cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
STRUKTUR NARASI, FUNGSI DAN NILAI BUDAYA DALAM KUMPULAN LEGENDA DI KALIMANTAN TENGAH Darlam Bagus, Andreow Kony
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v9i2.7475

Abstract

Narrative Structure, Function, and Cultural Values in Legends of CentralKalimantan. Research entitled is motivated by the interest of researcher topreserve the legend of the area that is now almost extinct and forgotten by thecommunity. This study aims to describe (1) the structure of narrative in legends ofcentral kalimantan, (2) the function of legend in legendsof central kalimantan, (3)cultural values in legends of central kalimantan. This research used a descriptivemethod. the data source can be from fifteen legends in central kalimantan creationby Prof. Drs. Kumpiady Widen, MA, Ph. D then collected through severaltechniques, classified, analyzed, and concluded. Based on the results of dataanalysis, it can be concluded that of the fifteen legends that have been analyzed,there are ten local legends and five individual legends. Based on analysis of thenarrative structure, the five narrative stages are found from the fifteen legends.Based on analysis of legend?s function, the six functions of legend used as theory inthis study, only found four functions of legend, the function of legend to help theeducation of young people, increase feelings of solidarity of group, socialsanctions for people who behave well or punish, and last as a means of socialcriticism. based on analysis of the cultural values contained in these fifteen legendsfound five cultural values, namely: the cultural values of human life, the culturalvalues of human works, the cultural values of human perceptions of time, thecultural values of the human view of nature and the latter are cultural valueshuman relationships with others. Key words: naration structure, legendary function, culture values Abstrak Struktur Narasi, Fungsi, dan Nilai Budaya dalam Kumpulan Legenda diKalimantan Tengah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penelitiuntuk melestarikan legenda daerah yang sekarang sudah hampir punah dandilupakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Strukturnarasi dalam kumpulan legenda di Kalimantan Tengah (2) Fungsi legenda dalamkumpulan legenda di Kalimantan Tengah (3) Nilai Budaya dalam kumpulanlegenda di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data didapat dari lima belas legenda yang ada di Kalimantan Tengahkarya Prof. Drs. Kumpiady Widen, MA, Ph. D. Berdasarkan analisis mengenaistruktur narasi, kelima tahap narasi ditemukan dari lima belas legenda tersebut.Berdasarkan analisis mengenai fungsi legenda, dari enam fungsi legenda yang dijadikan teori dalam penelitian ini hanya ditemukan empat fungsi legenda.Berdasarkan analisis mengenai nilai budaya yang terkandung dalam kelima belaslegenda tersebut ditemukan lima nilai budaya, yaitu nilai budaya tentang hidupmanusia, nilai budaya tentang karya manusia, nilai budaya persepsi manusiatentang waktu, nilai budaya pandangan manusia terhadap alam dan yang terakhirnilai budaya hubungan manusia dengan sesama. Kata-kata kunci: struktur narasi, fungsi legenda, nilai budaya
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA PERISTIWA TUTUR KAMPANYE PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA AGUNG MULYA KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR Perdana, Indra
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v9i2.7480

Abstract

Abstract Code Switching and Code Mixing in The Village Chief Election CampaignAgung Mulya Village, East Kotawaringin Regency. This research describe codeswitching and code mixing along with its causal factors in the event of the villagechief election campaign in Agung Mulya Village, East Kotawaringin Regency andits implications. This study uses a qualitative approach. The subjects of this studywere prospective village heads and communities who held conversations inelection campaign activities. Data collection uses the refer, record and writingmethod. Data were analyzed by descriptive method with coding steps andclassification. The validity of the data is obtained through semantic validity test,and reliability using intra-rater and inter-rater. The results of this study can beconcluded related to the forms of code switching (internal) including, interlanguagecodeswitching,andcodeswitchingbetweenvariousandmixedcodeintoandmixed code out. Factors that cause code interference include; (a) limitedlanguage mastery, (b) speaker habits, and (c) facilitating speech intent andpurpose. Key words: code switching and code mixing, campaignAbstrakAlih Kode Dan Campur Kode Pada Peristiwa Tutur Kampanye PemilihanKepala Desa Di Desa Agung Mulya Kabupaten Kotawaringin Timur. Penelitianini bertujuan mendeskripsikan alih kode dan campur kode beserta faktor-faktorpenyebabnya pada peristiwa tutur kampanye pemilihan kepala desa di Desa AgungMulya Kabupaten Kotawaringin Timur serta implikasinya. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah calon kepaladesa dan masyarakat yang melakukan percakapan dalam kegiatan kampanyepemilihan kepala desa. Pengumpulan data menggunakan metode simak, rekam dancatat. Data dianalisis dengan metode deskriptif dengan langkah pengkodean danpengklasifikasian. Keabsahan data diperoleh melalui uji validitas sematik, danreliabilitas menggunakan intra-rater dan inter-rater. Hasil penelitian ini dapatdisimpulkan terkait dengan bentuk-bentuk alih kode (internal) meliputi, alih kode antar bahasa, dan alih kode antar ragam dan Campur kode ke dalam dan campurkode ke luar. Faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode meliputi; (a)keterbatasan penguasaan bahasa, (b) kebiasaan penutur, dan (c) memudahkanmaksud dan tujuan tutur. Kata-kata kunci: campur kode, alih kode, kampanye
KAHAW VERSUS NGAHAW: SINONIMI KATA KERJA DALAM KALIMAT IMPERATIF BAHASA BAKUMPAI Royani, Ida
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v9i2.7474

Abstract

Abstract Kahaw versus Ngahaw: Sinonimi Verbs In The Imperative Sentence ofBakumpai Language. This study aims to describe the imperative verbs used inBakumpai language command sentences. Command sentences are sentences thatintend to give orders or can also contain a prohibition for someone not to dosomething. The command sentence contains the verb element followed by theobject. For example, in the command sentence: Bring the book! The commandsentence spoken by the speaker contains the hope that the other person will reactor respond, both verbal and nonverbal responses. This study used descriptivequalitative method. The research data were obtained from oral data, namely theinformants and the researchers themselves as native speakers of Bakumpai. Thereare a number of verbs used in Bakumpai language command sentences which aredefinitely different from other language verbs. For example, verbs kahaw andngahaw which mean 'call'. The two verbs are used in Bakumpai languagecommand sentences and are interpreted the same even though the form isdifferent. Apart from the verbs of kahaw and ngahaw, there are other similarimperative verbs. A number of imperative verbs are used in two categories ofcommand sentences, namely (1) a command sentence asking someone to takeaction, and (2) a sentence of disobedience or prohibition. Command sentences inwritten language are marked with an exclamation point (!) At the end of thesentence, and there are auxiliary words that serve to refine utterances such as'pang' and 'my account'. Whereas in spoken language the most obvious marker ofintonation is rising at the beginning. Key words: kahaw versus ngahaw, sinonimi, imperatif, BakumpaiAbstrak Kahaw versus Ngahaw: Sinonimi Kata Kerja dalam Kalimat Imperatif BahasaBakumpai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata kerja imperatifyang digunakan dalam kalimat perintah bahasa Bakumpai. Kalimat perintahadalah kalimat yang bermaksud memberikan perintah atau dapat juga berisilarangan kepada seseorang untuk tidak melakukan sesuatu. Kalimat perintahmengandung unsur kata kerja yang diikuti objek. Misalnya, pada kalimat perintah:Ambilkan buku itu! Kalimat perintah yang dituturkan oleh pembicara berisiharapan agar lawan bicara memberikan reaksi atau tanggapan, baik berupatanggapan verbal maupun nonverbal. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif ? kualitatif. Data penelitian diperoleh dari data lisan yaitu informan dan peneliti sendiri sebagai penutur asli bahasa Bakumpai. Ada sejumlah kata kerjayang digunakan dalam kalimat perintah Bahasa Bakumpai yang sudah pastiberbeda dengan kata kerja bahasa lain. Misalnya, kata kerja kahaw dan ngahawyang bermakna ?panggil?. Kedua kata kerja itu dipakai dalam kalimat perintahbahasa Bakumpai dan dimaknai sama meskipun bentuknya berbeda. Selain katakerja kahaw dan ngahaw, masih ada kata kerja imperatif lain yang serupa.Sejumlah kata kerja imperatif ini dipakai dalam dua kategori kalimat perintah,yakni (1) kalimat perintah meminta seseorang untuk melakukan tindakan, dan (2)kalimat perintah ingkar atau larangan. Kalimat perintah dalam bahasa tulisditandai dengan tanda seru (!) pada akhir kalimat, dan ada kata bantu yangberfungsi memperhalus ucapan seperti ?pang? dan ?akangku?. Sedangkan dalambahasa lisan penanda yang paling jelas adanya pola intonasi yakni naik padabagian awal. Kata-kata kunci: kahaw versus ngahaw, sinonimi, imperatif, Bakumpai
PENGGUNAAN UNSUR REFERENSI DALAM WACANA POLITIK PADA SURAT KABAR BANJARMASIN POST EDISI FEBRUARI 2017 Hermansyah, Hermansyah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v9i2.7479

Abstract

Abstract The Use of Reference Elements in Political Discourse on the Newspaper ofBanjarmasin Post February 2017 Edition. The purpose of this study was todescribe the use of elements (1) persona references, (2) demonstrative references,and (3) comparative references contained in written discourse in the dailynewspaper of Banjarmasin Post February 2017 edition. This research is conductedby using qualitative approach with descriptive research method. Sources of data inthis study is the discourse in the newspaper. Data was extracted by usingdocumentation techniques. To analyze the data used qualitative analysistechniques. Based on the results of research on the Use of Reference Elements inPolitical Discourse on Newspaper of Banjarmasin Post Edition February 2017.The conclusion (1) there is the use of elements (a) references persona, (b)demonstrative reference, and (c) comparative reference in the political discourseof the letter news of Banjarmasin Post, February 2017 edition. (2) It is concludedthat of the twenty-four political discourses found it is stated that the more dominantpersona reference is used with 25 words, the demonstrative references with 24words, and comparative references with a single form. The first person referenceexample, that is me, and us, the third persona reference, that is, he, them, and theresearcher does not find a form that contains a second person reference, contains ademonstrative reference of time, ie today, yesterday, later, tomorrow, then, now.Demonstrative reference of place, that is, that, Peat, Batola, Amutai, Jakarta,comparative reference, that is the same thing. Key words: use of reference elements, political discourseAbstrak Penggunaan Unsur Referensi dalam Wacana Politik pada Surat KabarBanjarmasin Post Edisi Februari 2017. Tujuan penelitian ini adalah untukmendeskripsikan penggunaan unsur (1) referensi persona, (2) referensidemonstratif, dan (3) referensi komparatif yang terdapat dalam wacana tulis di surat kabar harian Banjarmasin Post edisi Februari Tahun 2017. Penelitian inidilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodepenelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah wacana dalam suratkabar. Penggalian data ditempuh dengan menggunakan teknik dokumentasi. Untukmenganalisis data digunakan teknik analisis kualitatif. Berdasarkan hasilpenelitian tentang Penggunaan Unsur Referensi dalam Wacana Politik pada SuratKabar Banjarmasin Post Edisi Februari 2017. Diperoleh kesimpulan (1)terdapatnya penggunaan unsur (a) referensi persona, (b) referensi demonstratif,dan (c) referensi komparatif dalam pada wacana politik surat kabar BanjarmasinPost edisi Februari 2017. (2) Disimpulakan bahwa dari dua puluh empat wacanapolitik yang ditemukan dinyatakan bahwa referensi persona lebih dominandigunakan dengan 25 wujud kata, sedangkan referensi demonstratif dengan 24wujud kata, dan referensi komparatif dengan satu wujud kata. Contoh referensipersona pertama, yaitu saya, kami, dan kita, referensi persona ketiga, yaitu -nya,ia, dia, mereka, dan peneliti tidak menemukan wujud kata yang mengandungreferensi persona kedua, mengandung referensi demonstratif waktu, yaitu hari ini,sebelumnya, kemarin, nanti, besok, lalu, saat ini. Referensi demonstratif tempat,yaitu ini, itu, Gambut, Batola, Amutai, Jakarta, referensi komparatif, yaitu halyang sama. Kata-kata kunci: penggunaan unsur referensi, wacana politik
PELANGGARAN DAN KEPATUHAN PRINSIP KERJA SAMA SERTA IMPLIKATURNYA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI (VIOLATION OF THE PRINCIPLE COOPERATION AND COMPLIANCE AS WELL AS IMPLICATURES IN RONGGENG DUKUH PARUK NOVEL) Mahdiah, Mahdiah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v6i1.3737

Abstract

Pelanggaran dan Kepatuhan Prinsip Kerja Sama serta Implikaturnya dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Penelitian ini akan mengkaji (1) Bagaimana pelanggaran prinsip kerja sama serta implikaturnya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari? (2) Bagaimana kepatuhan prinsip kerja sama serta implikaturnya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari? Tujuan yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan pelanggaran dan kepatuhan prinsip kerja sama serta implikaturnya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dan jenis penelitian kualitatif serta metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Hasil simpulan penelitian diperoleh mencakup dua subbagian. Pertama, implikatur percakapan atau33implikatur percakapan, mencakup (1) Kepatuhan terhadap maksim, yaitu (a) Kepatuhan terhadap maksim kuantitas dan implikaturnya, (b) Kepatuhan terhadap maksim kualitas dan implikaturnya, (c) Kepatuhan terhadap maksim cara dan implikaturnya, dan (d) Kepatuhan terhadap maksim hubungan dan implikaturnya. (2) Pelanggaran terhadap maksim, yang mencakup, yaitu (a) Pelanggaran terhadap maksim kuantitas dan implikaturnya, (b) Pelanggaran terhadap maksim kualitias dan implikaturnya, (c) Pelanggaran terhadap maksim cara dan implikaturnya, dan (d) Pelanggaran terhadap maksim hubungan dan implikaturnya. Kedua, Implikatur konvensional dianalisis berdasarkan hubungan makna yang secara konvensional diketahui oleh peserta percakapan. Dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk makna konvensional didasarkan pada budaya Jawa.Kata-kata kunci: implikatur konvensional, implikatur percakapan
PRAANGGAPAN DALAM CERITA SI PALUI PADA SURAT KABAR HARIAN BANJARMASIN POST EDISI JUNI 2015 (PRESUPPOSITIONS IN THE STORY OF SI PALUI IN BANJARMASIN POST NEWSPAPER IN JUNE 2015 EDITION) Puspamyati, Puspamyati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v6i2.3754

Abstract

Praanggapan dalam Cerita Si Palui pada Surat Kabar Harian Banjarmasin Post Edisi Juni 2015.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praanggapan dalam wujud jenis-jenis praanggapanyang meliputi: 1. praanggapan eksistensial, 2. praanggapan faktual, 3. praanggapan leksikal, 4.praanggapan struktural, 5. praanggapan nonfaktual, dan 6. praanggapan kontrafaktual dalam cerita SiPalui pada surat kabar harian Banjarmasin Post edisi Juni 2015.Penelitian ini menggunakan pendekatan222kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Adapun jenis penelitian yangdigunakan, yaitu berupa penelitian non-eksperimen sebab penelitian ini tidak melakukan percobaan,melainkan sebuah studi pustaka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumberdata penelitian ini adalah naskah-naskah cerita Si Palui yang terdapat pada surat kabar harianBanjarmasin Post edisi Juni 2015 dan data yang digunakan adalah tuturan-tuturan dalam teks ceritaSi Palui. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data. Adapun teknikanalisis data yang digunakan, yaitu teknik analisis isi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendirisebagai instrumen utama, namun peneliti membuat kisi-kisi sebagai bentuk instrumen yang menunjangkelancaran kerja.Hasil penelitian terhadap analisis data berupa tuturan dalam cerita Si Palui padasurat kabar harian Banjarmasin Post edisi Juni 2015 menemukan wujud praanggapan yang munculpada tuturan cerita Si Palui berjenis praanggapan eksistensial dengan jenis: 1) praanggapan eksistensialkepemilikan, 2) praanggapan eksistensial keberadaan, dan 3) praanggapan eksistensial karakter.Praanggapan faktual,praanggapan leksikal, dan praanggapan struktural, dengan jenis 1) praanggapanstruktural dengan penanda kata tanya apa, 2) praanggapan struktural dengan penanda kata tanyasiapa, 3) praanggapan struktural dengan penanda kata tanya kapan, 4) praanggapan struktural denganpenanda kata tanya di mana, 5) praanggapan struktural dengan penanda kata tanya mengapa, dan 6)praanggapan struktural dengan penanda kata tanya bagaimana. Dan wujud praanggapan nonfaktual,serta wujud praanggapan kontrafaktual.Kata-kata kunci: praanggapan, Palui, cerita
KAJIAN JENIS, FUNGSI, DAN MAKNA MANTRA BAKUMPAI (TYPES, FUNCTIONS, AND MEANING ANALYSIS OF BAKUMPAI MANTRAS) Noormaidah, Noormaidah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v7i1.3770

Abstract

Kajian Jenis, Fungsi, dan Makna Mantra Bakumpai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasidan mendeskripsikan jenis, fungsi dan makna mantra Bakumpai yang terdapat di Desa Jarenang, DesaAsia Baru, dan Desa Kabuau kecamatan Kuripan kabupaten Batola propinsi Kalimantan Selatan, sertaDesa Palangkau Baru kecamatan Kapuas Murung kabupaten Kapuas propinsi Kalimantan Tengah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa teks mantra Bakumpai yang diperoleh dari hasilwawancara dengan masyarakat Bakumpai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencatat danmerekam mantra yang diucapkan informan. Hasil penelitian ini adalah (1) mantra Bakumpai memilikilima jenis, yaitu; mantra adat istiadat, mantra pengobatan, mantra pelindung, mantra pemikat/pengasih, dan mantra penimbul rasa benci. Mantra-mantra tersebut memiliki struktur yang berbentukterikat dan berbentuk bebas. (2) fungsi mantra Bakumpai adalah sebagai pengantar atau alat danmemperkuat permohonan doa kepada sang pencipta, baik secara langsung maupun melalui perantararoh-roh leluhur dan makhluk halus. (3) makna mantra Bakumpai berkenaan dengan hubungan96manusia dengan Tuhan, berkenaan dengan hubungan manusia dengan roh-roh leluhur, berkenaandengan hubungan manusia dengan sesamanya, berkenaan dengan hubungan manusia dengan dirisendiri, dan berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam sekitar.Kata-kata kunci: mantra bakumpai, jenis, fungsi, makna
KETERBACAAN BUKU AJAR BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (TEXT BOOK READABILITY OF INDONESIAN LANGUAGE IN JUNIOR HIGH SCHOOL) Reni Anggraeni, Akhmad Yazidi Lilis Selestyawati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v7i2.4428

Abstract

Keterbacaan Buku Ajar Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama. Keterbacaan berkaitandengan dapat dibacanya teks secara cepat, mudah dimengerti, mudah dipahami, dan mudah diingatserta sesuai dengan tingkat pembelajar. Beberapa fomula keterbacaan, antara lain:Flesh Grade Level,Flesh Reading Ease, Forcast, formula Spache, formula Daledan Chall, formula SMOG, grafiks Fry, grafiksRaygor, indeks FOG, dan Tes Cloze. Keterbacaan bahasa Indonesia buku ajar di sekolah MenengahPertama, dari hasil penelitian disimpulkan bahwa hanya 13.88% bahan ajar yang sesuai dengan tingkatkelas VII. Sebagian besar lainya lebih tinggi dan sebagian kecil lainnya lebih rendah dari kelas VII.Kata-kata kunci: keterbacaan, formula
URUTAN LOGIS DAN TEMPORAL DALAM NOVEL KUBAH KARYA AHMAD TOHARI (THE LOGICAL AND TEMPORAL PLOTS OF KUBAH NOVEL BY AHMAD TOHARI) Asi, Yuliati Eka
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v3i2.4553

Abstract

AbstractThe Logical and Temporal Plots of Kubah Novel by Ahmad Tohari.‘Kubah’ is the firstnovel of Ahmad Tohari which tells life issues of Karman with the background of September30th, 1965 events. In this novel Ahmad Tohari depicts the travail, inner and outerexperiences, and religious life of Karman when he joined the communist party. Thisnovel does not only provide the analysis of intrinsic factors that develops a story, liketheme, characterization, and causality relationship, but also discusses the logical andtemporal plots, as well as the illogical and extemporal plots. The objective of this researchis to find out description of: (1) the logical and temporal plots of ‘Kubah’ novel byAhmad Tohari, (2) the plots used in relation to the logical and temporal plots of ‘Kubah’novel by Ahmad Tohari, (3) the causality relationship of logical and temporal plots of‘Kubah’ novel by Ahmad Tohari. The method used in this research is descriptive methodwhich is to answer questions by gathering, classifying, analyzing or data processing,and drawing conclusion. Based on the data analysis, it can be found in this researchthat ‘Kubah’ novel has some texts that shows the logical and temporal plots, they are:(1) depiction of plot, there is a mixed plot of forward plot, then back plot, and finallyforward plot within 11 story parts, (2) depiction of logical sequence, there are 69paragraphs of text that show logic, (3) depiction of temporal, there are 11 paragraphsof text that show temporal sequence, (4) depiction of relation of plot and logical andtemporal sequences, there are 13 paragraphs of text, (5) depiction of relation of logicaland temporal sequences, there are 31 paragraphs of text, (6) depiction of causalityrelationship with logical and temporal sequences, there are 8 paragraphs of text.Keywords: logical sequence, temporal sequence, plot, causality relationshipAbstrakUrutan Logis dan Temporal dalam Novel Kubah karya Ahmad Tohari. Kubah adalahnovel pertama karya Ahmad Tohari yang mengisahkan masalah kehidupan tokohKarman dengan latar belakang peristiwa 30 September 1965. Dalam novel ini, AhmadTohari melukiskan penderitaan, pengalaman lahir batin, dan kehidupan religi tokohKarman ketika bergabung dengan partai komunis. Bertolak dari kenyataan bahwadalam novel tidak hanya selalu menyajikan analisis tentang unsur intrinsik yangmembangun jalannya cerita, seperti tema, penokohan serta sebab akibat suatu peristiwa.Namun juga membicarakan sesuatu, yaitu urutan cerita yang logis dan temporal, sertayang tidak logis dan tidak temporal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperolehdeskripsi tentang (1) urutan logis dan temporal dalam novel Kubah karya AhmadTohari, (2) alur cerita yang digunakan dalam hubungannya dengan urutan logis dantemporal dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari, (3) hubungan kausalitas denganurutan logis dan temporal dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari. Metode yang197digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu menjawab masalahdengan cara mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan menganalisis atau mengolahdata serta membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, dalam penelitian yangmenganalisis novel Kubah ini terdapat beberapa teks yang menunjukkan atau yangmenggambarkan urutan logis dan temporal, yaitu (1) gambaran alur, terdapat alurcampuran, yaitu alur maju kemudian alur mundur dan kembali ke alur maju dengansebelas bagian cerita, (2) gambaran urutan logis, terdapat 69 (enam puluh sembilan)teks paragraf yang menunjukkan kelogisan, (3) gambaran temporal, terdapat 11(sebelas) teks paragraf yang menyatakan urutan temporal, (4) gambaran hubunganalur dengan urutan logis dan temporal, terdapat 13 (tiga belas) teks paragraf, (5)gambaran hubungan urutan logis dengan temporal, terdapat 31 (tiga puluh satu ) teksparagraf, (6) gambaran hubungan kausalitas dengan urutan logis dan temporal,terdapat 8 (delapan) teks paragraf .Kata-kata kunci: urutan logis, urutan temporal, alur, hubungan kausalitas
UNSUR PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERIBAHASA BANJAR (THE ELEMENTS OF CHARACTER EDUCATION ON BANJARESE PROVERBS) Samrah, Samrah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v4i1.3791

Abstract

Unsur Pendidikan Karakter dalam Peribahasa Banjar. Penelitian ini bertujuan untukmemperoleh deskripsi atau gambaran yang objektif tentang unsur pendidikan karakter dalamperibahasa Banjar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian adalahsumber tertulis dalam bentuk buku atau hasil penelitian dan sumber lisan melalui wawancaradengan narasumber atau informan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1)Wujud pendidikan nilai agama yang terdapat dalam peribahasa Banjar, yaitu nilai karakter takutkepada Tuhan, nilai karakter bersyukur kepada Tuhan. (2) Wujud pendidikan nilai moral yangterdapat dalam peribahasa Banjar, yaitu nilai karakter jujur, nilai karakter bertanggung jawab,nilai karakter bergaya hidup sehat, nilai karakter disiplin, nilai karakter kerja keras, nilai karakterpercaya diri, nilai karakter berpikir logis, kritis dan inovatif, nilai karakter mandiri, nilai karakteringin tahu, dan nilai karakter cinta ilmu. (3) Wujud pendidikan nilai sosial yang terdapat dalamperibahasa Banjar, yaitu nilai karakter sadar akan hak dan kewajiban orang lain, nilai karakterpatuh pada aturan-aturan sosial, nilai karakter menghargai karya dan prestasi orang lain, nilaikarakter santun, dan nilai karakter demokratis.Kata-kata kunci : pendidikan karakter, peribahasa banjar

Page 1 of 18 | Total Record : 176