cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 02163942     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
This journal is a scientific journal publications to develop knowledge in the field of Medical Science and Health. Topics of papers that can be published in the Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (JKK) Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta is scientific topics that correspond to areas of interest in the Faculty of Medicine and Health are Medical Science, Public Health, Obstetrics, Nursing, Pharmacy, Nutrition, other fields of health sciences. This journal is published periodically since 2004, 2 (two) times in 1 year (January and July). Available online since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN" : 10 Documents clear
Hubungan Merokok dan Pendidikan terhadap Fungsi Kognitif Civitas Akademika di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta Akaputra, Risky; Prasanty, RR. Hestin Diah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok masih merupakan masalah kesehatan dunia karena dapat menyebabkan berbagai penyakit dan bahkan kematian. Salah satu kandungan rokok yaitu nikotin memiliki efek terhadap otak antara lain menyebabkan ketergantungan dan toksisitas pada fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan merokok (derajat merokok dan ketergantungan nikotin) dan pendidikan terhadap fungsi kognitif di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi cross sectional yang menggunakan kuesioner baku brinkman, fagerstorm dan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-Ina). Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling dimana subjek yang sesuai dengan kriteria inklusi dimasukkan sampai jumlah yang diperlukan terpenuhi, jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 96 responden. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah orang yang berusia 18-50 tahun dan memiliki kebiasaan merokok. Berdasarkan hasil uji Chi Square diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara derajat merokok (p=0.024), ketergantungan nikotin (p=0.021), dan pendidikan (p=0.014) terhadap fungsi kognitif. Kata kunci: merokok, pendidikan, fungsi kognitif
Analisis Kesiapan Pengguna dan Pengaruhnya terhadap Penerimaan SIK Lumajang sebagai Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Shofwan, Imam; Witcahyo, Eri; Herawati, Yennike Tri
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data tim pengelola Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Lumajang Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang menyebutkan bahwa permasalahan dalam pemanfaatan SIK yaitu puskesmas atau pengguna yang belum siap dan menerima aplikasi SIK Lumajang. Hanya 11 dari 25 puskesmas yang telah memanfaatkan aplikasi SIK Lumajang sebagai aplikasi sistem informasi manajemen di puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan pengguna dan pengaruhnya terhadap penerimaan aplikasi SIK Lumajang sebagai aplikasi sistem informasi manajemen puskesmas di Kabupaten Lumajang dengan konsep teori TRI dan TAM. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, dilakukan di 11 Puskesmas yang telah memanfaatkan aplikasi SIK Lumajang. Pengambilan data menggunakan metode wawancara dengan kuesioner dan dokumentasi SIK Lumajang bulan September 2016 sampai dengan Oktober 2017. Sampel sebanyak 54 responden diambil dengan teknik multistage random sampling. Data yang dikumpulkan berupa tingkat kesiapan pengguna sistem informasi manajemen di puskesmas sebagai variabel bebas, serta data persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, sikap terhadap penggunaan teknologi, niat perilaku menggunakan teknologi, perilaku atau penggunaan teknologi sesungguhnya sebagai variabel terikat. Uji bivariat dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh antar variabel penelitian seluruhnya berpengaruh positif dan signifikan (p<0.05) sesuai dengan teori yang ada. Variabel dengan pengaruh terbesar terdapat pada niat perilaku menggunakan terhadap penggunaan teknologi sesungguhnya. Kata kunci: kesiapan pengguna; puskesmas; SIK lumajang
Pengaruh Senam Yoga terhadap Kesiapan Fisik dan Psikologis dalam Menghadapi Persalinan di BPM Lasmitasari, S.ST Kurnia Widya Wati, Ni Wayan; Supiyati, Salasiah; Jannah, Khairiatul
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoga merupakan sistem kesehatan yang bersifat holistik baik jiwa, pikiran dan tubuh yang dilakukan dengan sistem gerak yang halus tidak menghentak dengan panduan pernafasan yang harmonis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang penulis lakukan di Bidan Praktik Mandiri dengan wawancara, sebagian besar ibu hamil belum mengetahui manfaat senam yoga pada masa kehamilan, hal ini dilihat dari rutin atau tidaknya ibu melakukan senam yoga di BPM Lasmitasari, S.ST sehingga ibu masih merasakan kecemasan dan susah tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam yoga ibu hamil terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan di BPM Lasmitasari, S.ST tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan terhadap 40 responden ibu hamil yang mengikuti senam yoga hamil. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi-square menunjukkan bahwa dengan α<0.05 didapatkan ρ=0.00 yang berarti kurang dari 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima yang artinya ada pengaruh senam yoga ibu hamil terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan di BPM Lasmitasari, S.ST tahun 2016. Diharapkan dapat menjadi bahan untuk menambah pengetahuan mengenai senam yoga hamil dan ibu hamil bisa melakukan senam yoga hamil secara teratur karena senam yoga hamil mempunyai banyak manfaat bagi ibu hamil terhadap kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi persalinan. Kata Kunci: senam yoga, kesiapan fisik dan psikologis, ibu hamil
Peningkatan Pengetahuan Upaya Kesehatan Masyarakat pada Dokter Internsip Berdasarkan Faktor Wahana Puskesmas Mubasyiroh, Rofingatul; Despitasari, Mieska; Hendarwan, Harimat
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program internsip merupakan proses pemantapan mutu profesi dokter. Proses pemahiran dan penyelarasan hasil pendidikan dengan praktik di lapangan berupa pemahiran upaya kesehatan perorangan (UKP) selama 8 bulan, dan upaya kesehatan masyarakat (UKM) selama 4 bulan. Pendidikan kedokteran berbasis komunitas merupakan wujud perubahan  paradigma dari kuratif menjadi preventif. Tulisan ini menganalisis perubahan pengetahuan peserta internsip tentang UKM. Data yang digunakan adalah hasil penelitian internsip tahun 2015. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan disain longitudinal study. Pengumpulan data dilakukan pada bulan  Maret 2015 dan Oktober 2015 di provinsi yang terpilih berdasarkan status akreditasi dan status kepemilikan Fakultas Kedokteran. Instrumen penelitian berupa kuesioner kuantitatif. Analisis data secara deskriptif dan dilakukan uji T untuk mengetahui faktor yang menunjukkan perbedaan peningkatan pengetahuan tentang UKM. Secara umum terjadi peningkatan nilai pengetahuan peserta internsip tentang UKM. Faktor yang menunjukkan perbedaan adalah lama puskesmas menjadi wahana internsip, keberadaan perpustakaan puskesmas, keberadaan pusling roda empat, pendamping menilai logbook, pendamping menilai laporan, pendamping memiliki cukup waktu dalam membimbing, dan kegiatan mini project yang diikuti peserta. Diperlukan dukungan sarana, optimalisasi pendampingan dan peran aktif peserta untuk lebih meningkatkan pengetahuan UKM. Kata kunci: pengetahuan UKM, internsip, wahana puskesmas
Faktor Dominan Obesitas pada Siswa Sekolah Menengah Atas di Tangerang Selatan Indonesia Sugiatmi, Sugiatmi; Handayani, Dian Rini
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit degeneratif atau penyakit non infeksi merupakan salah satu implikasi kesehatan yang dapat terjadi kepada seseorang di masa depan sebagai akibat dari perilaku kesehatan di masa remaja. Oleh karena itu, sangat penting mengidentifikasi faktor penentu obesitas agar dapat diketahui upaya pencegahannya pada remaja. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui faktor penentu obesitas di kalangan siswa SMA di Tangerang Selatan. Data diperoleh dari survei cross sectional yang dilakukan di SMAN 7 Tangerang Selatan terhadap 131 siswa SMA yang dipilih dengan teknik sampling proportional stratified sampling. Responden dinilai obesitas jika Z-score IMT/U (kg/m2) lebih dari 2 standar deviasi dari standar acuan pertumbuhan. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Regresi logistik ganda digunakan untuk menganalisis faktor penentu obesitas. Hasil penelitian ini menunjukkan risiko obesitas lebih tinggi pada siswa yang memiliki aktivitas fisik rendah (OR = 2.39), rendahnya pengetahuan gizi (OR = 2.89), dan tingginya konsumsi makanan cepat saji (OR = 2.74). Penentu obesitas adalah pengetahuan gizi dan frekuensi konsumsi makanan cepat saji. Risiko tertinggi adalah di kalangan siswa yang memiliki pengetahuan gizi rendah. Sekolah sebaiknya melakukan pelatihan tentang gizi dan makanan sehat secara teratur kepada siswa serta mengintegrasikan pengetahuan gizi ke dalam kurikulum sekolah untuk meningkatkan pengetahuan gizi siswa. Kata kunci: obesitas, remaja, pengetahuan
Budaya Keselamatan (Kajian Kepustakaan) Dihartawan, Dihartawan
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan mengenai budaya keselamatan (safety culture) yang bersifat kualitatif, dan menggunakan teknik content analysis dengan pendekatan comparative approach, bertujuan untuk mengetahui dengan lebih baik konsep budaya keselamatan (safety culture). Kajian ini menggunakan metode komparatif dilakukan analisis untuk mendapatkan pemahaman dan pengertian yang mendalam mengenai budaya keselamatan (safety culture) dalam konsep organisasi. Konsep budaya keselamatan (safety culture) merupakan konsep penting didalam organisasi. Pemahaman yang mendalam mengenai konsep ini penting mengingat keterkaitan antara konsep dan aplikasi dari kedua hal tersebut. Pemahaman yang tidak tepat akan konsep tersebut dapat menyulitkan bagi para pembuat aturan/regulasi, praktisi dan peneliti dalam berkomunikasi mengenai budaya keselamatan (safety culture). Berdasarkan kajian yang mendalam ini akhirnya penulis mencoba memunculkan gambaran definisi dari budaya keselamatan (safety culture), bahwa budaya keselamatan (safety culture) adalah ‘sesuatu yang tercipta mengakar kepada nilai-nilai, norma dan keyakinan dasar, tersebar pada seluruh anggota organisasi melalui interaksi sosial baik antar sesama anggota atau anggota dengan organisasi, dimana seiring waktu yang panjang nilai-nilai tersebut telah teruji serta mampu dipercaya dan dipergunakan untuk belajar dan berkembang dalam mencegah dan menghadapi tantangan baik berupa kesalahan, kejadian maupun kecelakaan yang datang dari luar ataupun dari dalam organisasi dan tercermin didalam perilaku individu serta organisasi kearah mengutamakan safety’.  Kata Kunci: safety; safety culture; organisasi; organisasi culture
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Myalgia pada Nelayan di Desa Batukaras Pangandaran Jawa Barat Atthariq, Atthariq; Putri, Maria Eka
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar ke-4 di dunia dan sekitar 17.000 pulau terdapat 8090 desa pesisir yang tersebar di 300 Kabupaten/Kota pesisir. Sebanyak 67.87 juta bekerja di sektor informal sebagai nelayan atau sekitar 30% penduduk Indonesia. Data hasil penelitian Kementerian Kesehatan pada 2006 mengenai penyakit dan kecelakaan yang terjadi pada nelayan menyebutkan bahwa sejumlah nelayan di Pulau Bungin, Nusa Tenggara Barat menderita nyeri persendian sebesar 57.5%. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hasil analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian myalgia pada nelayan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah nelayan dengan jumlah sampel 140 responden. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square α 0.05. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa variabel yang secara statistik memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian myalgia adalah umur (pvalue=0.019), penghasilan (pvalue=0.004), lama kerja (pvalue=0.024) dan masa kerja (pvalue=0.001). Diperlukan penelitian selanjutnya dengan menambahkan variabel-variabel penelitian yang belum diteliti dengan analisa yang lebih mendalam. Kata Kunci: myalgia; nelayan; otot
Analisis Kandungan Protein, Zat Besi dan Daya Terima Bakso Ikan Gabus dan Daging Sapi Salman, Yuliana; Syainah, Ermina; Rezkiah, Rezkiah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakso merupakan salah satu produk olahan daging sapi dan ayam yang dibentuk seperti bola. Penelitian ini menggunakan ikan gabus yang mengandung protein 25.2 gram/100 gram dan zat besi 9 mg/100 gram serta daging sapi yang mengandung protein 18.88 gram/100 gram dan zat besi 2.8 mg/100 gram. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan kandungan protein, zat besi dan daya terima pada pembuatan bakso ikan gabus dan daging sapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan dan 3 kali replikasi dengan proporsi ikan gabus dan daging sapi 60%:40%, 50%:50%, 40%:60%. Kadar protein diuji dengan metode kjeldhal, sedangkan kadar zat besi dengan metode ICP (Inductively Coupled Plasma). Analisis data kadar protein dan zat besi menggunakan one way anova, sedangkan untuk mutu organoleptik menggunakan analisis friedman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata uji kadar protein dan zat besi tertinggi pada proporsi  ikan gabus dan daging sapi (60%:40%) yaitu 55.65% dan 48.50 ppm dengan hasil uji statistik masing-masing yaitu p=0.000 dan p=0,001 dengan α=0.05, yang artinya ada perbedaan kandungan protein dan zat besi bakso dengan proporsi ikan gabus dan daging sapi yang berbeda. Pada uji daya terima yang meliputi warna, tekstur dan rasa memiliki nilai tertinggi pada proporsi ikan gabus dan daging sapi (60%:40%), sedangkan daya terima aroma memiliki nilai tertinggi pada proporsi ikan gabus dan daging sapi (40%:60%). Hasil uji statistik friedman menunjukkan terdapat perbedaan mutu organoleptik pada pembuatan bakso ikan gabus dan daging sapi. Kata kunci: protein, zat besi, daya terima, ikan gabus, daging sapi
Pengaruh Proporsi Tepung Terigu dan Tepung Ampas Tahu terhadap Kandungan Protein dan Serat serta Daya Terima Biskuit Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Suryani, Nany; Erawati, Christina Mumpuni; Amelia, Shella
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tahu merupakan limbah dalam bentuk padatan dari bubur kedelai yang masih memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan banyak mengandung serat serta mudah diperoleh. Hal tersebut dapat dikembangkan menjadi suatu bentuk produk biskuit sebagai makanan tambahan anak sekolah (PMT-AS). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh proporsi tepung terigu dan tepung ampas tahu dengan kandungan protein dan serat serta daya terima pada biskuit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali replikasi dengan masing – masing perlakuan yaitu P0 (100 : 0), P1 (65 : 35), P2 (60 : 40), P3 (55 : 45). Metode pengujian kadar protein dengan metode Kjehdal dan serat dengan metode gravimetri. Metode pengujian organoleptik dengan metode  Hedonic Scale Scoring. Analisis statistik yang digunakan untuk daya terima adalah uji Friedman sedangkan untuk kadar protein dan serat menggunakan analisis One Way ANOVA. Hasil penelitian didapatkan berpengaruh tidak nyata antara proporsi tepung terigu dan tepung ampas tahu terhadap kadar protein biskuit  (p=0.168). Berpengaruh secara nyata antara proporsi tepung terigu dan tepung ampas tahu dengan kadar serat biskuit (p=0.000). Berpengaruh secara nyata antara proporsi tepung terigu dan tepung ampas tahu dengan daya terima warna, aroma, tekstur biskuit (p=0.002), (p=0.003) dan (p=0.007). Berpengaruh tidak nyata antara proporsi tepung terigu dan tepung ampas tahu dengan daya terima rasa biskuit (p=0.377). Perlakuan terbaik dari segi kadar protein adalah perlakuan P2 dengan nilai rata-rata 10.3% perlakuan terbaik dari segi kadar serat adalah perlakuan P2 dengan nilai rata-rata 3.53%. dan perlakuan terbaik tingkat kesukaan dengan skor suka pada (warna,aroma,tekstur,rasa) adalah perlakuan P2. Kata Kunci: pengaruh proporsi tepung terigu, ampas tahu, protein, serat daya terima biskuit
Pengaruh Kombinasi Diet Tinggi Serat dan Senam Aerobik terhadap Penurunan Berat Badan Maryusman, Taufik; Fauziyah, A'immatul; Fatmawati, Iin; Firdausa, Nur Indah; Imtihanah, Siti
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat badan berlebih saat ini banyak ditakuti oleh orang yang ingin hidup sehat dan tampil menarik. Selain itu, masalah kesehatan sering muncul dikarenakan berat badan berlebih. Penanganan yang efisien salah satunya dengan cara kombinasi diet dan olahraga. Olahraga yang efektif adalah dengan olahraga secara aerobik, diantaranya senam aerobik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi diet tinggi serat dan senam aerobik dalam menurunkan berat badan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan randomized pre-post test control group design. Besar sampel 22 orang yang sebagian besar berusia lanjut. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan diet tinggi serat dan senam aerobik dan kelompok kontrol hanya diberikan senam aerobik. Diet tinggi serat diberikan penambahan buah yang mengandung tinggi serat berupa jambu klutuk dan apel merah per harinya. Untuk senam aerobik diberikan 3 kali/minggu dengan lama senam 30 menit. Pengukuran berat badan dilakukan sebelum dan sesudah 2 minggu perlakuan. Rerata penurunan berat badan pada kelompok perlakuan sebesar 1.1 ± 0.005 kg dan kelompok kontrol sebesar 0.41± 0.07. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan berat badan yang bermakna (p<0.05) antara sebelum dan sesudah perlakuan dan juga pada kelompok kontrol (p<0.05). Namun, tidak ada perbedaan penurunan berat badan yang bermakna (p<0.05) antara kelompok perlakuan dan kontrol. Dengan demikian kombinasi diet tinggi serat dan senam aerobik memiliki pengaruh terhadap penurunan berat badan. Diharapkan tenaga kesehatan selain menyelenggarakan senam bersama masyarakat, juga memberikan edukasi tentang pentingnya mengkonsumsi sayuran dan buah yang mengandung tinggi serat. Kata Kunci: diet tinggi serat, senam aerobik, berat badan

Page 1 of 1 | Total Record : 10