cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Sumber Daya Geologi
ISSN : 19075367     EISSN : 25801023     DOI : -
uletin Sumber Daya Geologi merupakan Makalah berkala ilmiah terakreditasi LIPI bidang mineral, energi fosil, dan panas bumi. Makalah ini terbit tiga nomor dalam satu tahun pada bulan Mei, Agustus dan November. Pada Tahun 2010, Buletin Sumber Daya Geologi mendapat Akreditasi B sebagai majalah Berkala Ilmiah, kemudian akreditasi ulang Tahun 2012, dan akreditasi terbaru di Tahun 2015 untuk tiga tahun kedepan dengan nomor ISSN (print) : 1907-5367. Tahun 2017 Buletin Sumber Daya Geologi mendapatkan nomor eISSN : 2580 - 1023 untuk versi onlinenya.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi" : 6 Documents clear
TINJAUANPENGEMBANGAN SUMBER DAYA BAUKSITDAN BAHAN GALIAN LAIN DI DAERAH BINTAN SELATAN Rohmana, Rohmana
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.715 KB)

Abstract

Dalam beberapa tahun  terakhir sumber  daya  bauksit  sebagai  komoditas  strategis  pada  wilayah pertambangan di Bintan diperkirakan  sudah mendekati  habis.  Akan  tetapi  dengan adanya  kecenderungan peningkatan harga dan kebutuhan akan bauksit berpengaruh pada nilai ekonomi dari potensi sumber daya  yang ada  menjadi  meningkat, sehingga bauksit  berkadar rendah  yang  semula  tidak  dimanfaatkan berkemungkinan menjadi potensial untuk diusahakan. Bahkan pada wilayah bekas tambang, sebaran bauksit berkadar rendah yang ditinggalkan, kembali diupayakan untuk dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha pertambangan.Kondisi  geologi  daerah  Bintan  selain berpotensi mengandung  bauksit juga mengandung komoditas tambang lain  yang bernilai  ekonomi. Pengusahaan  salah  satu  komoditas  dari  suatu  asosiasi  bahan  galian mempunyai  konsekuensi terganggunya  komoditas lainnya.  Oleh  karena  itu pemanfaatan  bahan  galian  tertentu perlu  memperhitungkan  keberadaan  komoditas  lainnya,  baik  sebagai  mineral  ikutan  ataupun bahan  galian  lain. Sesuai  dengan  kaidah  konservasi,  pemanfaatan  bahan  galian  suatu  wilayah  akan  memperoleh  hasil yang  lebih optimal  apabila  seluruh  potensi  yang  ada  dikelola  dalam  satu  rangkaian  proses  penambangan dan pengolahan yang baik, benar dan terpadu.
TINJAUAN PEMANFAATAN TAILING TAMBANG BIJIH UNTUK BAHAN BANGUNAN SEBAGAI SOLUSI DI BIDANG KONSTRUKSI Pohan, Mangara P
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.261 KB)

Abstract

Pembangunan  perumahan  dan  infrastruktrur  merupakan industri yang membutuhkan biaya, bahan bangunan, dan energi cukup besar. Penghematan ketiga komponen dalam industri ini merupakan  sasaran  utama    di  hampir  semua  negara  berkembang.  Untuk  mencapai  sasaran  ini, perlu ada usaha-usaha intensive yang dilakukan untuk mengefektifkan pemanfaatan limbah industri pertambangan (tailing).Tailing  selalu  menjadi  masalah  serius,  terutama  dianggap  sebagai  perusak  utama lingkungan, akan  tetapi pada  perkembangan  saat  ini tailing  juga  dapat  dimanfaatkan.  Agar tidak menimbulkan  dampak  negatif maka  perlu  pengelolaan  yang  lebih  baik  dengan  memanfatkan kembali  secara optimal,  tepat dan bijaksana, salah  satu  upaya  yang  dapat  dilakukan  adalah dengan meningkatkan kegunaannya sebagai bahan bangunan.Pemanfaatkan  tailing hasil  pengolahan bijih  untuk  bahan  bangunan  menjadi  solusi  di bidang  konstruksi  dan  hal  ini  merupakan  salah  satu  upaya  penerapan  kaidah  konservasi  yaitu optimalisasi bahan galian.
Penafsiran Tipe Mineralisasi Emas Berdasarkan Data Inklusi Fluida di Daerah Siulak Deras, Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi Tampubolon, Armin
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.66 KB)

Abstract

Dengan memanfaatkan data inklusi fluida hasil proyek penyelidikan Pusat Sumber Daya Geologi tahun Anggaran 2006, dicoba ditafsirkan tipe mineralisasi emas di Daerah Siulak Deras, Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi. Tipe endapan emas sangat penting diketahui karena berkaitan dengan potensi endapan emas di daerah ini.Litologi daerah ini terdiri dari andesit, batuan gunungapi, kwarsa porfir dan granodiorit. Petunjuk mineralisasi logam selain berupa ubahan juga ditemukan sulfida logam termasuk logam dasar pada urat-urat kwarsa.Ada dua conto urat kwarsa yang diamati inklusi fluidanya yaitu conto AT/PR1 / 2 /Fi Ujung Ladang yang diambil dari urat kwarsa tekstur “sugary” pada batuan granodiorit dari parit uji (PR 1) dan conto STL/02/R/03/Fi yang diambil dari zona urat pada batuan andesit. Pengamatan dilakukan di Laboratorium LIPI Bandung. Hasil pengukuran mikrotermometri didapatkan Th 129 - 198 o C, Dengan tiga modus pada 129oC, 177oC  dan 198o C, kadar NaCl 1,4 – 2,2 % W, besaran ini mengindikasikan tipe mineralisasi epitermal yang berasosiasi dengan logam dasar.Dari data inklusi fluida ditafsirkan bahwa kedalaman mineralisasi masih cukuptebal oleh karena proses erosi mencapai sekitar 72, 13 meter dari paleo surface. Dengan asumsi mineralisasi memiliki penetrasi hingga kedalaman 400 meter berarti mineralisasi tersisa (terawetkan) atau belum tererosi adalah sekitar 300 meter lebih. Dengan demikian masih relatif cukup tebal sehingga diduga memiliki potensi, karenanyaperlu diselidiki lebih rinci.
HUBUNGAN STRUKTUR SESARDENGAN TERBENTUKNYA ENDAPAN ALIRAN PIROKLASTIKDI DAERAH PANAS BUMI SAMPURAGA, MADAILING NATAL - SUMATERA UTARA Soetoyo, Soetoyo
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.997 KB)

Abstract

Satuan Endapan Aliran Piroklastik ini diperkirakan berumur Kuarter Bawah, menutupi struktur sesar yang ada di daerah telitian,  diperkirakan  sebagai  endapan  vulkanik  dari  kegiatan  erupsi  celah  (fissure  eruption) dan  dimungkinkan  struktur sesar  di  daerah  ini  sebagai  media pembentukannya.Satuan Endapan Aliran  Piroklastik  berkomposisi  dominan  dasitan berukuran pasir - bongkah, fragmen batuan andesitan dan batuapung (pumice) berukuran pasir - kerikil yang cukup padu. tersebar  di  bagian  selatan  dan  tengah  mengisi  celah  depresi  Panyabungan  menutupi  struktur  sesar.  Satuan  ini  terbentuk sebagai endapan aliran piroklastik daratan yang berumur Plio Pleistosen.Pada bagian didaerah dimana endapan piroklastik ini terpotong oleh struktur sesar tersebut, ditafsirkan struktur sesar didaerah ini aktif kembali setelah terbentuknya Endapan Aliran Piroklastik. Sesar normal umumnya berarah baratlaut – tenggara/ berpola hampir berarah utara -selatan, satu dengan lainnya  membentuk  step  fault,  dan  berfungsi  sebagai  pengontrol  pemunculan  manifestasi  panas  bumi    di daerah Sampuraga. Mata  air  panas muncul  ke  permukaan  sebagai  manifestasi  panas  bumi  di  daerah  Sampuraga, melalui  sistim rekahan yang ada.
KAJIAN PASAR MINERAL DAN USULAN STRATEGI EKSPLORASI SUMBER DAYA MINERAL DI INDONESIA Ishlah, Teuku
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.379 KB)

Abstract

Eksplorasi sumber daya mineral, batubara dan sumber daya geologi lainnya sangat tergantung pada permintaan harga, ongkos produksi, teknologi pengolahan dan kondisi politik, ekonomi dan hukum serta keamanan suatu negara. Oleh karnanya diperlukan kajian pemilihan mineral untuk kepentingan eksplorasi sumberdaya mineral, batubara dan sumber daya bumi lainnya. Berdasarkan data statistik mineral yang diterbitkan oleh USGS 2008, produksi dan harga komoditas mineral naik tajam sejak tahun 1990 dan terjadi lonjakan kenaikan harga seperti emas, nikel, besi, molybdenium,aluminium,uranium batubara dan sebagainya.Indonesia yang secara geologi, sangat menarik untuk terbentuknya mineral , batubara, panas bumi, dan minyak dan gas bumi. Berdasarkan hasil kajian besaran nilai pasar, kondisi geologi dan minat investasi di Indonesia, diusulkan jenis mineral yang diutamakan untuk diekplorasi yang terdiri dari emas, tembaga dan mineral ikutanny, batubara,potasium,titanium,dioksid dan nikel-kobal-krom. Selanjutnya jenis mineral yang dianggap perlu dilakukan kajian/riset/joint study antara lain adalah timah putih, timah hitam seng, molibden,bauksit, platinum grup, belerang gunung api, bijih besi, intan dan uranium.
POTENSI MINERAL KUARSA DAN ENDAPANTIMAH LETAKAN DALAM KAITANNYA DENGAN BATUAN GRANIT LP-1017 BATAM, RIAU KEPULAUAN Setyanto, Agus; Usman, Usman; Setiady, Setiady
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian terletak di perairan Batam Utara. Daerah ini dikenal sebagai jalur granit pembawa timah. Untuk itu, telah dilakukan penelitian secara geologi dan geofisika dalam hubungannya mengetahui kandungan mineralnya, terutama di dalam sedimen permukaan dasar laut atau sebagai suatu endapan letakan.Berdasarkan teksturnya, sedimen permukaan dasar laut dapat dibagi menjadi 12 unit permukaan dasar laut dimana satuan pasir sebagai tekstur yang paling dominan dibandingkan satuan lainnya.Kandungan mineral kuarsa (SiO2) di dalam sedimen permukaan permukaan dasar laut sangat kaya dan kandungan mencapai  rata-rata  79,72%  berdasarkan  analisis  mineral  di  dalam  satuan  pasir  mengandung  lempung  dan  lanau. Mineral ini, kandungannya akan lebih tinggi lagi bila terdapat di fragmen kasar (pasir – kerikil) dan kandungannya bisa mencapai lebih dari 90%. Mineral kuarsa ini sangat umum terdapat di dalam batuan granit atau batuan felsik. Batuan  granit  di  daerah  penelitian  juga  mengandung  mineral  kasiterit  dan  mineral  berat lainnya.  Mineral  kasiterit adalah pembentuk  logam  timah  yang  mengandung  10  hingga  150  ppm.  Kandungan  tertinggi  terdapat  di  contoh nomor 1017-75 dan terendah terdapat di contoh nomor 1017-15 dan 1017-35.Mineral kuarsa dan kasiterit diendapkan sebagai endapan letakan dan mineral-mineral ini berhubungan erat dengan proses pelapukan batuan granit yang akhirnya diendapkan di dalam sedimen permukaan dasar laut.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2020): Buletin Sumber Daya Geologi (ARTICLE IN PRESS) Vol. 15 No. 1 (2020): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 14 No. 3 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 14 No. 2 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 14 No. 1 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 14, No 3 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 14, No 2 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 14, No 1 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 13 No. 3 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 13 No. 2 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 13 No. 1 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 3 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 2 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 1 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 12 No. 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 12 No. 2 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 12 No. 1 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 2 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 1 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 11 No. 3 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 11 No. 2 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 11 No. 1 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 3 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 2 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11, No 1 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 10 No. 3 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 10 No. 2 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 10 No. 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 3 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 2 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 9 No. 3 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 9 No. 2 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 9 No. 1 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 3 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 2 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 1 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 8 No. 3 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 8 No. 2 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 8 No. 1 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 3 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 2 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 1 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 7 No. 3 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 7 No. 2 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 7 No. 1 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 3 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 2 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 1 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 6 No. 3 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 6 No. 2 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 6 No. 1 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 3 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 2 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6, No 1 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 5 No. 3 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 5 No. 2 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 5 No. 1 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 3 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 2 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 1 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 4 No. 3 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 4 No. 2 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 4 No. 1 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 3 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 2 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 1 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 3 No. 3 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 3 No. 2 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 3 No. 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 3 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 2 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 2 No. 3 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 2 No. 2 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 2 No. 1 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 3 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 2 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 1 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 1 No. 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi Vol 1, No 1 (2006): Buletin Sumber Daya Geologi More Issue