epizeuksis), majas perbandingan yang berjenis antonomasia, hiperbola, metafora, personifikasi, dan majas pertentangan berjenis oksimoron. Kedua, lirik lagu film kartun anak era 90-an versi Indonesia terdapat enam jenis citraan, yaitu citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan gerakan, citraan rabaan, citraan penciuman, dan citraan intelektual. Ketiga, makna yang terkandung dalam lirik lagu film kartun anak era 90-an versi Indonesia terdiri dari makna keinginan, makna berusaha, makna semangat, dan makna religius. This study aimed to describe the figure of speech, imagery, and meaning in the song lyrics cartoon children '90s version of Indonesia. The research approach used is qualitative approach with the descriptive method and included in the type of library research. The data collection method used is the referral method, using the skillful and note-free listening technique. The data analysis method used is the "agih" method with the technique for direct elements. The first results of this study, the song lyrics cartoon children '90s version of Indonesia using a variety of figure of speech, namely the affirmation of the type of apheresis, repetition (anadiplosis, anaphora, epizeuxis), comparison types that are antonomasia, hyperbole, metaphor, personification, and advanced the type of oxymoron contradiction. Secondly, the song lyrics cartoon children '90s version of Indonesia there are six types of imagery, namely visual imagery, auditory imagery, kinesthetic imagery, tactile thermal imagery, olfactory imagery, intellectual imagery. Third, the meaning contained in the song lyrics cartoon children '90s version of Indonesia consists of the meaning of desire, the meaning of effort, the meaning of spirit, and the meaning of religious.
NILAI BUDAYA PADA CERITA RAKYAT BAWI KUWU KALIMANTAN TENGAH: KAJIAN FOLKLOR Rismayani, Rismayani; Mursalim, Mursalim; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.773 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v3i2.1809

Abstract

Penelitian ini membahas tentang folklor dengan objek cerita rakyat Bawi Kuwu yang berasal dari Kalimantan Tengah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai budaya berdasarkan lima kategori hubungan manusia yang dikemukakan oleh Koentajaraningrat. Nilai budaya tersebut meliputi nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, alam, masyarakat, orang lain, dan diri sendiri, yang terdapat dalam cerita Bawi Kuwu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan termasuk jenis penelitian lapangan. Data dalam penelitian ini berupa cerita rakyat Bawi Kuwu dan diperoleh dari informan yang memberikan informasi tentang cerita Bawi Kuwu. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara transkrip data, transliterasi, mereduksi data yang kurang relevan, dan menyajikan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, dalam cerita Bawi Kuwu terdapat nilai budaya berdasarkan lima kategori hubungan manusia. Tetapi nilai budaya yang paling dominan dalam cerita Bawi Kuwu adalah, nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan. Salah satu bentuk realisasi nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, dilakukan para tokoh dalam cerita Bawi Kuwu melalui upacara ritual. Hal tersebut sebagai salah satu cara para tokoh dalam cerita Bawi Kuwu menghormati para leluhur. This research discusses the folklore with objects folklor Bawi Kuwu originiting from Central Kalimantan. The purpose of this research is to know the value of a culture based on five categories of human relation expressed by Koentjaraningrat.Cuture values that include cultural values of human relations with god, nature, society, others and self there is in story of Bawi Kuwu. This research uses qualitative methods and includes the kind of field research. The data of this research is the folklore of Bawi Kuwu and obtained from the informan who gave information about the story of Bawi Kuwu. Data collected with the techniques of observation, interview, and documentation. Technique of data analysis done by techniques transcription, transliteration, the reduction of irrelevant data, and present the data. The results of the research show that in the folklore of the Bawi Kuwu there are cultural values based on five categories of human relations. But the most dominant cultural values in the story of Bawi Kuwu is cultural values of human relation with god. One of the realization of the cultural values of human relations with god, which perfomed the character in the story of the Bawi Kuwu by ritual ceremony. It is as one of the ways character in the story of Bawi Kuwu honoring acnestors.
PEMALI DALAM MASYARAKAT ETNIK BANJAR DI KOTA SAMARINDA: SUATU TINJAUAN SEMIOTIKA Akhlak, Annisa; Arifin, M. Bahri; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.448 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v3i2.1780

Abstract

Penelitian ini membahas tentang makna pemali dalam masyarakat etnik Banjar yang berada di Kota Samarinda. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pemali apa saja yang dilaksanakan dan tidak dilaksanakan oleh masyarakat etnik Banjar dan menentukan makna terkandung di dalam budaya pemali masyarakat etnik Banjar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan termasuk dalam jenis penelitian lapangan. Data penelitian ini berupa budaya pemali yang diperoleh dari observasi dengan informan yang mengetahui dan masih melaksanakan budaya pemali yang berada di kota Samarinda. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, rekam dan catat. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, transkrip data, dan penyajian data.Hasil dari penelitian ini berupa temuan makna pemali dengan menggunakan teori semiotika yang dilihat dari makna denotatif atau pemaknaan tingkat satu yaitu makna sebenarnya atau sesuai dengan kamus, konotatif atau pemaknaan tingkat dua yaitu merupakan bentuk akibat yang menjadi tanda, serta akan menjadi mitos yang sekaligus menjadi simbol budaya Banjar. Penelitian ini mengumpulkan lima puluh pemali yang terbagi menjadi dua yaitu, pemali yang tidak dilaksanakan dan pemali yang dilaksanakan. This study discussed the meanings of pamali in Banjar ethnic living in Samarinda City. It aimed to find out the types of pamali performed and not performed by the Banjar ethnic community and to determine the meanings contained in the pamali according to the culture of Banjar ethnic society. This study applied a qualitative approach with the descriptive method and it was categorized as a field study. The data of this research were in the forms of pamali culture obtained from the informants who understood and still performed the pamali culture existing in Samarinda City. The data were collected through interview, recording, and note-taking. The data were analyzed by using data reduction, data transcription, and data display. The findings of this study were in the forms of pamali with their meanings by using a semiotic theory which was seen from their denotative meanings or the first level of meaning analysis, namely the real meaning or the meaning according to the dictionary. Their connotative meaning of the second level of meaning analysis was the effects which were in the forms of signs, and they would become myths and symbols of Banjar culture. This study collected 50 pamali which were divided into two types, the pamali which were not performed and those which were performed.
THE REVEALING OF CHARACTERS THROUGH SOLILOQUIES IN WILLIAM SHAKESPEARE’S A MIDSUMMER NIGHT’S DREAM DRAMA Safitri, Imelda Intan; Kuncara, Singgih Daru; Valiantien, Nita Maya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.839 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v3i2.1777

Abstract

This research aimed to reveal the characters? personality traits by reference to Costa and McCrae (1992) through one of the characterization devices called soliloquy and knowing about the role of characters soliloquy in A Midsummer Night?s Dream drama. The method of this research was qualitative content analysis. The data of this research were the characters? soliloquies in the drama. After analyzing, the result showed that soliloquies had important roles in A Midsummer Night?s Dream drama. The roles were to reveal about the characters development and the drama plot; although there was no narration in the drama, but soliloquies could show and describe the characters? personality traits, each character had one till five personality traits through telling their true thoughts and intentions by using soliloquies in A Midsummer Night?s Dream drama. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan ciri-ciri kepribadian berdasarkan teori Costa dan McCrae (1992) melalui salah satu jenis karakterisasi yaitu solilokui sekaligus untuk mengetahui peranan solilokui pada karakter dalam drama A Midsummer Night?s Dream. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah kualitatif konten analisis. Data yang digunakan berupa solilokui dari tiap-tiap karakter di dalam drama. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa solilokui  memiliki peran penting pada drama A Midsummer Night?s Dream. Peran penting solilokui di dalam drama tersebut adalah untuk mengungkapkan perkembangan karakter dan jalan cerita; meski tidak ada narasi namun solilokui dapat menunjukkan dan menjelaskan ciri-ciri kepribadian karakter di dalam drama. Masing-masing karakter memiliki satu hingga lima ciri-ciri kepribadian melalui penyampaian pola pikir dan tujuan mereka yang sebenarnya melalui penggunaan solilokui di drama A Midsummer Night?s Dream.
ANALISIS NOVEL PASIR PUN ENGGAN BERBISIK KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY DITINJAU DARI ASPEK SOSIOLOGI Fitriansyah, Fitriansyah; Arifin, Syaiful; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.569 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v3i2.1698

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek karya sastra dalam novel Pasir Pun Enggan Berbisik  karya Taufiqurrahman Al-Azizy. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Pasir Pun Enggan Berbisik karya Taufiqurrahman Al-Azizy.Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan novel Pasir Pun Enggan Berbisik karya Taufiqurrahman Al-Azizy. Metode yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data ini adalah membaca, mencatat dan teknik pustaka.  Kemudian analisis data, peneliti menggunakan pengudaran teks. Hasil penelitian menunjukkan tujuan dan amanat pengarang melalui fakta cerita meliputi (1) tema yaitu hubungan orang tua dan anak (2) tokoh utama yaitu Agus (3) alur yang digunakan merupakan alur maju (5) sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga (6) amanat pengarang yaitu seorang anak harus menghormati orang tua, perlunya perhatian orang tua terhadap anak, perlunya pengetahuan agama terhadap setiap manusia, menjaga pergaulan, serta perlunya melihat lebih dalam calon pasangan hidup. This research aims to describe the literature work aspect in Novel of Pasir Pun Enggan Berbisik by Taufiqurrahman Al-Azizy. This type of research is library research with a qualitative approach. The data source of this research is the Novel of Pasir Pun Enggan Berbisik by Taufiqurrahman Al-Azizy. The data of the research are quotations from Novel of Pasir Pun Enggan Berbisik by Taufiqurrahman Al-Azizy. The methods that used to collect data in this research are reading, writing, and library technic. For the data analysis, the researcher uses text scientific. The result of the research shows the aims and messages from the writer through the fact of the novel, include (1) the theme is about the relations of parents and children (2) Agus as the main character (3) the plot that used is chronological plot (4) the point of view that used is third-person point of view (5) the messages from the writer are children have to respect their parents, the necessary of parental attention to their children, the necessary of religion education for every human, to maintain society, and the necessary of paying more attention to life partner candidate.

Page 1 of 2 | Total Record : 11