cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan
ISSN : 19799187     EISSN : 25282751     DOI : -
Core Subject : Economy,
First published in 2007, Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan (BILP) is a scientific journal published by the Trade Analysis dan Development Agency (Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan - BPPP), Ministry of Trade, Republic of Indonesia. This bulletin is expected to be a media of dissemination and analysis of research results to be used as references for academics, practitioners, policy-makers, and the general public. In collaboration with professional associations, The Indonesian Society of Agricultural Economics (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - PERHEPI), BILP publishes research reports and analysis of trade sector and/or sector-related trade which have not been published in any other journals/scholarly publications, either in Bahasa Indonesia or English. Publishing twice a year in July and December, this Bulletin is directly disseminated to stakeholders both in print and online.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2007)" : 5 Documents clear
KEMUNGKINAN KELEMBAGAAN RIA DALAM RANGKA REFORMASI REGULASI Ningsih, Rahayu; Kusyatiningsih, Sri
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.038 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v1i2.297

Abstract

Pemulihan ekonomi Indonesia pasca krisis tahun 1997 sangat lambat jika dibandingkan dengan negara lain yang juga terkena krisis, dan factor penyebabnya adalah kualitas regulasi yang rendah dan tidak berorientasi pasar sehingga menghambat dinamika perekonomian. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dibuatlah suatu rancangan Kelembagaan yang menangani review regulasi baik yang sudah diterapkan maupun yang akan dibuat dengan metode RIA (Regulatory Impact Assessment), dimana Lembaga tersebut berfungsi untuk melakukan review terhadap seluruh regulasi yang diterbitkan oleh instansi pemerintah, terutama regulasi yang menghambat perkembangan kemajuan dunia usaha.Salah satu proses yang digunakan di banyak negara maju untuk mereview regulasi adalah melalui Regulatory Impact Assessment (RIA). Di Indonesia, prakarsa penggunaan metode RIA dimulai sejak tahun 2001 baik ditingkat pusat maupun daerah. Beberapa tahun lalu pemerintah telah mengeluarkan 3 (tiga) paket kebijakan untuk memperbaiki perekonomian, yaitu paket kebijakan pembangunan infrastruktur, kebijakan perbaikan iklim investasi dan kebijakan sektor keuangan. Namun semuanya belum memberikan kemajuan signifikan dalam reformasi peraturan dan birokrasi karena selama ini kurang berdaya untuk memberikan sinyal positif bagi pemulihan perekonomian. Departemen Perdagangan mulai tahun 2004 sampai sekarang telah mengambil inisiatif untuk melakukan kajian RIA sebagai metode dalam melakukan reformasi peraturan yang berkaitan dengan perdagangan dan iklim usaha, serta melakukan Sosialisasi RIA ke berbagai daerah di Indonesia. Keberhasilan penggunaan metode RIA sangat ditentukan oleh adanya komitmen yang kuat dari pimpinan di samping adanya kelembagaan RIA.
ANALYSING FACTORS DETERMINING SUGAR RETAIL PRICE Rahayuningrum, Ninuk; Susila, Wayan; Widayanti, Tjahya
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2207.871 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v1i2.298

Abstract

Since 2002, the government of Indonesia (GOI) has imposed promoting and protective to the Indonesia sugar industry. The policies have caused a significant increase in domestic production and farmer welfare. However, the policies also caused the government cannot effectively control the domestic retail price, especially when sugar price in the international market is very high. With this problem, this study is aimed at analyzing factors that significantly determine retail sugar price that can be used as policy instrument to control the price. An econometric model was used to determining the factors and their effect on the retail price. The result of analysis show that farm gate proce reference determined by the GOI, distribution costs, sugar import price, and market competition level are four main factor determining the retail price, explaining around 84% of retail price behavior. The elasticity of the sugar retail price toward the change of the four factors lies between 0.026-0.566. These imply that the GOI can use these four factors and their related variables as policy instrument to control the price.
PENGEMBANGAN USAHA DAGANG KECIL MENENGAH DALAM MENDUKUNG KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA Sukesi, Heny
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.864 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v1i2.299

Abstract

Usaha dagang kecil menegah (UDKM) merupakan salah satu prioritas pembangunan yang telah terbukti cukup handal dalam menghadapi berbagai gejolak, baik ekonomi maupun politik. Sementara itu kemajuan sektor pariwisata sangat didukung oleh kekayaan alam Indonesia yang merupakan warisan yang tangible (kasat mata) dan intangible (tidak kasat mata), yang mana saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Usaha dagang kecil menengah dapat menghasilkan produk-produk hasil industry kreatif untuk mendukung sektor pariwisata antara lain:Barang-barang kerajinan yang disukai para wisman baik dari dalam maupun luar negeri seperti kerajinan perak, perhiasan pakai permata dan lainnyaBarang souvenir seperti patung, relief dari tanah, lukisann dan lainnyaKertas seni yang dapat diolah dari barang bekas atau limbah hasil pertanian menjadi produk hasil kerajinan khas daerah tertentu seperti kaps lampu, tas, hiasan dinding, tempat tissue dan barang souvenir lainnyaLandasan ekonomi kreatif adalah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk melindungi karya dari para pekerja di industry kreatif. Komitmen TIM Nasional HKI adalah memperkuat Undang-undang dan peraturan, penegakan hokum, sosialisasi, pengembangan SDM dan kerjasama internasional. Disamping itu pemerintah telah meluncurkan program Indonesia Desain Power (IDP) yang dimaksudkan pendayagunaan desain untuk meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia yang berbasis Kekayaan Intelektual dan Sumber Daya Alam (SDA) yang dilakukan melalui inovasi bersumber dari budaya dan warisan budaya.
PROSPEK PERDAGANGAN UDANG INDONESIA Samah, A. Elly
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.111 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v1i2.300

Abstract

Udang merupakan komoditas unggulan yang mempunyai nilai ekspor terbesar sekitar 21% dari perdagangan dunia hasil perikanan. Untuk Indonesia udang merupakan komoditi ekspor andalan dan sumber perolehan devisa mengingkat sekitar 50% dari total ekspor hasil perikanan bersumber dari komoditas ini.Di pasar internasional posisi udang Indonesia semakin tertinggal, karena beberapa pasar utama yang dulu dikuasai oleh udang dari Indonesia seperti Amerika Serikat dan Jepang saat ini telah dikuasai oleh udang dari Vietnam, Thailand, dan Cina. Sebelumnya Indonesia selalu menjadi pemasok utama untuk negara-negara tersebut. Penyebab terjadinya penurunan pasokan dan daya saing udang Indonesia karena tidak efisiennya usaha budidaya udang di dalam negeri akibat buruknya infrastruktur dan maraknya pungutan liar di lapangan.Sementara itu infrastruktur budidaya udang Thailand lebih bagus, jalan raya ke lokasi budidaya beraspal mulus dan disediakan listrik dengan harga subsidi serta insentif lain yang dapat meningkatkan produktivitas produksi udang negara tersebut.Amerika Serikat mengenakan bea masuk anti dumping terhadap enam negara pemasok udang antara lain Thailand, Cina, Vietnam, India, Ekuador, Brazil sejak tahun 2004. Kondisi ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk merebut pasar di Amerika Serikat jika dapat meningkatkan daya saingnya.
KAJIAN MODEL PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL Muslimin, Lukman; Indriati, Fibria; Widayanti, Tjahya
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2986.639 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v1i2.296

Abstract

Pasar tradisional saat ini menghadapi permasalahan eksternal dan internal yang berpengaruh besar terhadap eksistensi mereka. Dari sisi eksternal pasar tradisional menghadapi kenyataan bahwa kebijakan saat ini tidak cukup mendukung potensi mereka untuk berkembang. Demikian pula persaingan dengan ritel modern yang sangat ekspansif semakin menciptakan kondisi bahwa pasar tradisional semakin ditinggalkan oleh konsumennya. Disisi internal, pasar tradisional menghadapi kenyataan bahwa fisik pasar yang tua tanpa renovasi, sementara manajemen pasar tidak mampu mengatasi perubahan dalam menata pasar tradisional yang bersih, nyaman dana man.Perubahan lingkungan dalam bisnis ritel menuntut pemecahan masalah eksternal dan internal pasar tradisional. Penelitian ini mencoba menganalisa model pengembangan tempo dulu (model tradisional), model yang berjalan saat ini (model transisi) dan model pengembangan masa depan (model integrase) yang dapat memadukan antara model yang telah dan sedang berjalan dengan model yang dibutuhkan di masa depan.Belajar dari pengalaman dalam pembinaan dan model yang dikembangkan di negara lain, maka kajian ini mencoba untuk mengintrodusir model integrase dalam pengembangan pasar tradisional.

Page 1 of 1 | Total Record : 5