cover
Contact Name
Arthur Muhammad Farhaby
Contact Email
amfarhaby88@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
akuatikmspubb@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan
ISSN : 19781652     EISSN : 26565498     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Akuatik merupakan jurnal sumberdaya perairan yang diterbitkan secara berkala oleh Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung. Jurnal ini memuat makalah hasil penelitian, catatan hasil penelitian, artikel ulas balik, dan ulasan penelitian mengenai oseanografi, limnologi, biologi perairan, produktivitas perairan, pencemaran perairan, lingkungan pesisir dan masalah lainnya yang relevan.Terbit perdana pada bulan April 2007 yang selanjutnya akan terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan" : 9 Documents clear
PERBANDINGAN LAMA PERENDAMAN BUBU DASAR MENGGUNAKAN TUTUPAN DAUN KELAPA TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DI TELUK KELABAT DESA PUSUK BANGKA BARAT Setiyono, Edi; Adi, Wahyu; Kurniawan, Kurniawan
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.25 KB)

Abstract

Pusuk village located in the district of West Bangka Regency in Kelapa. Most of the village pusuk fishermen who actively conduct arrests in Gulf waters Kelabat. The use of fishing gear to catch fish traps base has long been used by the fishing village of Pusuk. The purpose of this study was to determine the number, type and weight of the fish battom trap cover use coconut leaf and determine the soaking time effective trap with coconut leaf cover against fish catches. The method used is the method of experimental fishing trials with traps soaking time difference of four days, five days and six days. The catch for the research was obtained as many as 11 species, by weight and the amount of soaking time obtained a four-day haul of 67.87 kg with tail number 1093, a five-day immersion of 65.35 kg with tail number 1024 and six-day immersion of 43.56 kg with the number 765 tail. Immersion bubu four-day gain the most catches by weight during the study, an effective option and give a significant effect on catches
KEMAMPUAN ARTIFICIAL SEAGRASS TERHADAP KEBERHASILAN TRANSPLANTASI KARANG DI TURUN ABAN SUNGAILIAT Tison, Muhammad; Adi, Wahyu; Ambalika, Indra
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.773 KB)

Abstract

The condition of the coral reefs of Islands of Bangka Belitung when it has been damaged, one of the solutions to overcome the damage to coral reefs is to transplant coral. Types of coral that are used for research is the goal of this research is Acropora brancing is to know the growth, the rate of mortality and physical parameters of influence of chemical environment against coral transplantation types. Data retrieval is done on the beach Down Aban, Sungailiat in March – June 2015 which lay at a depth of 4 meters. The observed environmental parameters are temperature, salinity, current speed, the rate of sedimentation and brightness. Variable coral observed is high, the relative growth of value added,survival, and mortality index. The results of the measurements of environmental parameters Temperature averages 28, 33oC, the rate of sedimentation (in CTAS 0.185 Mg/Cm/day) and (outside of CTAS 0.1404 Mg/Cm/day), the average Salinity is 32,167 ‰, the average flow Velocity of 0, 167m/s, and brightness 61.75%. Added observations of high coral transplantation in the treatment of 70 CTAS 13.2 mm, 100 of CTAS 3.4 mm, whereas for the control of 13.2 mm. relative Growth on a coral transplantation in the treatment of 70 CTAS 11.07% 100 of CTAS, 2.8%, whereas for the control of 16.2%, survival rates in treatment of CTAS 70 of 83,3%, treatment of CTAS 100 83.3% and while control 75% At the treatment the mortality Index, CTAS 70 of 16.7%, CTAS treatment 100 of 16.7%. While the control by 15%
POLA SEBARAN KARANG LUNAK (Soft Coral) TERHADAP KEDALAMAN YANG BERBEDA DI PANTAI TURUN ABAN, TANJUNG PESONA DAN REBO Akbar, Ilham; Adi, Wahyu; Umroh, Umroh
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.038 KB)

Abstract

Soft corals are often spread at a depth below the lowest tide to avoid the drying process. Given the importance Soft Coral existence that so need to do research on the effect of depth to the density of soft corals. The purpose of research comparing the effect of depth to the density of soft corals and that knowing soft coral genus found in ocean Turun Aban, Tanjung Pesona and Karang Kering. This research was conducted in September 2015. The research method used is purposive sampling method for the determination of the station and belt transects for data retrieval soft coral. The research found 6 genus soft coral research site consists of genus Sinularia, Lobophytum, Sarcophyton, rumphella, nephthea and dendronephthya. The genus is found only in the depth of 3 meters and not be found at a depth of 1 meter because soft coral grow at a depth lowest tide line, to avoid the drought. The distribution pattern of soft coral site in the research had clumped pattern distribution
POTENSI KESESUAIAN LOKASI WISATA SELAM PERMUKAAN (SNORKELING) SEBAGAI PENGEMBANGAN WISATA BAHARI PANTAI TURUN ABAN KABUPATEN BANGKA Kantona, Imam; Adi, Wahyu; Kurniawan, Kurniawan
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.869 KB)

Abstract

Pantai Turun Aban terletak di Desa Matras Kabupaten Bangka. Pantai Turun Aban memiliki potensi yang lengkap untuk menjadi tempat dalam berwisata snorkeling. Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian lokasi wisata snorkeling di Pantai Turun Aban pada bulan April. Pengambilan data dilakukan pada bulan April Tahun 2016 di pantai Turun Aban. Analisis data didasarkan pada matriks indeks kesesuaian wisata (IKW) menurut Yulianda, 2007. Hasil pengukuran parameter abiotik dan biotik pada Pantai Turun Aban didapatkan nilai IKW untuk stasiun 1 dan 2 adalah cukup sesuai (S2), sedangkan stasiun 3 dan 4 sesuai bersyarat (S3). Stasiun 1 dan 2 nilai IKW yaitu 64,91%, stasiun 3 yaitu 28,07%, stasiun 4 yaitu 45,61%. Hasil indeks kesesuaian wisata snorkeling Pantai Turun Aban secara keseluruhan yakni masuk kedalam kategori cukup sesuai (S2).
POTENSI KESESUAIAN LOKASI WISATA SELAM SEBAGAI PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI PERAIRAN PANTAI TURUN ABAN SUNGAILIAT BANGKA Adi, Wahyu; Apriyanto, Haris; Umroh, Umroh
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.102 KB)

Abstract

Pantai Turun Aban terletak di Desa Matras Kelurahan Sinar Baru Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka dengan posisi geografis 1ᵒ48’2.97” LS dan 106ᵒ7’31.81” BT. Pantai Turun Aban memiliki keunikan berupa hamparan pasir putih dan susunan batu granit besar yang artistik serta memiliki potensi keanekaragaman hayati bawah air seperti terumbu karang yang cukup baik sehingga Pantai Turun Aban sering menjadi tujuan wisata bahari seperti menyelam. Belum adanya kajian mengenai potensi lokasi untuk kegiatan wisata selam menjadi hambatan dalam pengembangan wisata bahari di Perairan Pantai Turun Aban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lokasi wisata selam. manfaat dari penelitian ini memberikan informasi mengenai kesesuaian lokasi wisata selam. Penelitian ini dilakukan pada bulan April tahun 2016 dengan mengambil data parameter kesesuaian wisata selam seperti : kecerahan perairan, kecepatan arus, kedalaman terumbu karang, tutupan terumbu karang, jumlah jenis bentuk pertumbuhan terumbu karang dan ikan karang. Data parameter dianalisis dengan metode skoring dan pembobotan kemudian disajikan dalam bentuk peta kesesuaian. Berdasarkan hasil pengukuran parameter abiotik diperoleh nilai kecerahan 100% - 41%, kecepatan arus <15cm/dt serta kedalaman terumbu karang 1,2 m – 6,5 m. Nilai parameter biotik tutupan terumbu karang 9% - 53%, jumlah bentuk pertumbuhan terumbu karang 5 – 7 jenis serta jumlah jenis ikan karang < 10 jenis. Hasil perhitungan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) menunjukan lokasi Cukup Sesuai (S2) untuk stasiun 1 dan 2 serta Sesuai Bersyarat (S3) untuk stasiun 3 dan 4.
ANALISIS PENERIMAAN KONSUMEN TERHADAP OLAHAN MAKANAN PRESTO TANGKAPAN SAMPINGAN IKAN PEPETEK Darmansyah, Darmansyah; Utami, Eva; Muslih, Khoirul
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.975 KB)

Abstract

Masyarakat Dusun Tuing Bangka hampir 75% berprofesi sebagai nelayan, selain ada tangkapan utama ada juga tangkapan sampingan seperti ikan pepetek yang tidak memiliki nilai ekonomi. Karateristik ikan pepetek dengan duri yang keras dan banyak, hal ini yang menyebabkan ikan pepetek tidak memiliki nilai ekonomi, sehingga alternatif pengolahan ikan pepetek adalah dengan presto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu terbaik pada taraf perebusan olahan hasil tangkapan sampingan ikan pepetek presto berdasarkan tingkat daya terima masyarakat dan mengetahui kandungan kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni tahun 2016. Data kuisioner berasal dari 50 orang panelis. Data kuisioner dianalisis dengan analisis Kruskal Wallis dan uji lanjut analisis uji T student. Berdasarkan hasil analisis (P>0,05) rasa, aroma, dan tekstur berbeda nyata. Hasil uji lanjut dengan adanya perbedaan secara signifikan adalah pengujian pada rasa dan tekstur, dengan taraf waktu perebusan terbaik adalah 120 menit. Hasil uji proksimat pepetek presto taraf waktu 120 menit adalah kadar air: 41,82%, kadar abu: 5,85%, kadar lemak: 12,57%, dan kadar protein: 11,86%.
ASPEK REPRODUKSI IKAN KURISI (Nemipterus furcosus) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SUNGAILIAT Persada, Leo Gatra; Utami, Eva; Rosalina, Dwi
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.826 KB)

Abstract

Ikan Kurisi (Nemipterus furcosus) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat memiliki nilai ekonomis penting bagi masyarakat Pulau Bangka. Informasi tentang aspek reproduksi diperlukan untuk pengelolaan berkelanjutan lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek reproduksi ikan Kurisi bulan Maret sampai Mei: Rasio Kelamin (sex ratio), Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), Fekunditas, dan Umur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2015. Metode pengambilan sampel menggunakan random sampling. Hasil menunjukkan bahwa rasio kelamin ikan jantan dan betina adalah 1,1:1. Ikan jantan dan betina berada pada TKG I sampai TKG III. Perkembangan gonad ikan betina lebih cepat dibandingkan dengan jantan ditinjau dari 3 bulan penelitian. Indeks Kematangan Gonad ikan jantan berkisar antara 0,000057 sampai 0,006622 dan ikan betina berkisar antara 0,000542 sampai 0,02498. Fekunditas ikan pada umur 2 tahun sebanyak 40.921 dan umur 3 tahun sebanyak 39.728. Umur ikan jantan dan betina yang ditemukan antara 2 tahun dan 3 tahun. Kisaran panjang jantan antara 164–250 mm dan betina antara 165–240 mm. Pertambahan panjang tubuh seiring dengan pertambahan lingkaran pada otolith. Hal ini terjadi karena hasil metabolisme ikan dimanfaatkan untuk pertumbuhan dan penambahan lingkaran otolith.
ANALISIS EFEKTIFITAS PRODUKSI CUMI CUMI (Loligo sp.) PADA ALAT TANGKAP BAGAN TANCAP MENGGUNAKAN LAMPU CELUP DALAM AIR DAN LAMPU DI ATAS PERMUKAAN AIR DI DESA REBO KAB. BANGKA Kurniawan, Kurniawan; Suhandi, Suhandi; Natiqoh, Nanda Ulfa
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.731 KB)

Abstract

Desa Rebo merupakan salah satu Desa yang terdapat di pesisir Kabupaten Bangka yang memiliki potensi perikanan tangkap yang melimpah. Salah satu alat tangkap yang digunakan oleh masyarakat Desa Rebo adalah bagan tancap. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan produksi cumi cumi (loligo sp.) pada alat tangkap bagan tancap menggunakan lampu celup dalam air dengan lampu di atas permukaan air laut di Perairan Desa Rebo Kabupaten Bangka. Metode yang digunakan adalah eksperimental fishing. Analisis yang digunakan atas data hasil tangkapan yang diperoleh adalah analisis deskriptif. Pengolahan data hasil tangkapan ikan akan dianalisis dengan membandingkan data berdasarkan faktor perlakuan yaitu berat, jumlah dan panjang cumi-cumi. Hasil tangkapan cumi-cumi selama penelitian di dapat dengan menggunakan Lacuda lebih banyak dengan bobot total 49,8 kg dibandingkan dengan Lampu di atas permukaan air dengan bobot total 30,1 kg, ukuran panjang yang berbeda-beda sekitar 27 - 80 cm dan jumlah individu cumi-cumi yang didapatkan pada penelitian lebih banyak perlakuan menggunakan Lacuda yaitu 438 ekor dengan nilai persentase 68% dibandingkan dengan perlakuan Lampu diatas permukaan air yaitu 209 ekor dengan nilai persentase 32%. Kesimpulan penelitian ini adalah metode penangkapan cumi-cumi dengan menggunakan Lacuda lebih efektif jika dibandingkan dengan menggunakan lampu di atas permukaan pada alat tangkap bagan tancap.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK BUNGA MARIGOLD (Tagetas erecta) DAN UDANG REBON PADA PAKAN TERHADAP KECERAHAN WARNA IKAN KOI (Cyprinus carpio carpio) Widinata, Erlan; muslih, Khoirul; kurniawan, Ardiansyah
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Program Studi Perikanan, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.549 KB)

Abstract

Ikan koi merupakan jenis ikan hias yang memiliki warna dan bentuk tubuh yang menarik. Salah satunya varietas kohaku yang memiliki warna putih dan merah dianggap berkualitas jika warna merahnya cerah. Untuk meningkatkan kecerahan warna ikan koi dapat dilakukan melalui pemberian pakan buatan dengan kombinasi bahan yang mengandung karotenoid seperti bunga marigold dan udang rebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bunga marigold dan udang rebon pada pakan terhadap kecerahan warna ikan koi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2015 di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perikanan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan penambahan pakan dengan kombinasi ekstrak bunga marigold dan udang rebon masing- masing pada konsentrasi yang berbeda dan 3 ulangan. Kelima perlakuan tersebut pakan tanpa penambahan bahan sebagai kontrol, (A) Pakan dengan 5% ekstrak bunga marigold + 5% udang rebon, (B) Pakan dengan 5% ekstrak bunga marigold + 15% udang rebon, (C) Pakan dengan 5% ekstrak bunga marigold + 25% udang rebon, dan (D) Pakan dengan 5% ekstrak bunga marigold + 35% udang rebon. Parameter yang diamati adalah nilai chroma (warna) yang diukur menggunakan color picker sebagai data utama sedangkan pertumbuhan ikan sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak bunga marigold dan udang rebon memberikan pengaruh terhadap peningkatan warna dan pertumbuhan ikan koi. Perlakuan terbaik penambahan ekstrak bunga marigold 5% dan udang rebon sebanyak 35% dan total pakan buatan memberikan peningkatan kualitas warna pada perlakuan D nilai chroma sebesar 255.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2019): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 13 No 1 (2019): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 13 No 1 (2019): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 12 No 2 (2018): Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 12 No 1 (2018): Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 2 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 1 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 1 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 8 No 2 (2014): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 8 No 2 (2014): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 8 No 1 (2014): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 7 No 2 (2013): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 7 No 2 (2013): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 7 No 1 (2013): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2012): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 6 No 2 (2012): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2012): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2011): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2011): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 4 No 2 (2010): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 4 No 1 (2010): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 3 No 2 (2009): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 3 No 1 (2009): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 2 No 2 (2008): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 2 No 1 (2008): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 1 No 2 (2007): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 1 No 1 (2007): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan More Issue