cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Tunas Bangsa
ISSN : 23550066     EISSN : 2502618X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tunas Bangsa Journal (e-ISSN: 2502-618X and p-ISSN 2355-0066) is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant research, thought and research results in the field of elementary education teacher.
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUMBER DAYA ALAM DI KELAS III SD NEGERI 70 KUTA RAJA BANDA ACEH Fauziah, Resti; Subhananto, Aprian
Tunas Bangsa Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.989 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sumber daya alam dengan menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament).Objek penelitian adalah siswa kelas IIIB SD Negeri 70 Kutaraja dengan jumlah 22 siswa. Instrumen penelitian ini berupa angket pengamatan aktivitas guru, angket partisipasi siswa, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukan bahwa:rata-rata aktivitas guru 3,62, rata-rata Partisipasi siswa 3,12, dan hasil belajar mencapai KKM 65 sebanyak 77,27% sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran sumber daya alam di SD Negeri 70 Kutaraja Banda Aceh. Kata kunci:  Teams Games Tournament, Hasil Belajar, Sumber Daya Alam
PENERAPAN TEKNIK SCRAMBLE WACANA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SDN 32 BANDA ACEH Marlini, Cut; JR Simatupang, Yusrawati
Tunas Bangsa Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.922 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas kemampuan membaca pemahaman  Siswa  Kelas  IV  SDN 32 Banda Aceh.  Dalam  mengikuti pembelajaran siswa terlihat kurang bersemangat, hal ini dikarenakan guru dalam mengajarkan materi pembelajaran membaca pemahaman menggunakan cara yang monoton. Guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia hanya memberikan teks bacaan  kepada  siswa,  kemudian  siswa  disuruh  menjawab  pertanyaan  dari  teks bacaan  tersebut.   Sehingga   keterampilan   membaca  pemahaman   siswa  masih kurang. Jenis  penelitian  ini  adalah  penelitian  tindakan  kelas  (Classroom  Action Research),      dengan   subjek   penelitian   Siswa   Kelas   IV  SDN 32 Banda Aceh Tahun ajaran 2015/2016. Objek dari penelitian ini adalah kemampuan membaca pemahaman siswa Kelas IV SDN 32 Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran dengan setiap siklus dua kali pertemuan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penerapan    teknik    scramble    wacana    berhasil    memperbaiki    proses pembelajaran  serta  kemampuan  membaca  pemahaman  siswa  dapat  meningkat. Siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran, siswa lebih berani mengungkapkan pendapatnya, serta kerja kelompok berjalan dengan baik. Peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa terlihat dari jumlah siswa yang berhasil  mencapai  nilai Kriteria Ketuntasan  Minimal  pada pre-tes sebesar 36,6%, akhir siklus I sebesar 60%, dan pada akhir siklus II sebesar 87%. Sedangkan nilai rata-rata pada pratindakan adalah sebesar 65,2, akhir siklus I sebesar 70,5, dan pada akhir siklus II sebesar 78,33.Kata Kunci: Teknik Scramble, Membaca Pemahaman Abstract This study is aimed to improve reading comprehension ability of the fourth grade students of SDN 32 Banda Aceh. This research is based on the problems found in the class that the students look less excited due to the monotonous method used by the teacher in presenting the material to the students. The teacher only provides reading text to students and then the students were asked to answer questions from the reading text. This research is using Classroom Action Research and the subject of this study were the fourth grade students of SDN 32 Banda Aceh academic year 2015/2016 of  that consist of 30 students. This study was conducted in two cycles in which for each cycle consist of two meetings. The data were analyzed descriptively both qualitative and quantitative. The result shows that the application of word scramble technique successfully improve students reading comprehension ability. Students become more active and enthusiastic in learning reading, students are more willing to express their opinions, and students’ group work is running well. The improvement of students reading comprehension ability is seen from the number of students who achieved the minimum criteria of pre-test at  36.6%, which it is increased 60% at the first cycle and at the end of the second cycle of 87%. While the average value on pre-treatment is equal to 65.2, the end of first cycle is 70.5, and at the end of second cycle is 78.33.Keywords: Scramble Word, Reading Comprehension
KORELASI ANTARA HASIL BELAJAR SISWA SEMESTER AKHIR DENGAN HASIL UJIAN AKHIR NASIONAL SISWA KELAS VI SD NEGERI 13 SUNGAI KAWAT Cahyadi Wibowo, Dwi
Tunas Bangsa Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.239 KB)

Abstract

Masalah umum dalam penelitian ini adalah “Bagaimana korelasi antara hasil belajar siswa semester akhir di kelas VI dengan hasil ujian akhir nasional yang sudah diperoleh pada SD Negeri 13 Sungai Kawat?”. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: (1) rata-rata hasil belajar siswa semester akhir di kelas VI SD Negeri 13 Sungai Kawat, (2) rata-rata hasil ujian akhir nasional yang sudah diperoleh pada SD Negeri 13 Sungai Kawat, dan (3) korelasi antara hasil belajar siswa semester akhir di kelas VI dengan hasil ujian akhir nasional yang sudah diperoleh pada SD Negeri 13 Sungai Kawat. Pendekatan penelitian dalam penelitian ini merupakan penelitian expost facto menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif bermetode deskriptif memiliki bentuk penelitian studi korelasi. Populasi penelitian sekaligus sebagai sampel penelitian dalam penelitian ini adalah siswa SD Negeri 13 Sungai Kawat berjumlah 50 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah hasil ujian akhir sekolah dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil ujian akhir nasional. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumenter dengan alat pengumpulan data berupa dokumen atau arsip yang digunakan yakni daftar nilai kolektif hasil ujian sekolah dan hasil ujian nasional tahun ajaran 2014/2015. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis rata-rata data dan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian yang didapat sebagai berikut (1) rata-rata hasil belajar siswa semester akhir sebesar 67,72. (2) rata-rata hasil ujian akhir nasional sebesar 66,26 dan (3) terdapat korelasi antara hasil belajar siswa semester akhir di kelas VI dengan hasil ujian akhir nasional yang sudah diperoleh siswa kelas VI SD Negeri 13 Sungai Kawat dengan rhitung > rtabel = 0,503 > 0,279. Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara antara hasil belajar siswa semester akhir di kelas VI dengan hasil ujian akhir nasional yang sudah diperoleh siswa kelas VI di Sekolah Dasar Negeri 13 Sungai Kawat termasuk kategori “Sedang”. Kata Kunci: Hasil Belajar, Ujian Akhir Sekolah, Ujian Akhir Nasional
KEBIJAKAN DAN PENERAPAN MODEL PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK SEKOLAH DASAR Pangesti, Indah
Tunas Bangsa Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.155 KB)

Abstract

Kebijakan Pemerintah untuk pendidikan dasar merupakan masalah yang sangat penting dalam pendidikan di Indonesia.Pendidikan kewirausahaan mulai dari sekolah dasar harus diupayakan agar terintegrasi dengan mata pelajaran yang ada dan harus sesuai dengan butir-butir kebijakan nasional dalam bidang pendidikan yang terdapat dalam dokumen RPJMN 2015 – 2019. Substansi inti program bidang pendidikan diarahkan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang didukung keselarasan antara ketersediaan tenaga terdidik dengan kemampuan yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan di sekolah yaitu; (1)Proses pengembangan nilai-nilai kewirausahaan merupakan sebuah proses panjang dan berkelanjutan (2) Materi nilai-nilai kewirausahaan bukanlah bahan ajar biasa (3) Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, guru tidak perlu mengubah pokok bahasan yang sudah ada tetapi menggunakan materi pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai kewirausahaan. (4) Digunakan metode pembelajaran aktif dan menyenangkan Kata Kunci: kebijakan, kewirausahaan, pendidikan, sekolah dasar AbstractGovernment policy for basic education is a very important issue in education in Indonesia. Entrepreneurship education from elementary school should be pursued to integrate with existing subjects and must be in line with national policy points in the field of education contained in the RPJMN document 2015 - 2019. The core substance of education programs is directed towards achieving economic growth that is supported by alignment between availability of educated personnel with capabilities in accordance with the principles used in the development of entrepreneurship education in schools; (1) The process of developing entrepreneurship values is a long and continuous process (2) The material of entrepreneurship values is not the usual teaching materials (3) In the implementation of classroom learning, the teacher does not need to change the existing subject but uses the subject matter it is to develop entrepreneurial values. (4) Used active and fun learning method.  Keyword :policy, entrepreneurship, education, secondary school
PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Zahrah, Riza Fatimah; Suryana, Yusuf
Tunas Bangsa Journal Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.663 KB)

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah hasil penelitian pada tahun 2013 yang telah dilakukan, bahwa kemampuan menyelesaikan soal cerita masih menjadi kesulitan yang dihadapi oleh siswa Sekolah Dasar pada mata pelajaran Matematika. Kesulitan pertama siswa adalah sulit memahami konten dari soal cerita yang disajikan. Sehingga akan melahirkan kesulitan yang selanjutnya yaitu, siswa kesulitan untuk mengubah kalimat cerita menjadi kalimat matematika. Pada tahap melakukan operasi hitung juga siswa masih mengalami kesulitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita dan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Unggulan Kuningan  Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, desain yang digunakan ialah non-equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan soal cerita meningkat dengan n-gain rata-rata sebesar 0,51. Kata Kunci: Pendekatan CTL, Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Abstract background of this research is the result of research in 2013 has been done, that the ability of resolving the question of the story still be difficulties faced by elementary school students on Mathematical subjects. The first difficulty students is difficult to understand the content of the matter of the story are presented. So that would give birth to the next difficulty, the difficulty students to change the math sentence sentence. On stage doing the operation count also students are still experiencing difficulties. The purpose of this research is to gain an overview of the upgrades solve stories and learning motivation of students in the subjects of mathematics. This research was carried out in Kramatmulya Subdistrict Brass Flagship SDN Unggulan Kuningan  Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. This research uses a quantitative approach with a descriptive method, the design used is the non-equivalent control group design. The results showed that the ability of the finish reserved the story increases with n-gain an average of 0.51.    Keywords: Approach Of CTL, The Ability Of Resolving The Question Of The Story
PENGARUH LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DAN POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Handayani, Riska
Tunas Bangsa Journal Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.12 KB)

Abstract

Lingkungan adalah tempat tinggal yang berpengaruh untuk keberlangsungan makhluk hidup. Lingkungan hidup diharuskan terdapat komponen biotik dan komponen abiotik di dalamnya. Komponen biotik adalah kondisi alam yang berhubungan dengan makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Sedangkan komponen abiotik adalah suatu hal yang berhubungan dengan benda mati seperti air, udara, tanah, angin, batu-batuan, sinar matahari, dan lain sebagainya. Pola asuh orangtua adalah cara orangtua dalam mendidik anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan pengasuhan anak dalam keluarga yang terlihat dari pola pengasuhan yang diberikan merupakan seluruh interaksi antara subjek dan obek berupa bimbingan, pengarahan dan pengawasan terhadap aktivitas objek sehari-hari yang berlangsung secara rutin sehingga membentuk suatu pola dan merupakan usaha yang diarahkan untuk mengubah tingkah laku sesuai dengan keinginan si pendidik atau pengasuh. Motivasi belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi pada diri seseorang yang muncul karena adanya gejala perasaan, kejiwaan dan emosi sehingga mendorong individu untuk melakukan atau bertindak sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan dan tujuan. Keluarga yang bahagia merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan emosi para anggotanya (terutama anak). Kebiasaan-kebiasaan atau perilaku dan juga kondisi rumah yang dilihat, didengar atau dirasakan oleh anak akan terserap yang kemudian membentuk kepribadian anak. Lingkungan tempat tinggal yang baik akan menjadikan anak berkepribadian yang baik, dengan didukung pula oleh pola asuh orang tua yang bijaksana maka akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Kata Kunci  : Lingkungan Tempat Tinggal, Pola Asuh Orang Tua, Motivasi Belajar AbstractEnvironment is a place of residence that affects the survival of living things. The environment is required to have biotic components and abiotic components in them. Biotic components are natural conditions related to living things such as humans, animals and plants. While the abiotic component is something that is related to inanimate objects such as water, air, soil, wind, rocks, sunlight, and so forth. Parenting is a way for parents to educate children, both directly and indirectly. The environment of parenting in the family which can be seen from the pattern of parenting provided is the whole interaction between the subject and the object in the form of guidance, direction and supervision of daily object activities that take place regularly so that it forms a pattern and is an effort directed at changing behavior in accordance with the wishes of the educator or caregiver. Learning motivation is a change that occurs in a person that arises because of the symptoms of feelings, psychology and emotions that encourage individuals to do or act something caused by needs, desires and goals. A happy family is a very important thing for the emotional development of its members (especially children). Habits or behavior and also the condition of the house that is seen, heard or felt by the child will be absorbed which then shapes the personality of the child. A good living environment will make children have good personalities, supported also by the wise parenting style that will increase students' learning motivation. Keywords: Living Environment, Parenting Parenting, Learning Motivation
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL POWTOON TENTANG KONSEP DIRI DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Fitriyani, Nina
Tunas Bangsa Journal Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.578 KB)

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman, sistem teknologi pembelajaran semakin berkembang dan mengalami perkembangan.Berbagai macam pembaharuan dalam aspek pendidikan dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. Untuk meningkatkan proses pembelajaran maka guru dituntut agar dapat membuat pembelajaran semakin menarik dan menjadi  inovatif yang mendorong peserta didik dapat belajar secara optimal didalam kelas. Dalam pembelajaran yang diberikan di kelas mengenai konsep diri diharapkan para peserta didik dapat memahami dan mampu memiliki konsep diri yang lebih positif. Dengan menggunakan metode pengembangan atau dalam bahasa Inggris Research &Development, metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono,2011:297). Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model ADDIE (Mulyatiningsih, 2011). ADDIE merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations. Kata Kunci :Audio-Visual, Powtoon, Konsep Diri AbstractAlong with the development of the times, learning technology systems are increasingly developing and experiencing development. Various kinds of updates in the aspect of education are carried out in order to improve the quality and quantity of education. To improve the learning process, the teacher is required to be able to make learning more interesting and become innovative which encourages students to learn optimally in the classroom. In learning given in the classroom about self-concept, it is expected that students can understand and be able to have a more positive self-concept. By using development methods or in English Research & Development, research and development methods are research methods used to produce certain products, and test the effectiveness of these products (Sugiyono, 2011: 297). The development model in this study uses the ADDIE model (Mulyatiningsih, 2011). ADDIE stands for Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations. Keywords: Audio-Visual, Powtoon, Self-Concept
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP CARA MENGAJAR GURU UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI PENGGOLONGAN HEWAN DI KELAS V SD NEGERI PANTE CERMIN Musdiani, Musdiani
Tunas Bangsa Journal Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.808 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui model pembelajaran terhadap cara mengajar guru untuk meningkatkan minat belajar siswa  pada materi penggolongan hewan di kelas V SD Negeri Pante Cermin. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana analisis model pembelajaran terhadap cara mengajar guru untuk meningkatkan minat belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Deskriptif.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah Guru dan siswa kelas V SD Negeri Pante Cermin Tahun pelajaran 2018/2019. Siswa-siswi kelas V sebanyak 30 orang, laki-laki berjumlah 17 orang dan perempuan berjumlah 13 orang.Objek penelitian ini adalah model-model pembelajaran.Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, Angket dan Dokumentasi.Dan teknik analisa data yang digunakan adalah skala Guttman. Hasil dari penelitian ini adalah Rendahnya Minat Belajar Siswa dikarenakan guru tidak menerapkan model ajar ketika pembelajaran berlangsung khususnya pada saat belajar materi tentang penggolongan hewan, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru jarang menerapkan model ajar pada saat proses pembelajaran mengakibatkan beberapa siswa yang memiliki minat belajar yang kurang di kelas V SD Negeri Pante Cermin. Kata Kunci : Rendahnya Minat Belajar, Penggolongan Hewan, Deskriptif AbstractThe purpose of this study is to figure out the learning model of teacher teaching methods to increase student learning interest in animal classification.  This research was conducted at fifth grade students of elementary school. The research problem in this study is how to analyze the teacher learning model to increase students' interest in learning. This research is a descriptive study. The approach used is a qualitative approach. The subjects of this study were teachers and fifth grade students of the Pante Cermin Elementary School in the 2018/2019 academic year that consist of 17 male students and 13 female students. The object of this research is learning models. Data collection techniques in this study are observation, interview, questionnaire and documentation. The data analysis technique used is the Guttman scale. The results of this study are the Low Interest in Student Learning because the teacher does not apply the teaching model while teaching learning process especially when learning material about animal classification. Thus, it can be concluded that teachers rarely apply teaching models during the learning process that finally effect to students’ learning interest.  Keywords: Low Interest in Learning, Animal Classification, Descriptive
PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN HUMANISTIK PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Mahendra, Hatma Heris; Febriani, Winarti Dwi
Tunas Bangsa Journal Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.475 KB)

Abstract

Pembelajaran berbasis pendidikan humanistik memandang bahwa dalam pembelajaran bukan hanya mengembangkan kemampuan peserta didik dalam ranah kognitif saja, tetapi juga proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh domain yang ada. Dalam pembelajaran berbasis humanistik menekankan pentingnya emosi atau perasaan (emotional approach), komunikasi yang terbuka dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi proses pembelajaran yang banyak ditemukan masih kurang memperhatikan kondisi psikologis peserta didik serta hanya menekankan aspek kognitif saja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif kualitatif, objek penelitian adalah kepala sekolah dan guru SDN Kudanguyah Kota Tasikmalaya Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi, kuesioner, dan wawancara. Data hasil penelitian pada aspek penerapan pembelajaran berbasis pendidikan humanistik dalam mata IPS sekolah dasar secara umum memperoleh rata-rata prosentase nilai 83% yang dapat dikategorikan sangat tinggi. Dapat disimpulkan penerapan pembelajaran berbasis pendidikan humanistik pada pembelajaran IPS di Sekolah Dasar berjalan dengan sangat  baik.  Kata Kunci:  Pembelajaran, Pendidikan Humanistik, Sekolah Dasar AbstractHumanistic education-based learning views that in learning not only develops students' abilities in cognitive domains, but also processes that occur in individuals that involve all existing domains. In humanistic based learning emphasizes the importance of emotions or feelings (emotional approach), open communication and the values possessed by each student. This research is motivated by a learning process that is found that many still pay little attention to the psychological condition of students and only emphasize cognitive aspects. This study uses a quantitative approach with a qualitative descriptive method, the object of research is the principal and  teachers of SDN Kudanguyah in Tasikmalaya City Data collection in this study uses observation sheets, questionnaires, and interviews. Data from research on aspects of the application of humanistic education-based learning in the eyes of elementary school social studies generally obtain an average percentage of 83% which can be categorized as very high. It can be concluded that the application of humanistic education-based learning in social studies learning in elementary schools is going very well.  Keywords: Learning, Humanistic Education, Elementary School
KAJIAN IMPLEMENTASI PENANAMAN KARAKTER DALAM KURIKULUM 2013 DI KELAS IV SDN 19 KOTA BANDA ACEH Marlini, Cut; fuad, Zaki Al; Helminsyah, Helminsyah
Tunas Bangsa Journal Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.398 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai : Kajian penanaman  Karakter  Dalam  Kurikulum  2013  di  Kelas  IV  SDN  19  Kota  Banda Aceh tahun ajaran   2017/2018;   Mengintegrasikan   penanaman   karakter   dalam   proses pembelajaran   dikelas; menerapkan   budaya   sekolah   dalam   kegiatan   atau   kehidupan keseharian   pada   siswa   kelas   kelas IV; dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dalam mengembangkan nilai-nilai karakter siswa. Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriftif. Intrumen  yang  digunakan  untuk  mengumpulkan data  terdiri  dari,  wawancara,  observasi dan  dokumentasi. Observasi  dilakukan  terhadap  siswa  dan  guru yang  meliputi kegiatan  keseharian  disekolah.  Sedangkan  wawancara  dilakukan  kepada guru  tentang pelaksanaan penanaman karakter disekolah. Hasil penelitian   ini  melalui Observasi dan wawancara setelah dilakukan penelitian bahwa: (1) Penanaman karakter di SDN 19 Kota Banda Aceh, proses pembelajaran guru menanamkan sikap religius, sopan, dan berfikir logis, jujur, disiplin dan lain sebagainya.( 2) Kegiatan keseharian  disekolah  guru  menanamkan  bentuk  budaya-budaya salaman,  bentuk  perilaku dan   simbol-simbol   yang   terkait   penanaman   karakter; (3)   Penanaman Karakter   pada kegiatan    ekstrakurikuler    nilai-nilai    yang    diterapkan   adalah    disiplin,    bersahabat, kerjasama,   tanggung   jawab,   menumbuhkan   sikap   percaya   diri,   menumbuhkan   sikap pantang menyerah  dan  tidak  putus  asa. Kata Kunci : Penanaman Karakter, Kurikulum 2013 Abstract This research has a goal to obtain factual overview about: study of the cultivation of the character in the 2013 Class IV Curriculum SDN 19 Banda Aceh the school year 2017/2018;   Integrate the planting characters in the learning process processed; applying cultural school activities in our daily lives or on grade class IV; and implementation of extracurricular activities in developing students ' character values. The instruments used to collect data consisting of, interview, observation and documentation. Observations were made to the students and teachers in all schools in our daily activities which include.  While the interview is conducted to the teacher about the implementation of the planting characters in all schools. The results of this research through observation and interviews, after research that: (1) cultivation of character in SDN 19 Banda Aceh, the learning process of teachers instill religious attitudes, polite, reasoned and logical, honest, discipline etc. (2) the activities of everyday life in schools teachers instill salaman cultures forms, forms of behaviour and symbols that related the planting characters;  (3) the cultivation of the Character on the extracurricular activities of the values applied are disciplined, friendly, cooperation, responsibility, fostering an attitude of confidence, foster a unyielding stance and not despair.   Keywords: Cultivation Of The Character, The Curriculum Is 2013