cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
qolamuna : Jurnal studi islam
ISSN : 25024299     EISSN : 24606049     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 2 (2017): Februari 2017" : 9 Documents clear
Tahrij Hadits Tentang Larangan Bagi Wanita Memakai Wangi-Wangian Bila Menimbulkan Fitnah Indana, Nurul
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 2 No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.389 KB)

Abstract

  Tulisan ini akan membahas tentang “Tahrij Hadits Tentang Larangan Bagi Wanita Memakai  Wangi-Wangian Bila Menimbulkan Fitnah”. Memakai wangi-wangian yang benar-benar menimbulkan fitnah maka haram, jika merasa khawatir dengan memakai wangi-wangian menimbulkan fitnah, maka memakai wangi-wangian tersebut hukumnya makruh. Pemahaman tersebut dari hadis yang berkualitas Hasan li dhatihi. Penelitian kualitas hadist tersebut dengan dengan sofware Mausu’at al-Hadis ash-Sharif: al-Kutub at-Tis’ah yang diajukan oleh Ibn Hajar al-‘Asqalani (773-852) mengenai sanad dan matan hadis menerangkan tentang memakai wangi-wangian yang menimbulkan fitnah merupakan dosa besar, dari beberapa rawi ada satu rawi yang masuk golongan lima, maka disimpulkan hadis ini berkualitas Hasan li dhatihi. Kata Kunci: Hadis wangi-wangian, Tahrij Hadits.
Kedudukan Anak Angkat Dalam Kompilasi Hukum Islam Muslim, Shohib
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 2 No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.983 KB)

Abstract

  Dalam kenyataannya pengangkatan anak telah menjadi bagian dari kebiasan masyarakat muslim di Indonesia dan telah merambah dalam praktek melalui Peradilan Agama seperti misalnya di Semarang, Malang telah banyak dilakukan, dan pengadilan agama telah memberikan penetapan yang sekaligus dipandang sebagai yurisprudensi tetap tentang pengangkatan anak dikalangan hakim Peradilan Agama. Pengangkatan anak dalam hukum adat merupakan perbuatan memungut anak dari luar kedalam kerabat, sehingga terjadi suatu ikatan social yang sama dengan ikatan kewenangan biologis dimana anak tersebut dilepaskan dari lingkungan awal untuk kemudian masuk kedalam lingkungan kerabat yang mengadopsinya dengan suatu syarat tertentu. Artikel ini akan membahas kajian teoritis tentang Kedudukan Anak Angkat Dalam Hukum Islam kaitannya dengan perwalian dan waris. Kata Kunci : Anak angkat, Kompilasi Hukum Islam.
Bahth Al-Masa’il Dalam Pandangan Elite NU Rofiq, Irsyaddur
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 2 No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.106 KB)

Abstract

  Artikel bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana konstruksi elite NU Kabupaten Pasuruan tentang kitab rujukan, metode manhaji dan pola rumusan pemecahan masalah hasil keputusan bahth al-masa’il, dan bagaimana tipologi elite NU Kabupaten Pasuruan tentang kitab rujukan, metode manhaji dan pola rumusan pemecahan masalah hasil keputusan bahth al-masa’il.  Data penelitian dihimpun melalui wawancara dan studi pustaka yang selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif analitis. Hasil penelitian menyebutkan bahwa konstruksi Bahth al-Masa’il adalah kitab rujukan yang digunakan bahth al-masa’il sudah memadai, cukup bermadhhab secara qawli/ tekstual, metode bahth al-masa’il dan pola rumusan pemecahan masalah bahth al-masa’il sudah memadai. Kata kunci : Bahth Al-Masa’il, Pandangan Elite NU
Fikih Jurnalistik Sebagai Landasan Etika Bermedia Sosial Ula, Siti Khoirotul
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 2 No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.674 KB)

Abstract

  Perubahan-perubahan dalam pola komunikasi di era internet memungkinan setiap orang untuk aktif menggunakan media sosial. Para pengguna internet hampir tidak memiliki batasan atau etika khusus untuk menghormati pengguna pengguna internet lain di dunia maya, yang mana sebetulnya merupakan anggota masyarakat di kehidupan nyata. Oleh karena itu, batasan antara maya dan nyata menjadi tidak jelas. Etika-etika pada saat berinteraksi di dunia nyata terabaikan di dunia maya. Fenomena penggunaan sosial media tentunya bertentangan dengan umat Islam, sebagai bagian dari kesatuan masyarakat itu sendiri. Padahal, pada hukum Islam pengumpulan informasi atau berbicara tentang berita yang tidak benar adalah larangan. Artikel ini bertujuan untuk membuat masyarakat lebih berhati-hati mengenai fiqih jurnalisme. Bagi masyarakat yang menggunakan media sosial, hendaknya selain tidak mengganggu di dunia maya, seperti halnya berkata kasar, menyebar fintah, menyebar konten porno, dan juga menjual barang-barang ilegal. Kata kunci : Fiqh jurnalisme, Etika, Media Sosial
Kepemimpinan Kyai Dalam Menumbuhkan Jiwa Kemandirian Santri di Pesantren Sarkowi, Sarkowi
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 2 No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.172 KB)

Abstract

  Dalam rangkaian kehidupan di pesantren, tidak terlepas dari peran sentral seorang pimpinan atau kyai. Dalam kepemimpinannya, seorang kyai pondok pesantren yang menerapkan pola yang tidak sama. Hal tersebut ditunjukkan dengan beberapa model kepemimpinan dari generasi ke generasi berikutnya yang diterapkan oleh kyai khususnya dalam hal upaya menumbuhkan jiwa kemandirian santri. Santri yang hidup di dalam pesantren tidak hanya mendapatkan ilmu agama atau ilmu umum, tetapi juga belajar dan mendapatkan ilmu pengetahuan tentang hidup bermasyarakat sehingga lulusan pondok pesantren lebih mandiri dibandingkan dengan lulusan lembaga pendidikan non pesantren. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Kepemimpinan, Kemandirian.
Konsep Kompensasi Tafsir Al Quran dan Hadist Pendekatan Tematik Rahman, Fathor
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 2 No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.17 KB)

Abstract

  Artikel ini akan Mendiskripsikan Konsep Kompensasi/ Upah dalam Islam dan Mendiskripsikan Urgensi Kompensasi dalam Pendidikan. Masalah kompensasi/ upah merupakan tantangan tersendiri dalam konteks pendidikan, karena imbalan para pengajar tidak lagi dipandang sebagai alat pemuas kebutuhan material, tetapi ini terkait dengan harkat dan martabat manusia. Kompensasi bagi madrasah merupakan salah satu untuk mempertahankan sumber daya pendidik yang ada di madrasah, walaupun bukan merupakan satu-satunya cara meningkatkatkan motivasi pendidik, sehingga mereka dapat tetap betah di madrasah. Meski demikian, penulis menyakini bahwa kompensasi adalah faktor urgen untuk mempertahankan pendidik di madrasah, karena kompensasi merupakan faktor penting dalam kehidupan yang dapat meningkatkan motivasi walaupun sulit untuk dapat memuaskan manusia. Kata Kunci : Kompensasi, Tafsir Tematik.
Kepemimpinan Perempuan Dalam Tafsir Tematik Al-Qur’an Dan Hadits Masrurah, Waqiatul
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 2 No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.211 KB)

Abstract

  Artikel ini akan mendeskripsikan kepemimpinan perempuan perspektif al-Qur’an dan Hadits dengan pendekatan tematik sosio-historis dan jender. Berkaitan dengan kepemimpinan perempuan dalam Islam, hal ini masih menjadi masalah kontroversial. Beberapa faktor yang menjadi penyebab, antara lain: Pertama, adanya nash (al-Quran dan Hadits) yang secara tekstual mengisyaratkan keutamaan bagi laki-laki untuk menjadi pemimpin. Akan tetapi, secara realitas tidak dapat dipungkiri adanya sejumlah perempuan yang secara obyektif memenuhi kriteria sebagai seorang pemimpin dan acceptable di tengah masyarakat. Kedua, sebagian masyarakat belum bisa menerima perempuan untuk tampil sebagai pemimpin berdasarkan pemahaman terhadap sejumlah ayat dan hadits yang mengisyaratkan larangan bagi perempuan untuk diangkat menjadi pemimpin. Kata Kunci : Kepemimpinan, Perempuan, Tafsir Tematik.
Prinsip Pengembangan Organisasi Dalam Tafsir Al-Qur’an Dan Hadits Pendekatan Tematik Rahmatullah, Rahmatullah
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 2 No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1506.97 KB)

Abstract

  Artikel ini akan mendeskripsikan prinsip pengembangan organisasi  dalam penafsiran Al-Qur’an sembari menyertakan Hadits-hadits yang menguatkan hal itu. Dalam konteks pembahasan organisasi ini penelusuran terhadap konsep al-jamiyyah atau aljamaah dalam Al-Qur’an rupanya menemukan jalan buntu karena ternyata Al-Qur’an memiliki kata kunci tersendiri untuk menjelaskan masalah itu. Dan menurut  pendapat Syukri Ilyas dalam makalahnya “Organisasi Dalam Al-Qur’an”, konsep organisasi dalam Al-Qur’an justru terungkap dalam kata al-shaf (barisan) yang terdapat pada surat al-Shaf ayat 4 dan kata al-ummah (umat) yang tersebar dalam beberapa ayat di Al-Qur’an, bukan terungkap dalam kata al-jamiyyah atau al-jamaah. Diantara prinsip-prinsip tersebut adalah prinsip perjuangan di jalan Allah, prinsip istiqamah, prinsip ketaatan, prinsip kesabaran, prinsip keselarasan antara ucapan dan perbuatan, prinsip keteraturan, prinsip pencatatan, dan prinsip pertanggungjawaban. Kata Kunci : Prinsip Pengembangan Organisasi, Tafsir Tematik.
Agama Sebagai Inspirasi Bukan Aspirasi Chalim, Abdul
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 2 No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.048 KB)

Abstract

  Artikel ini akan membahas agama sebagi sumber inspirasi bukan aspirasi. Pada konteks ini, manusia memerlukan agama sebagai sesuatu yang murni dari Tuhan. Sehingga Tuhan dapat mengambil potret abstrak secara signifikan, ketika manusia mampu menerapkan ajaran agama dengan benar dan tepat di kehidupan sehari-hari. Pemahaman agama kontras terhadap opini mengenai agama berasal dari suatu masyarakat itu sendiri. Masalah sosial keagamaan terjadi karena tidak ada kesesuaian antara harapan yang sudah terukir pada keyakinan agama dan  realita mengenai fungsi agama pada masyarakat. Itu jelas bahwa permasalahan disebabkan oleh sebuah interpretasi monodimensional terhadap ayat agama. Agama menyajikan sebuah tuntunan menuju sikap yang baik dalam menghormati seseorang yang berbeda keyakinan, bahkan ini juga digunakan sebagai tuntunan untuk meyakinkan orang lain untuk mengikuti kehendak-Nya. Kata kunci : Agama, Inspiasi, Aspirasi

Page 1 of 1 | Total Record : 9