cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 02163942     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
This journal is a scientific journal publications to develop knowledge in the field of Medical Science and Health. Topics of papers that can be published in the Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (JKK) Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta is scientific topics that correspond to areas of interest in the Faculty of Medicine and Health are Medical Science, Public Health, Obstetrics, Nursing, Pharmacy, Nutrition, other fields of health sciences. This journal is published periodically since 2004, 2 (two) times in 1 year (January and July). Available online since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN" : 10 Documents clear
Hubungan Berpikir Kritis dengan Kepedulian (Caring) Perawat dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan di RSUD Kota Depok Ramadhiani, Octy Rezkya; Siregar, Tatiana
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.15.2.148-160

Abstract

Sikap peduli atau perhatian (caring) perawat sangat diperlukan dalam proses keperawatan. Peningkatan caring salah satunya melalui pengembangan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan berpikir kritis dengan caring perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di RSUD Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional pada 51 perawat di RSUD Kota Depok dengan menggunakan teknik total sampling dan analisa menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara berpikir kritis dengan caring perawat (p=0,003; α 0,05) dengan nilai OR=7,800 serta CI 95% (2,104-28,911). Perawat yang mempunyai kemampuan berpikir kritis baik akan selalu berusaha mengembangkan perilakunya caring kepada pasien. Peneliti menyarankan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis perawat dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar, karena terbukti dari hasil penelitian bahwa perawat yang berpendidikan lebih tinggi memiliki caring lebih baik kepada pasiennya. Kata kunci: Berpikir kritis, Kepedulian (caring), karakteristik perawat 
Gambaran Diagnostik dan Penatalaksanaan Gastritis Rawat Inap BPJS di RSU Royal Prima Medan Tahun 2017 Ndruru, Ricky Kristhanser; Sitorus, Syahrial; Barus, Nerseri
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.15.2.209-216

Abstract

Gastritis adalah penyakit dengan inflamasi pada mukosa lambung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran diagnostik dan penatalaksanaan dari gastritis rawat inap BPJS di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan pada tahun 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dengan menggunakan design studi kasus, deskripif – retrospektif, besar sampel adalah 100 data rekam medis pasien, diambil secara purposive sampling, yaitu rekam medis yang paling lengkap dan dianalisa dengan deskriptif stastik. Pada hasil ditemukan umur termuda yaitu 16 tahun dan umur tertua 72 tahun, dengan jumlah laki – laki sebanyak 32 orang dan perempuan sebanyak 68 orang. Keluhan utama paling banyak datang ialah nyeri ulu hati sebanyak 96 orang dan penatalaksanaan famakologis terbanyak adalah antasida + omeprazole + domperidone + ranitidine yaitu sebanyak 46% dari 100% terapi yang diberikan. Kesimpulan yang didapatkan ialah bahwa distribusi terjadinya gastritis lebih tinggi terjadi pada perempuan (68%) dari pada laki – laki (32%) dan keluhan terbanyak datang ialah nyeri ulu hati (96%), dan terapi kombinasi paling banyak adalah dengan menggunakan antasida + omeprazole + domperidone + ranitidine (46%). Kata Kunci: Gastritis, Dignostik, Penatalaksanaan
Kemitraan Pemerintah-Swasta dalam Industri Pangan untuk Menurunkan Kandungan Gula, Garam dan Lemak dalam Pangan Olahan Kusnali, Asep; Puspasari, Herti Windya; Rustika, Rustika
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.15.2.102-118

Abstract

Pemerintah menetapkan Permenkes No. 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji untuk melindungi masyarakat dari risiko penyakit tidak menular yang disebabkan oleh asupan, gula, garam dan lemak berlebih. Petunjuk teknis yang mencantumkan jenis pangan olahan, cara pengujian dan zat gizi belum diterbitkan sehingga kebijakan ini belum dapat diimplementasikan oleh industri pangan. Tujuan kajian adalah menganalisis bentuk kemitraan pemerintah-swasta dalam pelaksanaan kebijakan pencantuman informasi kandungan gula, garam dan lemak serta pesan kesehatan untuk pangan olahan. Kajian merupakan jenis normatif empiris dengan analisis menggunkan pendekatan kualitatif. Data primer di kumpulkan melalui teknik wawancara dan round table discussion sedangkan data sekunder melalui bahan pustaka dan regulasi. Hasil kajian menunjukkan kemitraan pemerintah-swasta dengan industri pangan merupakan langkah strategis dalam mendukung program menurunkan prevalensi penyakit tidak menular yang diakibatkan konsumsi gula, garam dan lemak berlebih. Industri pangan telah menawarkan langkah kerjasama dengan Pemerintah untuk menurunkan kandungan gula, garam dan lemak dalam pangan olahan seperti Public Health Responsibility Deal dan Millan Declaration. Kemitraan Pemerintah-Swasta juga merupakan alternatif kebijakan yang dapat mendorong peran aktif dari industri pangan untuk memproduksi pangan yang lebih sehat.  Kata kunci: industri pangan, kemitraan pemerintah-swasta, pangan olahan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Jaminan Kesehatan Nasional BPJS pada Pasien RSIJ Sukapura Tahun 2018 Fajrini, Fini; Octaviana, Nur Rizki; Latifah A, Noor
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.15.2.161-169

Abstract

Program Jaminan Kesehatan dijalankan secara nasional dengan prinsip asuransi sosial, prinsip equitas dan sistemnya berupa sistem gotong royong dimana peserta mampu dan sehat akan membantu peserta yang miskin dan sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan Jaminan Kesehatan Nasional BPJS pada pasien rawat jalan di RSIJ Sukapura Tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2018 dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 responden. Tehnik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p value pada variabel umur (p=0,492), jenis kelamin (p=0,118), pendidikan (p=0,083), pekerjaan (p=0,083), jumlah anggota keluarga (p=0,732), status kepesertaan (p=0,014), dan pengetahuan (p=0,033). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor pekerjaan, status kepesertaan, dan pengetahuan dengan penggunaan Jaminan Kesehatan Nasional BPJS pada pasien rawat jalan di RSIJ Sukapura. Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan jumlah anggota keluarga.Kata Kunci: Rumah Sakit, Rawat Jalan, Jaminan Kesehatan Nasional BPJS 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di Indonesia: Literatur Review Amir, Nelda; Djokosujono, Kusharisupeni
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.15.2.119-129

Abstract

Anemia Gizi Besi (AGB) mempunyai dampak yang serius, baik pada ibu hamil maupun pada remaja. Sangat penting mengatasi anemia pada remaja putri agar masalah anemia tidak berlanjut ketika hamil, salah satunya dengan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang mengandung 60 mg Fe elemental dan 0,4 mg asam folat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan konsumsi TTD pada remaja putri di Indonesia. Studi penelitian ini adalah literatur review dengan mengekstrak semua penelitian di Indonesia tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi TTD pada remaja putri (11-19 tahun) di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi TTD pada remaja putri di Indonesia yaitu dukungan guru (p=0,000 OR=4,7), sikap (p=0,031 OR=2,192), budaya (p=0,012 OR=2,517), dukungan keluarga (p=0,029), perceived threat (p=0,02), perceived benefit (p=0,01), perceived barrier (p=0,02), dan self efficacy (p=0,00). Faktor yang tidak berhubungan yaitu pengetahuan, daya beli, ketersediaan, dukungan orang tua, pendapatan orang tua, perceived susceptibility (persepsi kerentanan), seriousness (keseriusan/keparahan). Faktor yang paling banyak diteliti yaitu tentang pengetahuan dan dukungan orang tua. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD di Indonesia yaitu dukungan guru, sikap, budaya, dukungan keluarga, perceived threat (ancaman yang dirasakan),  perceived benefit (manfaat yang dirasakan), perceived barrier (hambatan yang dirasakan), dan self efficacy. Kata kunci: konsumsi tablet tambah darah, remaja putri, anemia 
Uji Antibakteri Air Perasan Daging Buah Nanas (Ananas Comosus (L) Merr) terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Gunawan, Heronimus Candra; Yusliana, Yusliana; Daeli, Pieter J; Sarwendah, Sarwendah; Chiuman, Linda
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.15.2.170-177

Abstract

Nanas (Ananas comosus L. Merr) merupakan salah satu buah dengan produksi tertinggi di Indonesia setelah buah pisang, mangga dan jeruk. Khasiat buah nanas untuk kesehatan dikaitkan dengan kandungan bromelin yang ada dalam buah nanas. Bromelin mempunyai aktivitas antiinflamasi, aktivitas fibrinolitik, dan dapat mencegah agregasi platelet. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas daya hambat antibakteri air perasan daging buah nanas (Ananas comosus (L) Merr Var. queen) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan difusi cakram dan menggunakan disc ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif dan menggunakan perasan daging buah nanas dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan hasil daya hambat bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% adalah 8.1 mm, 8.45 mm, 8.95 mm, dan 9.25 mm. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa air perasan daging buah nanas (Ananas comosus (L) Merr Var. queen) memiliki efektivitas antibakteri yang lemah dalam  menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kata kunc: Daya hambat, buah nanas, bromelin, bakteri. 
Tingkat Efektivitas Penyembuhan Luka Bakar Derajat IIA dengan Pemberian Madu dan Pemberian Salep Nebacetin pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Hendy, Hendy; Lister, I Nyoman Erlich
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.15.2.130-134

Abstract

Madu diduga berperan sebagai anti bakteri dan saat ini sudah dimanfaatkan sebagai penanganan korban luka bakar. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat kesembuhan luka bakar dengan pemberian madu dan nebacetin topikal. Pada penelitian menggunakan 25 ekor tikus jantan Rattus Norvegicus dijadikan subyek penelitian dengan menggunakan eksperimental laboratorik dengan metode pos test only control group design. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok secara random yaitu: K1 (Kontrol), K2 (Madu 1x1), K3 (Madu 3x1), K4 (Nebacetin Topikal Gel 5gr 1x1), K5 (Nebacetin Topikal 5gr 3x1) dan dilakukan 15 hari pengamatan. Sebelum perlakuan tikus dibius dengan menggunakan ketamin 1ml yang dicampur dengan NaCl 10ml secara injeksi. Hasil penelitian luka bakar pada kulit tikus menunjukan kesembuhan kulit pada K1, K2, K3, K4, dan K5 adalah K1 sembuh pada hari ke-13, K2 sembuh (keropeng terlepas) pada hari ke-7, K3 sembuh (keropeng terlepas) pada hari ke-10, K4 sembuh (keropeng terlepas) pada hari ke-9, K5 sembuh (keropeng terlepas) pada hari ke-11. Simpulan, madu dapat dijadikan sebagai obat alternatif pada luka bakar sebagai pengganti antibiotik nebacetin topikal, terutama di daerah terpencil. Kata kunci: Luka Bakar, Madu, dan Nebacetin topical 5g
Kajian Literatur pada Makanan dalam Perspektif Islam dan Kesehatan Andriyani, Andriyani
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.15.2.178-198

Abstract

Untuk menjaga keberlangsungan hidupnya, manusia membutuhkan makanan sebagai hal yang paling mendasar. Namun tetap masih harus diperhatikan apakah makanan tersebut bernilai gizi optimal. Makanan yang dikonsumsi manusia harus mengandung berbagai macam kandungan gizi yang dapat menunjang proses kehidupan manusia. Derajat kesehatan masyarakat dapat secara optimal meningkat dengan adanya penyelenggaraan makanan yang higienis dan halal, hal ini memenuhi kriteria makanan yang baik dalam perspektif islam dan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dimana peneliti melakukan serangkaian penelitian yang melibatkan berbagai macam informasi yang berasal dari kepustakaan seperti buku, ensiklopedi, dokumen, dan sebagainya dengan tujuan untuk menemukan berbagai macam teori dan gagasan yang kemudian dapat dirumuskan hasil sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian dari berbagai sumber literatur menunjukkan bahwa Islam telah mengatur dengan sedemikian rupa baik dalam Al-Qur’an maupun Hadis mengenai makanan. Islam dan Kesehatan berjalan bersama-sama dalam menjaga keberlangsungan hidup manusia melalui makanan yang sehat, lagi halal dan thayyib. Islam dan kesehatan pada dasarnya memiliki satu tujuan yang sama demi kebaikan manusia. Oleh karena itu, dalam mengonsumsi makanan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dan benar-benar diperhatikan agar manusia terhindar dari berbagai macam jenis penyakit yang bersumber dari makanan. Kata Kunci : makanan, islam, kesehatan, gizi, halal.
Analisis Kejadian Penyakit Kulit pada Pemulung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi Srisantyorini, Triana; Cahyaningsih, Nita Fitria
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.15.2.135-147

Abstract

Penyakit kulit merupakan penyakit pada bagian tubuh paling luar dengan gejala berupa gatal-gatal dan kemerahan yang disebabkan oleh bahan kimia, sinar matahari, virus, imun tubuh yang lemah, mikroorganisme, jamur, faktor personal hygiene. Menurut data Puskesmas Kecamatan Bantar Gebang tahun 2017 penyakit kulit termasuk 5 penyakit terbanyak, yaitu sebanyak 2.537 kasus baru. Tujuan dari penelitian diketahui kejadian penyakit kulit pada pemulung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional. Sampel penelitian 75 responden, pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan uji univariat dan uji chi-square (CI 95% (pv=0,05)). Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian penyakit kulit adalah variabel umur (pv=0,008), jam kerja (pv=0,001), masa kerja (pv= 0,019), kebersihan kulit (pv=0,002), kebersihan rambut (pv=0,000), kebersihan mulut (pv=0,000), kebersihan tangan, kaki dan kuku (pv=0,030), kebersihan pakaian (pv=0,026) dan variabel penyediaan air bersih (pv=0,044). Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian penyakit kulit adalah variabel jenis kelamin (pv=0,327) dan penggunaan alat pelindung diri (APD) (pv=0,604). Saran bagi pemulung untuk menjaga kebersihan diri, penyediaan air yang bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, memperhatikan jam kerja, serta menggunakan APD ketika bekerja untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerja. Bagi pihak pengelola TPST untuk memfasilitasi serta mengawasi penggunaan APD bagi pemulung. Kata Kunci: Penyakit Kulit, Pemulung, Pengolahan Sampah Terpadu, Bantar Gebang
Hubungan Antara Personal Hygiene dan Status Gizi dengan Kejadian Diare pada Siswa Di SD Negeri Pamulang 02 Kecamatan Pamulang Tahun 2018 Suherman, Suherman; ‘Aini, Fajriyah Qurota
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.15.2.199-208

Abstract

AbstrakPenyakit diare menjadi masalah global di berbagai negara, terutama di negara berkembang. Tahun 2013 insiden diare anak usia 5-14 tahun di Indonesia sebesar 3,0% dan tahun 2016 Tangerang Selatan memiliki  insiden diare anak usia 5-14 tahun sebesar 6.610 kasus. Kejadian diare erat kaitannya dengan lingkungan dan personal hygiene. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan desain studi Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan sejak Bulan Maret sampai dengan Juli 2018 yang dilakukan di SDN Pamulang 02 dengan populasi berjumlah 861 siswa, dan sampel yang diambil sebanyak 118 responden. Teknik pengambilan data dengan cara Stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk mengetahui gambaran masing-masing variabel dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan variabel independen dengan variabel dependen dengan CI 95% (p=0,05). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebesar 39,8% responden mengalami diare selama satu bulan terakhir. Analisis bivariat diperoleh yaitu kebiasaan cuci tangan (nilai p=0,022) mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian diare pada anak sekolah. Variabel lain yaitu, umur (nilai p=0,071), jenis kelamin (nilai p=1,000), status gizi (nilai p=0,425), kebersihan tangan dan kuku (nilai p=0,823) dan kebiasaan jajan (nilai p=0,596) menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian diare. Kata Kunci: Diare, Anak Sekolah, kebersihan individu, kebiasaan cuci tangan

Page 1 of 1 | Total Record : 10