cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 24425109     EISSN : 25992194     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
This journal is published to develop the ability of lecturers in writing in accordance with the field of cultivation, including public relations and journalism, in addition to the journal LONTAR discuss social phenomena concerned with the science of communication.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
ANALISIS PENERAPAN PROGRAM DAKWAH (KOMUNIKASI SYIAR) ISLAM PADA SIKAP MENTAL SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI KOTA CILEGON Wahyuni, Restu
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2014): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.738 KB)

Abstract

Penelitian ini terdiri dari satu variable bebas dan satu variable terikat yaitu Program Dakwah Islam sebagai variable (X), Sikap Mental Siswa sebagai variable Y. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan wawancara , kemudian hasil sebaran kuesioner tersebut dihitung secara statistic (dianalitis) dengan analisa korelasi sederhana untuk mengretahui hubungan dan regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh antara kedua variable tersebut. Kemudian dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji t untuk menentukan daerah penerimaan dan daerah penolakan hipotesis. Hasil Penelitian menunjukan korelasi antara X terhadap Y, bernilai positif r = 0,720 berarti Program Dakwah Islam dan Sikap Mental Siswa memiliki hubungan yang menurut Guilford korelasi berada antara 0.70 – 0.90 yang berarti korelasi tinggi. besar pengaruh X terhadap Y, dengan koefisien determinasi sebesar r2 = 51% artinya Program Dakwah yang diadakan disekolah memiliki pengaruh sebesar 51% terhadap sikap mental siswanya, dan sisanya sebesar 49% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji t yang dilakukan  menunjukan nilai t hitung = 9.533 dan dengan α 0.05 dk n-2 (88-2=86) menghasilkan t tabel 1.991, setelah dibandingkan, t hitung > t tabel maka t hitung berada pada daerah penerimaan Hi pernyataannya adalah ada hubungan antara kedua variabel. Sedangkan pengaruh positif dapat ditunjukan dengan garis regresi Y = 10.368+ 0.486x artinya jika variabel X meningkat sebesar 1 program Dakwah Islam, maka secara otomatis variabel Y meningkat sebesar 0.486 dengan kostanta 10.368
Teknologi Komunikasi Dan Media SUCAHYA, MEDIA
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.674 KB)

Abstract

 Munculnya teknologi komunikasi telah mengubah sistem komunikasi di Indonesia, termasuk sistem media massa. Teknologi komunikasi yang ditandai dengan digitalisasi, konvergensi, internet, menghasilkan teknologi dan aplikasi yang mengisi seluruh bentuk komunikasi mulai dari komunikasi interpersonal, komunikasi antarpersonal, komunikasi kelompok, dan komunikasi massa. Teknologi komunikasi telah memungkinkan setiap orang mengirim pesan melalui berbagai bentuk komunikasi. Teknologi komunikasi telah mengubah pola produksi, content, pola distribusi, dan pola membaca khalayak. Produsen media massa wajib mengantisipasi kehadiran internet dan media baru, karena keduanya telah melahirkan media online dan surat kabat digital (e-paper), bila tidak ingin bisnis medianya tutup
RUANG PUBLIK DAN EKONOMI POLITIK MEDIA Sucahya, Media
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2013): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.623 KB)

Abstract

Media massa berfungsi sebagai kekuatan keempat, lembaga ekonomi, juga harus menyediakan ruang publik, sebagai bentuk menyalurkan partisipasi masyarakat dalam menegakkan sistem pemerintahan yang demokrasi. Meski media massa tumbuh sebagai respons terhadap kebutuhan sosial, budaya, individu dan masyarakat, namun pengelolaan media massa dikelola sebagai perusahaan bisnis Tekanan persaingan media massa serta kebutuhan informasi yang semakin tinggi, mendorong pemilik media fokus untuk terus mengembangkan media, mencari sumber-sumber keuangan, serta mengefisienkan dan mengefektifkan proses produksi isi media. Arah perkembangan media massa, sebagai wujud kapitalisme dilalui melalui merger (penggabungan usaha), akuisisi (pengambilalihan), atau kerjasama. Sebagaimana sebuah entitas bisnis, media massa juga tumbuh dengan mengintegrasikan bisnisnya secara horisontal maupun vertikal, melakukan globalisasi, serta mengkonsolidasikan kepemilikan.
Makna Tinder sebagai Tempat Mendapatkan Teman Hidup Annisarizki, Annisarizki
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.685 KB)

Abstract

Tinder is one of the online dating search applications are busy used. Tinder provides a change in the way society finds friends, the process of getting a life partner begins with face-to-face introductions, passing approach stages with partners, exploring stages to get to know each other, then being intimate with dates.  But when Tinder takes the time it takes not long to decide to marry someone new in their life, this is what makes the researcher interested to know how the phenomenon of searching a friend live through online dating application about the meaning of Tinder as a place to get a life partner. The theory used in this research is Computer Mediated Communication (CMC) theory and Social Penetration theory. This research also uses phenomenology method with qualitative approach. The results showed that the informants used Tinder because of the invitation from friends. They have limited time and environment, so they become social media (Tinder) as a solution to get the soul mate.But they still select the match couples in Tinder according to the criteria they are in the real world, for they get married. 
DAMPAK GLOBALISASI MEDIA TERHADAP SENI DAN BUDAYA INDONESIA Surahman, Sigit
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.643 KB)

Abstract

Globalisasi media berdampak terhadap perkembangan seni budaya Indonesia. Globalisasi teknologi komunikasi hadir di tengah-tengah masyarakat dan memengaruhi cara pandang dan perilaku manusia. Globalisasi media merupakan perkembangan yang tidak dapat dipisahkan karena kehadirannya mampu melengkapi. Perkembangan media ini semakin pesat dan canggih seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi saat ini. Dampak perkembangan teknologi dan media ini memengaruhi seni budaya dan perilaku masyarakat atau bangsa Indonesia. Analisis deskriptif kualitatif merupakan metode pengkajian yang digunakan dengan tujuan mengungkap fakta, keadaan, fenomena. Variabel dalam penelitian ini adalah globalisasi media, dan seni budaya Indonesia. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif pengkajian ini mengungkap pengaruh dampak perkembangan globalisasi teknologi terhadap seni budaya Indonesia.
KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU MAKE OVER MELALUI BEAUTY VLOGGER DALAM MEMBANGUN CITRA MEREK Zahra, Farras
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): JURNAL LONTAR
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.005 KB)

Abstract

This research was a case where researchers curiosity to know the use of integrated marketing komunuikasi using beauty vlogger role of sarah ayu in building brand product image makeover .This research use descriptive methods with techniques qualitative data collection of in-depth interviews , and the study of literature .This research concluded that with integrated marketing communications by sarah ayu as beauty vlogger can build a brand image make overs become better with video shown by sarah ayu where in the video explains sarah ayu one by one the quality of the product that has been used in the video .With explanations of those products make the audience gave positive responses against brand make overs .Attitude with communication resulting from watching the video is brand image makeover namely positive image in view of the consumer .
“DAPUR” SALAH SATU MEDIA KOMUNIKASI YANG EFEKTIF BAGI WANITA PEKERJA Mulyasih, Rahmi
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.244 KB)

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang paling esensial bagi kehidupan manusia, karena dengan komunikasi manusia dapat berinteraksi dengan manusia lainnya. Namun terkadang tidak semua manusia dapat melakukan komunikasi secara efektif, begitu pula halnya dengan kebanyakan wanita pekerja yang ada di Indonesia. Karena kurangnya intensitas waktu untuk melakukan komunikasi dengan suami maupun anak-anak mereka berakibat pada komunikasi yang rusak diantara mereka, sehingga berakibat pada memburuknya kehidupan rumah tangga yang dialami wanita pekerja.  Oleh karena itu diperlukan suatu tempat yang dapat menjadi sarana komunikasi efektif antara wanita pekerja dengan setiap anggota keluarga, salah satunya adalah dapur. Dapur menjadi tempat yang efektif untuk membangun komunikasi yang efektif diantara setiap anggota keluarga, karena dengan melakukan aktifitas bersama di dapur seperti memasak bersama akan membangun komunikasi yang menjadi hal paling langka dilakukan oleh wanita pekerja dan keluarganya.  Kata Kunci: Dilema wanita pekerja, dapur sebagai salah satu media komunikasi efektif
KEKUATAN TEKNOLOGI DALAM MEMBENTUK BUDAYA POPULER (Studi Tentang Fenomena Drama Turki di Indonesia) Putri, Liza Diniarizky
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2016): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.158 KB)

Abstract

Televisi sebagai produk teknologi telah merajai hampir setengah kegiatan manusia setiap harinya. Kecepatan teknologi media mendorong kita beraksi dan bereaksi pada hal-hal global. Beberapa bulan kebelakang, layar kaca Indonesia mulai diramaikan dengan masuknya drama dari negeri 2 benua, “Turki”. Hal ini lambat laun menjadi fenomena baru ditengah konsumen televisi yang kebanyakan mengkonsumsi sinema elektronik impor dari Amerika Latin, Korea Selatan dan India. Banyaknya antusiasme masyarakat konsumen televisi terhadap drama Turki, berimbas pada kompetisi mengambil porsi “kue” share dan rating. Stasiun televisi swasta berlomba menayangkan serial drama asal Turki yang sama. Fenomena booming-nya drama Turki yang menjamur ditengah-tengah masyarakat kita telah membawa dampak besar terhadap eksistensi kebudayaan lokal, disebabkan oleh kemunculan kebudayaan baru yang konon katanya lebih atraktif, fleksibel dan mudah dipahami sebagian masyarakat sebagai ”Budaya Populer”. Televisi telah berubah menjadi industri budaya di mana melalui tayangantayangannya telah membawa sebuah bentuk budaya populer bagi masyarakat yang menontonnya. Berangkat dari pemaparan diatas, menganalisis mekanisme lahirnya budaya populer melalui teknologi media audio visual, dalam hal ini televisi dalam studi kasus serial drama Turki di Indonesia. Diharapkan tulisan ini mampu berkontribusi secara akademis, praktis dan sosial. Mampu menambah khazanah literatur ilmu komunikasi dalam perspektif teknologi, komunikasi, dan masyarakat. Kemudian dapat dijadikan sebagai alat penguat budaya lokal serta mampu mendorong masyarakat untuk dapat secara arif melakukan seleksi terhadap tayangan televisi. Dalam tulisan ini menggunakan 3 batasan antara lain mengenai budaya teknologi yang membentuk ikonisitias fisik dan kedekatan budaya dalam mengkonstruksi budaya populer drama Turki. Kemudian menuju pada produksi media melalui rating, sharing, dan sebaran profil pemirsa sehingga media memproduksi budaya populer tersebut, dalam menganalisis produksi media penulis menggunakan teori ekologi media, sehingga timbullan sebuah jawaban atas kekuatan teknologi media. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan data sekunder berupa jurnal, buku, literatur internet, dan artikel. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, Melalui jenis data kualitatif dan tujuan umum penelitian yang sifatnya eksplanatoris, maka teknik analisis data yang digunakan adalah memberikan pemaparan dan penjelasan secara mendalam terhadap fenomena yang diteliti. Hasil analisis dan elaborasi menunjukkan, bahwa mekanisme lahirnya budaya populer dalam kasus drama seri Turki adalah dimulai dari media yang sengaja menonjolkan ikonitas fisik para bintang-bintang Turki, kemudian menonjolkan sisi similaritas budaya antara Turki dan Indonesia. Kemudian dari kedua hal tersebut menimbulkan sebuah karakteristik pemirsa yang semakin lama semakin menyukai drama seri Turki sehingga dapat mendongkrak rating tayangan tersebut. Media akhirnya memainkan peran sebagai agen industri budaya yang memproduksi tayangan agar dapat menjadi budaya populer ditengah masyarakat, dengan rating sebagai alat legitimasinya. Setelah rating dan budaya populer menyatu, darisitulah kekuatan teknologi media terlihat, bahwa ada dampak sosial, ekonomi, serta gengsi budaya. Saran dan rekomendasi penulis, hendaknya media tidak mendewakan sebuah rating dalam mendongkrak nilai ekonominya, sehingga media mampu memberikan tayangan dan informasi yang beragam, bukan yang seragam kemudian dipopulerkan budayanya.
KOMODIFIKASI INFORMASI DAN KONSTRUKSI MEDIA MASSA Anwar, Akhmad Khoirul
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2014): LONTAR JURNAL ILMU KOMUNIKASI
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.176 KB)

Abstract

Ada sejumlah media memberitakan harga beras dan cabe yang naik tajam. Bersamaan dengan itu, hampir semua media menyiarkan banyak “berita besar,” berita yang menjadi aras utama (mainstream) – tentang pengadilan wisma atlet, kerusuhan di Bima, pemanggilan tokoh oleh KPK, contohnya, atau siaran langsung sidang DPR di Senayan. Umumnya, berita-berita besar ditempatkan pada jam utama (dan diulang-ulang) di televisi, atau di halaman satu koran, sementara kenaikan harga beras atau cabe hanya ditempatkan di “rubrik ekonomi-bisnis,” di halaman dalam. Berita-berita besar, dipandang lebih memiliki news value ketimbang berita kenaikan harga beras. Semua media berkomitmen bahwa berita-berita yang disajikannya untuk memenuhi kepentingan publik. Berita-berita besar dipandang memiliki kadar kepentingan publik yang lebih besar ketimbang berita-berita lain – berita tentang kenaikan harga BBM, beras dan cabe, tarif angkutan, misalnya atau informasi tentang program dana bantuan sosial untuk penduduk miskin seperti Raskin dan BLSM. Namun, apakah ibu-ibu rumah tangga dan para petani peduli dengan apa yang terjadi di Senayan? – dibandingkan dengan informasi tentang harga beras dan cabe. Petani adalah produsen dua komoditas ini, sedangkan ibu-ibu rumah tangga adalah konsumennya. Jumlah keduanya, seperti kita tahu, amat besar, mayoritas. Apakah mereka bukan publik media?Kita memiliki media dengan jumlah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat kita. Berita-berita yang disiarkan juga sangat banyak dan bervariasi. Namun hanya sedikit informasi yang secara langsung fungsional bagi sebagian besar publik. Situasi ini dikonsepsikan – dalam metafor – sebagai banjir informasi. Sebagai banjir (air), tidak banyak air yang bisa diminum; sebagai banjir informasi, tidak banyak informasi yang memiliki kemanfaatan praktis. Kepentingan publik tak terhubung dengan informasi yang dipasokkan media, atau dalam istilah Postman, terjadi dikontekstualisasi. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apa pengaruhnya terhadap kualitas informasi?
Digital Online Dan Trust Dalam Hubungan Antara Tokopedia Dengan Pengguna Layanan Mohansyah, Alessander; Parani, Rizaldi
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.125 KB)

Abstract

Maraknya bisnis e-commerce yang ada di Indonesia tidak terlepas dari semakin banyaknya penggunaan layanan digital online pada masyarakat.Hal ini mendorong perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang e-commerce berkompetisi untuk memberikan pelayanan online yang terbaik bagi para pelanggan dan penggunanya.Mulai dari layanan transaksi pembayaran terhadap penjualan produk hingga yang terbaru adalah layanan pembayaran tagihan. Namun demikian layanan yang terakhir ini nampaknya masih jarang digunakan oleh para pelanggan karena belum adanya kepercayaan yang tumbuh dalam konteks hubungan antara pelanggan dengan perusahaan penyedia jasa layanan. Tokopedia merupakan salah satu perusahaan yang sedang berupaya untuk menanamkan kepercayaan kepada para pelanggannya untuk mau melakukan transaksi pembayaran tagihan melalui online.Oleh karenanya, studi ini mencoba memberikan gambaran tentang strategi yang dilakukan oleh Tokopedia untuk membangun hubungan dengan para pelanggannya menyangkut penggunaan transaksi layanan pembayaran tagihan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif yang menggunakan Tokopedia sebagai unit analisa. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara mendalam terhadap satu orang key informant dan dua orang informant yang mewakili Tokopedia.

Page 4 of 15 | Total Record : 148