cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
kartowijaya@universitaskebangsaan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arcade@universitaskebangsaan.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
Published by Universitas Kebangsaan
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Architecture Journal A R C A D E is Open Journal System published by Prodi Architecture Kebangsaan University, Bandung. Architectural Journal A R C A D E is, is a peer-reviewed scientific journal, publishing scholarly writings about Architecture and its related discussion periodically. The aims of this journal is to disseminate research findings, ideas, and review in architectural studies SCIENTIFIC AREAS: Building (architecture) and Urban/Regional Study: theory, history, technology, landscape and site planning, behavioral, social and cultural, structure and construction, traditional architecture, criticism, digital architecture, urban design /planning, housing and settlements, and other related discussion Architecture Education and Practice: curriculum/studio development, work opportunities and challenges, globalization, locality, professionalism, code of ethics, project managerial etc. Architectural Journal A R C A D E is published 3 times a year in March, July and November every last date of the month.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
PEMANFAATAN URBAN FARMING MELALUI KONSEP ECO-VILLAGE DI KAMPUNG PARALON BOJONGSOANG KABUPATEN BANDUNG Wijaya, Karto; Permana, Asep Yudi; Hidayat, Syarip; Wibowo, Heru
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i1.354

Abstract

Abstract: Bojongsoang Village as one of the areas in Bojongsoang District is a densely populated area, where there is a shift and transfer of green functions to built up land (such as: new housing, industry / factories and others). Land for the green lane has become built up land (built into a house), this makes what should be productive land become unproductive land. In addition, with the increasing pressure of green land into developed land, demanding the community to optimize the land they have as productive land.The understanding of space which is only understood as a horizontal plane as land that can be used as productive land must be changed. Space is not only implemented in the horizontal plane but can also utilize the vertical plane to have high flexibility as land that can be processed as productive land. The urban farming model as an urban agriculture program that has long been developing is a potential activity in supporting the sustainability and survival of a district.The purpose of this study is to determine the Eco Village model in the Paralon village area as an Eco-Architecture concept in supporting the development of Sustainable Cities, as one of the eco-architecture models in urban villages by utilizing their respective land and space.Keyword: Eco-Architecture, Eco Village, Green SettlementAbstrak: Desa Bojongsoang sebagai salah satu wilayah di Kecamatan Bojongsoang merupakan kawasan yang padat penduduk, di mana terdapat pergeseran dan pengalih fungsilahan hijau menjadi lahan terbangun (seperti: perumahan baru, industri/pabrik dan lain-lain). Lahan-lahan untuk jalur hijau menjadi lahan terbangun (dibangun menjadi rumah tinggal), hal inilah menjadikan yang seharusnya menjadi lahan produktif menjadi lahan yang tidak produktif. Di samping itu dengan semakin tertekannya lahan hijau menjadi lahan terbangun, menuntut masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang dimiliki sebagai lahan produktif. Pemahaman ruang yang hanya dipahami sebagai bidang horizontal sebagai lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan produktif harus sudah mulai dirubah. Ruang tidak hanya diimplementasikan ke dalam bidang horizontal akan tetapi juga bisa memanfaatkan bidang vertikal menpunyai fleksibilitas yang cukup tinggi sebagai lahan yang bisa diolah sebagai lahan produktif. Model urban farming sebagai salah satu program pertanian perkotaan yang sudah lama berkembang merupakan aktivitas yang cukup potensial dalam menunjang keberlanjutan (sustainable) dan kebertahanan (survival) dari sebuah kabupaten.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan model Eco Village di wilayah desa Paralon sebagai konsep Eco-Architecture dalam mendukung pengembangan Kota Berkelanjutan, sebagai salah satu model eco-architecture di desa-desa perkotaan dengan memanfaatkan lahan dan ruang masing-masing.Kata Kunci: Arsitektur Ramah Lingkungan, Desa Ramah Lingkungan, Permukiman hijau  
FAKTOR – FAKTOR PENGARUH PREFERENSI PENGGUNA PASAR PETEROGAN SEMARANG PASCA REVITALISASI Fitriana, Mira; Sari, Suzanna Ratih; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i1.328

Abstract

Abstract: Declining visitor interest in traditional markets is one of the problems currently faced by traditional markets. The form of government effort to maintain the existence of traditional markets is by conducting a revitalization program. Semarang Peterongan Market is one of the Semarang City public facilities located on Jl. MT. Haryono No.936, Peterongan, Kec. South Semarang. Before burned, the conditions were very poor namely slums, dirty, irregular arrangement of shanties and unavailability of parking lots. This study aimed to identify the factors that caused traders not to occupy the 2nd and 3rd floors of the Peterongan Market , identifying buyer preferences to the efforts of the revitalization program that have been carried out at the Peterongan Market and to evaluate the physical, non-physical components and infrastructure that exist in the Peterongan Market. The study used a descriptive qualitative approach. Data collection is done by means of observation and interviews with market agencies, visitors and traders. The results showed that there were factors that caused traders not to occupy the 2nd and 3rd floors, buyers were reluctant to go up to the 2nd and 3rd floors, there was worst accessibility for traders or buyers, there were obstacles in the circulation of merchandise, design and size of kiosks and booths. accommodate the needs of traders. Buyers and traders' preferences are access and circulation that can accommodate their needs in the market, design kiosks and booths that are suitable for their trade. Based on the analysis results of the Semarang Peterongan Market building evaluation analyzed with regulations that apply to the physical component, it is generally appropriate.Keyword: zoning, circulation, user preferences,revitalizationAbstrak: Menurunya minat pengunjung terhadap pasar tradisional menjadi salah satu masalah yang sedang dihadapi pasar tradisional sekarang ini. Bentuk usaha pemerintah untuk menjaga eksistensi pasar tradisional yaitu dengan melakukan program revitalisasi. Pasar Peterongan Semarang merupakan salah satu fasilitas publik Kota Semarang yang berlokasi di Jl. MT. Haryono No.936, Peterongan, Kec. Semarang Selatan. Sebelum mengalami kebakaran,kondisi pasar sangat memprihatinkan yaitu kumuh,kotror,penataan lapak yang tidak teratur serta tidak tersedianya lahan parkir.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pengaruh preferensi pengguna tentang apa saja penyebab pedagang tidak menempati lantai 2 dan lantai 3 Pasar Peterongan Semarang,mengidentifikasi preferensi pembeli terhadap upaya program revitalisasi yang sudah dilakukan di Pasar Peterongan serta mengevaluasi komponen fisik,non fisik serta prasarana yang ada pada Pasar Peterongan. Penelitian menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif . Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara dengan dinas pasar,pengunjung serta pedagang. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor-faktor penyebab pedagang tidak menempati lantai 2 dan lantai 3 adalah pembeli enggan naik ke lantai 2 dan 3,tidak adanya aksesbilitas yang baik untuk pedagang maupun pembeli,terdapat kendala dalam sirkulasi barang dagangan,desain serta ukuran kios dan los tidak mengakomodasi kebutuhan pedagang. Preferensi pembeli dan pedagang cenderung dengan adanya akses serta sirkulasi yang dapat mengakomodasi kebutuhan mereka didalam pasar,desain kios serta los yang sesuai dengan jenis dagangan mereka. Berdasarkan hasil analisis  evaluasi bangunan Pasar Peterongan Semarang dianalisis dengan peraturan yang berlaku pada komponen fisik,umumnya sesuai.Kata Kunci: zoning,sirkulasi,preferensi pengguna,revitalisasi
STRATEGI POTENSI DALAM PENGEMBANGAN WISATA ICE SKATING DI DALAM MALL JAKARTA (STUDI KASUS: SKY RINK TAMAN ANGGREK JAKARTA) Etenia, Annica; Rukayah, R Siti; Wijayanti, Wijayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i1.337

Abstract

Abstract: Ice skating is a winter sport that is rarely in demand by Indonesians mainly because of the tropical climate, and the lack of knowledge about the sport around the community. This phenomenon has aroused the public's curiosity in winter sports. Therefore several malls in Jakarta have implemented ice skating tours in recreational entertainment facilities provided to attract the attention of visitors, one of which is Sky Rink in Mall Taman Anggrek. The trend is an exciting thing to study as potential in the concept of ice sports tourism in the mall. In this study explains the possibilities of this ice tourism. The method used is a qualitative SWOT approach by explaining the potential, weaknesses, opportunities and threats while the results of the study are descriptive explanations of the potential in developing ice skating tours in the mall.Keyword: ice skating, mall, wisata, ice rinkAbstrak: Ice skating merupakan olahraga musim dingin yang jarang diminati oleh orang Indonesia terlebih karena iklim yang tropis, serta kurang tahunya masyarakat sekitar tentang olahraga ini. Fenomena ini menimbulkan penasaran masyarakat dalam olahraga musim dingin tersebut, oleh sebab itu beberapa mall di Jakarta telah menerapkan wisata ice skating dalam fasilitas hiburan rekreasi yang disediakan untuk menarik perhatian pengunjung, salah satunya Sky Rink yang ada di Mall Taman Anggrek. Trend tersebut menjadi hal yang menarik untuk dikaji sebagai potensi dalam konsep wisata olahraga es di dalam mall. Dalam penelitian ini menjelaskan mengenai potensi-potensi tentang wisata es ini. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan SWOT kualitatif dengan memberikan penjelasan mengenai potensi, kelemahan, kesempatan dan ancaman. Sedangkan hasil dari penelitian berupa penjelasan deskrptif mengenai potensi dalam mengembangkan wisata ice skating di dalam mall.Kata Kunci: ice skating, malls, sport tourism, ice rinks
PENGEMBANGAN DESAIN MICRO HOUSE DALAM MENUNJANG PROGRAM NET ZERO ENERGY BUILDINGS (NZE-BS) Permana, Asep Yudi; Wijaya, Karto; Nurrahman, Hafiz; Permana, Aathira Farah Salsabilla
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i1.424

Abstract

Abstract: Energy efficiency is a top priority in design, because design errors that result in wasteful energy will impact operational costs as long as the building operates. The opening protection in the facade should be adjusted according to their needs, for optimum use of sky light. Inhibiting the entry of solar heat into the room through the process of radiation, conduction or convection, optimum use of sky light and efforts to use building skin elements for shading are very wise efforts for energy savings. House construction planning must be careful and consider many things, including: physical potential. Physical potential is a consideration of building materials, geological conditions and local climate. Related to the issue of global warming that occurs in modern times, climate is a major consideration that needs to be resolved.The purpose of building design, especially in residential homes aims to create amenities for its inhabitants. Amenities are achieved through physical comfort, be it spatial comfort, thermal comfort, auditory comfort, or visual comfort.Energy waste is also caused by building designs that are not well integrated and even wrong and are not responsive to aspects of function, and climate. This is worsened by the tendency of the designers to prioritize aesthetic aspects (prevailing trends). The issue of green concepts and energy consumption efficiency through the Net Zero-Energy Buildings (NZE-Bs) program from the housing sector as a response to tackling global warming is already familiar in Indonesia, although its application has not yet been found significantly. Green concepts offered by housing developers are often merely marketing tricks and are not realized and grow the responsibility of the residents to look after them. Due to the lack of understanding of the green concept, housing developers tend to offer more a beautiful and green housing environment, not the actual green concept.Keyword: Socio-culture, Energy efficiency, Energy consumption, Environment. The green conceptAbstrak: Efisiensi energi merupakan prioritas utama dalam disain, karena kesalahan disain yang berakibat boros energi akan berdampak terhadap biaya opersional sepanjang bangunan tersebut beroperasi. Pelindung bukaan pada fasade sebaiknya dapat diatur sesuai kebutuhannya, untuk pemanfaatan terang langit seoptimal mungkin. Penghambatan masuknya panas matahari kedalam ruangan baik melalui proses radiasi, konduksi atau konveksi, pemanfaatan terang langit seoptimal mungkin serta upaya pemanfaatan elemen kulit bangunan untuk pembayangan merupakan upaya yang sangat bijaksana bagi penghematan energi. Perencanaan pembangunan rumah harus cermat dan mempertimbangkan banyak hal, antara lain: potensi fisik. Potensi fisik adalah pertimbangan akan bahan bangunan, kondisi geologis dan iklim setempat. Terkait dengan isu pemanasan global yang terjadi pada masa modern ini, iklim menjadi sebuah pertimbangan utama yang perlu diselesaikan.Tujuan desain bangunan khususnya pada rumah tinggal bertujuan menciptakan amenities bagi penghuninya. Amenities dicapai melalui kenyamanan fisik, baik itu spatial comfort, thermal comfort, auditory comfort, maupun visual comfort.Pemborosan energi juga disebabkan oleh desain bangunan yang tidak terintegrasi dengan baik bahkan salah dan tidak tanggap terhadap aspek fungsi, serta iklim. Hal tersebut diperparah yang kecenderungan para perancang lebih mementingkan aspek estetis (tren yang berlaku). Isu konsep hijau dan efisiensi konsumsi energi melalui program Net Zero-Energy Buildings (NZE-Bs) dari sektor perumahan sebagai respon untuk menanggulangi pemanasan global sudah tidak asing di Indonesia, walaupun penerapannya masih belum dapat ditemukan secara signifikan. Konsep hijau yang ditawarkan oleh pengembang perumahan seringkali hanya sebagai trik pemasaran belaka dan tidak diwujudkan serta ditumbuhkan tanggung jawab para penghuni untuk menjaganya. Akibat minimnya pemahaman mengenai konsep hijau tersebut, para pengembang perumahan cenderung lebih banyak menawarkan lingkungan perumahan yang asri dan hijau, bukan konsep hijau yang sebenarnya.Kata Kunci: Sosio-kultur, Efisiensi Energi, Konsumsi energi, Lingkungan, Konsep Hijau
HUBUNGAN SETING KORIDOR ANJASMORO RAYA DENGAN AKTIVITAS PEDAGANG KAKI LIMA Ibrahim, Stefanus Peter; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i1.346

Abstract

Abstract: The presence of Jenderal Ahmad Yani Semarang International Airport, caused many tourists to come to Semarang, and the impact of one of them was on Anjasmoro Raya corridor whose activities were growing.  This phenomenon can be found with the presence of shops as formal sector activities and the development of pedagang kaki lima activities as a sector informal.  This informal activity uses the shoulder space of the road which should fuction to support the transportation activities in the corridor, but is used as a place of sale by pedagang kaki lima, so there is a strength of property that supports the activities of pedagang kaki lima.  This study aims to find the relationship between the setting of the Anjasmoro Raya corridor and pedagang kaki lima activity through the strength of property in the Anjasmoro Raya corridor.  The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques in the form of place centered mapping.  The result showed that there was a relationship between the setting of the Anjasmoro Raya corridor and the activities of street vendors.Keyword: Settings, Pedagang Kaki Lima Activities, Anjasmoro Raya CorridorAbstrak: Kehadiran Bandar Udara International Jenderal Ahmad Yani Semarang membuat banyaknya wisatawan yang datang ke kota semarang, dan dampak salah satunya pada koridor Anjasmoro Raya yang semakin berkembang aktivitasnya, dimana gejala ini dapat dijumpai dengan hadirnya pertokoan sebagai aktivitas sector formal dan berkembangnya aktivitas pedagang kaki lima sebagai sektor informal.  Aktivitas informal ini menggunakan ruang bahu jalan yang seharusnya berfungsi untuk mendukung aktivitas transportasi yang ada di koridor, namun dimanfaatkan sebagai tempat jualan oleh pedagang kaki lima, sehingga terdapat kekuatan property yang mendukung aktifitas pedagang kaki lima.  Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan seting koridor Anjasmoro Raya dnegan pola aktivitas pedagang kaki lima, melalui kekuatan properti yang ada di koridor Anjasmoro Raya.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik analisa data berupa place centered mapping.  Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan seting koridor Anjasmoro Raya dengan aktivitas pedagang kaki lima.Kata Kunci: Seting, Aktivitas Pedagang Kaki Lima, Koridor Anjasmoro Raya
BIOMIMETIK: PENERAPAN METODE ANALOGI NACHTIGALL PADA LIPATAN BIDANG SUN SHADING Ramawangsa, Panji Anom; Prihatiningrum, Atik
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i1.375

Abstract

Abstract: Sun glare has a negative effect on the visual comfort of residents in buildings. Sun shading is a building device that functions to reduce and control the sunlight that enters the building space. Biomimetics is a science that combines technology and natural characteristics into new forms of products in solving problems faced by humans. The Nachtigall analogy method is a biomimetic transfer method that balances the function or behavior of several different objects by emphasizing natural shapes into the design. The conclusion that can be obtained is the process of analogy transfer method in the folds of Putri Malu plant leaf limbs applied to the form of sun shading can be used with the help of kinetic technology.Keyword: Analogy, Glare, Sun ShadingAbstrak: Silau matahari memberikan efek negatif bagi kenyamanan visual penghuni di dalam bangunan. Sun shading merupakan perangkat bangunan yang berfungsi untuk mereduksi dan mengontrol cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan bangunan. Biomimetik merupakan ilmu yang menggabungkan teknologi dan karakteristik alam menjadi bentuk produk yang baru dalam memecahkan masalah yang di hadapi manusia. Metode analogi Nachtigall merupakan salah satu metode transfer biomimetic yang menyetarakan fungsi atau perilaku dari beberapa benda yang berbeda dengan menitik beratkan bentuk alam ke dalam desain. Kesimpulan yang di dapat adalah proses metode transfer analogi pada lipatan tungkai daun tumbuhan Putri Malu yang di aplikasikan ke bentuk sun shading dapat digunakan dengan bantuan teknologi kinetik.Kata Kunci: Analogi, Silau, Sun Shading
SIRKULASI MANUSIA DAN KENDARAAN PADA PEDESTRIAN TERHADAP KONEKSITAS SIMPANG LIMA SEMARANG Santoso, Rohman Eko; Sari, Suzanna Ratih; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i1.321

Abstract

Abstract: The Simpang Lima area is a city center with a variety of activities, the center of circulation, publik space, green space, religion, sports, economy, social and culture. In the regulation of vehicle and human circulation sistems it is very important and requires an impact analysis as well as very long projections. The intersection of five Semarang City known as the center of the economic area as well as the green open space that used as a publik space so that many activities and activities that occur in the area. In addition to being a business district and office intersection, there is also a weekly car free day event, becoming a very large center of activity on Sundays and a publik space in Semarang.The influence of the five intersections in this area will focus on humans who are in front of the five intersection (ciputra mall stop) with the intersection of five because the location is the number of people passing through more roads. So in this study two recommendations will emerge, the first of which relates to humans who crossed at one point, the second is recommendations for the entire region.Keyword: Circulation, Pedestrian, ConnectivityAbstrak: Kawasan Simpang Lima merupakan pusat kota yang terdapat berbagai macam kegiatan, pusat sirkulasi, ruang publik, ruang hijau, agama, olahraga, ekonomi, sosial dan budaya. Dalam pengaturan sistem sirkulasi kendaraan maupun manusia sangatlah penting dan memerlukan suatu analisa dampak juga proyeksi yang sangat panjang. Simpang lima Kota Semarang diketahui sebagai pusat kawasan ekonomi maupun ruang terbuka hijau yang dijadikan ruang publik sehingga banyak kegiatan dan aktifitas yang terjadi dikawasan tersebut. Selain menjadi kawasan bisnis dan perkantoran simpang lima juga terdapat event mingguan car free day, menjadi pusat aktifitas yang sangat besar pada saat hari minggu dan menjadi ruang publik di kota semarang. Pengaruh simpang lima pada kawasan ini akan focus terhadap manusia yang berada di depan simpang lima (halte ciputra mall) dengan lapangan simpang lima tersebut karena pada lokasi tersbut jumlah manusia yang melewati jalanlebih banyak. Maka dalam penelitian ini akan muncul dua rekomendasi, yang pertama terkait manusia yang menyebrang pada datu titik tersebut, yang kedua rekomendasi seluruh kawasan.Kata Kunci: Sirkulasi, Pedestrian, Koneksitas
EVALUASI KONSEP RAMAH PEJALAN KAKI PADA PEDESTRIAN MALIOBORO DENGAN PENDEKATAN KONSEP WALKABILITY Uak, Alexianus Thomas
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i1.324

Abstract

Abstract: Many informal settlements in Indonesia have been unable to survive, this is due to changes that occur in the neighborhood. This change resulted in the not surviving of informal settlements, but this did not affect the informal settlements in the city of Palangkaraya, settlements on the banks of the Kahayan river were even more developed, and began to develop towards the mainland.As climate change and the global environment increase, there is a tendency for people to conceptualize adaptation in residential buildings as a process of survival and how adaptation is practiced by people who face the negative impacts of climate change, for example in informal settlements on the Kahayan river bank, where residents adapt to building their homes to be able to withstand environmental changes. Where the neighborhood is located there are tides of the river, as well as other environmental factorsThis study is to find out how the Kahayan River settlement communities can survive, with changes that occur in the environment by analyzing using 6 strategies in building adaptation, namely: Adjustable, Versatile, Refitable, Convertible, Scalable, and Movable (Robert Schmid, 2009). Adaptation that occurs in these settlements, namely on building houses that follow climate change, times, and the environment.Keyword: Informal Settlements, Kahayan River Edge, Adaptation, Transformation.Abstrak: Permukiman Informal di Indonesia banyak yang sudah tidak dapat bertahan, hal ini di karenakan adanya perubahan yang terjadi di lingkungan permukiman tersebut. Perubahan ini berakibat tidak bertahannya permukiman informal, namun hal ini tidak mempengaruhi permukiman informal di Kota Palangkaraya, permukiman yang berada di tepi sungai kahayan ini malah semakin berkembang, dan mulai berkembang menuju ke daratan.Seiring dengan meningkatnya perubahan iklim dan lingkungan global, ada kecenderungan masyarakat untuk membuat konsep adaptasi pada bangunan rumah tinggal sebagai proses untuk bertahan dan bagaimana adaptasi dipraktikkan oleh orang-orang yang menghadapi dampak negatif perubahan iklim, sebagai contoh pada permukiman informal yang berada di tepi sungai Kahayan, di mana warga beradaptasi pada bangunan rumah mereka untuk dapat bertahan terhadap perubahan lingkungan. Di mana lingkungan permukiman ini terdapat pasang surut air sungai, serta faktor lingkungan lainnya.Penelitian ini untuk mengetahui cara masyarakat permukiman tepi Sungai Kahayan dapat bertahan, dengan perubahan yang terjadi di lingkungan dengan menganalisa menggunakan 6 strategi dalam adaptasi bangunan, yaitu: Adjustable, Versatile, Refitable, Convertible, Scalable, dan Movable (Robert Schmid, 2009). Adaptasi yang terjadi pada permukiman ini, yaitu pada bangunan rumah yang mengikuti perubahan iklim, jaman, dan lingkungan.Kata Kunci: Permukiman Informal, Tepi Sungai Kahayan, Adaptasi, Transformasi.
TRANSFORMASI RUANG HUNIAN TRANSMIGRAN BALI AKIBAT AKULTURASI DI DESA BASARANG JAYA, KALIMANTAN TENGAH Sutrisno, Herwin; Susi, Theresia
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i1.347

Abstract

Abstract: Balinese transmigrants in Basarang Jaya Village, Central Kalimantan indirectly brought their tradition and culture. The meeting of Balinese culture elements with the local culture elements (the Dayak Ngaju tribe) has caused acculturation in the village. In the point of view of architecture, such acculturation is implemented in the residence of Balinese transmigrants in the form of changes or adjustments based on the characteristics of both cultures, and one of the examples is the transformational changes in the Balinese residences. This research aims to identify the physical transformation of Balinese residences that happened because of acculturation in Basarang Jaya. This research employed the qualitative descriptive research, and the data were collected from field observations, documentation, and in-depth interviews with key resources and residential owners. The result has shown that the kind of transformation occurring at Balinese residences in Basarang Jaya Village is the transformation in the residences? basic form, masses, and room elements.Keyword: Spatial transformation, balinese residence, Basarang Jaya Abstrak: Transmigran Bali yang berpindah ke Desa Basarang Jaya, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah secara tidak langsung membawa serta tradisi dan budayanya. Bertemunya unsur-unsur budaya yang dibawa oleh transmigran Bali dengan unsur-unsur budaya masyarakat lokal (suku Dayak Ngaju) menyebabkan terjadinya akulturasi di Desa Basarang Jaya. Dari segi arsitektur, akulturasi tersebut terimplementasi pada hunian transmigran Bali. Dalam hunian transmigran Bali terjadi berbagai perubahan atau penyesuaian antara budaya yang mereka bawa dengan lingkungan tempat tinggalnya, salah satunya tampak pada transformasi ruang hunian transmigran Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi transformasi ruang hunian yang terjadi pada hunian transmigran Bali akibat akulturasi di Desa Basarang Jaya. Metode penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan di lapangan, dokumentasi dan wawancara mendalam dengan nara sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa transformasi hunian yang terjadi pada hunian transmigran Bali di Desa Basarang Jaya adalah perubahan bentuk hunian berupa perubahan bentuk dasar hunian, perubahan massa hunian dan perubahan jenis ruang.Kata Kunci: Transformasi Ruang, Hunian Transmigran Bali, Basarang Jaya
PEMANFAATAN JALUR PEDESTRIAN PADA AREA MIXED-USE DI JL. MT HARYONO (KORIDOR PETERONGAN-PEREMPATAN BANGKONG) Kinasih, Kania; Purwanto, Edi; Suprapti, Atiek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i1.344

Abstract

Abstract: This research is based on a new design on the pedestrian ways on MT. Haryono Street corridor of the Peterongan-Bangkong intersection, because the Semarang City Government made several changes to the pedestrian lane design in several locations, one of which was on MT. Haryono Street. Through this new pedestrian ways design, researchers will associate with mixed areas or mixed-use areas in the corridor that will be examined based on factors and indicators of the mixed area and pedestrian ways design. The purpose of this study is to determine the utilization of pedestrian ways in the mixed-use area which gets the highest priority based on pedestrian path users. Field data and interview results on pedestrian path users obtained were then analyzed using a qualitative deductive method combined with quantitative through sampling with purposive sampling. And it was concluded that the highest utilization of the new design of pedestrian ways in the MT Haryono Street is a function and activity.Keyword: Pedestrian ways? utilization, mixed-use area, MT. Haryono street corridor, fuction and activityAbstrak: Penelitian ini didasari oleh desain baru pada jalur pedestrian di Jalan MT. Haryono koridor Peterongan-Perempatan Bangkong, karena Pemerintah Kota Semarang melakukan beberapa perubahan terhadap desain jalur pedestrian di beberapa lokasi, salah satunya di Jalan MT. Haryono. Melalui desain jalur pedestrian yang baru ini, peneliti akan mengkaitkan dengan area campuran atau mixed-use area pada koridor tersebut yang akan diteliti berdasarkan faktor-faktor dan indikator area campuran dan desain jalur pedestrian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan jalur pedestrian pada area mixed-use manakah yang mendapat prioritas paling besar berdasarkan pengguna jalur pedestrian. Data lapangan dan hasil wawancara pada pengguna jalur pedestrian yang didapat kemudian dianalisa menggunakan metode deduktif kualitatif yang dikombinasikan dengan kuantitatif melalui pengambilan sample dengan purposive sampling. Dan didapatkan kesimpulan pemanfaatan paling tinggi dari desain baru jalur pedestrian Jalan MT. Haryono adalah fungsi dan aktivitas.Kata Kunci: Pemanfaatan jalur pedestrian, area mixed-use, koridor Jalan MT. Haryono, fungsi dan aktivitas