cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan
ISSN : 2580863X     EISSN : 25977768     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) MANDIRI BERSAMA BANK MANDIRI DI MRICAN UMBULHARJO Marwah, Novia
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.587 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2018.021-06

Abstract

Corporate social responsibility (CSR) is an important part of a company, because in Indonesia there are laws that regulation of CSR. In addition to complying with the Act, CSR is also carried out because of the company’s awareness in assisting the country in alleviating poverty. One of the companies in the banking sector—Bank Mandiri—has a CSR program with empowerment, namely Mandiri Bersama Mandiri (MBM). This study attempts to describe the concept, implementation and results of the MBM program conducted by Bank Mandiri in Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. The results of this study indicate that the concept of Bank Mandiri’s CSR in the MBM program in broad outline is to build community independence through the utilization of local potential. The implementation of CSR carried out by Bank Mandiri through urban agriculture development programs, Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), and the development of public facilities. Meanwhile, the results of physical empowerment are the creation of a clean and beautiful environment in Mrican, the realization of community meeting halls, increased cooking equipment for PKK mothers, savings in expenditure, and the creation of an increase in the community's economy. Non-physical is the formation of public awareness, increased knowledge of the community, the formation of skilled mothers, and the creation of community independence.
PEMBERDAYAAN BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG RAMAH ANAK DI BADRAN KOTA YOGYAKARTA Rafika Perdana, Fahmi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.031-08

Abstract

Social participation is a model of the community empowerment process. This is one of a direct program which is an impact on well-being improvement. This analysis was supported to explains community development basics of participation through Kampung Ramah Anak program in Badran Village of Yogyakarta City. Qualitative methods with collecting data of observation, in-depth interviews, and documentation are using as an interpretation of data. This study is seeking the program management it which isn?t optimality. This criterion has been founded by program continuing with early childhood education programs activity, Posyandu, and Bank Sampah. The activities have anomaly because it still depends to fund of government charity. After that can be analysis, an anomaly has been influencing society awareness lowly to follow the activities by participative. Besides, society has still had potential to grow up participation optimality, i.e. the potentiality is supporting by any group, community, and social institution. Otherwise, the society has had though, carrying attitude, and spirit part of citizenship to empowerment program. For the optimality of Badran society spirit is needs of the government to involving academics and non-government organizations. It is very important to building of development step and accompaniment that as a spirit of simultaneous. Furthermore, the people also creation of program innovation without big budgeting but right on target and useful.       Partisipasi masyarakat masih menjadi model pelaksanaan pemberdayaan, terutama program yang berkaitan dengan kesejahteraan anak. Analisis inilah yang mendorong peneliti untuk mengkaji pelaksanaan pemberdayaan berbasis partisipasi masyarakat melalui program ?Kampung Ramah Anak? di Badran Rukun Warga 11 Kota Yogyakarta. Metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi digunakan sebagai bahan analisa. Hasil studi ini menunjukkan bahwa pengelolaan program tersebut berjalan kurang maksimal. Kriteria ini dibuktikan dengan berjalannya program inti seperti kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini, Posyandu, dan Bank Sampah. Namun kegiatan inti tersebut mengalami anomali karena masih begantung pada bantuan dana pemerintah. Setelah dianalisis, anomali disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti kegiatan secara partisipatif. Meskipun demikian, masyarakat masih memiliki potensi untuk lebih optimal dalam berpartisipasi, yaitu didukung oleh banyaknya kelompok, komunitas, dan kelembagaan masyarakat yang ada. Disamping itu, masih terdapat potensi pemikiran, sikap kepedulian, dan semangat sebagian masyarakat terhadap program pemberdayaan. Untuk mengoptimalkan pemberdayaan partisipatif masyarakat Badran, pemerintah perlu melibatkan peran akademisi dan swasta. Hal ini penting sebagai stimulan untuk membangun step pemberdayaan dan pendampingan. Selain itu, masyarakat juga hendaknya menciptakan inovasi program tanpa pendanaan besar atau low budgeting namun tepat sasaran dan bermanfaat.
PENINGKATAN KESADARAN PELAJAR DENGAN EDUKASI KONSERVASI LINGKUNGAN HIDUP DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN KHARISMA Efendi, Bahtiar
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-04

Abstract

The students? concern can be influenced by awareness factors from early to treat the living environment. The participation in the conservation of environment program has implemented in the school, it is the urgency for sustainability who useful for students? skills in the job area for the future. The student of participation can be important factors to grow an empathy of the environment. This condition of environment more awful has influenced exploitation activity conducted by factories. This research aims to know the influence of the education of conservation living environment program to increase students? awareness in the Kharisma vocational high school, Tanggerang. The research uses a quantitative-experiment method with the analysis of pre-test, post-test, and follow-up. The result is showing the Chi-square score 74,171 (p<0,0001), the context is identification that the education of environmental conservation program for sustainable livelihood can be increasingly of students? awareness.Kepedulian siswa dapat dipengaruhi oleh faktor kesadaran sejak dini untuk merawat lingkungan sekitar. Partisipasi dalam konservasi lingkungan yang diimplementasikan di lingkungan sekolah merupakan urgensi kelestarian yang berguna bagi siswa di dunia pekerjaan. Partisipasi siswa dalam hal tersebut menjadi faktor terpenting untuk menumbuhkan rasa empati terhadap lingkungan. Kondisi lingkungan saat ini semakin memburuk akibat kegiatan eksploitasi yang dilakukan oleh banyak perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi program konservasi lingkungan hidup dalam meningatkan kesadaran siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Kharisma Tanggerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-eksperimen dengan menguji pretest, posttest, dan follow up. Hasil analisis menunjukkan skor Chi-square sebesar 74,171 (p<.0001) mengindikasikan bahwa edukasi program konservasi lingkungan hidup terbukti dapat meningkatkan kesadaran siswa.  
“QORYAH THOYYIBAH” SEBAGAI MODEL FILANTROPI ISLAM DI KAMPUNG MAGUWO BANGUNTAPAN Sayida, Naili Isnawati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.031-09

Abstract

The movement of fund collection for well-being influences to community development. But public awareness to successfully of these activities is still a weakness because the distribution is more independently. The objective of this article is exploring the role of program Qoryah Thayyibah on the Al-Muthi?in Foundation with philanthropy movement and community empowerment strategy in Kampung Maguwo Banguntapan Bantul. The descriptive-qualitative method used to looking reality until we find different between desire and fact on Qoryah Thayyibah program. Furthermore, collecting data used participant observation and in-depth interviews. The finding of this article looks at collecting to fund philanthropy regularly direct and indirect fundraiser. The direct is carried through a ?door to door? program to find donors. Meanwhile, indirect through the program is a new enterprise established, i.e. founding of home production through collection commodity for sale. Their model is a charity to actualizing social justice. Therefore, philanthropy funds used to education, health, economic development, and da?wah (religious) activities. On the other hand, the philanthropy funds program is influencing to improve the ability of personality, enterprise, and institution capacity.Gerakan pengumpulan dana untuk kesejahteraan (filantropi) berdampak signifikan terhadap pengembangan masyarakat. Namun kesadaran masyarakat untuk mensukseskan gerakan tersebut masih lemah, sehingga distribusi pengelolaan lebih banyak secara mandiri. Untuk membuktikannya, artikel ini berusaha mengungkap peran program Qoryah Thayyibah Yayasan Al-Muthi?in dalam pola gerakan filantropi dan strategi pemberdayaan di Kampung Maguwo Banguntapan Bantul. Penelitian kualitatif deskriptif dipilih untuk menggambarkan realita secara mendalam sehingga terlihat perbedaan antara keinginan dan kenyataan dalam pelaksanaan program Qoryah Thayyibah. Selain itu, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah participant observation dan in-depth interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat strategi yang dimiliki yayasan dalam penggalangan dana filantropi, yakni pengumpulan dana secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung dilakukan melalui mekanisme ?door to door? mencari donatur tetap. Sementara tidak langsung melalui program Qoryah Thayyibah dengan membangun usaha baru, yaitu mendirikan rumah produksi melalui pengumpulan barang yang layak jual dari masyarakat. Kedua strategi ini dapat dikatakan sebagai model karitas untuk mewujudkan keadilan sosial. Hasil pendayaangunaan dana filantropi tersebut digunakan untuk kegiatan pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi, dan dakwah (keagamaan). Sisi lain, program pendayagunaan dana filantropi ini berdampak pada peningkatan kapasitas kepribadian, usaha dan kelembagaan.
GERAKAN LITERASI DIGITAL: STUDI PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI PROGRAM SISTEM INFORMASI POTENSI KREATIF DESA DI KULONPROGO Astuti, Eka Zuni Lusi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-05

Abstract

Youth is a potential resource in development. However, youth can be toxic as a substitute for various social deviations or tonics as agents of change in development. Youth has a pioneering in the village. Youth Studies Center (YouSure), Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada prepares these youth empowerment opportunities by developing Sipkades (Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa). Based on community-based research, this paper aims to describe the implementation of the Sipkades carried out by the YouSure Community Service Team in Brosot Village, Galur District, and Sidorejo Village, Lendah District, Kulon Progo Regency, Daerah Istimewa Yogyakarta. This paper emphasizes several things. First, youth empowerment in the social, cultural and economic fields needs to be supported by digital literacy. Second, digital literacy skills can contribute to village development through the use of the internet. In this digital age, youth cannot be separated from digital technology. If it does not support digital literacy skills, digital technology brings a bad effect on youth. Sipkades try to empower youth digital literacy so that they are asked to build their villages through the use of digital technology. Using community empowerment strategies by community-based resources management approach, Sipkades encourages young people to optimize their village resources and promote it through the internet?the slogan is thinking globally, act locally.Pemuda merupakan sumber daya potensial dalam pembangunan. Namun demikian, pemuda dapat menjadi toxic sebagai pelaku berbagai penyimpangan sosial atau tonic sebagai agen perubahan dalam pembangunan. Pemuda harus menjadi pelopor perubahan di desa. Youth Studies Centre (YouSure), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada menangkap peluang pemberdayaan pemuda ini dengan mengembangkan Sipkades (Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa). Melalui Community Based Research, tulisan ini berusaha mendeskripsikan implementasi Sipkades yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat YouSure di Desa Brosot, Kecamatan Galur, dan Desa Sidorejo Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tulisan ini menekankan pada dua aspek penting sebagai temuan penelitian. Pertama, pemberdayaan kepemudaan di bidang sosial, budaya dan ekonomi perlu disertai dengan gerakan literasi digital. Kedua, dengan keterampilan literasi digital pemuda dapat berkontribusi pada pembangunan desa melalui penggunaan internet. Pada era digital ini, pemuda tidak dapat dilepaskan dari teknologi informasi. Sipkades berupaya memberdayakan pemuda agar melek digital sehingga berpartisipasi membangun desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. Menggunakan startegi pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan pengelolaan sumberdaya berbasis komunitas, Sipkades berupaya mendorong pemuda supaya mampu mengenali potensi lokal desa?slogan yang tepat ?think globally, act locally.  
PENATAAN KAWASAN SUNGAI WINONGO BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI PAKUNCEN YOGYAKARTA Firianti, Wahidatul Rizqi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.031-10

Abstract

All major cities have slums located on the river. During this time the arrangement of slums was directly carried out by the government. But the results were often rejected because it isn't under the conditions of the community. This condition was pushed new concepts of the planning residential on the river are based on participation. The fact also made me discuss the process and implication of the arrangement residential Winongo River in Pakuncen Yogyakarta based on participation. This research is using a phenomenology approach. The data collected through the interview and observation process. The process of the arrangement River area is six steps, namely assessment, planning, lobbying, implication, monitoring, and evaluation. This study was founded that the arrangement River based on participation is implicated positively. The implication is seeking the change on environmental, attitude, and awareness of societies to kept habitation more than beautiful. In the other aspect, this activity was a growth cooperation spirit and the people of increase economic. However, the arrangement of the Winongo river area was still found by some adolescent making the location of the riverbank an unproductive gathering place. This event is considered able to disturb society because it is not following social norms. This condition needs counseling for the adolescent who are in puberty.Hampir semua kota besar mempunyai permukiman kumuh yang berada di kawasan bantaran sungai. Selama ini penataan kawasan kumuh langsung dilakukan oleh pemerintah tapi hasilnya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kondisi semacam ini mendorong konsep baru dalam penataan kawasan sungai dengan berbasis partisipasi masyarakat. Fakta ini mendorong peneliti untuk mendiskusikan proses dan implikasi penataan kawasan Sungai Winongo di Pakuncen Yogyakarta berbasis partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui proses wawancara dan observasi. Proses penataan kawasan ini melalui enam tahap, yakni assassment (identifikasi masalah), perencanaan, lobbying, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Studi ini menemukan bahwa progam penataan kawasan sungai berbasis partisipasi mayarakat berimplikasi positif. Implikasi penataan tersebut terlihat dalam perubahan kondisi fisik (lingkungan), perubahan perilaku masyarakat, dan kesadaran masyarakat untuk menjaga permukiman yang lebih asri. Pada aspek lain, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan peningkatan ekonomi masyarakat. Namun demikian, penataan kawasan sungai Winongo masih ditemukan sebagian remaja menjadikan lokasi bantaran sebagai ajang berkumpul yang tidak produktif. Ajang ini dianggap dapat meresahkan masyarakat karena tidak sesuai dengan normal sosial. Kondisi ini perlu ada pendampingan khusus kepada remaja yang berada pada masa pubertas.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN DESA PANGGUNGHARJO MELALUI KOMUNIKASI PEMBANGUNAN Mizwar Hasyim, Nanang
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-06

Abstract

This article explores the village independent of Panggungharjo through developed communication. Based on the qualitative-descriptive method, it can be a result of a new perspective on independent village development. The development of communication by the stronger local leadership can be Panggungharjo Village entrance of the nomination of the better village in Indonesia for Village-Owned Enterprises (Badan Usaha Milik Desa) on developing of institutional governance. Leadership as a local strongman has established to analyze framing on the role of communication with the people. The participation can be conducted to developing programs on physically and unphysically. This paper founded on social services programs (education, health, and economic) and better central both effective and efficiency on Village-Owned Entreprises management. This enterprise can be economic productivity increasingly. In adding of village budgeting from the result of economic productivity on access and planning social programs more accessible for societies. Artikel ini mengeksplorasi kemandirian Desa Panggungharjo melalui komunikasi pembangunan. Hal ini dilandasi oleh prestasi Desa Panggungharjo yang berhasil menjadi desa mandiri. Melalui metode kualitatif-deskriptif dapat menghasilkan satu perspektif baru dalam pembangunan desa mandiri. Ternyata, komunikasi pembangunan yang diciptakan oleh kekuatan leadership lokal mampu menjadikan Panggungharjo masuk nominasi desa terbaik di Indonesia dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Leadership sebagai local strongman telah membingkai framing analisis dalam pola komunikasi dengan masyarakat. Dengan komunikasi efektif menghasilkan masyarakat yang pasif menjadi lebih aktif. Hal ini terlihat dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap program pembangunan. Partisipasi tersebut telah mampu menjalankan program-program pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Temuan penelitian yang paling menonjol adalah program pelayanan sosial (pendidikan, kesehatan, dan ekonomi) tersentral dengan baik melalui pengelolaan BUMDesa secara efektif dan efisien. BUMDesa menjadi motor penggerak pelayanan karena pendapatan secara ekonomis setiap tahun terus meningkat. Kondisi ini menjadikan pendapatan desa semakin bertambah. Dengan penambahan anggaran desa dari hasil produktifitas ekonomi semakin mempermudah akses dan perencanaan program pelayanan sosial bagi masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUSUN NGELOREJO MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH KONVEKSI MENJADI KERAJINAN KESET BERBASIS SUSTAINABILITY LIVELIHOOD Nafiah, Imroatun
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-01

Abstract

This article highlight the process of community empowerment conducted by the UIN Sunan Kalijaga Sociology students on the Ngelorejo Village Family Welfare Development Organization or Organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). This empowerment is an activity that aims to improve the ability in processing convection waste into a handicraft of doormats that has a sale value. The economic of prosperity in Ngelorejo Village is behind the students? initiative to conducted economic programs based on empowerment. The members of PKK hoped that is increasing in more productive activities. This research uses qualitative research methods with the theory of community empowerment by using a sustainable livelihoods approach. Data was collected through interviews, written document searches in the form of books and articles, observations, Focus Group Discussions (FGD), and data analysis. Furthermore, the management of data follows scientific procedures by classifying data, analyzing data, and drawing conclusions. The results showed that the existence of an empowerment program pioneered by students had a positive impact on the organization in improving skills to create an economic craft so that it could be a business reference for increasing the productivity of their members. This activity theoretically supports many theories about the importance of sustainability in empowerment by directly involving the community. They are no longer the object but are simultaneously the subject of empowerment.Artikel ini menyoroti proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga terhadap Organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Dusun Ngelorejo. Pemberdayaan ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah limbah konveksi menjadi kerajinan keset yang bernilai jual. Masih rendahnya tingkat kesejahteraan ekonomi di Dusun Ngelorejo menjadikan mahasiswa berinisiatif untuk melakukan program pemberdayaan berbasis ekonomi. Dengan harapan para anggota PKK dapat melaksanakan kegiatan yang lebih produktif. Penelitian ini menggukan metode penelitian kualitatif berbasis teori pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan pendekatan sustainable livelihood. Data dikumpulkan melalui wawancara, penelusuran dokumen tertulis baik berupa buku maupun artikel, pengamatan (observasi), Focus Group Discussion (FGD), dan analisis data. Selanjutnya pengelolahan data mengikuti prosedur ilmiah dengan cara pengklasifikasian data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa program pemberdayaan yang dipelopori oleh mahasiswa memiliki dampak positif. Dampak ini bagi Ibu-ibu mampu meningkatkan skill untuk menciptakan kerajinan bernilai ekonomis. Hasil kerajinan ini dapat menjadi referensi usaha bagi organisasi PKK untuk meningkatkan produktifitas anggotanya. Kegiatan ini, secara teoritis mendukung banyak teori mengenai pentingnya keberlanjutan dalam pemberdayaan dengan melibatkan langsung masyarakat. Mereka tidak lagi menjadi objek akan tetapi secara bersamaan menjadi subjek pemberdayaan.
BEYOND STUDIES TAREKAT RIFA’IYAH KALISALAK: DOKTRIN, JALAN DAKWAH, DAN PERLAWANAN SOSIAL Kaprabowo, Andi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-07

Abstract

Religious movements has developed in the archipelago. The mysticism of Rifa?iyah has been established by Haji Rifa?i as a form of the religious movement. This mysticism has existed before Indonesian independence. The existence invited various discourses, attacked some groups, and co-existence because of the influence of the government. These contexts try to explore through the article about the main of the mysticism of Rifa?iyah that can to raise of public discussion. Through the histories approach and biographical studies in a qualitative method, it is found to result in Rifa?iyah?s existence as a group that consistently against both hegemony and colonialism system. The existence of Rifa?iyah has explored with traces of the history of the religious movement. These traces are proven by the dogma of the mysticism which is very doctrinal to their devotes. Meanwhile, the existence of the mysticism of Rifa?iyah has responded as a deviating group by people, but the reality its teaching can provide lessons about peacefull and methods of social resistance that are an inseparable part of the process of spreading Islam. Doctrine, the path of proselytizing, and social resistance are three existence that are still alive in the society.Gerakan keagamaan berkembang baik di nusantara. Tarekat Rifa?iyah yang telah didirikan oleh Haji Rifa?i merupakan bentuk gerakan keagamaan. Tarekat ini sudah eksis sebelum Indonesia merdeka. Eksistensi tersebut mengundang beragam perdebatan, penyerangan sekelompok masa, dan tindakan co-eksistensi oleh pemerintah. Untuk membuktikan tindakan tersebut, artikel ini mencoba menelusuri hakekat tarekat Rifa?iyah yang menjadi perbincangan masyarakat. Melalui penelusuran sejarah dengan studi biografi Haji Rifa?i dalam metode kualitatif, kajian ini berhasil menemukan keberadaan tarekat Rifa?iyah sebagai kelompok yang konsisten menentang hegemoni pemerintah dan kolonial. Bukti konsistensi tersebut telah terurai dengan jejak pelurusan sejarah gerakan keagamaan. Jejak ini terbukti dengan ajaran tarekat yang sangat doktriner kepada para pengikutnya. Selama ini, eksistensi tarekat Rifa?iyah cenderung dianggap menyimpang namun realitas membuktikan bahwa ajarannya mampu memberikan pelajaran tentang dakwah yang damai dan metode perlawanan sosial yang menjadi bagian tidak terpisah dari proses penyebaran Islam. Doktrin, jalan dakwah, dan perlawanan sosial merupakan tiga eksistensi yang masih hidup di masyarakat.     
BID’AH HASANAH DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KREATIF DI INDUSTRI FASHION BANDUNG Hermansah, Tantan
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-02

Abstract

Creativity and innovation are the basis of the adaptation and sustainability of a community entity. If creativity can be an abstract idea, innovation embodies it in a product that can be used by many people. In the industrial world, creativity and innovation become lives to survive and develop. If the industry is engaged in products related to Islam, then it must adjust to the rules in Islam. Creativity in Islam is often equated with the term bid'ah. Bid'ah in Islamic literature is still in question. Some people consider it as something permissible on condition that it must be following the rules of law. This study aims to provide an understanding that in the creative industry, bid'ah is permissible and can even be a means of strengthening Islamic bases. Using Weber's social actions, this study concludes that creativity in the Muslim fashion industry falls within the category of religiously acceptable heresy. This study also concludes that in the Muslim fashion industry, the motives intended are not only economic motives, but also religious motives. This religious motive is used by producers as a means of developing Muslim societies through the provision of attributes required in consumers' efforts to behave obediently. Producers act as agents with religious motives to provide establishment in Muslim hijab communities.Kreativitas dan inovasi merupakan dasar adaptasi dan keberlanjutan suatu entitas masyarakat. Jika kreativitas bisa merupakan ide yang abstrak, inovasi mewujudkannya dalam suatu produk yang bisa digunakan banyak orang. Dalam dunia industri, kreativitas dan inovasi menjadi nyawa untuk bertahan dan berkembang. Jika industri bergerak pada produk-produk yang berkaitan dengan Islam, maka ia harus menyesuaikan dengan aturan-aturan dalam Islam. Kreativitas dalam Islam sering disamakan dengan term bid?ah. Bid?ah dalam literatur Islam masih dipersoalkan. Beberapa kalangan menganggap sebagai sesuatu yang diperbolehkan dengan syarat harus sesuai dengan kaidah-kaidah hukum. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa dalam industri kreatif, bid?ah adalah boleh dilakukan dan bahkan dapat menjadi sarana dalam memperkuat basis-basis ke-Islaman. Dengan menggunakan tindakan sosial Weber, kajian ini menyimpulkan bahwa kreativitas dalam industri fashion muslim masuk dalam kategori bid?ah hasanah yang diperbolehkan secara agama. Kajian ini juga menyimpulkan bahwa dalam indostri fashion muslim, motif yang dituju tidak hanya motif ekonomi, akan tetapi juga terdapat motif agama. Motif agama ini digunakan oleh produsen sebagai sarana pengembangan masyarakat muslim melalui penyediaan atribut yang dibutuhkan dalam usaha konsumen untuk berperilaku taat. Produsen bertindak sebagai agen dengan motif religius untuk memberikan kemapanan dalam komunitas muslim berhijab.

Page 1 of 11 | Total Record : 106