cover
Contact Name
Admin UNM Geographic Journal
Contact Email
ugj@unm.ac.id
Phone
+6285299874629
Journal Mail Official
ugj@unm.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Negeri Makassar. Gunung Sari, Kampus Barat Gedung AB01 Lantai 1, Program Studi Pendidikan Geografi. Jalan Bontolangkasa, Makassar. 90222.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
UNM Geographic Journal
ISSN : 25809423     EISSN : 25974076     DOI : 10.26858
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS X SMA NEGERI 8 LUWU TIMUR Syarifuddin, Syarifuddin; Umar, Ramli; Maru, Rosmini
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.209 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.10790

Abstract

 This study aims to describe the implementation of Project-Based Learning models in geography learning. The type of research is survey research. The subjects in this study were the teacher of geography, the deputy head of the curriculum, and the principal. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The results showed that the form of Project-Based Learning implementation in learning geography with details: learning planning, learning implementation, and learning assessment. In learning planning is done by analyzing the contents of the 2013 curriculum content and learning design planning. Furthermore, the implementation of learning is done by determining the project, designing project completion steps, preparing project implementation schedules, completing projects, preparing reports, presenting project results, and evaluating project processes and results. Meanwhile, the assessment of learning is carried out on the aspect of attitude using observation techniques, self-assessment, and assessment between friends. Assessment of aspects of knowledge using written test techniques and assignments, as well as skills assessment using project results assessment techniques.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi  model Project-Based Learning pada pembelajaran geografi. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Subjek pada penelitian ini adalah guru mata pelajaran geografi, wakil kepala bidang kurikulum, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk implementasi Project-Based Learning pada pembelajaran geografi dengan rincian: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran dilakukan dengan menganilisis standar isi kurikulum 2013 dan desain  pembelajaran. Selanjutnya, pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan penentuan proyek, perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek, penyusunan jadwal pelaksanaan proyek, penyelesaian proyek, penyusunan laporan, presentasi hasil proyek, dan evaluasi proses serta hasil proyek. Sementara, penilaian pembelajaran dilakukan pada aspek sikap dengan menggunakan teknik observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Penilaian pada aspek pengetahuan dengan menggunakan teknik  tes tertulis dan penugasan, serta penilaian keterampilan dengan menggunakan teknik penilaian hasil proyek.
AGIHAN LAHAN POTENSIAL TANAMAN TEH (CAMELLIA SINENSIS LINN KUNTZE) DI SUB DAS PASUI HULU SADDANG Zhiddiq, Sulaiman; Juanda, Muhammad Faisal; Sideng, Uca
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1404.746 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.11004

Abstract

ABSTRACTThis research aims to know actual land suitability potential for Tea (Camellia Sinensis L. Kuntze) in Pasui Sub watershed, Saddang upstream watershed. The method of this research is random stratified sampling on 58 land units with take 9 samples. From the research summarizes suitability class are suit enough (S2) spread on 6 land units width it is 70,91 ha. Marginal suit (S3) spread on 47 land units width it is 13376,14 ha and not suit (N) spreads on 5 land units width it is 61,85 ha. Conclusions from above that potential to grow tea crop in Pasui sub watershed,  Saddang upstream watershed are three class of suitability, Suit enough (S2), Marginal Suit (S3), and Not Suit (N). Most Heavy limiting factor are temperature, nutritions retention in case base saturation and erosion hazards in case slopes.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kesesuaian lahan aktual tanaman Teh (Camellia Sinensis L. Kuntze) di Sub DAS Pasui, DAS Saddang hulu. Metode penelitian ini adalah stratified random sampling pada 58 satuan lahan dengan pengambilan 9 sampel. Dari hasil penelitian dirangkum kelas kesesuaian cukup sesuai (S2) tersebar pada 6 satuan luas lahan yaitu 70,91 ha. Gugatan marginal (S3) tersebar pada 47 satuan luas lahan yaitu 1.3376,14 ha dan tidak sesuai (N) tersebar pada 5 satuan luas lahan yaitu 61,85 ha. Kesimpulan dari atas bahwa potensi untuk menanam tanaman teh di DAS Pasui, DAS Saddang hulu adalah tiga kelas kesesuaian, Suit cukup (S2), Suit Marginal (S3), dan Not Suit (N). Faktor pembatas yang paling berat adalah suhu, retensi nutrisi dalam kasus kejenuhan basa, dan bahaya erosi pada lereng.
GAMBARAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PEMILIK RUMAH SARANG BURUNG WALET DI DESA TOPOYO KECAMATAN TOPOYO Yunirna, Roswita; Zakariah Leo, Muhammad Nur; Sideng, Uca
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.678 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.12924

Abstract

This study aims at 1) Knowing the level of welfare of swallow's nest owners 2) Knowing the level of development of swallow's nest business 3) Knowing the management of swallow nest houses. This research is a qualitative descriptive study. The area that is the object of research is Topoyo Village, Topoyo District, Mamuju Tengah Regency. The population in this study were all swallow nest owners, namely 10 heads of families. Data collecting techniques are carried out through observation, interview and documentation techniques. The results showed that swallow nest owners were generally productive 30-39 years old and all male sexes with marital status were married and the level of education of the average swallow nest homeowner was junior and senior high school graduates. 1) Revenue of the owner of the bird's nest wallet Didesa Topoyo Topoyo Subdistrict Central Mamuju Regency through the indicator of welfare level according to BPS, in 2005 high income that is equal to> 10,000,000 / month or> 120,000,000 / year, based on sales respondents income from swallow nest, namely 13,000,000, - / kg in the harvest period 3-4 times per year as much as> 6 kg in one harvest period or> 234,000,000, - 312,000,000. 2) Increasing the welfare of swallow nest owners can be seen from before and after establishing a swallow nest house, namely. There are (2) respondents who have to pay the loan in the form of installments to the bank so that they have not shown their level of welfare from swallow birds. which causes air pollution and noise pollution.Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui tingkat kesejahteraan pemilik sarang wallet, 2) Mengetahui tingkat pengembangan bisnis sarang wallet, 3) Mengetahui pengelolaan rumah sarang walet. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Daerah yang menjadi objek penelitian adalah Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pemilik sarang walet, yaitu 10 kepala keluarga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik sarang walet umumnya berusia produktif 30-39 tahun dan semua jenis kelamin laki-laki dengan status perkawinan sudah menikah dan tingkat pendidikan rata-rata pemilik sarang walet adalah lulusan SMP dan SMA. 1) Pendapatan pemilik dompet sarang burung Didesa Topoyo Topoyo Top Kabupaten Mamuju Tengah melalui indikator tingkat kesejahteraan menurut BPS, pada tahun 2005 pendapatan tinggi yang sama dengan> 10.000.000 / bulan atau> 120.000.000 / tahun, berdasarkan responden penjualan Penghasilan dari sarang walet, yaitu 13.000.000, - / kg pada periode panen 3-4 kali per tahun sebanyak> 6 kg dalam satu periode panen atau> 234.000.000, - 312.000.000. 2) Meningkatkan kesejahteraan pemilik sarang walet dapat dilihat dari sebelum dan sesudah membangun rumah sarang walet, yaitu. Ada (2) responden yang harus membayar pinjaman dalam bentuk angsuran ke bank sehingga mereka belum menunjukkan tingkat kesejahteraan mereka dari burung walet. yang menyebabkan polusi udara dan polusi suara.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN CENGKEH (EUGENIA AROMATICA L) DI DAS TAKAPALA SUB DAS HULU JENEBERANG KABUPATEN GOWA Iswan, Iswan; Zhiddiq, Sulaiman; Maru, Rosmini
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.512 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.11575

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine: 1) land characteristics in the Takapala Watershed, Jeneberang Hulu Sub Watershed, Gowa Regency, 2) Land suitability for clove plants, 3) land suitability distribution for clove plants in Takapala Watershed, Jeneberang Hulu Sub Watershed, Gowa Regency. The method used is purposive sampling with data analysis techniques, namely matching techniques. The results showed: 1) the characteristics of the land in the Takapala watershed, the Jeneberang Upper Watershed, which is located in a slightly wet climate area; tempereture or air temperature is in hot / tropical regions; the availability of water for rainfall is rather wet; the availability of water for the dry month is quite suitable; rooting media for good to rather good soil drainage; soil texture from clay to clay clay; effective depth in; nutrient retention for medium to high CEC; acidic soil pH to slightly acidic; nutrients available for P2O5 (P available) low; potential mechanism for slopes from flat, gentle, slightly gentle / steep, steep and very steep; outcrops of rock did not exist until a little. 2) The level of land suitability for clove plants in the Takapala watershed in the Jeneberang Upper Watershed obtained five land suitability sub-classes, namely S2, quite in accordance with an area of 93.95 Ha; S3 - W1 (class according to marginal with the heaviest limiting factor of rainfall) with 1022.33 Ha; S3 - S1 (suitable class marginal with the heaviest limiting factor) with an area of 510.66 Ha; S3 - W1s1 (class suitable marginal with the heaviest limiting factor of rainfall and slope) with an area of 256.49 Ha, and N1 - S1 (class not suitable for now with a very severe limiting factor is the slope) with an area of 222.64 Ha. 4) Land suitability distribution for clove plants in the Takapala watershed, Jeneberang Upper Watershed is divided into three classes. class S2 (quite suitable) with an area of about 93.95 Ha or 4.41% of the Takapala watershed area; S3 class (according to marginal) with an area of around 1789.48 or 84% of the Takapala watershed area; and class N1 (not suitable for now) with an area of around 222.64 Ha or 10.45% of the total area of the Takapala River Basin.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik lahan di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang Kabupaten Gowa, 2) Tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman cengkeh, 3) agihan kesesuaian lahan untuk tanaman cengkeh di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan teknik analisis data yaitu teknik matching. Hasil penelitian menunjukkan: 1) karakteristik lahan di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang yaitu berada pada daerah iklim agak basah; temperatur atau suhu udara berada pada daerah panas/tropis; ketersedian air untuk curah hujan agak basah; ketesedian air untuk bulan kering cukup sesuai; media perakaran untuk drainase tanah baik sampai agak baik; tekstur tanah dari liat sampai lempung berliat; kedalaman efektif dalam; retensi hara untuk KTK tanah sedang sampai tinggi; pH tanah asam hingga agak asam; hara tersedia untuk P2O5 (P tersedia) rendah; potensi mekanisme untuk lereng dari datar, landai, agak landai/miring, curam, dan sangat curam; singkapan batuan tidak ada sampai sedikit. 2) Tingkat kesesuian lahan untuk tanaman cengkeh di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang diperoleh lima sub kelas kesesuaian lahan yaitu S2 cukup sesuai dengan luas 93,95 Ha; S3 - W1 (kelas sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat curah hujan) dengan 1022,33 Ha; S3 - S1 (kelas sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat lereng) dengan luas 510,66 Ha; S3 - W1s1 (kelas sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat curah hujan dan lereng)  dengan luas 256,49 Ha, dan N1 - S1 (kelas tidak sesuai  untuk saat ini dengan faktor pembatas sangat berat adalah lereng) dengan luas 222,64 Ha. 4)Agihan kesesuaian lahan untuk tanaman cengkeh di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang terbagi menjadi tiga kelas. kelas S2 (cukup sesuai) dengan luas sekitar 93,95 Ha atau 4,41 % dari luas DAS Takapala; kelas S3 (sesuai marginal) dengan luas sekitar 1789,48 atau 84 % dari luas DAS Takapala; dan kelas N1 (tidak sesuai untuk saat ini) dengan luas sekitar 222,64 Ha atau 10,45% dari luas keseluruhan DAS Takapala.
PERSEPSI DAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PERLINDUNGAN HUTAN DESA KAWATA KECAMATAN WASUPONDA KABUPATEN LUWU TIMUR Suryani, Lilis; Maddatuang, Maddatuang
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 1 September 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.767 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i1.9965

Abstract

This research aims to determine: 1) people's perceptions in forest protection. 2) factors that influence people's perception of forest protection. 3) community participation in forest protection. This research is a qualitative research. Retrieval of data in research using observation techniques, interviews, and documentation, then analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The results showed that: 1) Community perception of forest protection is positive, meaning that the community preserves forest protection such as replanting trees and maintaining the forest so that natural disasters do not occur. 2) Factors that influence community perceptions of forest protection such as level of education, type of work, level of income, age, and number of family members. Demonstrated: the level of public education classified as primary and secondary education shows a positive perception. Viewed from the type of work, the type of work compared to the people who work as farmers, other types of work show a more positive perception. The level of community income is higher. Age 35-40 years is classified as productive and the community with 4-5 family members shows a positive perception. 3) Community participation in forest protection is an effort to prevent forest damage due to social aspects in the form of forest fires, forest encroachment, and theft of forest products. The community no longer opens the forest to be used as agricultural land and does not herd cattle in the forest..Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) persepsi masyarakat dalam perlindungan hutan. 2) faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat dalam perlindungan hutan. 3) peran serta masyarakat dalam perlindungan hutan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan data dalam penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi masyarakat dalam perlindungan hutan adalah Positif, maksudnya masyarakat melestarikan perlindungan hutan seperti penanaman pohon kembali dan pemeliharaan hutan agar tidak terjadi bencana alam. 2) Faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat dalam perlindungan hutan seperti tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, umur, dan jumlah anggota keluarga. Menunjukkan: tingkat pendidikan masyarakat tergolong pendidikan dasar dan pendidikan menengah menunjukkan persepsi yang positif. Dilihat dari jenis pekerjaan, jenis pekerjaan dibandingkan dengan masyarakat yang bekerja sebagai petani, jenis pekerjaan lainnya menunjukkan persepsi yang lebih positif. Tingkat pendapatan masyarakat lebih tinggi. Umur 35-40 tahun tergolong produktif dan masyarakat yang jumlah anggota keluarga 4-5 menunjukkan persepsi yang positif. 3) Peran serta masyarakat dalam perlindungan hutan adalah adanya usaha dalam mencegah kerusakan hutan akibat aspek sosial yang berupa pembakaran hutan, perambahan hutan, dan pencurian hasil hutan. Masyarakat tidak lagi membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian dan tidak mengembalakan ternaknya di hutan.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT PADA MATERI DINAMIKA LITOSFER DI KELAS X IPS 2 SMA NEGERI 1 BAUBAU Irwan, Irwan; Harudu, La
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.495 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.12923

Abstract

SMAN 1 Baubau is one of the schools in Baubau City, Bataraguru Village, which is the object of research by researchers because its learning outcomes are still low, this is because only 38% of them meet the KKM. The objectives of the study were: (1) to find out the learning activities of students of class X IPS2 and teaching activities of teachers of SMAN 1 Baubau when applying powerpoint media, (2) to find out the geography learning outcomes of IPS X class 2 students of Baubau Public High School taught with powerpoint based learning media this is done in class X IPS2 of SMAN 1 Baubau even semester of school year 2018/2019, dated January 7 2019 to February 6, 2019. This type of research is classroom action research (PTK) which is conducted in two cycles. The subjects of this research are teachers and class students X IPS2 SMAN 1 Baubau. The data in the study are qualitative and quantitative data obtained from observation sheets and learning outcomes tests. From the analysis results, it can be concluded that by applying powerpoint media (1). Student learning activities increase with an average score of 3.1 categorized well. (2). Teacher teaching activities increased with an average score of 3.3 categorized well. (3). Geographical learning outcomes of students of class X IPS2 at SMAN 1 Baubau increased with an average score of 81, with 80% learning completeness or 35 students with a value of ? 72 according to KKM geography.SMAN 1 Baubau adalah salah satu sekolah di Kota Baubau Kelurahan Bataraguru yang menjadi objek penelitian peneliti karena hasil belajarnya yang masih rendah, hal ini disebabkan hanya 38% yang memenuhi KKM. Tujuan penelitian: (1)untuk mengetahui aktivitas belajar siswa kelas X IPS2 dan aktivitas mengajar guru SMAN 1 Baubau saat menerapkan media powerpoint,(2) untuk mengetahui hasil belajar geografi siswa kelas X IPS2 SMAN 1 Baunau yang diajarkan dengan media pembelajaran bebasis powerpoint.Penelitian ini dilakukan dikelas X IPS2 SMAN 14 Bombana semester genap tahun ajaran 2018/ 2019, tanggal 07 januari 2019 sampai dengan tanggal 6 februari 2019. Jenis peneliitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan dua siklus.Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X IPS2 SMAN 1 Baubau. Data dalam penelitian adalah data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dari lembar observasi dan tes hasil belajar. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa dengan menerapkan media powerpoint (1). Aktivitas belajar siswa meningkat dengan skor rata-rata 3,1 berkategorikan baik.(2). Aktivitas mengajar guru meningkat dengan skor rata-rata 3,3 berkategorikan baik.(3). Hasil belajar geografi siswa kelas X IPS2 SMAN 1 Baubau meningkat dengan skor rata-rata 81, dengan ketuntasan belajar 80% atau terdapat  35 siswa dengan nilai  ? 72 sesuai KKM geografi.
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS DAS JENERAKIKANG SUB DAS JENEBERANG) KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN Amaliah, Rezki; Umar, Ramli; Badwi, Nasiah
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1295.589 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.11574

Abstract

ABSTRACTThe increasein Population effected on  increase land requirements that force the people to convert forest land into residental land which had an impact on the declining qulity of the environtment causing the land to be a critical. The objectives of this Research are: (1) to find out factors that affect the class of critical land (2) to find out the class of critical land (3) to find out contermeasures of critical land. The object of this study is land of DAS Jenerakikang. Primary data used include slope, soil structure, soil texture, effektive depth of soil, land management and land use. Secondary data used include DEM data, Citra Landsat-8, rainfall data, produktivity of land. The type of this research is deskriptif eksploratif with the analytical method used is the skoring analysis method to identifity the class of critical land. The result of the study show there are 4 factors that affect the class of critical land are topography, soil, erosion, and vegetation. There are 4 categories of critical land specifically class of critical land with an areal 32,02 hectares, class of rather critical land with an areal 2.734,1 hectares, class of potential critical land with an areal 1.088,8 hectares ang class of ncritical land with an areal 56,229 hectares. Countermesures of critical land make us of physical-mechanic with application terracing and biological/vegetative with application multiple cropping.ABSTRAKPenambahan jumlah penduduk mengakibatkan terjadinya peningkatan kebutuhan lahan yang memaksa masyarakat melakukan alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pemukiman yang berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan sehingga menyebabkan lahan tersebut menjadi kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat kekritisan lahan (2) Untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan (3) Untuk mengetahui upaya penanggulangan lahan kritis. Objek penelitian ini yaitu Lahan di DAS Jenerakikang. Data primer yang digunakan meliputi data kemiringan lereng, struktur tanah, tekstur tanah, kedalaman efektif tanah, manajemen lahan dan data penggunaan lahan. Data sekunder yang digunakan meliputi data DEM, Citra Landsat-8, data curah hujan, produktivitas lahan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif eksploratif dengan metode analisis yang digunakan yaitu metode skoring untuk mengidentifikasi tingkat kekritisan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kekritisan lahan yakni topografi, tanah, erosi dan vegetasi. Terdapat 4 kategori lahan kritis yakni tingkat lahan kritis dengan luas 32,02 Ha tingkat lahan agak kritis dengan luas 2.734,1 Ha, tingkat lahan kritis potensial kritis dengan luas 1.088,8 Ha dan tingkat lahan tidak kritis dengan luas 56,229 Ha. Upaya penanggulangan lahan kritis menggunakan metode fisik?mekanik dengan penerapan terasering dan metode biologis/vegetatif dengan penerapan multiple Cropping.
IMPROVING PARTICIPATION AND LEARNING RESULT THROUGH MAKE A MATCH MODEL OF IPS LESSONS Syarifuddin, Syarifuddin; Hasan, Mas'ati Ruhing; Hasan, Hamka
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 1 September 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.32 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i1.6241

Abstract

The purpose of this reseach is to increase the students? participation and learning result of Class VIII.c SMP Negeri 23 Simbang on IPS subjects. This type of research was a classroom action research. Data collection techniques used students' participant observation sheets, evaluation of learning outcomes, documentation, and field notes. The research was hold in 2 cycles with the main subject was population. Each cycle included four stages: (i) planning (ii) implementation of action (iii) observation (iv) reflection. Data were analyzed by using qualitative and quantitative descriptive analysis. The result of the research shows that the students? participations had increased classically from the beginning of the cycle I until the end of cycle II, ranging from 50% to 80.8% passed the the criteria of 75% as the high category that had been  established. While the students? learning result classically also increased from 57.7% at the beginning of the first cycle to 84.6% at the end of cycle II,it means that the result has passed the classical learning completion that was defined by 80% as the high category. It can be concluded that the implementation of the Make a Match learning model can improve the students? participation and learning result of class VIII.c SMP Negeri 23 Simbang on Social Studies subjects.Penelitian bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan hasil belajar peserta didik Kelas VIII.c SMP Negeri 23 Simbang pada mata pelajaran IPS. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi partisipasi peserta didik, lembar evaluasi hasil belajar, dokumentasi, dan catatan lapangan. Pembelajaran dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan materi pokok kependudukan. Setiap siklus meliputi 4 tahap: (i) perencanaan (ii) pelaksanaan tindakan (iii) observasi (iv) refleksi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil  penelitian menunjukkan partisipasi peserta didik secara klasikal diawal siklus I sampai diakhir siklus II mengalami peningkatan, mulai dari angka 50% sampai dengan 80,8% melewati syarat keberhasilan yang ditetapkan yaitu 75% dengan kategori tinggi. Sedangkan hasil belajar  peserta didik secara klasikal juga mengalami peningkatan dari angka 57,7% diawal siklus I menjadi 84,6% diakhir siklus II, artinya sudah melewati syarat ketuntasan belajar klasikal yang ditetapkan yaitu 80% dengan kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan partisipasi dan hasil belajar peserta didik kelas VIII.c SMP Negeri 23 Simbang pada mata pelajaran IPS.
KUALITAS AIR TANAH UNTUK KEBUTUHAN AIR MINUM DI DESA UJUNG LERO KECAMATAN SUPPA KABUPATEN PINRANG Basofi, Nurqamri Putri; Nyompa, Sukri; Arfan, Amal
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 2 Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.902 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i2.11653

Abstract

This study aims to: Know the quality of ground water, whether ground water is suitable to use as a source of drinking water and how to determine groundwater quality using the Storet Method. This type of  research was a quantitative descriptive research. The population in this study was shallow ground water or dug wells used by the community as a source of drinking water. The sample of this research took based on land use which point I was in a settlement, point II was in a field, point III was in a shrub and point IV was in a pond. The data of this research were analyzed by using the Storet Method. The results showed that the water quality exceeded the maximum level that allowed for drinking water so that the water cannot be  used for drinking water needs, the parameter that exceeds the maximum level was at point IV that had salty taste, the color parameter at point III was 20.0 with the maximum limit 15, the turbidity parameter at point IV was 5.480 with a maximum limit of 5, the TDS parameter at points I - IV is 692, 1178, 6403 and 799 with a maximum limit of 500, the iron parameter at points I and IV were 0.31 and 0.43 with a maximum limit of 0.3 and also a detergent parameter at point IV of 0.110 with a maximum limit of 0.05 and E.Coli parameters at points I, II and IV of 680, 2200 and 200 with a maximum limit of 0 amount of 100 / ml. Based on the results measurement and analysis of well water samples,it can be concluded that well water was not suitable to use as drinking water because the water had been polluted. Using the storet method showed that the level of well water pollution can be classified as class D (Severely Polluted) category with poor water conditions for drinking water quality.Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui kualitas air tanah, Apakah air tanah di layak digunakan sebagai sumber air minum dan cara menentukan kualitas air tanah dengan menggunakan Metode Storet. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah air tanah dangkal atau sumur gali yang digunakan masyarakat sebagai sumber air minum. Adapun Sampel adalah berdasarkan penggunaan lahan yaitu lokasi I merupakan pemukiman, lokasi II ladang, lokasi III semak belukar dan lokasi IV tambak. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Storet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air yaitu melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan untuk air minum sehingga air tersebut tidak dapat digunakan untuk air minum, parameter yang melebihi kadar maksimum yaitu parameter rasa pada titik IV yaitu rasanya asin, Parameter warna pada titik III yaitu 20,0 dengan batas maksimum 15, parameter kekeruhan pada titik IV yaitu 5,480 dengan batas maksimum 5, parameter TDS pada titik I ? IV yaitu 692, 1178, 6403 dan 799dengan batas maksimum 500, parameter besi pada titik I dan IV yaitu 0,31 dan 0,43 dengan batas maksimum 0,3 dan juga parameter deterjen pada titik IV yaitu 0,110 dengan batas maksimum 0,05 dan parameter E.Coli pada titik I, II dan IV yaitu 680, 2200 dan 200 dengan batas maksimum 0 jumlah 100/ml .Berdasarkan hasil pengukuran dan hasil analisis sampel air sumur diketahui bahwa air sumur tidak layak digunakan sebagai air minum kerna air tersebut sudah tercemar. Dengan menggunakan Metode storet menunjukkan bahwa tingkat pencemaran air sumur tergolong kategori kelas D (Tercemar Berat) dengan kondisi air yang buruk untuk kualitas air minum.
IMPROVEMENT OF STUDENT GEOGRAPHY LEARNING ACHIEVEMENT TROUGH APPLICATION OF COPERATIVE LEARNING MODEL TYPE “NUMBERED HEAD TOGETHER” IN X GRADE SMAN 2 WATANSOPPENG Hariana, Hilda Cahyani
UNM Geographic Journal Volume 2 Nomor 1 September 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.522 KB) | DOI: 10.26858/ugj.v2i1.5561

Abstract

This study aimed to assess whether NHT cooperative learning model to improve learning outcomes of students geography. Implementation of the actions performed by 2 cycles, each cycle consists of planning, action, observation and evaluation, and reflection. Analysis using quantitative descriptive analysis. The results showed that: there is an increase in learning outcomes for implementing cooperative learning model NHT during the execution of the learning cycle I and xycle II. The everage value of the learning outcomes before deploying cooperative learning model NHT increased 68,09 after applied cooperative learning model NHT, in the first cycle is obtained mean values obtained by an average of 76,26. It can be concluded that through the application of learning models on the subjects geography of NHT can improve student learning outcomes geography class X2 SMAN 2 Watansoppeng.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa.  Pelaksanaan tindakan yang dilakukan sebanyak 2 siklus, tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi dan refleksi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ada peningkatan hasil belajar selama menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT selama pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II. Nilai rerata hasil belajar siswa yang sebelum diterapakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT 68,09 meningkat sesudah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, pada siklus I diperoleh nilai rerata 69,74 dan Pada siklus II diperoleh nilai rerata sebesar 76,26.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran NHT pada mata pelajaran geografi  dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa kelas X2 SMA Negeri 2 Watansoppeng.

Page 1 of 4 | Total Record : 40