cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 02163942     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
This journal is a scientific journal publications to develop knowledge in the field of Medical Science and Health. Topics of papers that can be published in the Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (JKK) Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta is scientific topics that correspond to areas of interest in the Faculty of Medicine and Health are Medical Science, Public Health, Obstetrics, Nursing, Pharmacy, Nutrition, other fields of health sciences. This journal is published periodically since 2004, 2 (two) times in 1 year (January and July). Available online since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN" : 10 Documents clear
Hubungan Antara Umur dan Masa Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Laundry Sari, Erna Novita; Handayani, Lina; Saufi, Azidanti
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyakit akibat kerja yang dapat muncul sewaktu-waktu adalah Musculoskeletal Disorders (MSDs). Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah keluhan pada bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan yang sangat ringan sampai sangat sakit. Musculoskeletal Disorders (MSDs) dapat dipengaruhi beberapa faktor yang terdiri dari umur, masa kerja, dan sikap kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur dan masa kerja keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja Laundry di Jalan Prof. Dr. Soepomo Janturan Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Cross Sectional. Responden merupakan pekerja laundry di Jalan Prof. Dr. Soepomo Janturan Yogyakarta yang berjumlah 35 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Analisis bivariat dengan uji statistik Chi Square dan uji alternatifnya yaitu uji Fisher. Responden yang mengalami keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) lebih banyak yaitu 22 responden (62,9%). Responden yang berumur >30 tahun lebih banyak yaitu 20 responden (57,1%). Responden yang memiliki masa kerja <5 tahun lebih banyak yaitu 30 responden (85,8%). Ada hubungan antara umur dengan keluhan MSDs dengan nilai p= 0,005 < α (0,05) dan tidak ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan MSDs dengan nilai p= 0,630 > α (0,05). Ada hubungan antara umur dengan keluhan MSDs namun tidak ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan MSDs. Kata kunci: Musculoskeletal Disorders (MSDs), umur, masa kerja
Hubungan Nilai Eosinofil Darah Tepi dengan Gejala Asma pada Pasien Asma Stabil Fachri, Muhammad; Tajudin, Sari Rahmawati
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma adalah penyakit saluran napas inflamasi kronis yang penting dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di berbagai negara di seluruh dunia. Asma dapat terjadi pada segala usia dengan manifestasi yang sangat bervariasi dan berbeda-beda antara satu individu dengan individu lainnya. Inflamasi yang terjadi pada asma adalah inflamasi yang khas yaitu inflamasi yang disertai infiltrasi eosinofil, hal ini yang membedakan asma dari gangguan inflamasi jalan napas lainnya. Pentingnya peranan sel-sel inflamasi terutama sel eosinofil didalam mencetuskan gejala asma, maka tulisan ini membahas tentang peranan eosinofil pada asma dan aspek patogenesanya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan pemilihan sampel menggunakan metode total sampling sebanyak 105 pasien. Alat penelitian berupa rekam medis yang diambil pada periode 3 – 20 November 2016. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk menjelaskan karateristik masing-masing varibel yang diteliti, dan bivariat dengan melihat nilai eosinofil darah tepi dan gejala asma yang tercatat pada rekam medis untuk mengetahui hubungan nilai eosinofil darah tepi dengan gejala asma. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara nilai eosinofil pasien terhadap sesak (p value = 0,001), mengi (p value = 0,000), rasa berat di dada (p value = 0,000) dan terdapat hubungan yang tidak bermakna antara kadar eosinofil pasien terhadap gejala batuk (p value = 0,671) dan derajat asma (p value = 0,515). Semakin jelas gejala asma (mengi, sesak dan berat di dada) pada pasien asma stabil, maka semakin tinggi nilai eosinofilnya dan bermakna secara statistik kecuali pada gejala batuk. Semakin tinggi derajat asma stabil pada pasien asma stabil maka pasien cenderung memiliki kadar eosinofil yang tinggi, namun belum bermakna secara statistik. Kata Kunci: Eosinofil, Gejala Asma, Derajat Asma Stabil.
Kajian Molekuler Interleukin-4 pada Aspirat Limfadenitis sebagai Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Ekstra Paru Lubis, Humairah Medina Liza
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada infeksi tuberkulosis, sitokin mempunyai efek biologis metabolik seperti hipoglikemia, pireksia, inflamasi, dan dalam kadar tinggi dapat merusak sel terutama endotel, bahkan dapat menguntungkan pertumbuhan kuman karena meningkatkan sitoadherens. Pada kadar yang tepat bersifat protektif namun pada kadar yang berlebihan justru berefek patologis  Timbulnya  tuberkulosis  ekstra  paru  ditentukan oleh  keseimbangan  antara  kadar sitokin proinflamasi dan anti-inflamasi, yaitu berupa rasio Interleukin 4 (IL-4) rendah dan meningkatnya produksi IFN-γ. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) membuktikan dan menganalisa peran Interleukin 4 sebagai   faktor   resiko   kejadian   limfadenitis   tuberkulosis, (2) menjelaskan patogenesis terjadinya limfadenitis tuberkulosis  berdasarkan ekspresi Interleukin 4 yang tertampil pada aspirat limfadenitis tuberculosis Penelitian ini menggunakan sampel 25 slide yang diperoleh dari pasien pembengkakan kelenjar getah bening leher dan didiagnosis sebagai limfadenitis tuberkulosis. Dilakukan pewarnaan imunositokimia dengan antigen Interleukin 4. Limfadenitis TB berupa badan-badan  kecil  berbentuk  oval  gelap  di  dalam  kelompokan  makrofag dijumpai 6 kasus positif (67%) dan 3 kasus negatif (33%), sedangkan limfadenitis TB berupa bercak bercak gelap dengan massa amorf eosinofilik 14 kasus positif (88%) dan 2 kasus negatif (12%). Dari analisa data memiliki nilai yang bermakna. Tampilan IL-4 pada badan- badan kecil oval berwarna gelap di dalam kelompokan beberapa makrofag dan bercak-bercak gelap dengan massa amorf eosinofilik merupakan proses imunologi terhadap bakteri basil yang masuk kedalam tubuh manusia dan dapat dipakai sebagai petanda faktor resiko kejadian limfadenitis tuberkulosis. Kata kunci: Interleukin-4, aspirat limfadenitis, faktor resiko, tuberkulosis ekstra paru
Gambaran Pengetahuan dan Sumber Informasi tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Siswi Sekolah Menengah Kesehatan (SMK) ‘Aisyiyah Palembang Tahun 2016 Devita, Risa
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa prevalensi kanker tertinggi di Indonesia pada tahun 2013 adalah kanker payudara sebesar 0,5%. Berdasarkan Laporan Pusat Data&Informasi Kemenkes, Provinsi Sumatera Selatan pravalensi dan estimasi kanker payudara tahun 2013 sebesar 0,2% atau 772 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sumber informasi dengan pemeriksan payudara sendiri (SADARI) pada siswi Sekolah Menengah Kesehatan (SMK) ‘Aisyiyah Palembang tahun 2016. Metode penelitian secara survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel minimal penelitian ini adalah siswi kelas X dan XI sebanyak 98 responden dengan teknik Stratified random sampling. Hasil analisis univariat terhadap 98 responden, didapatkan 49,0% yang melakukan pemeriksaan payudara sendiri, 34,7% yang berpengetahuan baik, dan 10,2% yang memiliki sumber informasi banyak. Kata Kunci: Pengetahuan, Sumber Informasi, Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
Hubungan Aktivitas Fisik dan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dengan Status Gizi Lebih Remaja SMA Labschool Kebayoran Baru Jakarta Selatan Tahun 2016 Tri Handari, Siti Riptifah; Loka, Tri
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa Remaja merupakan masa transisi antara masa kanak – kanak dan masa dewasa, dan melibatkan perubahan fisik maupun emosional, seiring meningkatnya kemandirian dan semakin banyaknya pilihan pribadi. Salah satunya adalah pilihan makanan yang akan berdampak pada asupan dan status gizi. Prevalensi gizi lebih relatif lebih tinggi pada remaja perempuan (1,5%) dibanding dengan remaja laki-laki (1,3%). Sedangkan Provinsi dengan prevalensi gemuk tertinggi adalah DKI Jakarta (4,2%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktfitas fisik dan kebiasaan konsumsi makanan fast food dengan status gizi lebih remaja di SMA Labschool Kebayoran Baru Tahun 2016. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling sebanyak 111 responden. Analisis dilakukan secara bivariat melalui uji chi-square. Sebanyak 58,6% siswa mengalami status gizi lebih. Hasil uji bivariat menunjukan bahwa adanya hubungan antara Umur (p=0,0005), Jenis Kelamin (p=0,038), Pendidikan Ibu (p=0,0005), Pekerjaan Ibu (p=0,0005), Pekerjaan Ayah (p=0,025), Keibasaan Olahraga (p=0,0005), Kebiasaan Konsumsi Fast Food (p=0,0005) dengan Status Gizi Lebih pada remaja (p ≤ 0,05). Saran untuk pihak sekolah, puskesmas dan keluarga yaitu mengadakan sosialisasi mengenai pedoman umum gizi seimbang (PUGS) mengenai porsi makan dan bahan makanan yang baik, serta sesuai untuk dikonsumsi oleh remaja dengan kerangka penyuluhan yang modern dan menggunakan berbagai istilah yang dekat dengan kehidupan remaja sehari – hari agar pesan mudah dipahami dan membuat siswa tertarik untuk menjalani PUGS terutama di Sekolah. Selain itu, OSIS, UKS dan PMR SMA Labschool Kebayoran Baru dapat melakukan kegiatan “sadar gizi” yang didalamnya terdapat kegiatan – kegiatan yang berhubungan dengan gizi dan aktivitas fisik serta juga dapat membuat majalah dinding (mading) tiap bulannya yang bertemakan gizi dan kesehatan jasmani. Kata kunci: Aktivitas Fisik, Fast Food, Status Gizi
Optimisme sebagai Prediktor Psikologis pada Mahasiswa Kebidanan Musabiq, Sugiarti; Meinarno, Eko Aditya
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan optimisme dengan self-esteem, career decision-making self-efficacy, hardiness, dan resiliensi pada mahasiswa kebidanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa program diploma III kebidanan yang berada di wilayah provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Barat. Secara keseluruhan, 571 mahasiswa program Diploma III kebidanan berpartisipasi dengan cara mengisi kuesioner alat ukur yang terdiri dari LOT-R yang dikembangkan oleh Scheier, Carver, dan Bridges (1994), Rosenberg’s Self-esteem Scale yang dikembangkan oleh Rosenberg (1965), CDSE-SF yang dikembangkan oleh Taylor dan Betz (1983), DRS 15-R yang dikembangkan oleh Paul T. Bartone (2007) dan telah diadaptasi di Indonesia oleh Lukman (2008) dan CD-RISC yang dikembangkan oleh Connor dan Davidson (2003) dan telah diadaptasi oleh Campbell-Sills dan Stein (2007). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel memiliki hubungan yang positif dengan optimisme, yang berarti apabila keempat variabel ini mengalami peningkatan maka optimisme pada diri mahasiswa juga akan meningkat. Selain itu variabilitas skor keempat variabel dapat diprediksi dari hubungannya dengan optimisme. Kata kunci: Optimisme, CDSE, Hardiness, Resiliensi, Self-esteem
Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Dikaitkan dengan Pengelolaan Laktasi Selama Persalinan Anggraini, Hema Dewi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang mungkin berkaitan dengan pemberian ASI eksklusif adalah pengelolaan laktasi selama persalinan. Fasilitas penyedia pelayanan persalinan bertanggung jawab memberikan pengelolaan laktasi yang baik bagi ibu bersalin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengelolaan laktasi selama persalinan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Penelitian di Dusun Dukuturi Kabupaten Tegal dengan desain cross sectional menggunakan teknik wawancara terhadap pasien pada Oktober 2016. Jumlah sampel 83 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengelolaan laktasi diukur menggunakan kuesioner yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Uji statistik menggunakan chi square untuk menjelaskan hubungan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Rata-rata responden berumur 29 tahun, dengan 74,7% ibu tidak memberikan ASI eksklusif. Hasil uji chi square menyebutkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pelayanan rooming in, skin to skin contact ≥ 1 jam setelah persalinan, penjelasan proses dan teknik menyusui, praktek teknik menyusui, inisiasi menyusui dini, dan ibu bayi tidak terpisah lebih 2 jam setelah persalinan terhadap pemberian ASI eksklusif. Rata-rata penyedia pelayanan persalinan saat ini sudah mnerapkan pengelolaan laktasi yang baik. Kemungkinan terdapat faktor lain yang belum diteliti yang mempengaruhi perilaku pemberian ASI eksklusif, antara lain kondisi bayi, pengetahuan ibu, pengelolaan laktasi ibu setelah persalinan, pengaruh lingkungan, dan lain-lain. Kata kunci     : Pengelolaan Laktasi, Pemberian ASI Eksklusif
Analisis Pelaksanaan Medical Check Up (MCU) pada Pegawai Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi Tahun 2016 Santoso, Slamet Sudi; Andriyani, Andriyani
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 menyatakan bahwa upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus dilakukan di semua tempat kerja, yang memiliki pegawai paling sedikit 10 orang. RSIJ Pondok Kopi (RSIJPK) adalah salah satu Rumah Sakit Islam di Jakarta yang memiliki upaya preventif untuk meningkatkan produktivitas karyawan melalui skrining kesehatan pegawai atau yang disebut dengan Medical Check-Up (MCU) yang dipantau oleh Unit Manajemen Risiko (Manrisk). Berdasarkan pengamatan tersebut, dicatat bahwa pelaksanaan MCU, belum sesuai sebagaimana mestinya, berdasarkan Permenaker No. 02 / Men / 1980. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi lapangan, review dokumen, dan wawancara mendalam. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teori sistem yaitu input, proses, output, umpan balik, dan lingkungan. Berdasarkan penelitian ini, diketahui bahwa masalah terjadi pada input dan proses, pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja dan berkala, adalah kurangnya dokter dan klinik khusus untuk MCU, dan ini menghambat penerapan MCU. Saran dalam penelitian ini adalah sebaiknya ada dokter bersertifikat Hiperkes di RSIJPK dan klinik khusus untuk implementasi MCU. Selain pemeriksaan kesehatan khusus, disarankan agar pemeriksaan kepada karyawan yang akan dirotasi ke tempat lain untuk mengetahui kondisi kesehatan karyawan sebelum bekerja di tempat kerja yang baru, dan untuk pemeriksaan kesehatan berkala, disarankan agar semua karyawan diberikan hasil pemeriksaan sebagai patokan bagi karyawan untuk menjaga kesehatannya. Kata kunci: Pemeriksaan Kesehatan (MCU), Kualitatif, Masukan, Proses, Keluaran
Efektivitas Muhasabah dan Tafakur Alam Terhadap Penurunan Tingkat Stres pada Mahasiswa Tingkat Akhir Andriyani, Andriyani
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi bagi mahasiswa adalah suatu kewajiban yang harus diselesaikan, namun skripsi tidaklah semudah mengerjakan makalah ataupun tugas-tugas mata kuliah pada umumnya. Banyak hal yang dapat menjadi kendala untuk mampu menyelesaikan skripsi, sehingga membuat mahasiswa merasa terbebani dan menjadi stres. Penelitian ini menggunakan desain studi quasi eksperimental. Sampel merupakan mahasiswa tingkat akhir yang telah menyusun skripsi yaitu mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat sebanyak 38 orang mahasiswa. Alat penelitian berupa Kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scale) dan dianalisis menggunakan paired t test. Hasil penelitian menemukan adanya perbedaan nilai mean antara sebelum dan sesudah dilakukan muhasabah dan tafakur alam yaitu muhasabah dengan nilai mean 21,789 dengan standar deviasi 14,148 dan “Sig (2-tailed)” yaitu p=0,000. Begitu juga dengan tafakur alam, ada perbedaan nilai mean antara sebelum dan sesudah dilakukan tafakur alam yaitu 21,211 dengan standar deviasi 14,244 dan nilai “Sig (2-tailed)” yaitu p=0,000, artinya ada perbedaan yang signifikan pada tingkat stres mahasiswa tingkat akhir sebelum dan setelah dilakukan tafakur alam dan muhasabah. Apabila dibandingkan efektivitas di antara keduanya, dapat disimpulkan bahwa muhasabah lebih tinggi penurunan tingkat stresnya dibandingkan tafakur alam. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan agar mahasiswa selalu melakukan introspeksi serta mawas diri sebagai bentuk muhasabah terhadap diri sendiri sehingga dapat terbuka pikiran dan wawasannya serta dapat mengontrol diri agar terhindar dari stres. Kata Kunci: Stres, Muhasabah, Tafakur Alam
Ekstrak Buah Kersen (Muntingia calabura) dalam Menurunkan Jumlah Sel Goblet pada Tikus yang Dipapar Asap Rokok Kurniati, Ika Dyah; Rohmani, Afiana
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap rokok dapat meningkatkan stres oksidatif yang menyebabkan aktivasi dari Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) sehingga mencegah apoptosis sel bersilia serta mendiferensiasi sel bersilia menjadi sel goblet. Buah kersen (Muntingia calabura) mengandung antioksidan diantaranya flavonoid. Tujuan penelitian ini membuktikan pengaruh pemberian ekstrak buah kersen terhadap jumlah sel goblet pada trakea tikus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan Post Test Only Control Group Desain. Tikus sejumlah 18 ekor dibagi 3 kelompok, kemudian di papar asap rokok 7 batang perhari dan ekstrak buah kersen (EBK) selama 4 minggu. Kelompok pertama sebagai kontrol (K) diberi plasebo, kelompok Perlakuan 1 (P1) diberi EBK 100mg/kgBB/hari dan kelompok Perlakuan 2 (P2) diberi EBK 200mg/kgBB/hari. Perbedaan jumlah sel goblet dianalisis dengan Kruskal-Wallis Test dilanjutkan Post Hoc Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan bahwa rerata sel goblet pada kelompok perlakuan 1 (P1=14,44) paling sedikit dibandingkan kelompok perlakuan 2 (P2=15,32) dan kelompok kontrol (K=23,08). Ada perbedaan bermakna jumlah sel goblet antara kelompok K dengan P1(ρ<0.0001) dan kelompok P1 dengan P2 (ρ=0,002), namun tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok K dengan P (ρ=0,126). Simpulannya ekstrak buah kersen mampu menurunkan jumlah sel goblet trakea tikus yang di papar asap rokok. Kata kunci: asap rokok, Muntingia calabura, sel goblet

Page 1 of 1 | Total Record : 10