cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Sumber Daya Geologi
ISSN : 19075367     EISSN : 25801023     DOI : -
uletin Sumber Daya Geologi merupakan Makalah berkala ilmiah terakreditasi LIPI bidang mineral, energi fosil, dan panas bumi. Makalah ini terbit tiga nomor dalam satu tahun pada bulan Mei, Agustus dan November. Pada Tahun 2010, Buletin Sumber Daya Geologi mendapat Akreditasi B sebagai majalah Berkala Ilmiah, kemudian akreditasi ulang Tahun 2012, dan akreditasi terbaru di Tahun 2015 untuk tiga tahun kedepan dengan nomor ISSN (print) : 1907-5367. Tahun 2017 Buletin Sumber Daya Geologi mendapatkan nomor eISSN : 2580 - 1023 untuk versi onlinenya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 1 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi" : 5 Documents clear
KARAKTERISTIK REKAHAN BATUBARA PADA EKSPLORASI GAS METANA BATUBARA DI CEKUNGAN OMBILIN, PROVINSI SUMATERA BARAT Ibrahim, Muhammad Abdurachman; Widhiyatna, Denni
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 1 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi coal bed methane (CBM) dilakukan di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat oleh Pusat Sumber Daya Geologi tahun 2009. Daerah ini termasuk dalam Cekungan Ombilin. Pengeboran gas metana batubara mencapai kedalaman 451 meter, menembus Formasi Sawahlunto sebagai formasi pembawa batubara yang diendapkan pada lingkungan delta. Terdapat lima lapisan batubara, yaitu lapisan batubara A, B, C, D, dan E.Salah satu karakteristik yang dapat diamati adalah rekahan batubara (cleat). Analisis microcleat digunakan untuk melihat kenampakan maseral, mineral lain, bukaan rekahan (aperture), dan spasi rekahan (spacing). Analisis microcleat juga memberikan gambaran porositas dan permeabilitas, serta kandungan gas, berdasarkan ciri fisik bukaan dan spasi rekahan batubara.Analisis microcleat memberikan gambaran bahwa semakin dalam batubara, maka akan semakin buruk permeabilitasnya, kandungan gas akan baik bila bukaan lebar, menerus, dan tidak terisi mineral, serta semakin bersih batubara dengan kilap gelas maka akan memberikan rekahan yang banyak dan memiliki komposisi gas metana yang baik.
POTENSI ENDAPAN PASIR DAN GUMUK PASIR HUBUNGAN NYA DENGAN BATUAN INDUK DI PANTAI PAMEUNGPEUK, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT Setiady, Deny
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 1 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi sumberdaya pantai daerah penelitian di pantai perairan Pameungpeuk dan sekitarnya, yaitu:sedimen pasir dan gumuk pasir.Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi sedimen pasir dan gumuk pasir di daerah penelitian dan hubungan nya dengan batuan induk.Metoda penelitian terdiri dari pemetaan karakteristik pantai, pengambilan sedimen pantai, bor tangan pantai, analisisi besar butir dan analisis mineral.Berdasarkan karakteristik pantai di daerah penelitian terdiri dari pantai berpasir putih, pantai berpasir coklat dan pantai berpasir hitam.Pantai berpasir hitamdidominasi oleh mineral magnetit, pantai berpasir coklat didominasi oleh mineral magnetit dan sedikit pecahan cangkang moluska, pantai berpasir putih didominasi oleh pecahan cangkang. Berdasarkan analisis mineral di daerah penelitian terdiri dari magnetit, hemati, limonit, ilmenite, rutil, hornblenda, piroksen, augit.diopsid, biotit dan epidotBerdasarkan pengukuran dengan theodolit pada pantai bergumuk pasir, memiliki kemiringan pantai sedang hingga tinggi (slope 21° - 60°), dengan lebar pantai bervariasi mulai dari 30 meter sampai 60 meter, serta tinggi gumuk pasir mulai dari 3 meter sampai 6 meter.
PEMANFAATAN ARCGIS API SEBAGAI ALTERNATIF PENGEMBANGAN WEBGIS NERACA SUMBER DAYA MINERAL, BATUBARA, DAN PANAS BUMI Octavira, Firdaus
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 1 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan webGIS dewasa ini sudah sangatlah penting. Tingkat mobilitas pengguna juga bertambah secara drastis seiring kemajuan teknologi. Salah satu GIS-API (Geographic Information System - Application Programming Interface) yang cukup populer adalah ArcGIS API. ArcGIS API merupakan sebuah API dari ArcGIS yang digunakan untuk membangun aplikasi GIS yang di-customized. Neraca sumber daya mineral, batubara, dan panas bumi disusun berdasarkan titik koordinat keterdapatan sehingga dapat dimodelkan dengan menggunakan webGIS. Implementasi webGIS neraca sumber daya mineral, batubara, dan panas bumi yang saat ini ada ternyata belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan pengguna yang ingin mengakses dengan menggunakan perangkat mobile-nya. Oleh sebab itu, dilakukan pencarian alternatif lain dalam pengembangan webGIS neraca sumber daya mineral, batubara, dan panas bumi. Salah satu alternatif yang dirasa cukup mengakomodasi kebutuhan pengguna yang ingin mengakses dari perangkat mobile adalah dengan menggunakan ArcGIS API.
PROSPEK ENDAPAN KROMIT PADA LATERIT DOSAY, PEGUNUNGAN CYCLOOP, SENTANI BARAT, JAYAPURA, PAPUA Widi, Bambang Nugroho
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 1 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterdapatan mineral kromit di Wilayah Dosay, Kecamatan Sentani Barat,Provinsi Papua, merupakan temuan baru yang menarik untuk di kaji secara lebih jauh.Adanya indikasi tersebut telah memberikan gambaran kondisi mineralisasi  yang belum terungkap oleh penyelidik sebelumnya, terutama terutama berkaitan dengan keterdapatan kromit di wilayah ini.   Secara geologi Jalur Pegunungan Cycloop dimana indikasi kromit ditemukan memiliki ciri yang karakteristik. Kromit ditemukan dalam batuan ultrabasa kelompok ofiolit Pegunungan Cycloop. Batuan ofiolit merupakan batuan induk (host rock) dari kelompok mineral logam jenis kobalt (Co), nikel (Ni), besi laterit (Fe), platinum (Pt), Paladium (Pd) dan kromit (Cr).Dari hasil penyelidikan oleh Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Badan Geologi th 2016, di daerah Sentani Barat diketahui anomali kromit ditemukan cukup signifikan yaitu dari kisara 1,3% hingga 4,7% dari soil hingga lapukan batuannya (saphrolit). Anomali ini mencapai grade tertinggi sekitar 130 kali lipat kelimpahan unsur kromit di kerak bumi. Sementara dari kelompok mineral logam lainnya seperti kobal, nikel dan besi kehadirannya tidak begitu signifikan.Adanya indikasi kromit yang kuat di horizon soil bagian atas hingga saphrolit pada bagian bawah diharapkan akan menjadi suatu temuan baru yang menarik dan berharga baik secara “scientific”c maupun ekonomi diwilayah ini dimasa mendatang
CEBAKAN NIKEL LATERIT DI PULAU GAG, KABUPATEN RAJA AMPAT, PROVINSI PAPUA BARAT Permanadewi, Sam
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 1 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Gag, yang terletak terpencil di deretan kepulauan Raja Ampat, merupakan pulau yang memendam sumberdaya mineral yang berlimpah.  Sumber daya tersebut  berupa cebakan bijih nikel laterit (Ni, Co, Fe) yang menempati ± 2/3 dari pulau tersebut. Secara geologi, 2/3 bagian Pulau Gag ditempati oleh komplek ofiolit yang terdiri atas batuan ultramafik (serpentinit, harzburgit, dan piroksenit) sedangkan sisanya ditempati oleh batuan gunungapi. Komplek ofiolit di Pulau Gag ini diduga sebagai kerak samudera yang secara tektonik tersungkup di tepi benua dan busur kepulauan akibat adanya pergerakan Benua Australia kearah utara. Laterit nikel terbentuk akibat adanya proses pelapukan kimia yang terjadi  pada batuan ofiolit yang telah mengandung nikel. Bijih nikel sekunder berupa garnierite diendapkan kembali dalam horizon tanah penutup, limonit dan saprolit setelah mengalami pengayaan oleh proses pelapukan. Berdasarkan hasil analisa contoh, menunjukkan bahwa kandungan Ni dalam laterit adalah 1,2% Ni, >30% Fe (lapisan limonit); 1,2% Ni, <15% Fe (lapisan saprolit).   

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 14, No 2 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 14, No 1 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 3 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 2 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 1 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 2 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 1 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 3 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 2 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 1 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 3 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 2 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 3 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 2 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 1 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 3 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 2 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 1 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 3 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 2 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 1 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 3 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 2 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 1 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 3 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 2 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 1 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 3 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 2 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 1 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 3 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 2 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 3 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 2 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 1 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi More Issue