cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam
ISSN : 23560150     EISSN : 26146878     DOI : -
Core Subject : Social,
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam is a journal published by the Faculty of Sharia and Law, Islam Nahdlatul Ulama University, Jepara Indonesia. The journal focuses on Islamic law studies, such as Islamic family law, Islamic criminal law, Islamic political law, Islamic economic law, Islamic astronomy (falak studies), with various approaches of normative, philosophy, history, sociology, anthropology, theology, psychology, economics and is intended to communicate the original researches and current issues on the subject.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2017)" : 8 Documents clear
Pohutu Moponika Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Adat Pernikahan Masyarakat Gorontalo) Martam, Mansur
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meneliti validitas praktek Pohutu Moponika pada masyarakat adat Provinsi Gorontalo dalam perspektif hukum Islam. Pohutu Moponika menunjukkan pengertian pada sebuah prosesi upacara pernikahan di Provinsi Gorontalo, yang diselenggarakan dalam bentuk perpaduan antara dua aturan hukum yang berbeda, yakni hukum Islam dan hukum adat. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dimana peneliti menganalisis pelbagai aturan penyelenggaraan upacara pernikahan dalam tradisi Pohutu Moponika dalam perspektif hukum Islam. Hasil dari penelitian ini dapat dinyatakan bahwa praktek Pohutu Moponika pada masyarakat adat Provinsi Gorontalo dianggap sebagai al-‘Urf Ash-Shahih (kebiasaan yang berlaku di tengah-tengah masyarakat yang tidak bertentangan dengan nas(Al-Qur’an dan hadis), tidak menghilangkan kemaslahatan mereka, dan tidak pula membawa mudarat kepada mereka).
Kontribusi Para Fuqaha’ Periode Taqlid Rohman, Fathur
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk mengkaji lebih mendalam terkait seberapa jauh para Fuqaha’ berkontribusi dalam perkembangan hukum Islam pada saat masa taklid dan jumud, yang diyakini terjadi pada periode Abbasiyah, lebih tepatnya pada awal abad ke empat hijriah sampai akhir abad ke delapan hijriah. Pada periode ini, ulama cenderung mengalami kelesuan gairah intelektualnya karena disebabkan adanya sikap merasa cukup hanya dengan mengikuti pendapat para ulama mujtahid  yang sudah mapan.  Keadaan tersebut berimbas pada munculnya kecenderungan baru di kalangan umat Islam, yaitu mempertahankan kebenaran mazhab yang diyakininya, dengan mengabaikan mazhab lain, sehingga tidak lah berlebihan dapat dikatakan bahwa pada periode ini terjadi pergeseran orientasi dari al-Qur’an dan hadis ke pendapat para imam mazhab.  Sikap taklid tersebut mengurat akar di kalangan umat Islam dan para pakar Fiqh,  sehingga, bisa dikatakan bahwa ajaran Islam seolah-seolah menjadi tersandera oleh jerat-jerat kerangka mazhab Fiqh, hingga berakhir pada kemandekan berfikir.
Tinjauan Konsep Istihalah Menurut Imam al-Syafi‘i dan Imam Abu Hanifah, dan Implementasinya Pada Percampuran Halal-Haram Produk Makanan) Wafiroh, Anjahana
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya produk makanan yang bervariasisangat meresahkan kalangan dunia Islam. Sebab realitasnya, makanan tersebut ada yang berbahan baku halal, haram bahkan ‘abu-abu’ sehingga diragukan kehalalannya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan konsep istihalah  sebagai sebuah konsep purifikasi dan penyuci bahan pangan, dengan fokus masalah utama: (1) konsep istihalah menurut ImamAbu Hanifah dan Imam al-Syafi‘i, (2) implementasi istihalah ImamAbu Hanifah dan Imam al-Syafi‘i terhadap percampuran halal-haram bahan pangan. Penelitian ini dilakukan berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan konseptual. Hasil dari penelitian ini dapat dinyatakan bahwa pada dasarnya keduanya mengakui adanya istihalah sebagai instrumen purifikasi. Adapun implementasinya terhadap percampuran halal dan haram dengan campur tangan manusia, keduanya membatasi hanya dengan bahan haram yang telah beristihalah secara mandiri yang dihukumi halal, dengan syarat bukan termasuk benda yang haram lizatih.
Batasan Usia Pernikahan Dalam Perundang-Undangan Diindonesia Perspektif Sadd Al-Dhari‘ah Fentiningrum, Hilda
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batasan usia pernikahan dalam hukum Perkawinan Islam di Indonesia perlu ditinjau ulang. Undang-undang (UU) No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam menetapkan batasan usia pernikahan, yakni 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun bagi laki-laki. Sementara UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menyatakan seseorang yang belum mencapai usia 18 tahun merupakan anak. Dari UUtersebut tidak ada kesesuaian terkait batasan usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batasan usia pernikahan dalam perundang-undangan di Indonesia dan tinjauannya dalam sadd al-dzari’ah. Hasil penelitian ini adalah: (1) Batasan usia nikah dalam UU No. 1 Tahun 1974 dan KHI adalah sama, yaitu usia 19 tahun bagi laki-laki dan usia 16 tahun bagi perempuan. Sedangkan batasan usia nikah dalamUU No. 35 Tahun 2014 adalah 18 tahun; (2)Dalam perspektif sadd al-dzari’ah batasan usia nikah dalam UU No. 1 Tahun 1974 dan KHI adalah masih lemah. Sementara dalam UU No. 35 Tahun 2014 adalah cukup kuat.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Arisan Sistem Gugur di BMT Ummat Sejahtera Abadi (USA) Jepara Rukhaniyah, Rukhaniyah
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini   bertujuan untuk meneliti status keabsahan pelaksanaan arisan sistem gugur di BMT Ummat Sejahtera Abadi (USA) di Jepara dalam tinjauan Hukum Islam. Pertimbangan penting yang peneliti gunakan adalah bahwa dalam pola manajemen Syariah dinyatakan hukum asal muamalah adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya. Oleh karena itu, konsekuensinya segala sesuatu yang akan dikerjakan itu harus obyek, cara, hasil dan manfaatnya. Salah satu program BMT untuk menarik nasabah adalah arisan sistem gugur dimana jika peserta sudah mendapat undian maka peserta tersebut tidak wajib mengangsur pada putaran berikutnya. Kehati-hatian masyarakat dalam menentukan muamalah mereka perlu diperhatikan, agar tidak terjebak pada riba. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa praktek tersebut tidak sesuai dengansyarak, karenapenentuan bonus  di awal akan lebih cenderung pada praktek riba, disamping itubelum ada kejelasan akad yang digunakan oleh pengelola. Abdullah, M. Yatimin. Studi Islam Kontemporer, Cet I (Jakarta: Amzah)Abdullah, Sulaiman. 2007.Sumber Hukum Islam,cet. III (Jakarta: Sinar Grafika)Abdurrahman, Nana Herdiana. 2013.Manajemen Bisnis Syariah & Kewirausahaan, Cet. 1 (Bandung: Pustaka Setia) Abidin, Ibnu. 1992.Hasyiyah Radd Al-Mukhtar ala Ad-Durr Al Mukhtar(Beirut:Dar Al-Fikr)Al Arif, M. Nur Rianto. 2012.Lembaga Keuangan Syariah Suatu Kajian Teoretis Praktis, Cet.I (Bandung: Pustaka Setia)Al-Jaziri, Abdurrahman. t.t.Al-Fiqh ‘ala Al-Madzahib Al-Arba’ah,volIII(Beirut:Dar Al-Fikr)Al-Kasani, Alaudin. 1996.Bada’i al-Shana’i fi Tartib al-Syara’i, vol VI,cet. VI (Beirut: Dar Al-Fikr)
Tinjauan Praktek Ibadah Jamaah An-Nadzir Makassar Dalam Perspektif Hukum Islam Sahibe, Yamang Bin
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di antara kelompok keagamaan yang muncul dengan pemahaman keagamaan dan praktek ibadah yang khas adalah kelompok an-Nadzir.  Kelompok ini baru terbentuk beberapa tahun lalu dan pengikutnya masih terhitung ratusan orang. Namun kekhasan yang mereka miliki memperlihatkan praktek ibadah yang tampil berbeda dengan umat Islam lainnya. Sehingga hal ini juga berpotensi untuk menimbulkan perpecahan di kalangan umat. Potensi perpecahan bisa dicegah dengan meminimalisir perbedaan atau paling tidak setiap kelompok memahami bahwa perbedaan yang terjadi hanya merupakan khilaf tanawwu‘(perbedaan ritual)  dan bisa ditolerir.Penelitian ini bersifat kualitatifyang bertujuan untuk mendeskripsikan praktek ibadah Jama’ah an-NadzirMakassar dalam pandangan hukum Islam, dengan menggunakan wawancara dan observasi dalam tahap awal pengumpulan data, untuk kemudian menggunakan telaah dokumen pada literatur-literatur mazhab Fiqh yang tersedia baik dari kalangan Sunni maupun Syi‘ah.
Kontroversi Pemikiran Antara Imam Malik Dengan Imam Syafi‘i tentang Maslahah Mursalah Sebagai Sumber Hukum Rohman, Taufiqur
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendiskusikan kehujjahan maslahah mursalah  sebagai sumber hukum Islam. Fokus kajian dalam tulisan ini adalah kontroversi pemikiran Imam Malik dengan Imam Syafi‘i tentang maslahah mursalah sebagai sumber hukum Islam. Kontroversi pemikiran antara keduanya tentang kehujjahan maslahah mursalah  sebagai sumber hukum Islam. Pertama, Imam Malik menggunakan maslahah mursalah sebagai sumber hukum, tetapi Imam Malik menekankan bahwa pembentukan hukum dengan mengambil kemaslahatan yaitu dengan menggunakan rasio tidak boleh bertentangan dengan tata hukum yang telah ditetapkan nas atau ijma‘. Apabila terjadi pertentangan maka wajib mendahulukan nas dibandingkan maslahat. Kedua, Imam Syafi‘itidak menggunakan maslahah mursalah sebagai sumber hukum karena maslahah mursalah tidak memiliki standar yang pasti dari nas maupun qiyas, sedangkan pendirian Imam Syafi‘I semua hukum haruslah berdasarkan nasatau di sandarkan pada nas sebagaimana qiyas. Imam Syafi‘I sendiri tidak menyinggung metode ini dalam kitabnya al-Risalah. Adanya kontroversi ini karena tidak adanya dalil khusus yang menyatakan diterimanya maslahat oleh Syar‘i baik secara langsung maupun tidak.
Menggagas Fiqh Muyassar; Studi Analisis Komparatif Konsep Tatabbu‘ Rukhas dalam Perspektif Ushul Fiqh Lima Madzhab syahriar, alfa
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adalah syariat Islam sebagai ajaran yang diturunkan oleh Allah Swt untuk umat manusia sarat dengan kemudahan dalam menjalankannya. Pada kenyataannya kemudahan tersebut berpengaruh terhadap kecenderungan perilaku dalam beragama, paling tidak ada dua kecenderungan yakni, pertama, tasahul, yaitu  kecenderungan menggampangkan syari’at. Kedua, tasyaddud, kecenderungan bersikap keras, kaku dalam menjalankan syari’at. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk menyusun metode penerapan konsep kemudahan dalam menjalankan syariat Islam, dengan fokus pembahasan pada analisis konsep tatabbu‘ rukhas dalam perspektif  lima madzhab yakni, Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali dan Dzahiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis library research, untuk memecahkan persoalan-persoalan antara lain: pertama, hakikat tatabbu‘ rukhas. Kedua, status validitasnya dalam perspektif Ushul Fiqh lima mazhab. Ketiga, metode penerapan tatabbu‘ rukhas dalam ranah ibadah dan muamalah. Hasil dari penelitian ini dapat dinyatakan bahwa konsep tatabbu‘ rukhas sebagai sebuah sistem dalam menerapkan hukum Islam berdasar pada pendapat dari lima madzhab yang dipandang paling mudah, dapat ditemukan pembenarannya dalam disiplin Ushul Fiqh.

Page 1 of 1 | Total Record : 8