cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : 24769703     EISSN : 24769703     DOI : -
Core Subject : Education,
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah has electronic ISSN 2476-9703. It is national journal published two times a year (October & April) by the Faculty of Islamic Study & Unit Publication and Management Journal of Islamic University of Kalimantan MAB Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Model kerjasama Tripusat Pendidikan dalam Pendidikan Karakter Siswa Arifin, M. Fahmi
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 3, No 1 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v3i1.956

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan model kerjasama tripusat pendidikan yang terdiri dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dalam meningkatkan efektifitas pendidikan karakter. Metode: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dan rancangan multisitus. Situs penelitian ini adalah siswa di SD Islam As Salam Malang dan MI Miftahul Huda Kediri. Hasil: Model kerjasama antara sekolah, keluarga dan masyarakat dalam pendidikan karakter terdiri dari; model satu arah (linier model), model dua arah (interactional model), dan model segala arah (transactional model). EnglishIntroduction: This article aims to explain three centers education cooperation model that consists of family, school and community enivronments in improving the effectiveness of character education.  Metode: This research uses qualitative approach. This study is a qualitative approach with the type of case study research and multisitus design. The research sites are students in Islamic Elementary School As Salam Malang and Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Kediri. Result: The model of cooperation between school, family and community in character education consists of; linear model, interactional model, and transactional model.
Kerjasama antara Sekolah dan Keluarga dalam Pendidikan Karakter Barsihanor, Barsihanor
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i1.275

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1)  bentuk kerjasama yang dilakukan oleh sekolah dengan keluarga dalam pendidikan karakter siswa di  SDIT Nurul Fikri Banjarmasin dan SDI As-Salam Malang, 2) menganalisis model pendidikan karakter siswa yang dilakukan oleh sekolah dengan keluarga di 2 sekolah tersebut, dan 3) menganalisis implikasi kerjasama antara sekolah dengan keluarga di 2 sekolah tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil: Bentuk kerjasama yang dilakukan sekolah dengan keluarga dalam pendidikan karakter adalah melalui pertemuan awal ajaran baru, komite sekolah, Pertemuan orangtua murid dan guru (POMG), Paguyuban, home visit, via ponsel, konsultasi langsung, dwi bulanan dan buku penghubung. Model pendidikan karakter yang diterapkannya adalah keteladanan, pembiasaan, nasehat, disiplin, perhatian, pengawasan, hadiah dan hukuman. Implikasi dari kerjasama tersebut meliputi pertukaran informasi, keterbukaan, dan pengawasan. Kesimpulan: Berbagai bentuk kerjasama tersebut memberikan pengaruh yang baik pada karakter anak. Karena itu, orang tua sebaiknya mendukung kegiatan tersebut. EnglishIntroduction: :  The purposes of this research are to analyze: 1) the cooperation between school side and family, 2) the character education model is conducted of school side and family, and 3) the implications of the cooperation between school side and family Integrated Islamic Elementary School Nurul Fikri in Banjarmasin and Islamic Elementary School As-salam in Malang. Metode: Case study was used in this research. Result: The cooperation which was did by schools side and families in character education is trough yearly meeting, school committees, parent-teacher meetings (POMG), Paguyuban, home visit, via phone, direct consultation, and liaison book. The character education models are good figure, habituation, advice, discipline, attention, supervision, reward and punishment. The implications of this cooperation include to exchange of information, transparency, and supervision. Conclusion: Many of the cooperations gave positive effect for children character. Therefore, the parents should support the activities.
Penerapan Media Diorama Skala terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas V SD Negeri 1 Ujungpandan Sufa, Laila Nurul; Cahyadi, Fajar; Untari, Mei Fita Asri
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v2i2.768

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Hasil belajar matematika masih menjadi salah satu terendah dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Hal ini dikarenakan kurangnya media pembelajaran yang dapat membantu memahami materi begitu pula dengan kemampuan berpikir siswa masih cenderung rendah. Sehingga berakibat siswa menjadi kurang mampu menyelesaikan masalah matematika. Oleh karena itu, perlunya membekali siswa untuk dapat berpikir tingkat tinggi pada tahap analisis agar memiliki kemampuan memecahkan masalah matematika melalui media. Salah satu media yang diterapkan adalah Diorama Skala (DIMAS). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui penerapan media DIMAS dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas V Sekolah Dasar. Metode: Metode eksperimen dengan cara memberikan perlakuan terhadap satu kelas dalam kegiatan belajar mengajar. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental dengan jenis one group pretest and posttest design. Hasil: Siswa memiliki kemampuan analisis kategori sangat baik dan baik sebanyak 50% sedangkan siswa berkemampuan analisis cukup dan kurang memiliki presentase 50%.EnglishIntroduction:  Mathematics learning outcomes is still one of the lowest compared with other lessons. This is due to the lack of media that can help understand the material as well as the students thinking skills are still to be low. Resulting in students becoming less capable of solving mathematical problems. Therefore, the need to equip students for higher-level thinking at this stage of the analysis in order to have the ability to solve mathematical problems through media.  One of media applied is Diorama Scale (DIMAS). The purpose of this research to determine the application DIMAS media in high order thinking skills Elementary School fifth grade students. Method: Experimental method by providing treatment to one class in learning activities. The study design used is Pre-Experimental with the kind of one group pretest and posttest. Result: Students have excellent analytical skills and excellent category as much as 50% while our analysis capable students and less has a percentage of 50%.
Peran Gerakan Pramuka untuk Membentuk Karakter Kepedulian Sosial dan Kemandirian (Studi Kasus di SDIT Ukhwah dan MIS An-Nuriyyah 2 Banjarmasin) Erliani, Sa’adah
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 2, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v2i1.740

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Artikel ini bertujuan untuk meneliti peran gerakan pramuka dalam membentuk karakter kepedulian sosial dan kemandirian sebagaimana harapan pemerintah dan masyarakat. Metode:  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan instrument observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dilanjutkan dengan analisis menggunakan metode Miles & Huberman. Hasil:      Upaya pembentukan karakter pada Gerakan Pramuka SDIT Al-Ukhwah adalah pemahaman, keikhlasan, kerja keras, berjuang dengan sungguh-sungguh, ketaatan, pengorbanan, komitmen, konsisten, persaudaraan, dan kepercayaan. Perangkat pendukungnya antara lain prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan, dan kode kehormatan. Adapun upaya pembentukan karakter pada gerakan pramuka MIS An-Nuriyah 2 Banjarmasin adalah keteladanan, pembiasaan, teguran dan penghargaan. Perangkat pendukungnya antara lain dari prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan, dan kode kehormatan. EnglishIntroduction:     This article aims to examine the role of the scout movement in forming the character of social care and independence as the the expectations of government and society. Methods:  This study used a qualitative approach, descriptive analytic by using the instrument observation, interviews, and documentation. Then continued with the analysis using method of Miles & Huberman. Results:     Efforts to establish the character of the Scout Movement of SDIT Al-Ukhwah is understanding, sincerity, hard work, struggling earnestly, obedience, sacrifice, commitment, consistency, brotherhood and trust. The supporter basic principles of scouting, scouting methods, and code of honor. The efforts to establish the character of scout movement An-Nuriyah MIS 2 Banjarmasin is modeling, habituation, warning and appreciation. The supporter is the basic principles of scouting, scouting methods, and code of honor.
PERSEPSI MAHASISWA PGMI TERHADAP MATA KULIAH PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SD/MI Khairunnisa, Khairunnisa
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v3i2.1216

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) mendalami persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SD/MI menyangkut materi perkuliahan, kompetensi dosen yang mencakup kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial; (2) mengungkap harapan-harapan mahasiswa terhadap mata kuliah tersebut. Angket diberikan kepada 30 orang mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SD/MI. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa menurut persepsi mahasiswa konstruksi materi  telah sesuai dengan kebutuhan dan bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan mereka meskipun ada beberapa materi yang cukup sulit untuk dipahami. Kompetensi dosen pengampu mata kuliah berada pada kriterium yang kuat yakni 80,64% artinya dosen pengampu mata kuliah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesi SD/MI sudah memenuhi kriteria profesional di bidangnya. Namun tetap harus ada perbaikan atau peningkatan pada beberapa aspek.Kata Kunci: Persepsi Mahasiswa, Bahasa dan Sastra Indonesia, PGMI PGMI STUDENTS’ PERCEPTION ON PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SD/MI COURSEAbstract: The aims of this research are (1) explore students’ perceptions on Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SD/MI course regarding learning material, lecturer competence includes pedagogic, professional, personality, and social; (2) reveal student expectations against the subject. Questionnaire is given to 30 students who have learned Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SD/MI subject. According to the result and discussion, the students were of view that construction materials are in accordance with the needs and useful for improving their skills even though some materials are quite difficult to understand. The competence of lecturer is on strong criteria that is 80,64% it means that the lecturer of Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesi SD/MI subject already eligible professionals. But, there must be improvement or development on some aspects.Keyword: Students’ perception, Language and Indonesian Literature, PGMI
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika berbasis Android untuk Siswa SD/MI Batubara, Hamdan Husein
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 3, No 1 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v3i1.952

Abstract

IndonesiaPendahuluan:  Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran matematika berbasis android untuk siswa SD/MI dengan melibatkan pakar pada proses pengembangan dan penilaian produknya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Prosedur pengembangan menggunakan model 4D, yaitu: define (analisis pengguna, kurikulum, dan bahan ajar), design (merancang produk dengan alat dan bahan), develop (penilaian dan revisi), dan disseminate (uji coba pada calon pengguna). Instrumen penelitian ini adalah angket. Tim penilai produk terdiri: ahli, peer reviewer, guru SD/MI, dan respon siswa kelas IV SD/MI. Hasil: 1) Peneliti telah menghasilkan media pembelajaran matematika berbasis android pada materi bangun datar untuk siswa kelas IV SD/MI, 2) Penilaian ahli, peer reviewer dan guru sekolah dasar terhadap produk mendapat skor 434 dan persentase 86,67%, sangat baik,  3) tanggapan siswa kelas IV SD/ MI terhadap media pembelajaran matematika berbasis android memperoleh skor 439 dengan persentase penilaian 87,8%. Nilai tersebut berada pada interval antara setuju dan sangat setuju. EnglishIntroduction:   This study aims to produce a learning media of mathematics based on Android for Elementary School students by involving Experts in the process of development and assessment. Method: This research is a research development. Procedures of development using the 4 D model. namely: define (analysis of user, curriculum, and materials), design (designing products with tools and materials), develop (assessment and revision), and disseminate (trials on user targets). The research instrument is a questionnaire. Assessor team of product consist of expert, peer reviewer, teacher and student of elementary school. Result: 1) Researcher had been produced a learning media of mathematics based on Android on subject Geometry for elementary school student grade IV, 2) The assessment of expert, peer reviewer and teacher of elementary school to product got score 434 and percentage 86, 67%, it is very good, 3) The responses of elementary school students grade IV to learning media got score 439 with percentage of appraisal 87,8%. It is in between agree and strongly agree.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif pada Materi Operasi Bilangan Bulat Batubara, Hamdan Husein
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.131 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i1.271

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Penggunaan media pembelajaran interaktif pada pembelajaran matematika merupakan salah satu cara untuk memvisualisasi materi matematika yang abstrak agar mudah dipahami siswa dan dapat meningkatkan ingatannya terhadap materi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat media interaktif yang teruji. Metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (R&D) yang bekerjasama denga ahli media dan guru matematika Madrasah Ibtidaiyah dalam hal penilaian da mengukur pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa. Hasil: penelitian ini telah menghasilkan media pembelajaran interaktifyang terstandar untuk pembelajaran operasi bilangan bulat. Kesimpulan: Penggunaan media pembelajaran interaktifyang dibuat dengan menerapkan prosedur pengembangan media akan lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.EnglishIntroduction: The Using of interactive media in mathematics learning is one way to visualize mathematics content which is abstract so that students can understand and increase their memory about mathematics content. This research aim to create good interactive multimedia. Method:Research and development design was used in this study. This study cooperated with expert people in media and Islamic elementary school mathematics teachers to try and analyze the effect of the interactive media toward students’ achievement. Result: This result of this study is standardized interactive media to increase students’ achievement in integer lesson. Conclusion :The using of interactive media which was created by media development procedures can increase students’ achievement.
Pelaksanaan Karantina Tahfidzh Al-Qur’an 30 Hari untuk Siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Banjarmasin Ansari, Muhammad Iqbal
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v2i2.764

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi mengenai pelaksanaan Karantina Tahfidzh Al-Qur’an 30 Hari untuk anak usia SD/MI di Banjarmasin, capaian hafalan mereka, serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi penyelenggara Karantina maupun kendala yang dihadapi oleh peserta. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil: Karantina Tahfidzh Al-Qur’an 30 Hari untuk anak usia SD/MI di Banjarmasin dilaksanakan dengan penerapan beberapa program, yaitu program inti, program pendamping serta program layanan khusus. Capaian hafalan anak usia SD/MI yang mengikuti karantina ialah 2-3 juz. Kendala yang dihadapi penyelenggara karantina dalam menangani peserta didik usia SD/MI selama 30 hari ialah mengenai perilaku peserta usia SD/MI yang suka bermain-main mengikuti program, sehingga mereka kelelahan ketika mengikuti program seperti persiapan hafalan. Adapun kendala yang dihadapi peserta didik SD/MI ketika karantina ialah jadwal yang sangat padat dan terdapatnya ayat-ayat Al-Qur’an yang sulit untuk mereka hafal.EnglishIntroduction: The purpose of the research is to get description about the implementation of 30 days quarantine of the Al-Quran tahfizh for elementary school students in Banjarmasin and their recitation achievement, and to determine the problems which faced by the quarantine organizer and the participants. Method: The method used in this research is descriptive qualitative method. Result: The 30 days quarantine of Al-Qur’an tahfizh for elementary school students in Banjarmasin implemented by applying some programs, namely prime program, secondary/companion program, and special case program. The recitation achievement of elementary school students is 2-3 juz. The problem which faced by the quarantine organizer in handling the participants for the 30 days is about the participants’ behavior; as children, in this age they mostly like playing and having fun with their friends. As a result, they can easily get tired when joining the program like the preparation for the recitation. On the other hand, the problem which faced by the participants is about the tight schedule and there are some verses which quite difficult for them to recite and remember.
Pendidikan Anak dalam Perspektif Alquran Hafiz, Abdul; Noor, Hasni
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i2.389

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Mencetak generasi rabbani yang unggul di tengah persaingan global dapat dilakukan dengan jalan menyelenggarakan pendidikan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak didik untuk mengaktualisasikan potensi, bakat dan minatnya. Alquran sebagai sumber ajaran Islam juga banyak mengungkap konsep pendidikan yang ideal. Dalam tulisan ini akan dikemukakan tentang pendidikan anak dalam persfektif Alquran dengan menggunakan tafsir maudhu’i. Metode: Artikel ini menggunakan metode kajian pustaka (library research). Hasil: Artikel ini menghasilkan; himpunan teori tentang pendidikan anak, himpunan ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah pendidikan anak, makna hubungan dan tafsir ayat-ayat tentang pendidikan anak.EnglishIntroduction: To Graduate Rabbani generation that excels in the midst of global competition that can be done by delivering education that provides the widest possible opportunity to the students to grow and develop in accordance with the potential, talent and interest. Method: This paper will be presented on childrens education in the perspective of the Qur an by using interpretation from maudhui. Result: teory collection of the child education, to track and gather the verses relating to the matter that has been set, which is Al-Makkiyah and Madaniyah, to know the relationship (munasabah) verses in each surah, to interpretation about Alquran verses and completes the description and discussion with the Hadis.
Penggunaan Metode Cerita untuk Mengembangkan Nilai Moral Anak TK/SD Putri, Hadisa
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 3, No 1 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v3i1.957

Abstract

IndonesiaPendahuluan:  Artikel ini bertujuan untuk membahas penggunaan metode cerita untuk mengembangkan moral Anak TK/SD. Metode: Tulisan ini adalah kajian literatur  untuk menjelaskan penggunaan metode cerita dalam pengembangan moral Anak TK/SD. Hasil: Penggunaan metode cerita dapat digunakan untuk mengembangkan nilai menghargai teman, sopan santun, dan tanggung jawab.  Guru sebaiknya menggunakan teknik bercerita yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, baik dari bahasa, media dan langkah-langkah pelaksanaannya. EnglishIntroduction: This article aims to discuss the use of story methods to develop the moral of kindergarten or elementary school student. Method: This paper is literature review to explain the use of story method to develop the moral of kindergarten or elementary school. Results: The use of story methods can be used to develop thr child moral, such as: appreaciate, courtesy, and responsibility. Teachers should use storytelling techniques appropriate to the childs developmental stage, both from language, media and implementation steps.