cover
Contact Name
Agus Alim Hakim
Contact Email
agusalim@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622932
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Division of Fisheries Resources Management, Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science Bogor Agricultural University Jl. Agatis, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Tropical Fisheries Management
ISSN : 25988603     EISSN : 26148641     DOI : https://doi.org/10.29244/jppt.v1i1.20146
Journal of Tropical Fisheries Management (JPPT) is a scientific journal that is published electronically and in print relating to research results, and scientific proposals on fish biodiversity, fisheries biology, fish stock studies, fisheries policies, ecosystem-based fisheries management, capture technology, fishery product utilization, fish trade, fisheries management area planning, and local wisdom in tropical fisheries management to realize sustainable fisheries resources.
Articles 52 Documents
TRUSS MORPHOMETRIC APPROACH FOR POPULATION KINSHIP ANALYSIS OF CHERAX QUADRICARINATUS (VON MARTENS, 1868) IN WEST JAVA WATERS Mashar, Ali; Wahyuni, Yuyun Sri; Hakim, Agus Alim; Wardiatno, Yusli
Journal of Tropical Fisheries Management Vol. 3 No. 2 (2019): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.856 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i2.30432

Abstract

Lobster air tawar spesies Cherax quadricarinatus berasal dari perairan Australia dan Papua Nugini. Pengukuran morfometrik merupakan salah satu teknik dalam membedakan bentuk tubuh dari suatu populasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kekerabatan populasi pada lobster air tawar dari perairan Jawa Barat berdasarkan pendekatan truss morphometric. Beberapa karakter morfometrik dilakukan pengukuran dengan jumlah total sampel sebanyak 133 individu yang meliputi 20 individu dari Waduk Darma, 38 individu dari Situ Kemang, dan 75 individu dari Situ Kemuning. Hasil analisis kluster didapatkan bahwa populasi Cherax quadricarinatus yang berasal dari Situ Kemuning memiliki kekerabatan lebih dekat dengan Situ Kemang dibandingkan dengan Waduk Darma. Adanya perbedaan karakter morfometrik diduga terjadi karena perbedaan kondisi lingkungan pada ketiga populasi. Analisis diskriminan menunjukkan bahwa C. quadricarinatus yang beraal dari Waduk Darma, Situ Kemang, dan Situ Kemuning masing-masing terklasifikasi dengan tepat yaitu sebesar 100%, 63,2%, dan 76%. Sementara itu, terdapat 4 karakter utama yang dapat membedakan populasi dari semua lokasi (C4, B5, D6, dan A6).
ANALYSIS OF MORPHOMETRIC DIVERSITY OF BLUE SWIMMING CRAB (PORTUNUS PELAGICUS LINNAEUS, 1758) IN WPP 712 AS A BASE MANAGEMENT Safira, Alfia; Zairion, Zairion; Mashar, Ali
Journal of Tropical Fisheries Management Vol. 3 No. 2 (2019): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1570.114 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i2.30175

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki wilayah persebaran yang beragam di Indonesia, salah satunya adalah Laut Jawa. Wilayah persebaran yang beragam menyebabkan kondisi lingkungan yang berbeda, sehingga diduga dapat menimbulkan keragaman morfometrik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keragaman morfometrik P. pelagicus di WPP 712 untuk menggambarkan kondisi unit stok rajungan di wilayah tersebut. Lokasi pengambilan contoh berada di Pulau Lancang, Cirebon, dan Madura. Pengukuran karakter morfometrik rajungan dilakukan dengan metode baku. Hasil yang didapat pada analisis Kruskall-Wallis terdapat 4 karakter pembeda pada metode baku. Analisis kluster memperlihatkan bahwa P. pelagicus di Pulau Lancang dan Cirebon membentuk kelompok yang sama, sedangkan P. pelagicus di Madura membentuk kelompok yang terpisah. Analisis diskriminan menunjukkan terdapat tiga populasi P. pelagicus, yaitu populasi Pulau Lancang, Cirebon, dan Madura. Berdasarkan hasil yang didapat P. pelagicus yang berada di WPP 712 memiliki potensi lebih dari satu unit stok.
RISIKO POPULASI SUMBERDAYA IKAN DI PERAIRAN SELAT SUNDA Pratiwi, Dwi Muninggar; Yonvitner, Yonvitner; Fahrudin, Achmad
Journal of Tropical Fisheries Management Vol. 3 No. 1 (2019): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.553 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i1.30174

Abstract

Rezim pengelolaan perikanan perikanan Indonesia saat ini masih dianggap memiliki rezim open acces, dimana pemanfaatan dapat dilakukan oleh semua orang. Hal ini menyebabkan upaya penangkapan ikan di Selat Sunda juga tinggi dan penangkapan ikan terus mengalami peningkatan. Alat tangkap yang digunakan sangat beragam sehingga memiliki potensi penangkapan yang tidak terkendali. Saat ini, hasil tangkapan yang diperoleh dari berbagai jenis alat tangkap mengalami penurunan, baik jumlah maupun ukuran tertangkap yang semakin kecil. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerentanan sumberdaya ikan terhadap dinamika suhu permukaan laut di Perairan Selat Sunda berdasarkan data produktivitas dan suseptabilitas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai September 2018. Ikan contoh diperoleh di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Banten. Metode untuk analisis kerentanan, yaitu analisis produktivitas dan suseptibilitas (PSA). Hasil nilai PSA ikan kurisi, kembung lelaki, kuniran dan selar kuning menunjukkan bahwa tingkat resiko kerentanan rendah (<1,6). Ikan kurisi (Nemipterus japonicus), kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta), kuniran (Upeneus moluccensis), dan selar kuning (Sardinella leptolepis) memiliki kemampuan yang tinggi untuk mempertahankan populasinya dari aktivitas penangkapan. Hasil indeks kerentanan menunjukkan bahwa ikan selar kuning memiliki nilai paling tinggi dibandingkan dengan ketiga ikan lainnya karena fekunditas dan pola rekrutmen yang rendah.
PREFERENSI MAKANAN IKAN KEMBUNG LELAKI (RASTRELLIGER KANAGURTA CUVIER, 1816) TERHADAP KLOROFIL-A Salsabila, Sahda; Affandi, Ridwan
Journal of Tropical Fisheries Management Vol. 3 No. 1 (2019): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.111 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i1.29672

Abstract

Kandungan klorofil-a yang tinggi akan berpengaruh pada meningkatnya jumlah fitoplankton dan diikuti oleh keberadaan zooplankton. Jumlah fitoplankton dan zooplankton berpengaruh pada organisme perairan lainnya, seperti ikan pelagis kecil. Ikan kembung lelaki merupakan ikan ekonomis dan banyak dikonsumsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komposisi makanan ikan kembung lelaki dengan konsentrasi klorofil-a. Penelitian ini dilaksanakan sejak Mei 2018 sampai September 2018, di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing, Lampung dengan pengambilan sampel sebanyak 240 ekor yang terdiri atas 140 ekor jantan dan 101 ekor betina. Hasil pengamata menunjukkan bahwa ikan kembung lelaki memanfaatkan fitoplankton, zooplankton, ikan, udang, dan crustace sebagai makanannya. Komposisi makanan fitoplankton kelas Bacillariophyceae mendominasi isi lambung ikan kembung lelaki selama waktu pengamatan. Konsentrasi klorofil-a di perairan Selat Sunda cenderung meningkat selama waktu pengamatan. Puncak komposisi fitoplankton terdapat pada bulan Agustus yang diduga terjadi upwelling. Komposisi fitoplankton terendah terdapat pada bulan Mei dengan konsentrasi klorofil-a di perairan lebih rendah daripada waktu lainnya.
FISHERMEN INCOME AND WELFARE FROM THE PROFIT SHARING SYSTEM IN THE SUNDA STRAIT Wafi, Hanif; Yonvitner, Yonvitner; Yulianto, Gatot
Journal of Tropical Fisheries Management Vol. 3 No. 2 (2019): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1356.253 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i2.30164

Abstract

The welfare level of fisher can be determined from the catches obtained from fishery activities. High and low catches one of which is affected by different fishing seasons. This study aims to identify catch production based on the season, and determine the welfare level of small-scale and large-scale fisher from the catches of fisher who are around the waters of the Sunda Strait. The research was conducted in May 2019 at PPP Labuan, Banten and PPP Lempasing, Bandar Lampung. Data collection was carried out by stratified random sampling method based on strata according to small scale fisher (below 10 GT) and large scale fisher (above 10 GT) consist of captains, boat interpreters, and boat crew as much 30 fishers. The production of fish catches in the Sunda Strait varies from season to season. The peak season occurs between July to October, and the famine season occurs in November to February, and the rest is moderate or transitional. The welfare level of fisher in the Sunda Strait is at a high level of welfare (56.67 percent) and moderate (43.33 percent). Fisher with high welfare level is mostly found in large-scale boat fisher (above 10 GT) and who serve as captain and interpreter.
REPRODUKSI IKAN KEMBUNG LELAKI (RASTRELLIGER KANAGURTA CUVIER, 1816) KAITANYA DENGAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN SELAT SUNDA Putera, Muhammad Luthfi Alif; Setyobudiandi, Isdrajad
Journal of Tropical Fisheries Management Vol. 3 No. 1 (2019): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4520.846 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i1.29632

Abstract

Ikan kembung lelaki merupakan ikan ekonomis penting yang banyak dinikmati masyarakat. Tingkat permintaan yang beresiko menurunkan ketersediaan stok dan dapat menggangu kemampuan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek biologi reproduksi ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) yang dipengaruhi suhu permukaan air laut di daerah penangkapan ikan perairan Selat Sunda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2018. Data primer yang diperoleh dengan menggunakan teknik Penarikan Contoh Acak Berlapis (PCAB). Total ikan yang diambil selama penelitian sebanyak 546 ekor. Nisbah kelamin ikan kembung lelaki senilai 1:0,65 dengan dominansi ikan jantan. Fekunditas ikan kembung lelaki berkisar pada 2314-96924 butir telur dengan rata-rata 24075 butir telur. Puncak pemijahan ikan kembung lelaki pada bulan Juli dan Agustus dengan tipe pemijahan partial spawner. Ikan kembung lelaki jantan mencapai ukuran pertama kali matang gonad (Lm) pada ukuran 193,8 mm dan betina 177,9 mm. Pola kematangan gonad ikan selama per 6 bulan dipengeruhi oleh nilai suhu permukaan laut.
KETERKAITAN KEMATANGAN GONAD IKAN SELAR KUNING (SELAROIDES LEPTOLEPIS CUVIER, 1833) DENGAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN SELAT SUNDA Mustofa, Muhamad Bisri; Setyobudiandi, Isdrajad
Journal of Tropical Fisheries Management Vol. 3 No. 1 (2019): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.413 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i1.29583

Abstract

Ikan selar kuning (Selaroides leptolepis) merupakan salah satu ikan pelagis kecil dari famili Carangidae yang memiliki bentuk tubuh pipih dan memanjang. Tujuan penelitian untuk menganalisis keterkaitan kematangan gonad ikan selar kuning (Selaroides leptolepis) dengan suhu permukaan laut di perairan Selat Sunda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-September 2018 di perairan Selat Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penarikan contoh acak sederhana (PCAS) dengan jumlah sampel 465 ekor ikan. Hasil penelitian ini didapatkan ikan selar kuning mengalami ukuran pertamakali matang gonad pada ukuran 121 mm (betina) dan 134 mm (jantan). Berdasarkan analisis tingkat kematangan gonad ikan selar kuning (Selaroides leptolepis) melakukan pemijahan antara bulan Agustus- September. Adapun kematangan gonad ikan selar kuning berkaitan kuat dengan suhu permukaan laut di perairan selat sunda, dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 68,51%.
STRUKTUR POPULASI IKAN TANGKAPAN DIPERAIRAN SELAT MADURA Akmal, Surya Gentha; Fadlian, Rikza; Prismayanti, Ageng Dwi; Rahayu, Siti Mira
Journal of Tropical Fisheries Management Vol. 3 No. 1 (2019): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4348.541 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i1.29582

Abstract

Sebagai sumberdaya yang terbarukan, sumberdaya ikan Selat Madura sangat penting arti keberadaaanya bagi penopang kehidupan masyarakat sekitarnya. Informasi mengenai sumberdaya ikan diperlukan untuk merancang setiap aktivitas yang sedang dan akan datang. Untuk itu diperlukan penelitian tentang status dan kelimpahan ikan baik kelompok ikan pelagis, demersal, dan ikan berbasis data pendaratan ikan nelayan Kegiatan penelitian ini dilakukan dikawasan Selat Madura. Tujuam dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui densitas dan atau kelimpahan sumberdaya ikan dari perairan di Selat Madura. Lokasi dipilih berdasarkan pertimbangan aktivitas perikanan yang menjadi pusat pendaratan ikan nelayan di lima lokasi tersebut. Laju eksploitasi sudah sangat besar sehingga mengindikasikan telah terjadinya over fishing di perairan Selat Madura. Jika penangkapan tidak dikendalikan dan eksploitasi tidak di tekan maka kelimpahan ikan semakin lama akan semakin sedikit bahkan bisa terjadi suatu saat kelimpahan ikan akan habis. Nilai MSY untuk Kabupaten Gresik sebesar 57.497.731 Kg/tahun dengan nilai kelimpahan sebesar 465.742.021 individu/tahun, Kabupaten Pasuruan sebesar 8.217.100,1 Kg/tahun dengan kelimpahan sebesar 140.329.037 individu/tahun, Kabupaten Situbondo sebesar 1.862.497,88 Kg/tahun dengan kelimpahan sebesar 30.029.221 individu/tahun. Untuk Kabupaten Sampang nilai MSY yang diperoleh sebesar 42.070.001,34 Kg/tahun dengan kelimpahan sebesar 362.285.155 individu/tahun, sedangkan Kabupaten Sumenep sebesar 23.024.089,78 Kg/tahun dengan kelimpahan sebesar 413.025.200 individu/tahun.
GONAD MATURITY AND FECUNDITY OF BLUECHEEK SILVER GRUNT (POMADASYS ARGYREUS) IN PALABUHANRATU BAY, WEST JAVA Agatha, Mona; Yonvitner; Kurnia, Rahmat
Journal of Tropical Fisheries Management Vol. 3 No. 1 (2019): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4400.464 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i1.29481

Abstract

A total of 806 fish samples were collected from the catch of local fishermen. The sex ratio of Pomadasys argyreus was 1:0,90. Four stages of gonadal development were observed in males and females, which dominated by stage I and II (immature). The highest gonadosomatic index (GSI) in males was 1,14 in September, while in females was 1,80 in May. Length at first maturity of Pomadasys argyreus was 140,12 mm for males and 135,01 mm for females. The highest value of condition factor was 1,05 for males and 1,10 for females. This fish spawn partially (partial spawner) and estimated spawns throughout the year with a spawning peak in June.
ANALISIS ORDE SUNGAI DAN DISTRIBUSI STADIA SEBAGAI DASAR PENENTUAN DAERAH PERLINDUNGAN IKAN SIDAT (ANGUILLA SPP.) DI DAS CIMANDIRI, JAWA BARAT Hakim, Agus Alim; Kamal, Mohammad Mukhlis; Butet, Nurlisa Alias; Affandi, Ridwan
Journal of Tropical Fisheries Management Vol. 3 No. 1 (2019): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : IPB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5148.949 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i1.29476

Abstract

Sungai merupakan habitat makhluk hidup dimana terjadi hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Sungai yang merupakan habitat ikan sidat (Anguilla spp.) harus tetap terjaga agar pertumbuhan dan perkembangan tidak terganggu serta keberadaannya tetap lestari. Ikan sidat pada stadia larva akan bermigrasi dari laut ke perairan sungai hingga hulu dan setelah dewasa akan kembali ke laut untuk memijah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orde sungai dan mengkaji distribusi stadia ikan sebagai dasar penentuan daerah perlindungan ikan sidat (Anguilla spp.) di DAS Cimandiri, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2014 dan April 2015 meliputi tracking sungai (pengamatan habitat sungai, pengamatan aktivitas penangkapan, dan wawancara), analisis orde sungai, dan penentuan distribusi tiap stadia ikan sidat. DAS Cimandiri memiliki panjang sebesar 69,5 km dengan komposisi sungai permanen (permanent) dan sungai periodik (intermittent) memiliki orde sungai dari 1 hingga 7. Terdapat 56 sungai permanen bagian DAS Cimandiri yang merupakan sungai dengan orde sungai 1. Sungai dengan orde sungai 1 merupakan bagian hulu yang kondisi habitat dan perairannya masih baik. Beberapa dari bagian sungai yang memiliki orde sungai 1 dapat ditetapkan sebagai daerah perlindungan ikan sidat (Anguilla spp.). Distribusi berdasarkan stadia menunjukkan bahwa ikan sidat memiliki komposisi stadia yang tercampur, tetapi glass eels terdistibusi hanya pada 5 km dari arah laut. Adanya perbedaan stadia dari setiap bagian sungai maka diperlukan pengelolaan yang berbeda pula pada masing-masing bagian sungai tersebut.