cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan
ISSN : 19799187     EISSN : 25282751     DOI : -
Core Subject : Economy,
First published in 2007, Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan (BILP) is a scientific journal published by the Trade Analysis dan Development Agency (Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan - BPPP), Ministry of Trade, Republic of Indonesia. This bulletin is expected to be a media of dissemination and analysis of research results to be used as references for academics, practitioners, policy-makers, and the general public. In collaboration with professional associations, The Indonesian Society of Agricultural Economics (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - PERHEPI), BILP publishes research reports and analysis of trade sector and/or sector-related trade which have not been published in any other journals/scholarly publications, either in Bahasa Indonesia or English. Publishing twice a year in July and December, this Bulletin is directly disseminated to stakeholders both in print and online.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 2 (2016)" : 5 Documents clear
DETERMINAN DAN EKUIVALEN TARIF IMPOR JASA FINANSIAL DAN ASURANSI NEGARA RCEP Azhari, Meidah; Widyastutik, Widyastutik
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30908/bilp.v10i2.61

Abstract

Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) merupakan bentuk kerjasama yang diinisiasi ASEAN pada tahun 2012. Jasa finansial dan asuransi merupakan salah satu sektor jasa yang memiliki peran penting terhadap stabilitas perekonomian dunia. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi impor jasa finansial dan asuransi serta melakukan estimasi ekuivalen tarif untuk melihat seberapa besar hambatan dalam perdagangan jasa pada masing-masing negara RCEP. Penelitian ini menggunakan pendekatan gravity model dengan analisis regresi data panel. Data yang digunakan bersumber dari data dasar Global Trade Analysis Projects (GTAP) dan Centre d’Etudes Prospectives et d’Informations Internationales (CEPII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDB, jarak, bahasa, dan sejarah kolonial signifikan memengaruhi impor. Estimasi ekuivalen tarif menunjukkan bahwa Selandia Baru, Filipina, RRT, India, dan Korea Selatan merupakan negara yang memiliki hambatan perdagangan paling tinggi. Kesamaan bahasa dan sejarah kolonial merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling besar terhadap perdagangan. Untuk itu perlu adanya upaya dalam meningkatkan kemampuan penggunaan bahasa asing serta menjalin hubungan yang baik antara negara yang memiliki kesamaan sejarah kolonial. Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) is a framework agreement which was initiated by ASEAN on 2012. Financial and insurance service is a service sector which has an important role in the world economic stability.The purpose of this study is to analyze the determinants of import in financial and insurance services and to estimate tariff equivalent in each member of RCEP. This study employs Gravity model approach with regression analysis of panel data.The data were obtained from Global Trade Analysis Projects (GTAP) and Centre d’Etudes Prospectives et d’Informations Internationales(CEPII).The results indicate that GDP, distance, common language, and common colony have a significant effect on import. The estimation of tariff equivalent shows that New Zealand, Philippines, China, India, and South Korea are countries with the highest trade barriers. This study concludes that the similarities of language and historical background among countries are the factors that have the highest influence in trade.Therefore, increasing the use of foreign language and establishing better relationships between countries with the same colonial history are crucial to be done.
DAMPAK KEBERADAAN PERWAKILAN PERDAGANGAN LUAR NEGERI TERHADAP KINERJA EKSPOR NON MIGAS INDONESIA Saputri, Ayu Sinta; Ardiyanti, Septika Tri
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30908/bilp.v10i2.53

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembentukan Atase Perdagangan (Atdag) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) terhadap kinerja ekspor non migas Indonesia. Metode yang digunakan adalah random effect model fungsi permintaan dengan menggunakan nilai ekspor non migas Indonesia dan pangsa ekspor non migas Indonesia di negara mitra dagang sebagai indikator-indikator yang menggambarkan kinerja ekspor Indonesia. Kajian ini menunjukkan bahwa keberadaan Atdag dan ITPC memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan ekspor Indonesia. Nilai ekspor dan pangsa ekspor non migas Indonesia di negara mitra dagang dimana terdapat Atdag dan ITPC lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara mitra yang belum terdapat Atdag dan ITPC. Di samping itu, besaran anggaran yang diterima oleh para perwakilan perdagangan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ekspor Indonesia. Dengan demikian, penguatan dan pengembangan Atdag dan ITPC penting untuk dilakukan dalam rangka peningkatan ekspor Indonesia baik melalui peningkatan besaran anggaran dan atau penambahan jumlah perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. This study analyzes the impact of establishing The Indonesia’s Trade Attaché (Atdag) and The Indonesias Trade Promotion Center (ITPC) on Indonesia’s non-oil exports performance. The method used in this study is random effect model of demand functions using  non-oil and gas export value, and  non-oil and gas export share of Indonesia in trading partner countries as the indicators of Indonesia’s export performance. The results indicate that the presence of Atdag and ITPC  gave a positive and significant effect to improve exports. The value of Indonesia’s non-oil and gas exports, and the share of Indonesia’s non-oil exports with some partner countries of Atdag and ITPC are higher compared to countries without Atdag and ITPC. Moreover, the amount of budget received by the trade representative also has a positive and significant effect on the export performance.Therefore, the government should strengthen and develop Atdag and ITPC in order to boost export by increasing the budget and the number of trade representatives abroad.
ANALISIS INTEGRASI HARGA LADA DI PASAR DOMESTIK DAN INTERNASIONAL Fazaria, Dewi Asrini; Hakim, Dedi Budiman; Sahara, Sahara
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.443 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v10i2.55

Abstract

Lada merupakan produk komoditas ekspor Indonesia yang diekspor ke berbagai negara. Ketergantungan lada Indonesia pada pasar ekspor menjadikan harga lada domestik mengikuti fluktuasi harga lada di pasar dunia meskipun harga lada di pasar domestik tidak selalu linier dengan harga lada dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan harga lada Indonesia dengan harga lada internasional. Data yang digunakan adalah data bulanan dari tahun 1990-2014 dan dianalisis dengan menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM). Hasil analisis menunjukkan bahwa harga lada hitam lokal dan lada hitam spot memiliki hubungan integrasi baik pada jangka panjang maupun pendek. Sementara pengaruh timbal balik terjadi pada harga lada putih. Harga lada putih lokal terintegrasi dengan harga lada putih ekspor dan harga lada putih spot baik pada jangka pendek maupun jangka panjang. Penyaluran informasi harga yang lancar dan dapat diakses oleh setiap pelaku pemasaran sangat perlu untuk diupayakan. Diharapkan dengan adanya kelancaran informasi, pelaku pemasaran khususnya yang berada di tingkat lokal memiliki posisi tawar yang semakin kuat serta dapat terhindar dari praktek yang menyebabkan timbulnya market power dalam pemasaran lada. Pepper is one of the Indonesian commodities which has been exported to various countries.The dependence of Indonesia’s exporting pepper has caused the domestic price of pepper to follow the fluctuations of the world’s market price, even though the domestic price is not necessarily linked to the world market. This study aims to find out the relation between the domestic pepper price to the world’s market price. The data were from 1990-2014 and were analyzed using Vector Error Correction Model (VECM) method.The results indicated that the price of local black pepper and spot black pepper had good integration relationship in long and short term. Besides, the mutual relation occurs in white pepper price. The price of local white pepper is related to the exported one, and is also related to the price of spot white pepper both in short term and long term. Good distribution of pepper and access to current pricing information is necessary to be done. By using a good access to information, marketing actors especially those at local marketing level will have a stronger bargaining position and therefore it can avoid practices that might cause market power in  pepper market.
PERKIRAAN DAMPAK ASEAN DAN HONG KONG FREE TRADE AREA (AHKFTA) TERHADAP KINERJA PERDAGANGAN INDONESIA Laksani, Dian Dwi; Salam, Aziza Rahmaniar
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30908/bilp.v10i2.52

Abstract

ASEAN dan Hong Kong sepakat untuk membentuk kerjasama kawasan dalam bentuk ASEAN Hong Kong FTA (AHKFTA). Negosiasi perundingan direncanakan akan selesai pada akhir 2016. Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN tentunya berpartisipasi dalam rencana pembentukan AHKFTA. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung seberapa besar dampak berlakunya perjanjian perdagangan barang ASEAN-Hong Kong FTA terhadap kinerja perdagangan Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah model Computable General Equilibrium (CGE) dengan menggunakan Global Trade Analysis Project (GTAP) versi 8. Kerjasama kawasan ini diharapkan akan menurunkan hambatan perdagangan di semua sektor, khususnya penurunan tarif sebagai representasi penurunan hambatan perdagangan baik di Indonesia maupun di Hong Kong. Penelitian ini melakukan dua simulasi yaitu pemotongan tarif sebesar 50% dan liberalisasi penuh. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Indonesia memperoleh manfaat dari liberalisasi penuh perdagangan FTA ASEAN-Hong Kong baik dari kesejahteraan maupun peningkatan GDP, sedangkan peningkatan output hanya terjadi di beberapa sektor yang merupakan komoditi unggulan yaitu vegetable oil, oil seeds, wearing apparel, textile dan electronic equipment Penurunan tarif secara bertahap, pemberlakuan proteksi dan peningkatan daya saing bagi sektor yang berdaya saing rendah merupakan kebijakan yang sangat diperlukan. ASEAN and Hong Kong have agreed to establish bilateral cooperation in the form of the ASEAN-Hong Kong FTA (AHKFTA). The negotiation process is planned to be completed by the end of 2016. Indonesia as one of ASEAN countries will surely participate in AHKFTA. This study aims to investigate the impact of the bilateral trade agreement of the ASEAN-Hong Kong FTA on the Indonesian trade performance. The analytical method applied in this study is Computable General Equilibrium (CGE) using modeling approach of Global Trade Analysis Project (GTAP) version 8. This cooperation is expected to reduce the trade barriers in all sectors, such as reducing tariff in order to decrease the trade barriers between Indonesia and Hong Kong. This study conducted two simulations of tariff cuts 50% and full liberalization. The results indicate that Indonesia gained some benefits from full liberalization of ASEAN-Hong Kong FTA in terms of its welfare and the increase of GDP. The increase of output only occurs in few sectors which are categorized as a primary commodity such as vegetable oil, oil seeds, wearing apparel, textile and electronic equipment. In short, reducing tariff gradually and reinforcing protection and improvement to a sector having low competitiveness are vital to support Indonesia’s trade performance.
POSISI DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHI KINERJA JASA PERGUDANGAN DI INDONESIA Wicaksena, Bagus
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30908/bilp.v10i2.56

Abstract

Jasa pergudangan merupakan sektor usaha yang diperlukan untuk merespon perubahan tren logistik, potensi pertumbuhan perdagangan, serta tuntutan efisiensi dalam menghadapi liberalisasi sektor jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi dan faktor yang berpengaruh terhadap kinerja jasa pergudangan sehingga kebijakan yang efektif dapat dirumuskan, mengingat jasa pergudangan bersifat lintas sektoral. Untuk mengetahui posisi jasa pergudangan, digunakan analisis SWOT, sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kinerja jasa pergudangan digunakan Structural Equation Modeling (SEM). Berdasarkan analisis SWOT, ekspansi jasa pergudangan Indonesia melalui peningkatan kualitas SDM, penerapan teknologi, dan klasterisasi daerah pergudangan perlu dilakukan, sehingga peluang yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Hasil analisis SEM dengan Partial Least Square (PLS) menunjukkan bahwa variabel kebijakan perpajakan dan upah merupakan faktor yang paling signifikan dalam mendukung ekspansi jasa pergudangan. Untuk itu, kebijakan yang dapat menimbulkan pajak ganda, misalnya pembebanan pajak penghasilan pada setiap proses logistik untuk satu produk, harus dihindari. Penetapan upah minimum regional tidak perlu dinaikkan karena dapat menghambat ekspansi usaha. Warehouse service is a business sector which plays a significant role in addressing some changes in logistic trend, potentials of trade growth, and the needs of efficiency as a result of services trade liberalization. This study aims at finding out positions and enabling factors which affect warehouse services performance. These are needed to formulate an effective policy since warehouse services operation is inter-sectoral. SWOT analysis is used to analyse the positions of warehouse services, and Structural Equation Modeling (SEM) is used to identify enabling factors of warehouse services. SWOT analysis shows that warehouse services in Indonesia needs to be expanded by human resource development, technology, and warehousing cluster policy in order to grab maximum opportunities. The results of Structural Equation Modeling with Partial Least Square finds tax shows that tax policy variable and regional wage appears to be the most significant variable that supports expansion of warehouse services. Therefore, any policies that potentially cause double taxation, such as the imposition of income tax of one product in every logistic process must be eliminated. Besides, regional minimum wage should not be increased as it would hamper the business expansion.

Page 1 of 1 | Total Record : 5