cover
Contact Name
Aidatul Chusna
Contact Email
linguaidea.fibunsoed@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
linguaidea.fibunsoed@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Lingua Idea
ISSN : 20861877     EISSN : 25801066     DOI : -
Jurnal Ilmiah Lingua Idea ( ISSN: 2580-1066 (online) - ISSN: 2086-1877 (print)) is a peer-reviewed journal, published by Faculty of Humanities Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. It is an open access journal that can be accessed freely to support a greater knowledege exchange and sharing. This journal applies double-blind peer review, which means the reviewer and the author identities are concealed each other during the review process. Issued twice a year, Jurnal Lingua Ideaprovides a forum that deals with discussion on language, culture and literature studies.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 7 No 1 (2016): June" : 10 Documents clear
KEKUATAN KAPITAL SIMBOLIK OSCAR WILDE THE TROUBLED GENIUS pramita, agry
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 7 No 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jili.2016.7.1.330

Abstract

This research explains a sociological reading about Oscar Wilde. This action aims to develop an analysis of the author’s life with some considerations which support his work in literary world. In addition this research also aims to construct a valid sociological reading. The sociological reading will be done by using the concept of sociological approach by Pierre Bourdieu. According to his statement, the concept of cultural arena brings the new light in sociology where the sociological phenonenon is no longer the only main consideration. In expanding the approach, Bourdieu adds agen and structure as the new tools. In this writing, almost all Oscar Wilde’s literary works use social critic as the main theme. Historically speaking, this thing is closely related to the era of Victoria age. This history enrich Wilde’s works in the field of literary world.
SEKOLAH KARTINI DAN VAN DEVENTER: PELOPOR SEKOLAH PEREMPUAN DI SEMARANG PADA MASA KOLONIAL hapsari, retnaningtyas dwi
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 7 No 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jili.2016.7.1.335

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil dari sebuah penelitian sejarah oleh sebab itu metode dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah yang bertumpu ke dalam empat bagian yaitu heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Penelitian sejarah ini mengenai aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh dua sekolah perempuan di Semarang yaitu Sekolah Kartini dan Van Deventer. Kedua sekolah tersebut merupakan milik dari Yayasan Kartini yaitu sebuah yayasan sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan khusus perempuan. Pola pendidikan yang dilakukan oleh yayasan ini terinspirasi dari pemikiran-pemikiran seorang perempuan Jawa yang bernama Raden Ajeng Kartini. Berbagai pemikiran beliau merupakan gambaran dari keadaan pribumi khususnya perempuan Jawa yang saat itu hidup menderita karena disebabkan tidak memiliki pendidikan. Tidak adanya pendidikan membuat perempuan Jawa memiliki harga tawar yang rendah baik di mata suami maupun masyarakat.
SEXUAL PREFERENCE AND GROUP MEMBERSHIP ANALYSIS IN TURN-TAKING SYSTEM OF CASUAL CONVERSATIONS AMONG HOMOSEXUALS lestary, agustina
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 7 No 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jili.2016.7.1.331

Abstract

This research is aimed to investigate how sexual preference is displayed. The data of this study are casual conversation among homosexual men. The features of the turn-taking system analyzed is topic shift to determine the topics mostly discussed in the conversations. How the choices of the topic induce the in-group membership feeling among the participants will also be analyzed.. Qualitative approach, with inferential method, is used in this research. The result of this study shows that the most common topics brought by homosexual men during their conversations are relationship/dating, sexuality, dressing up, people and light topics. Furthermore, the sexual preference of the participants provides basic common ground for speakers to initiate the conversations and to develop sense of belonging
Pemanfaatan Cross Cultural Understanding (Pemahaman Lintas Budaya) dalam Bahan Ajar Nusus Adabiyyah (Analisis Teks Sastra) irawati, retno purnama
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 7 No 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jili.2016.7.1.336

Abstract

Mata kuliah Nusus Adabiyyah (Analisis Teks Sastra) merupakan salah satu mata kuliah yang baru muncul dalam kurikulum berbasis kompetensi dan konservasi prodi Pendidikan Bahasa Arab FBS UNNES. Pembelajaran Nusus Adabiyyah (Analisis Teks Sastra) diberikan bagi mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab UNNES semester 6, yang merupakan kelanjutan dari mata kuliah Pengantar Ilmu Sastra (ditempuh pada semester 1) dan Tarikh Adab (Sejarah Sastra Arab, yang ditempuh pada semester 4). Pembelajaran Nusus Adabiyyah (Analisis Teks Sastra) memerlukan penyempurnaan melalui pengembangan perangkat pembelajaran dan bahan ajar yang sesuai. Penerapan Cross Cultural Understanding (selanjutnya disingkat CCU) atau pemahaman lintas budaya dalam bahan ajar Nusus Adabiyyah (Analisis Teks Sastra) akan mengantarkan mahasiswa mempelajari analisis teks sastra sekaligus meningkatkan kepekaan budaya dan daya analisis mahasiswa. Artikel ini akan membahas mengenai kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar Nusus Adabiyyah melalui CCU, respon mahasiswa terhadap bahan ajar Nusus Adabiyyah melalui CCU, dan pemanfaatan CCU dalam bahan ajar Nusus Adabiyyah. Jenis dan pendekatan penelitian yang dimanfaatkan adalah penelitian dan pengembangan (research and develpment) yang diterapkan pada bidang pendidikan. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab UNNES yang mengambil mata kuliah Nusus Adabiyyah, yang telah menempuh mata kuliah Pengantar Ilmu Sastra (ditempuh pada semester 1) dan Tarikh Adab (Sejarah Sastra Arab, yang ditempuh pada semester 4). Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini mencakup metode tes dan non-tes meliputi teknik angket, wawancara, dan dokumentasi. 27 orang mahasiswa (54%) membutuhkan materi yang fokus pada karya sastra Arab dan teknik analisis karya sastra Arab. Materi di luar pembahasan mengenai karya sastra Arab dan teknik analisis sastra belum dibutuhkan oleh mahasiswa, mengingat praktek menganalisis karya sastra Arab menggunakan teori sastra modern masih dirasakan sulit oleh mahasiswa. Pembelajaran Nusus Adabiyyah dengan memasukkan materi mengenai pemahaman lintas budaya, memang hal baru bagi mahasiswa. Konsep pemahaman lintas budaya membuat mahasiswa lebih termotivasi untuk belajar, lebih terpacu untuk berpikir positif, dan terdorong untuk memahami budaya dari bahasa sasaran
Implikasi Metodologis dari Teori Ekranisasi George Bluestone dalam Buku Novels into Film woodrich, christopher allen
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 7 No 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jili.2016.7.1.332

Abstract

Teori yang ditawarkan George Bluestone dalam buku Novels into Film (1957) terhitung salah satu teori yang sangat berpengaruh dalam kajian ekranisasi, baik di dalam dan luar negeri. Namun, teori tersebut sampai sekarang kurang banyak dibahas secara mendetail dalam bahasa Indonesia, sehingga penerapannya kerap kurang tepat. Karena itu, dalam artikel ini dijelaskan pokok-pokok teori ekranisasi Bluestone serta landasan filosofis dan implikasi metodologisnya. Bluestone berpendapat bahwa, dalam proses ekranisasi, tidak mungkin tidak ada perubahan, sebab perbedaan media novel (sebagai media bahasa) dan film (sebagai media plastik) menuntut adanya sejumlah perubahan lain, yang dapat digolongkan sebagai penambahan, penciutan, dan perubahan. Karena perbedaan media ini, tokoh dalam film hasil ekranisasi menjadi lebih sederhana, adegan ditambah, diubah, atau dihilangkan, dan simbol-simbol yang digunakan dalam bercerita pun mengalami transformasi. Karena itu, Bluestone berpendapat bahwa film hasil ekranisasi setepatnya dinilai sebagai film; membandingkan film dengan novel sama halnya dengan membandingkan hasil arsitektur dengan lagu.
POTRET PEREMPUAN AMERIKA AWAL ABAD 20 PADA DRAMA KARYA TENNESSEE WILLIAMS riyatno, riyatno
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 7 No 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jili.2016.7.1.337

Abstract

This research is an attempt to reveal the portrait of early twentieth century American women in Southern America in Williams’ plays The Glass Menagerie and A Streetcar Named Desire. There are three objectives of the research, namely the efforts of American women to survive after they cannot depend on others any longer, their basic reasons to do their efforts, and how they do the efforts in order to continue their lives. Using the literary sociology, the three objectives of the research are discussed in the two plays as the main sources and the criticisms and the social condition in America in the early twentieth century as the secondary sources. The result of the research shows that the early twentieth century American women in Southern America make some efforts in order to survive after the decline of Old South tradition.  There are a lot of changes, including social and cultural values.  They, however, cannot adapt themselves in the society and they still keep their old values.  Consequently, they are not successful.  By looking for men to become their husbands, they try to survive.  They actually want to save their lives physically and economically, even though they want to keep their values.
PROSES AFIKSASI BAHASA JAWA DIALEK BANYUMAS (SUATU KAJIAN MORFOLOGI) nurdiyanto1, erwita1
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 7 No 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jili.2016.7.1.333

Abstract

The process of addition is part of a study of the morphology, namely the study of the shape of the rules of the language. The addition process is the process of formation of words from another entity which is a basic form. Java language dialect Banyumas has affixes, whether it be a prefix, suffix, and inserts a word-forming element. In this study, which became the object of study is the Java language dialect Banyumas by scrutinizing how the process of addition in Javanese dialect Banyumas and certainly aimed to describe the process of addition in Javanese dialect Banyumas. The method used in the data analysis method used in this study distributional-reflective and introspective method. From the analysis, the addition in Javanese dialect Banyumas includes the process of affixation, reduplication process, and the process of compounding. Affixation process is divided into four kinds, namely prefiksasi process, infiksasi, sufiksasi, and konfiksasi. The process of compounding the Java language dialect Banyumas in terms of basic shapes are combined distinguished syllabic merging and merging intact. Judging from the relationship schematically basic elements distinguished on a single identical compounding, compounding synthetic, semi-synthetic compounding. Judging from the level of relations between the forms is basically divided on equal compounding, compounding explained explained, and compounding that the merger serves to form adjectives, in this case can be distinguished according to the true meaning and figurative sense
A Travel Advice Issued By The Department Of Foreign Affairs And Trade Of Australia (A Political Vehicle) riyadi, slamet
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 7 No 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jili.2016.7.1.338

Abstract

This critical discourse analysis tried to reveal that a discourse is never neutral, even though it tends to become normative with repetitive use. In this case revealing the social problems and power relations exist in a part of advice issued by the Department of Foreign Affairs and Trade of Australia, and also the ideology represented, the intertextuality, and the connections between social and cultural structures that may exists become the aims of the analysis . The analysis using CDA proved that the advice issued by the Department of Foreign Affairs and Trade of Australia may means 1) there was an exercise of power from the authority to its citizens, 2) The ideology of terrorist threat which existed in parts of the text served as a black campaign for Indonesia, and 3) the discourse also challenged the Australian Identity especially for the Aborigine.
PENINGKATAN BUDI PEKERTI ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI PEMAKAIAN UNDHAUSUK BAHASA JAWA nuryantiningsih, farida
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 7 No 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jili.2016.7.1.334

Abstract

Keresahan menghinggapi para orang tua terhadap anaknya saat ini yang cenderung menunjukkan sikap dan berperilaku kurang santun dan kurang terpuji. Sementara, sikap santun, hormat, semangat kebersamaan, tenggang rasa ( tepa selira ), dan gotong royong sudah jarang diperhatikan di kalangan anak-anak muda sekarang. Memberikan penanaman budi pekerti kepada anak wajib dilakukan untuk mengatasi sikap negatif anak-anak. Penanaman nilai budi pekerti harus berjalan terpadu dan dimulai sejak anak usia dini. Sejak kecil, seharusnya anak sudah dibiasakan dengan perilaku-perilaku yang mencerminkan budi pekerti di dalam keluarga dan dibiasakan menghormat orang tua atau orang yang lebih tua. Bahasa Jawa mengandung syarat pendidikan nilai yang merupakan substansi utama dari pendidikan budi pekerti. Dalam bahasa Jawa, terkandung tata nilai kehidupan Jawa, seperti norma, keyakinan, kebiasaan, dan simbol-simbol yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Jawa. Pendidikan budi pekerti yang digali dari substansi bahasa Jawa dapat menjadi pilar pendidikan budi pekerti bangsa. Berdasarkan latar belakang tersebut, peningkatan budi pekerti anak sekolah dasar melalui pemakaian undhausuk bahasa Jawa perlu dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan budaya. Penelitian ini menggunakan rancangan case study (studi kasus) ke lokasi penelitian. Fokus penelitian, yaitu peningkatan budi pekerti anak sekolah dasar melalui undhausuk bahasa Jawa. Data yang terkumpul akan diolah dengan menggunakan metode reduksi data, pemaparan data, kategori data, dan simpulan data. Uji mutu data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.
Pemertahanan Nilai-Nilai Budaya Lokal Melalui Pembelajaran Menulis Puisi krisnawati, vera
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 7 No 1 (2016): June
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jili.2016.7.1.339

Abstract

Pada era globalisasi, keberadaan budaya lokal menghadapi situasi yang mengkhawatirkan. Budaya lokal mulai terkikis keberadaannya. Berbagai cara dilakukan untuk mempertahankan budaya lokal tersebut. Pemertahanan budaya lokal sangat penting karena dapat mewujudkan generasi muda yang memahami keragaman nilai-nilai budaya lokal. Upaya mempertahankan budaya lokal dapat dilakukan melalui penanaman nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran sastra di sekolah, yaitu pembelajaran menulis puisi. Pemertahanan budaya lokal dalam pembelajaran menulis puisi ini diharapkan siswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam budaya lokal di kehidupan sehari-har

Page 1 of 1 | Total Record : 10