cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan
ISSN : 19799187     EISSN : 25282751     DOI : -
Core Subject : Economy,
First published in 2007, Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan (BILP) is a scientific journal published by the Trade Analysis dan Development Agency (Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan - BPPP), Ministry of Trade, Republic of Indonesia. This bulletin is expected to be a media of dissemination and analysis of research results to be used as references for academics, practitioners, policy-makers, and the general public. In collaboration with professional associations, The Indonesian Society of Agricultural Economics (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - PERHEPI), BILP publishes research reports and analysis of trade sector and/or sector-related trade which have not been published in any other journals/scholarly publications, either in Bahasa Indonesia or English. Publishing twice a year in July and December, this Bulletin is directly disseminated to stakeholders both in print and online.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
ANALISIS PENGARUH EKSPOR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA Ginting, Ari Mulianta
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.314 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v11i1.185

Abstract

Ekspor merupakan salah satu faktor terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu negara, sejalan dengan hipotesis export-led growth (ELG). Penelitian ini menganalisis perkembangan ekspor dan pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal I 2001 sampai dengan kuartal IV 2015. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dalam menggambarkan perkembangan pertumbuhan ekonomi serta ekspor dan analisis kuantitatif metode Error Correction Model (ECM) dalam menganalisis efek jangka panjang dan jangka pendek dari ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada periode penelitian, data yang ada menunjukkan bahwa ekspor dan pertumbuhan ekonomi Indonesia sama-sama mengalami peningkatan. Hasil regresi ECM menunjukkan bahwa ekspor memiliki pengaruh yang positif dan signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang mendukung hipotesis bahwa ELG berlaku untuk Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia diperlukan peningkatan kinerja ekspor Indonesia. Peningkatan kinerja ekspor Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan perbaikan sistem administrasi ekspor, peningkatan riset dan pengembangan produk Indonesia, peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur, stabilitas nilai tukar dan perluasan pasar non tradisional, termasuk perbaikan struktur ekspor komoditas. Export is one of the factors behind the economic growth which is in line with the export-led growth hypotesis (ELG). This research analyzes the relationship between economic growth and export of Indonesia during first quarter of 2001 until fourth quarter of 2015. It employs descriptive analysis to describe export movement and economic growth during the study period and ECM model to analyze the long run and the short run effects of export on the economic growth. The available information indicated that, during the study period, both export and economic growth showed similar increasing trends. The result of the ECM model revealed that export had a positive and statistically significant relationship with the economic growth, supporting the hypotesis of ELG in Indonesia. Hence, to accelerate economic growth, efforts are required to boost the export performance in Indonesia. The Export performance can be increased by several way, such as improving the export administration system, increasing the research and development of Indonesian products, improving the facilities and infrastructure, exchange rate stability and the non-tradisional markets expansion, and including improvement of the export commodity structure.
DAYA SAING DAN PERAN PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING KOMODITI KAKAO DI SULAWESI TENGAH Arfah, Siti Yuliaty Chansa; ., Harianto; ., Suharno
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.593 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v11i1.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji daya saing komoditi kakao di Sulawesi Tengah dan melihat peran pemerintah dalam meningkatkan daya saing komoditi kakao. Data primer berasal dari observasi, wawancara dan kuesioner, sementara data sekunder berasal dari instansi terkait. Metode analisis menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensitivitas. Penelitian ini menemukan bahwa nilai PCR Kabupaten Parigi Moutong 0,589 dan Kabupaten Sigi 0,396. Sedangkan nilai DRC Kabupaten Parigi Moutong 0,387 dan Kabupaten Sigi 0,319. Hal tersebut mengindikasikan bahwa usahatani komoditi kakao di Sulawesi Tengah memiliki daya saing, namun tidak menguntungkan secara ekonomi karena Sulawesi Tengah menghasilkan biji kakao yang tidak difermentasi akibatnya petani menerima harga rendah. Berdasarkan hasil analisis, pemerintah belum memberikan proteksi terhadap harga biji kakao dalam negeri melalui harga referensi biji kakao sehingga harga biji kakao didaerah penelitian masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan harga di pasar internasional. Sementara terhadap input, pemerintah telah memberikan kebijakan subsidi kepada petani, namun implementasinya masih perlu perbaikan terutama terkait penyaluran dan pengelolaan bantuan agar merata. Kajian ini merekomendasikan masih diperlukan kebijakan pemerintah baik terhadap input maupun output untuk meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya produksi dan menaikkan harga jual biji kakao, sehingga dapat meningkatkan daya saing biji kakao. The purpose of this study is to assess the competitiveness of cocoa in Central Sulawesi and to investigate the role of government in improving the competitiveness of cocoa. The primary data were generated through observation, interviews and some questionnaires. The secondary data were obtained from the agency or the institution related to the research. This study uses the Policy Analysis Matrix (PAM) and sensitivity analysis. The study found that the PCR value for Parigi Moutong district was 0.589 and Sigi district was 0.396. While, the DRC value for Parigi Moutong district was 0.387 and Sigi district was 0.319. This indicates that cocoa beans farming in Central Sulawesi has competitiveness, but not economically beneficial because Central Sulawesi produces unfermented cocoa beans consequently farmers receive low prices. Based on the results of the governments impact on output analysis, the government did not provide protection for domestic cocoa seed prices through the reference price of cocoa beans, consequently the price of domestic cocoa beans, particularly in the research area, was relatively low compared to the price of cocoa beans at the international market. Seen from the government policy on inputs, the government have provided subsidies to farmers but they need to improve the distribution and management of aid to be evenly distributed. It is necessary to set up good government policy on inputs and outputs in order to increase cocoa seed productivity, decrease production cost and increase the price which simultaneously can improve its competitiveness in the research location.
STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING UMKM PANGAN DI PALEMBANG Delmayuni, Asri; Hubeis, Musa; Cahyadi, Eko Ruddy
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.439 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v11i1.43

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mempunyai potensi sangat besar untuk kemajuan perekonomian Indonesia, karena tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Mensejahterahkan UMKM akan berdampak besar bagi perekonomian negara indonesia. Penelitian mengenai strategi untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pangan di Kota Palembang ini dilakukan dengan menggunakan analisis Strength, Weaknes, Opportunity, and Threats (SWOT) dan Analisis Hirarki Proses (AHP).Sampel usaha UMKM Pangan di Palembang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan SWOT dan AHP diperoleh hasil bahwa strategi prioritas yang harus dilakukan oleh UMKM pangan berdaya saing di Kota Palembang adalah penggunaan peralatan yang lebih moderndalam proses produksiagar variasi makanan dapat dibuat secara lebih efisien dan efektif; serta pemanfaatan manajemen modern agar pengolahan UMKM dapat mencakup ekonomi lokal (dalam negeri) dan juga luar negeri. Untuk itu kontribusi dan kerjasama yang baik antar pemerintah dan UMKM akan membuat UMKM bisa melakukan perannya dengan baik dan menciptakan UMKM pangan yang berdaya saing. Small and Medium Enterprises (SMEs) has a large potential for the economic progress in Indonesiasince it has been widespread throughout the country. Prospering the SMEs will bring a major impact for the economy of Indonesia.The research about strategy to improve the competitiveness of Food Micro Small Medium Enterprises (SMEs) in Palembang City was done by using the Strength, Weaknes, Opportunity, and Threats (SWOT) analysis and Hierarchy Analysis Process (AHP). The sample of SMEs food business in Palembang was taken by using purposive sampling technique.The result shows that the priority strategy that should be done by the SMEs are using the modern equipment in production process in order to make the food variation more effective and eficient;and  utilizingthe modern management for SME’s processing can cover the domestic and international economy. Therefore, good cooperation between goverment and SMEs will lead to a better function of SMEs which creates high competitiveness in SMEs.
APAKAH SUNK COST ENTRY BERPENGARUH PADA EKSPOR INDONESIA KE SINGAPURA?: PENDEKATAN AGGREGATE Muslim, Azis
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.748 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v11i1.72

Abstract

Bagi Indonesia, Singapura telah lama dikenal sebagai negara perantara (intermediary) perdagangan untuk ekspor maupun impor. Secara umum sunk cost entry to export merupakan pertimbangan untuk masuk ke pasar ekspor, namun dalam kondisi terdapatnya perantara perdagangan apakah sunk cost entry to export tidak menjadi pertimbangan untuk masuk ke pasar ekspor? Untuk mengetahui hal tersebut dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menguji apakah sunk cost entry berpengaruh atau tidak untuk ekspor Indonesia ke Singapura. Model penelitian menggunakan model histerisis Baldwin-Krugman dengan pertimbangan penggunaan data aggregate dan lonjakan nilai tukar. Metode yang digunakan adalah perubahan koefisien pada saat structural break sedangkan nilainya diestimasi dengan model regresi Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sunk cost entry tidak memengaruhi ekspor Indonesia ke Singapura atau dengan kata lain tidak menjadi pertimbangan memasuki pasar ekspor Singapura. Temuan tersebut bermanfaat bagi eksportir dengan modal terbatas untuk menggunakan Singapura sebagai intermediary. Pemerintah sebagai fasilitator dapat menyarankan kepada eksportir pemula terutama eksportir dengan modal terbatas untuk menjadikan Singapura sebagai perantara dalam perdagangan. Singapore has been known as an intermediary country for Indonesia’s export and import trade. Sunk cost entry is one of the exporter considerations to enter an export market. However, if there is an intermediary trade, does sunk cost still become a consideration? The purpose of this study is to examine whether the sunk cost entry affects Indonesian export to Singapore or not. This study uses Baldwin-Krugman’s Hysteresis model due to an aggregate data usage and a surge in the exchange rate. This study uses the coefficient changes method since structural break is happening and its value is estimated by the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) regression model. The result shows that sunk cost does not affect Indonesian exports to Singapore, or in another word it does not become a consideration to enter Singapore markets. It is important that the exporters with limited capital use Singapore as an intermediary. The Government should propose beginner exporters to choose Singapore as the intermediary country trade.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERMINTAAN DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN IMPOR GARAM INDONESIA Jamil, Ahmad Syariful; Tinaprilla, Netti; Suharno, .
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.4 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v11i1.73

Abstract

Garam merupakan komoditas strategis Indonesia yang permintaannya akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan garam dalam negeri dengan produksi garam domestik mendorong pemerintah untuk melakukan impor garam. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi volume permintaan dan efektivitas kebijakan impor garam Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel dari tahun 2004-2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap volume permintaan impor garam Indonesia yaitu: produksi garam domestik, harga garam impor, Produk Domestik Bruto (PDB) riil Indonesia, PDB riil negara sumber impor dan nilai tukar riil. Produksi garam domestik dan harga garam impor memiliki hubungan yang negatif dengan volume impor, sedangkan variabel lainnya memiliki hubungan yang positif. Temuan lain adalah kebijakan impor yang telah dikeluarkan oleh pemerintah belum sepenuhnya efektif diterapkan pada saat studi ini dilakukan. Rekomendasi kebijakan yang seharusnya dapat diterapkan oleh pemerintah yaitu sinkronisasi data, penguatan pengawasan kebijakan impor, serta intensifikasi dan ekstensifikasi lahan untuk meningkatkan produksi garam domestik. Salt is a strategic commodity which its demand will continue to increase along with the increasing population. The imbalance between the demand and the supply of salt in Indonesia encourages the government to import salt. This study aimed to analyze: the factors that influence the demand of salt import, the effectiveness of salt import and alternative formulation of domestic salt policies. The panel regression model was conducted to address the problem. The study found that the variables that significantly influenced the import demand of salt in Indonesia were domestic salt production, imported salt price, real GDP of Indonesia, real GDP of importing source country and real exchange rate. Domestic salt production and imported salt price had a negative relationship towards import volume, while other variables had a positive relationship. Another finding is that the goverment policy of importing salt has not been fully implemented at the time of this study.  The policies that should be further improved by the goverment can be done by synchronizing the  data, strenghtening the monitoring import policy, land intensification and extension support in order to produce salt.

Page 1 of 1 | Total Record : 5