cover
Contact Name
Argyo Demartoto
Contact Email
jas@mail.uns.ac.id
Phone
+62271637277
Journal Mail Official
jas@mail.uns.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uns.ac.id/jas/about/editorialTeam
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Analisa Sosiologi
ISSN : 23387572     EISSN : 26150778     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Analisa Sosiologi (JAS) diterbitkan per semester pada bulan April dan Oktober oleh Program Studi Magister Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan ISSN : 2338 - 7572 (Print) dan ISSN: 2615-0778 (Online). JAS berdasarkan kutipan dan keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 21/E/KPT/2018, tanggal 9 Juli 2018 tentang hasil akreditasi jurnal ilmiah periode 1 tahun 2018, telah terakreditasi Peringkat 4 yang berlaku 5 Tahun, yaitu Volume 5 Nomor 1 tahun 2016 sampai Volume 9 Nomor 2 Tahun 2020. JAS memfokuskan diri pada hasil penelitian terkait isu-isu sosial-kontemporer di Indonesia, khususnya yang berkenaan dengan perkembangan masyarakat dari berbagai aspek. Selain itu, JAS juga menerima artikel yang bersumber pada telaah pustaka terkait dengan upaya pengembangan teori-teori sosiologi. Informasi mengenai JAS juga bisa diperoleh melalui media sosial.
Articles 100 Documents
SISTEM LAPISAN SOSIAL DAN SISTEM KEAGAMAAN MEGALITIK-HINDU KUNO DI LIMA WILAYAH KECAMATAN DI KABUPATEN KEBUMEN Hindarto, Teguh; Ansori, Chusni
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1811.708 KB)

Abstract

The existence of a number of ancient Megalithic and Hindu artifacts in five districts in Kebumen Regency is still lacking in assessment, especially from a sociological perspective. Its existence is dominated by a number of narratives that are mythological rather than historical and sociological. The research method used in this study is qualitative with an exploratory and descriptive approach. This study was analyzed using Structural Functional Theory. The research results show that the ancient Kebumen area is home to several layers of older people who lived in the Megalithic era marked by the presence of a number of terraces and andesite stone structures. The next layer of society is the ancient Hindu era of Shiva worshipers, which is marked by the presence of a number of Lingga and Yoni and Ganesha. Although minus documentary data regarding the existence of people who left behind the legacy of ancient Megalithic and Hinduism, but through the analysis of material social facts the existence of artifacts and analysis of religious symbols, a number of initial conclusions were formed which became the basis for subsequent sociological research. Based on available data it can be concluded that various ancient socio-religious layers have contributed to shaping the socio-cultural life of the Kebumen community today.Keywords: Megalithic; Hinduism; Shivaism; Social Layer; Religious Systems; Social Facts; Social Stratification; Gemeinschaft; Geselschaft. AbstrakKeberadaan sejumlah sebaran artefak Megalitik dan Hindu kuno di lima kecamatan di Kabupeten Kebumen masih minim pengkajian khususnya dari perspektif sosiologis. Keberadaannya lebih didominasi oleh sejumlah narasi yang bersifat mitologis tinimbang historis dan sosiologis.. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan eksplorasi dan deskriptif. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Fungsional Struktural. Hasil riset menujukkan bahwa wilayah Kebumen kuno merupakan tempat tinggal beberapa lapisan masyarakat lebih tua yang hidup di era Megalitik yang ditandai dengan keberadaan sejumlah punden berundak dan struktur batu andesit. Lapisan masyarakat berikutnya adalah masyarakat era Hindu kuno pemuja Siwa yang ditandai dengan keberadaan sejumlah Lingga dan Yoni serta Ganesha. Sekalipun minus data dokumenter mengenai keberadaan masyarakat yang meninggalkan warisan Megalitik dan Hindu kuno, namun melalui analisis fakta sosial material keberadaan artefak dan analisis simbol-simbol keagamaan, didapatkan sejumlah kesimpulan awal yang menjadi landasan bagi penelitian sosiologis berikutnya. Berdasarkan data yang ada dapat disimpulkan bahwa berbagai lapisan sosial keagamaan kuno telah berkontribusi membentuk kehidupan sosial budaya masyarakat Kebumen masa kini.   Kata kunci : Megalitik, Hinduisme, Siwaisme, Lapisan Sosial, Sistem Keagamaan, Fakta Sosial, Stratifikasi Sosial, Paguyuban, Patembayan.
STUDI KASUS PERAN PENYULUH SWADAYA DALAM PENGEMBANGAN BUDIDAYA MINAPADI DI DESA NOGOTIRTO Rahmadi, Purwito Zanuar; Zuber, Ahmad; Wijaya, Mahendra
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.38 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the role of self-help instructors in developing minapadi cultivation in Nogotirto Village. Agriculture is the main sector that still dominates the livelihoods of the Indonesian population. Agricultural innovation is very necessary to improve the quality and quantity of agricultural products. The results showed that Sawadaya Extension was able to provide innovative breakthroughs to provide solutions to problems that are often faced by farmers through cultivation of Minapadi. Self-help instructors in Latency (Maintenance Pattern) to maintain a system can run according to its structural functions. So, it has become a joint task in a working system in the Sleman Minapadi Community group and the Sleman Fishery Network Network (JMP) to maintain and maintain the patterns that are already very strong the role of self-supporting instructors because it is part of the functional structural system in the group that is. Keywords: Self-supporting Instructors, Latency, and Minapadi. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh swadaya dalam pengembangan budidaya minapadi di Desa Nogotirto. Pertanian merupakan sektor utama yang masih mendominasi mata pencarian penduduk Indonesia. Inovasi pertanian sangat perlu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Hasil penelitian menunjukkan, Penyuluh Sawadaya mampu untuk memberikan terobosan inovasi untuk memberikan solusi permaalahan yang sering dihadapi petani melalui budidaya minapadi. Penyuluh swadaya dalam Latency (Pemeliharaan Pola) untuk menjaga sebuah sistem dapat berjalan sesuai pada fungsi strukturalnya. Maka, sudah menjadi tugas bersama dalam satu sistem kerja dalam kelompok Komunitas Minapadi Sleman dan JMP (Jaringan Mitra Perikanan) Sleman untuk menjaga dan memelihara pola-pola yang sudah berjalan sangat kuat peran dari penyuluh swadaya karena merupakan bagian dari sistem struktural fungsional yang ada pada kelompok tersebut. Kata Kunci: Penyuluh swadaya, Latency, dan Minapadi.
KONFLIK LATEN PENCEMARAN LINGKUNGAN BANTARAN SUNGAI PEPE KOTA SURAKARTA Rahmadi, S.Sos, Purwito Zanuar
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2692.608 KB)

Abstract

The purpose of this study, to determine the latent conflict of people on the banks of the Pepe River with the disposal of household waste and home industry fabric dye related environmental conditions around the Kali River Pepe. The type of research used by the author is the type of research that is qualitative, with this research approach using case study model. Sampling technique in this research using snowball sampling. That the behavior of residents along the banks of Kali Pepe and also outsiders, who throw garbage in Kali Pepe also contaminate Pepe River water, besides river pollution from waste water industry Home cloth dyeing industry.Keywords: Latent Conflicts, Pepe River Pollution, and Environmental Pollution.AbstrakTujuan penelitian ini, untuk mengetahui konflik laten masyarakat di bantaran Sungai Pepe dengan pembuangan limbah rumah tangga dan home industry pewarnaan kain terkait kondisi lingkungan sekitar Bantaran Kali Pepe. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah jenis penelitian yang bersifat kualitatif, dengan pendekatan penelitian ini menggunakan model studi kasus. Teknik pengambilan sampling pada peneltian ini menggunakan snowball sampling. Bahwa perilaku warga bantaran Kali Pepe dan juga warga luar, yang membuang sampah di Kali Pepe juga ikut mencemari air Kali Pepe, selain pencemaran sungai dari air buangan limbah Home industry pewarnaan kain.Kata Kunci: Konflik Laten, Bantaran Sungai Pepe, dan Pencemaran Lingkungan.
SISTEM PERTUKARAN DALAM TRADISI TU’U STUDI KASUS DI DESA BATUTUA, ROTE BARAT DAYA, ROTE NDAO, NUSA TENGGARA TIMUR Puspitasari, Desi
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.401 KB)

Abstract

Tu'u tradition is an activity to provide relief to families struggling especially in terms of funding a party. As a tradition that is still sustainable, this study aimed to explore the factors that encourage the public to maintain this tradition amid the onslaught of modernization. Researchers used a qualitative approach with intrinsic case study. The informant from the community Batutua who has organized and participated Tu'u. The informant is a person who consciously bound by this tradition. The sampling technique used was purposive sampling technique, while the data collection techniques used is by unstructured interviews, observation and documentation. Test the validity used triangulation of data and sources. Data were analyzed using the sorting stage, the interpretation and abstraction. Research results obtained are: 1) Tu'u has evolved from Tu?u to wedding, Tu'u build a house, Tu?u to finding a job and Tu'u for education. 2) Tu'u be a  social exchange activities for society not only economically but bound by values and norms as a benchmark for maintaining social relationships. This relationship forged with reciprocation bonds to be paid off, otherwise it will be and will be subordinated debt of the social environment. 3) Due to this there is a designation Tu'u abstract know the social classes based on granting funds Tu'u and liveliness following Tu'u. 4) as well as the legitimacy of power maneleo as chieftain and the power over its members. Keywords: Tu'u, Exchange, and Power.          AbstrakTradisi Tu'u adalah kegiatan untuk memberikan bantuan untuk keluarga berjuang terutama dalam hal pendanaan pesta. Sebagai sebuah tradisi yang masih berkelanjutan, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mendorong masyarakat untuk menjaga tradisi ini di tengah gempuran modernisasi. Para peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan intrinsik studi kasus. Informan dari masyarakat Batutua yang telah diselenggarakan dan berpartisipasi Tu'u. Informan adalah orang yang sadar terikat oleh tradisi ini. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling teknik, sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Menguji validitas digunakan Triangulasi data dan sumber. Data dianalisis menggunakan tahap penyortiran, interpretasi dan abstraksi. Hasil penelitian yang diperoleh: 1) Tu'u telah berkembang dari Tu'you pernikahan, Tu'u membangun sebuah rumah, Tu'you untuk mencari pekerjaan dan Tu'u untuk pendidikan. 2) Tu'u menjadi sosial pertukaran kegiatan bagi masyarakat tidak hanya ekonomi tapi terikat dengan nilai-nilai dan norma-norma sebagai patokan untuk menjaga hubungan sosial. Hubungan ini ditempa dengan timbal balik Obligasi untuk dilunasi, dinyatakan itu akan dan akan subordinasi utang lingkungan sosial. 3) karena ini ada sebutan abstrak Tu'u tahu kelas sosial yang didasarkan pada pemberian dana Tu'you dan keaktifan mengikuti Tu'u. 4) serta legitimasi kekuasaan maneleo sebagai kepala suku dan kekuasaan atas para anggotanya. Kata Kunci: Tu'u, pertukaran, dan kekuatan
FUNGSIONALITAS KONFLIK GOJEK: STUDI FENOMENOLOGI TERHADAP KONFLIK PENGEMUDI GOJEK DI KOTA KEDIRI Junior, Mega Swastika
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.81 KB) | DOI: 10.20961/jas.v6i1.18176

Abstract

One of the products or applications of today's smartphone is a prima donna application GOJEK. GOJEK itself is a technology company from Indonesia that serves freight through ojek service GOJEK has been beropreasi in Kediri since May 2017 until today. the number of online motorcycle taxi drivers reaches thousands. Today's event of concern at the end of 2017 is a demonstration conducted by traditional transportation drivers. After the demonstration there was a mediation effort attended by several parties. This research uses qualitative research method and using phenomenological approach. The data used in this research are primary and secondary data. Primary data is the main data in research while secondary data is additional data in research.,The results of this study indicate the conflicts experienced by drivers GOJEK occurs in conventional transport drivers, fellow drivers GOJEK drivers and GOJEK companies. Conflict with conventional transport drivers occurs directly in the form of verbal or physical violence. On the other hand a group of good GOJEK driver formations formed before or after the conflicts have strong solidarity ties. The communication is very likely to run intensely as a form of resistance from the conflict that occurred. Conflict with conventional transport drivers allows them to be more aware of the importance of alliances with other small groups that benefit their existence.Keywords: GOJEK Drivers, Conventional Transport Drivers, Conflicts. AbstrakSalah satu dari produk aplikasi handphone yang sekarang tengah menjadi primadona adalah aplikasi GOJEK. GOJEK sendiri adalah sebuah perusahaan teknologi dari Indonesia yang meyalani transportasi melalui servis ojek, GOJEK telah beroperasi di Kediri sejak Mei 2017 hingga sekarang. Jumlah dari ojek sepeda motor online telah mencapai ribuah. Peristiwa masa kini yang menjadi perhatian pada akhir tahun 2017 adalah demonstrasi yang dilakukan oleh pegemudi ojek konvensional. Setelah demonstrasi terdapat upaya mediasi yang mendatangkan berbagai pihak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatifa dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdapat dua macam yakni data primer dan sekunder. Data primer adalah data utama dalam penelitian sementara data sekunder merupakan data tambahan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik yang dialami oleh pengemudi GOJEK berbenturan dengan pengemudi ojek konvensional, sesama pengemudi GOJEK dan perusahaan GOJEK. Konflik dengan pengemudi ojek konvensional terjadi secara langsung dalam bentuk verbal maupun kekerasan fisik. Di sisi lain sebuah grup pengemudi GOJEK terbentuk sebelum atau setelah konflik memiliki solidaritas sosial yang kuat. Komunikasi berjalan intens sebagai bentuk dati resistensi dati konflik yang terjadi. Konflik dengan pengemudi ojek konvensional membuat mereka lebih menyadari mengenai pentingnya aliansi dengan grup kecil lain yang menguntungkan eksistensi mereka. Kata Kunci: Pengemudi GOJEK, Pengemudi Ojek Konvensional, Konflik.
KESETARAAN GENDER DALAM LINGKUP ORGANISASI MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA TAHUN 2016 Fibrianto, Alan Sigit
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.746 KB) | DOI: 10.20961/jas.v5i1.18422

Abstract

This research aims to find out about the realization of gender equality in the scope of student organizations Sebelas Maret University Surakarta in 2016. This research uses qualitative descriptive method with source triangulation as data validity. Data obtained through observation and interviews conducted in each student organization at Sebelas Maret University. The results show that from all organizations there is male domination as the leader of the organization, while women serve as secretaries, treasurer and members. The reality is that there is no gender equivalence and justice, and gender mainstreaming from every organization, so the position of women is still at number two after men.Keywords: Equality; Gender; Student Organization. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai wujud kesetaraan gender di lingkup organisasi mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan triangulasi sumber sebagai validitas data. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara yang dilakukan di masing-masing organisasi mahasiswa di Universitas Sebelas Maret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua organisasi terdapat dominasi laki-laki sebagai pimpinan organisasi, sedangkan perempuan menjabat sebagai sekretaris, bendahara dan anggota. Realitanya belum ada kesetaraan dan keadilan gender (KKG) serta pengarusutamaan gender (PUG) dari setiap organisasi, sehingga posisi perempuan masih berada pada nomor dua setelah laki-laki.Kata Kunci: Kesetaraan; Gender; Organisasi Mahasiswa. 
PERANGKAP KEMISKINAN PADA WARGA RELOKASI (STUDI KORELASIONAL: UNSUR-UNSUR PERANGKAP KEMISKINAN PADA WARGA RELOKASI PUCANG MOJO KEDUNGTUNGKUL MOJOSONGO JEBRES SURAKARTA) Nurcahyono, Okta Hadi; Slamet, Y; zuber, ahmad
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.597 KB) | DOI: 10.20961/jas.v4i1.17408

Abstract

This study is the result of the interpretation of the theory of "Poverty Trap" Robert Chambers (1983) to the social facts paradigm (Emile Dhurkheim, 1964). The purpose of this study was to determine whether or not the resident relocation poverty trap, by way of explaining whether or not the relationship between the elements of the poverty trap in this case: powerlessness, vulnerability, physical weakness, material poverty, and isolation of the Public Service, the citizens relocation Pucang Mojo, Kedungtungkul, Mojosongo, Surakarta. This study uses poverty approach both structurally and culturally. This research is survey research with an explanatory strategy. The study population was all heads of households in Housing Relocation Pucang mojo, Mojosongo, Surakarta.The number of sample was taken 50% out of total population. This study employed quantitative data with triangulation using qualitative data as the confirmer. The qualitative data used was the one derived from result of interview and observation. To examine the relationship between the elements of poverty trap, Product Moment Correlation test was used that was processed with SPSS 19.0 version IBM. The dominant result of statistic data processing in this study was then combined with qualitative data in the discussion. The result of discussion showed that: out of ten relationships between variables or elements existing, only four categorized into significant relationship, while the other six elements were proved insignificant. The four elements are shown to have a significant association among others: the poverty of material with physical weakness, material poverty with vulnerability, physical weakness with vulnerability, and isolation of the public service with the helplessness while the sixth has no correlation relationships such as: poverty with insulating material to public servants, the material poverty with powerlessness, physical weakness with insulation against public servants, physical weakness with powerlessness, isolation against public servants with vulnerability, and vulnerability to helplessness. This finding showed that not all hypotheses suggested by Robert Chambers (1983) could be proved in the context of urban poverty, particularly among the relocated people in Pucangmojo, Kedungtungkul, Mojosongo, Jebres, Surakarta. Keywords: poverty trap and 
PERAN JARINGAN KEMANUSIAAN JAWA TIMUR DALAM PENDIDIKAN NON FORMAL BAGI ANAK BANGSA DI KOTA MALANG Rahmatillah, Hamida Zama; Nisa, Anis Khoirun; Rachmatullah, Yudha
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 9 (2020): Edisi Khusus Sosiologi Perkotaan
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.127 KB) | DOI: 10.20961/jas.v9i0.39815

Abstract

Anak Bangsa is a call for children in the JKJT (Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur) community, where is anak bangsa once lived on the streets. Aanak bangsa actually have good potential to be developed in a positive direction. This community is interesting to study because in it has a unique and prospective contribution in improving the welfare of anak bangsa. This research was conducted in Jalan Blitar, Malang City. This research uses descriptive qualitative participatory. The theory used is the theory of social participation in the concept of community development which according to Jim Ife that the more people who become participants and active, the more proportionate in terms of community ownership and development and inclusive developments will be realized. The other theories used are the stigma theory from Erving Goffman and social construction theory by Peter L Berger & Luckman. The results obtained are based on research conducted on JKJT, namely: anak bangsa in JKJT were previously stigmatized by the community and with the existence of JKJT, anak bangsa have been contracted not to return to the streets but have participated in more positive activities, JKJT has contributed empowerment, advocacy, and also education for anak bangsa, as well as providing training in the form of soft skills and hard skills (such as photography, educators in the learning community actively learning, providing opportunities for the anak bangsa to join volunteering in disaster mitigation, making vendor construction, committee training ) and character education which all of these things have a goal that is to achieve prosperity for anak bangsa. Keywords: Anak Bangsa, JKJT, Malang City AbstrakAnak bangsa merupakan panggilan untuk anak-anak yang berada di komunitas JKJT (Jaringan kemanusiaan Jawa Timur), dimana anak bangsa dahulu pernah tinggal di jalanan. Anak bangsa bangsa ini sebenarnya memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan kearah yang positif. Komunitas ini menarik untuk diteliti karena di dalamnya memiliki kontribusi yang unik dan prosepektif dalam meningkatkan kesejahteraan bagi anak bangsa. Penelitian ini dilakukan di Jalan Blitar, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif partisipatoris. Teori yang digunakan yaitu teori partisipasi sosial dalam konsep development community yang mana menurut Jim Ife bahwa semakin banyak orang yang menjadi partisipan dan aktif maka akan semakin proporsional dalam  hal kepemilikan dan pengembangan masyarakat serta pengembangan-pengembangan inklusif yang akan direalisasikan. Adapun teori lain yang digunakan yaitu teori stigma dari Erving Goffman dan teori kontruksi sosial oleh Peter L Berger & Luckman. Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada JKJT yaitu: Anak bangsa di JKJT dahulu mendapat stigma yang buruk oleh masyarakat dan dengan adanya JKJT, anak bangsa telah dikontruksi untuk tidak kembali turun ke jalan namun sudah berpartisipartisipasi pada kegiatan yang lebih positif, JKJT memiliki kontribusi pemberdayaan, pengadvokasian, dan juga pendidikan bagi anak bangsa, serta memberikan pelatihan berupa soft skill maupun hard skill (seperti:  fotografi, tenaga pendidik di komunitasbimbel giat belajar, memberikan kesempatan bagi anak bangsa untuk bergabung menjadi relawan mitigasi bencana, pembuatan kontruksi vendor, latihan kepanitiaan) dan pendidikan karakter yang mana semua hal ini memiliki tujuan yaitu demi tercapainya kesejahteraan bagi anak bangsa. Kata kunci : Anak Bangsa, JKJT, Kota Malang.
PEMBENTUKAN HABITUS SISWA CI/BI DALAM KELAS AKSELERASI (STUDI KASUS SMA NEGERI 65 JAKARTA) Saehu, Rahmat
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.304 KB)

Abstract

The fast learning system and the demands of academic achievement in the accelerated program have implications on the formation of CI / BI student habitus in the acceleration class. This study aims to describe the formation of CI / BI student habitus in the acceleration class. The research method used is qualitative with case study approach. Research location at SMA Negeri 65 Jakarta, Kebon Jeruk, West Jakarta Municipality. Informants in this study amounted to eight people consisting of students of acceleration classes and regular classes and teachers associated with the program. Technique of collecting data in this research is by interview and observation. The validity of the data uses the validity of sources and methods with Miles and Huberman?s interactive analytical model techniques. The results showed that the habitus that formed during the acceleration program, among others, manifested in discipline, diligent and competitive attitude. Keyword: Acceleration, Gifted-Talented, Habitus      AbstrakSistem pembelajaran yang sangat cepat serta tuntutan prestasi akademis dalam program akselerasi berimplikasi pada pembentukan habitus siswa CI/BI di kelas akselerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan habitus siswa CI/BI pada kelas akselerasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di SMA Negeri 65 Jakarta, Kebon Jeruk, Kotamadya Jakarta Barat. Informan dalam penelitian ini berjumlah delapan orang yang terdiri dari siswa-siswi kelas akselerasi dan kelas reguler serta guru-guru yang terkait dengan program tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah dengan wawancara dan observasi. Validitas data menggunakan validitas sumber dan metode dengan teknik analisis model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa habitus yang terbentuk selama mengikuti program akselerasi antara lain terwujud dalam sikap disiplin, tekun dan kompetitif.  Kata Kunci: Akselerasi, CI/BI, Habitus.
POTENSI KONFLIK DI WILAYAH PERBATASAN DARAT REPUBLIK INDONESIA-REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR LESTE (STUDI KASUS DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR) Julqurniati, Nur; Susanty, Dewi Indah
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.843 KB)

Abstract

Various conflict potentials that can be found in North Middle Timor (TTU) Regency can interfere orderliness and security as well as hinder the development in border regions. This research aims to describe any sources and factors triggering conflict potentials, as well as any efforts to eradicate the social conflict potentials in west border regions of the Republic of Indonesia (RI) - Democratic Republic of Timor Leste (RDTL). Research method was by qualitative with a study case approach. The informants were determined by purposive and snowball sampling techniques, meanwhile data collection techniques were conducted by observation, interview and documentation. Results of the study indicate that identified conflict potentials in TTU Regency are activities of illegal trading, boundary and ulayat land as well as thievery and cattle crossing. Conflict potentials that can be found from illegal trading activity are caused by economic factor and needs that are blocked by domination of apparatus in border regions. In the issues of boundary and ulayat land, the conflict potentials are caused by differences in determining the boundary between the central government and TTU border citizens. In the issues of thievery and cattle crossing, the conflict potentials are caused by accumulation of citizen hatred, social prejudice and lack of government role in maintaining security in border regions. The efforts of conflict potential management related to illegal trading activity are by giving recommendation and socialization in order to conduct the trading activity through legal channel and making informal agreement between citizen and apparatus in border regions. The effort to solve conflict potentials related to boundary and ulayat land issues is conducting negotiation between central government of RI and traditional leaders, and negotiation between traditional leaders of RI and RDTL. The effort to solve thievery and cattle crossing issues is also by conducting a customary agreement. Keywords: Land Border, Illegal Trading, Conflict Potentials, Boundary AbstrakBerbagai potensi konflik yang ada di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dapat mengganggu ketertiban dan keamanan, serta menghambat pembangunan di wilayah perbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sumber dan faktor-faktor penyebab munculnya potensi konflik, serta upaya-upaya untuk mencegah potensi konflik sosial di wilayah perbatasan darat Republik Indonesia (RI) ? Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan ditentukan dengan teknik purposive dan snowball sampling, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan potensi konflik yang terindentifikasi di Kabupaten TTU adalah aktivitas perdagangan ilegal, tapal batas dan tanah ulayat, serta pencurian dan perlintasan ternak. Potensi konflik yang dapat timbul dari aktivitas perdagangan ilegal disebabkan oleh faktor ekonomi dan kebutuhan yang dihalangi dengan adanya dominasi aparat di wilayah perbatasan. Pada permasalahan tapal batas dan tanah ulayat potensi konflik disebabkan oleh perbedaan dalam menentukan batas negara antara pemerintah RI dengan penduduk perbatasan TTU. Pada permasalahan pencurian dan perlintasan ternak, faktor penyebab munculnya potensi konflik adalah akumulasi kebencian penduduk, adanya prasangka sosial dan kurangnya peran pemerintah dalam menjaga keamanan di perbatasan. Upaya pengelolaan potensi konflik terkait aktivitas perdagangan ilegal adalah memberikan himbauan dan sosialisasi agar melakukan aktivitas perdagangan lewat jalur resmi, dan kesepakatan informal antara penduduk dengan aparat perbatasan. Upaya yang dilakukan untuk potensi konflik terkait permasalahan tapal batas dan tanah ulayat adalah negosiasi antara pemerintah pusat dan tokoh adat serta negosiasi antara tokoh adat kedua negara. Upaya yang dilakukan terkait pencurian dan perlintasan ternak adalah membuat kesepakatan adat. Kata kunci: Perbatasan Darat, Perdagangan Ilegal, Potensi Konflik, Tapal Batas

Page 1 of 10 | Total Record : 100