cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Sumber Daya Geologi
ISSN : 19075367     EISSN : 25801023     DOI : -
uletin Sumber Daya Geologi merupakan Makalah berkala ilmiah terakreditasi LIPI bidang mineral, energi fosil, dan panas bumi. Makalah ini terbit tiga nomor dalam satu tahun pada bulan Mei, Agustus dan November. Pada Tahun 2010, Buletin Sumber Daya Geologi mendapat Akreditasi B sebagai majalah Berkala Ilmiah, kemudian akreditasi ulang Tahun 2012, dan akreditasi terbaru di Tahun 2015 untuk tiga tahun kedepan dengan nomor ISSN (print) : 1907-5367. Tahun 2017 Buletin Sumber Daya Geologi mendapatkan nomor eISSN : 2580 - 1023 untuk versi onlinenya.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi" : 7 Documents clear
USULAN PEMANFAATAN FLUIDA LAPANGAN PANAS BUMI MARANA, KABUPATEN DONGGALA, SULAWESI TENGAH Nanlohy, Fredy
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapangan panas bumi Marana adalah lapangan panas bumi non vulkanik. Sumber panas berasal dari batuan intrusi berumur Kuarter yang terletak di sebelah timur hingga timurlaut kenampakan panas bumi Marana danMasaingi. Batuan intrusi ini dicirikan oleh adanya anomali gravity. Sistim panas bumi pada batuan reservoirnya adalah sistim dominasi air panas, terbukti oleh adanya aliran air panas dengan debit 317 liter/menit pad a sumur landaian suhu MM-1 dari kedalaman 185 m. Basil analisa batuan menunjukkan bahwa mulai dari kedalaman 60 m hingga kedalaman 185 m merupakan lapisan transisi dengan ripe ubahan Phyllic. Salah satu contoh reservoir sistim dominasi air panas untuk pemanfaatan langsung (sistim pemanas hotel dan kolam air panas) dan pemanfaatan tidak langsung (PLTP skala kecil1250 KW) adalah pada lapangan panas bumi Bad Blumau, Austria. Jika dibandingkan dengan sistim reservoir pada lapangan panas bumi Marana, maka terdapat kesamaan sistim reservoir, debit air panas dan temperatur reservoirnya. Dengan demikian pemanfaatan sistim air panas pada lapangan panas bumi Marana dapat digunakan sebagai PLTP berskala kecil, sebagai pengering kopra, ikanasin dan pengembangan daerah wisata di Sulawesi Tengah.
KONSERVASI BAHAN GALIAN UPAYA PEMBANGUNAN BERBASIS GEOLOGI Suprapto, Sabtanto Joko
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Subsektor pertambangan umum melalui pemanfaatan bahan galian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi pembangunan dan kehidupan manusia. Bahan galian sebagai sumber daya alarn tak terbarukan terdapat dalam jumlah yang sangat terbatas, perlu dikelola secara baik agar dapat diperoleh manfaat yang optimal.Konservasi bahan galian merupakan upaya untuk mendapatkan manfaat bahan galian secara optimal, berkelanjutan, berwawasan lingkungan serta dengan mencegah terabaikan dan tersia-siakannya potensi bahan gal ian. Bahan galian sebagai sumber daya geologi, memerlukan dukungan data geologi yang lengkap dan akurat untuk dasar penetapan dan pengelolaannya.Sumber day a geologi berupa bahan gal ian umumnya berada di bawah permukaan, oleh karena itu potensi pernanfaatannya sangat tergantung pada status peruntukan wilayah/kawasan dalam tataruang daerah maupun nasional, Optimalisasi manfaat sumber day a geologi memerlukan aturan perundang-undangan agar potensi yang ada di permukaan maupun bawah permukaan dapat dikelola secara lebih optimal untuk kepentingan pembangunan masyarakat secara  berkelanjutan.
INDONESIA CBM DEVELOPMENT CHALLENGES AND OPPORTUNITIES Susilawati, Siti Sumilah Rita; Hadiyanto, Hadiyanto
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing price of oil in the world market and the depleted national oil reserves while on the other hand there is a high dependency on oil as national main source of energy, promote the development of new energy alternative in Indonesia. Apart from oil, Indonesia is also known to have contained enormous resources of conventional gas, coal, hydropower andgeothermal. Furthermore due to its significant coal resources, coal bed methane becomes one of the new promising alternative energy in Indonesia.
KAJIAN TERHADAP BENTONIT D1 KABUPATEN TASIKMALAYA DAN KEMUNGKINANNYA DIJADIKAN BAHAN PEMBERSIH MINYAK SAWIT (CPO Labaik, Ganjar
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri minyak goreng sawit pada dasawarsa terakhir mengalami peningkatan sejalandengan beralihnya pola konsumsi masyarakat dari minyak goreng kelapa ke minyak goreng kelapa sawit.Konsumsi per kapita minyak goreng Indonesia meneapai 16,5 kg per tahun dimana konsumsi perkapita khususuntuk minyak goreng sawit sebesar 12,7 kg per tahun. Berdasarkan perkembangan berbagai variable terkaitseperti peningkatan konsumsi minyak goreng untuk keperluan rumah tangga maupun industri diperkirakan totalkonsumsi minyak goreng dalam negeri tahun 2005 meneapai 6 juta ton dimana 83.3% terdiri dari minyakgoreng sawit.Sebagai bahan untuk penjernihan minyak kelapa sawit diperlukan bentonit jenis kalsium bentonit (Ca­Bentonit) yang banyak tersedia didalam negeri. Permasalahannya apakah bentonit lokal ini bisa memenuhispeifikasinya untuk itu l, dan bagaimana bentonit lokal ini harus dapat di daya gunakan dimasa mendatang agarkebutuhan bentonit ini tidak terlalu tergantung pada bentonit impor, sehingga pada gilirannya bisa menekanseminimal mungkin bentonit impor.Potensi bentonit di Kabupaten Tasikrnalaya, Provinsi lawn Barat mempunyai sumberdaya sebesar19.812.600 ton diharapkan dapat memberikan sumbangan dalarn rangka rnengurangi irnpor bentonit.
Kajian Endapan Pasir Besi di Daerah Pantai Selatan Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur Widi, Bambang Nugroho; Kisman, Kisman
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iron as One of primary raw material in steel and construction industry, its presence and potencies in Indonesia have an important role. Genetically, known 3 formation of iron deposits (1) Primary, (2) Lateritic, (3) Secondary/reworking process.Based on the survey conducted in Ende in 2005, the typical of iron deposits in this area is classified into sedimentary iron deposits (due to leaching, transporting, accumulating and depositing in somewhere). The accumulation of magnetite grains suggested is due to by leaching, washing in the long term and occurs intensively, so that produce high magnetite concentration in certain area. The interesting area is spread in four sectors; Rapo Rindu, Bheramari, Ruku Ramba and Ondorea sectors.The result of physical laboratory analysis (in concentrate) show the magnetite degree (MD) is vary from 10% to 50%, whereas from chemical analysis known the highest grade reach 37.10% and lowest grade is around 4.4%. However, the everage grade, in general are from 10 to 25 %.The potential of the deposits is obtained from combination between field work laboratory analysis and for those areas mentioned above the total hypothetics resources is 57.134.358,4 ton (concntrate). It seem the deposits of this area is not economic in mining view because very small (under 100 millions tonnes). 
POTENSI SUMBERDAYA, TIPE FLUIDA DAN SISTIM PANAS BUMI IE SUUM - MASJID RAYA, KABUPATEN ACEH BESAR Sundoro, Herry
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini merupakan hasil awal pekerjaan panas bumi yang dilakukan secara sistimatik, dalam rangkapemanfaatan energi panas bumi bagi tenaga listrik di Kabupaten Aceh Besar.Pekerjaan dimaksudkan untuk mengetahui potensi sumberdaya, tipe tluida dan sistim panas bumi sebagai pegangan dalam menentukan langkah eksplorasi lanjut.Daerah Ie Suum terletak di ujung baratlaut daratan P. Sumatera. Manifestasi panas berada di antara 2 (dua) patahan Krueng Raya, arah barat baratlaut-selatan tenggara, Gejala permukaan sebagai idikasi potensi panas di kedalaman, berupa munculan airpanas bersuhu 86 dan 86,40 C di elevasi 82 m dpl.Karakteristik geologi dan geokimia menunjukkan airpanas tersebut bertipe klorida, sistim up-flow, luas daerah prospek ± 0,5 km", ditentukan berdasarkan anomali konsentrasi mencuri tanah dan CO2 udara tanah nilai tinggi. Estimasi sumberdaya (hipotetis) ± 12 Mwe (untuk daerah 0,5 km").
MODEL FASIES GUNUNGAPI DALAM KAITANNYA DENGAN UBAHAN HIDROTERMAL DAN MINERALISASI DI DAERAH SELOGIRI, KABUPATEN WONOGIRI- JAWA TENGAH Herman, Danny Zulkifli
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara morfologi daerah Selogiri, Kabupaten Wonogiri-Jawa Tengah dibentuk oleh bentang alarn gunung api, pematang pegunungan, perbukitan bergelombang dan dataran aluviurn; dimana bentang alam gunungapiterdiri atas depresi sirkular gunungapi (circular volcanic depression), kerucut gunungapi ivolcanic COliC) dan kompleks batuan beku (igneous complex).Identifikasi terhadap sekwen perlapisan batuan piroklastik dan lava di wilayah Selogiri menuntun ke arah dugaan bahwa daerah tersebut adalah bagian dari bentang alam gunungapi komposit yang dibentuk olehkegiatan erupsi gunungapi bersifat eksplosif. Diperkirakan bahwa bentuk depresi sirkular gunungapi berasal dari kaldera yang berperan sebagai pusat erupsi gunungapi.Analisis model fasies gunungapi di daerah Selogiri dilakukan melalui pengujian secara regional terhadap perubahan lateral dan vertikal suatu sekwen endapan gunungapi. Mengacu kepada klasifikasi fasies menurutWilliam dan McBirney (1972), teridentifikasi bahwa fasies gunungapi terdiri atas central atau vent, proksimal dan distal. Fasies pertarna berada di lingkungan depresi sirkular gunungapi/kaldera dengan diameter sebaran mencapai 8 km, yang dibentuk oleh endapan breksi gunungapi primer, tuf, lava dan terobosan batuan-batuan beku. Fasies kedua tersebar dalam radius 6 km dari kaldera, dibentuk terutama oleh endapan gunungapi prirner/sekunder berupa breksi dan tuf serta lava andesit. Sementara fasies ketiga dibentuk oleh endapan sedirnen hasil erosi dan pengendapan kembali, berupa tuf dan batugamping klastik; yang tersebar dalam radius > 5 km hingga 15 km dari vent.Ubahan hidrotermal dan pembentukan mineralisasi emas epitermal yang intensif di daerah Selogiri terjadi pada lingkungan depresi sirkular, yang merupakan indikasi dari fasies central/vent. Hal ini memungkinkanterjadi karena fasies tersebut termasuk kedalam bagian pusat kegiatan vulkanisma, magmatisma dan tektonisma: dimana kegiatan penerobosan batuan beku, pembentukan pola rekahan dan kegiatan hidrotermal sangat berperan sebagai pengendali terjadinya ubahan batuan dan mineralisasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 14, No 2 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 14, No 1 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 3 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 2 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 1 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 2 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 1 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 3 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 2 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 1 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 3 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 2 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 3 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 2 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 1 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 3 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 2 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 1 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 3 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 2 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 1 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 3 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 2 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 1 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 3 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 2 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 1 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 3 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 2 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 1 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 3 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 2 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 3 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 2 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 1 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi More Issue