cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
PENGUJIAN 13 HIBRIDA JAGUNG MANIS DI TANAH ULTISOL Sela, Tita Marta; Setyowati, Nanik
Agrin Vol 23, No 2 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.399 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.2.490

Abstract

Pemanfaatan tanah ultisol untuk budidaya jagung manis dengan produktivitas yang tinggi dapat menggunakan bahan tanam yang mampu beradaptasi baik. Penelitian bertujuan  untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil 13 Hibrida jagung manis di tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 sampai Desember 2018 di Desa Babatan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Bengkulu dengan ketinggian tempat 15 m di atas permukaan laut. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal. Perlakuan terdiri dari 13 Hibrida jagung manis yang merupakan hasil persilangan dialel. Galur-galur tersebut menghasilkan 28 hibrida. Hasil analisis keragaman menunjukkan,  secara umum hibrida-hibrida yang dievaluasi menunjukkan penampilan pertumbuhan,  perkembangan dan hasil  setara  dengan Paragon yang digunakan sebagai varietas pembanding. Pengecualian dijumpai pada Caps 15 x Caps 22 yang mempunyai ukuran tongkol berkelobot dan tanpa kelobot yang lebih panjang dibandingkan Paragon. Pengecualian juga dijumpai pada  Caps 15 x Caps 17a yang  memiliki jumlah baris lebih banyak dibandingkan varietas Paragon.Kata kunci: hibrida, jagung manis, ultisol.
DINAMIKA WAKTU TANAM TANAM PADI DI LAHAN RAWA LEBAK PULAU KALIMANTAN wakhid, nur
Agrin Vol 23, No 2 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.735 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.2.483

Abstract

Lahan rawa lebak merupakan salah satu lahan yang cukup potensial untuk pengembangan pertanian. Salah satu faktor penentu kebehasilan budidaya pertanian di lahan rawa lebak adalah waktu tanam. Saat ini pergeseran waktu tanam berubah sangat dinamik di tengah perubahan iklim yang tidak menentu. Oleh karena itu, analisis tentang waktu tanam menjadi sangat penting untuk dilakukan, termasuk waktu tanam padi di sawah lahan rawa lebak. Tujuan makalah ini adalah untuk menganalisis dinamika waktu tanam padi di lahan rawa lebak Pulau Kalimantan sehubungan dengan dinamika perubahan iklim. Waktu tanam padi di sawah lahan rawa lebak Pulau Kalimantan menunjukkan dinamika yang berbeda, dimana waktu tanam dominan di Kalimantan selatan dan Timur tejadi sekitar bulan Juni?Juli, sedangkan di Kalimantan Barat dan Tengah pada bulan Oktober?November. Sawah lahan rawa lebak menunjukkan adaptasi yang baik di tengah perubahan iklim dimana waktu tanam padi hanya sedikit bergeser dalam kurun waktu 10 tahun.
INDUKSI PEMBUNGAAN KALE Agustin, Heny; Fauzi, Ahmad Rifqi
Agrin Vol 23, No 2 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.177 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.2.476

Abstract

Kale sebagai salah satu tanaman yang kaya akan nutrisi memiliki harga yang cukup mahal dibandingkan sayuran lainnya. Harga yang tinggi diakibatkan karena benihnya harus dimpor dari luar negeri. Impor benih dilakukan karena kale tidak mampu berbunga bila ditanam pada kondisi iklim tropis seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menginduksi pembungaan kale melalui praktik agronomi dengan pemberian dosis pupuk N dan P serta pemberian giberelin (GA3) dengan berbagai konsentrasi untuk menginduksi munculnya bunga. Penelitian dilakukan sejak Agustus 2018 - Maret 2019 di Kebun Percobaan Agroekoteknologi, Universitas Trilogi, Jakarta. Penelitian terdiri atas dua set percobaan. Percobaan pertama menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor, yaitu dosis pupuk N (kg/ha) dengan tiga taraf yaitu 0 (kontrol), 100 dan 200 dan pemberian fosfor (kg/ha) dengan dosis 0 (kontrol), 100, 200, 300, 400 dan 500. Percobaan kedua menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor dengan menggunakan 11 taraf konsentrasi GA3 (ppm)  yaitu 0 (kontrol), 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900, dan 1000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pemberian pupuk N dan P belum efektif dalam menginisiasi pembentukan bunga, peningkatan N sampai 200 kg/ha meningkatkan bobot total panen, bobot daun layak konsumsi, dan luas daun tanaman kale 1.5 - 2 kali lipat serta pemberian ZPT GA3 sampai dengan 1000 ppm belum dapat menginduksi pembungaan kale. Tindakan agronomi pada penelitian ini memberikan informasi bahwa pemberian hara makro serta ZPT berdampak pada meningkatnya pertumbuhan organ-organ vegetatif kale yang diduga menekan pertumbuhan dan perkembangan organ-organ generatif. Sehingga ke depan, kajian dalam induksi pembungaan kale dapat dilakukan pada lingkungan yang terkendali dan disesuaikan dengan lingkungan tumbuh kale di habitat aslinya.Kata kunci: fosfor, GA3, impor benih, pupuk N
PROFILING AKUMULASI TRANSKRIP GEN PADA AKAR BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) RENTAN DAN TOLERAN TERHADAP GANODERMA BONINENSE Putranto, Riza Arief; Faizah, Rokhana; Sari, Dini Astika; Raharti, Vivi Restu; Martiansyah, Irfan; Hadi, Sapto Nugroho; Wening, Sri; yono, pri; Budiani, Asmini
Agrin Vol 23, No 2 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.897 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.2.510

Abstract

Dalam penelitian ini, analisis akumulasi transkrip menggunakan Reverse-Transcriptase Quantitative PCR (RT-qPCR) diikuti dengan analisis interaksi statistik telah dilakukan pada akar dari dua genotipe tanaman kelapa sawit (A09 dan 23) yang rentan dan toleran terhadap Ganoderma boninense. Tiga gen putatif (Eg#001, Eg#004, dan Eg#007) dari kelapa sawit diprediksi dapat digunakan sebagai biomarker dalam seleksi varietas tanaman kelapa sawit terhadap Ganoderma. Optimasi analisis RT-qPCR dilakukan dengan melakukan serial dilusi cDNA (1/5, 1/10, 1/25 dan 1/50) untuk mendapatkan nilai amplification plot dan melting curve yang ideal. Hasil analisis memperlihatkan serial dilusi 1/10 atau setara konsentrasi cDNA 50 ng/µL mendapatkan nilai Ct pada ambang 22-24 serta nilai melting curve sebesar 83,06. Secara umum, akumulasi transkrip gen pada genotipe 23 lebih melimpah dibandingkan dengan genotipe A09. Gen Eg#007 secara statistik memiliki akumulasi transkrip yang berbeda nyata pada genotipe 23 yang lebih tinggi (5,21E+00) dibandingkan pada genotipe A09 (1,93E+00). Di sisi lain, hasil identifikasi lokus ID pada genom kelapa sawit memperlihatkan bahwa gen Eg#007 merupakan penyandi protein yang tergolong dalam famili sulfotransferase (SOT) yang terkait dengan sistem pertahanan tanaman. Gen tersebut berpotensi mengungkap mekanisme aksi-reaksi antara G. boninense dan akar kelapa sawit. Kata kunci: kelapa sawit, Ganoderma, profil akumulasi transkrip, RT-qPCR, biomarker.
OPTIMASI DAN EFISIENSI TEKNIK ISOLASI RNA DAUN DAN AKAR KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) Sari, Dini Astika; Martiansyah, Irfan; Mukmin, Restu Prasetya; Hadi, Sapto Nugroho; Syahputra, Indra; Afandi, Dadang; Putranto, Riza Arief
Agrin Vol 23, No 2 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.431 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.2.500

Abstract

Tanaman kelapa sawit memiliki kandungan polisakarida dan polifenol yang tinggi. Kontaminasi polisakarida dan polifenol menyebabkan sulitnya proses isolasi RNA dari jaringan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimasi beberapa protokol isolasi RNA tanaman kelapa sawit yang efektif dan efisien. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, pada bulan Oktober-Desember 2018 di Laboratorium Biokimia dan Biologi Molekuler, Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), Jalan Taman Kencana No. 1 Bogor 16128. Penelitian dilakukan dengan melaksanakan teknik isolasi RNA menggunakan tiga protokol, yaitu modifikasi Cetyl Trimethyl Ammonium Bromide (CTAB), kit isolasi RNA RNeasy Plant Mini Kit (Qiagen), dan kit isolasi NucleoSpin RNAPlant (Macherey-Nagel). Sampel yang digunakan adalah daun dan akar tanaman kelapa sawit berumur kurang dari tiga bulan dengan bobot 0,1 gram dan 2,5 gram yang disesuaikan untuk tiap protokol. Variabel yang diamati adalah konsentrasi (ng/µl), kemurnian (rasio A260/A280 dan A260/A230), dan pita RNA pada elektroforesis gel agarosa. Hasil penelitian menunjukkan, RNA total hasil isolasi protokol NucleoSpin RNAPlant (Macherey-Nagel) memiliki kualitas paling tinggi. Konsentrasi RNA total daun dan akar kelapa sawit yang didapatkan melalui protokol NucleoSpin RNAPlant (Macherey-Nagel) sebesar 338 ng/µl dan 184,4 ng/µl dengan rasio A260/A280 RNA total daun dan akar kelapa sawit sebesar 2,13 dan 2,18 serta rasio A260/A230 sebesar 2,09 dan 2,20. Hasil elektroforesis gel agarosa menunjukkan integritas yang bagus dari RNA total hasil isolasi RNeasy Plant Mini Kit (Qiagen) dan NucleoSpin RNAPlant (Macherey-Nagel), namun terdapat kontaminasi dan smear pada RNA total hasil isolasi CTAB modifikasi 1 dan 2. Kata kunci: kelapa sawit, isolasi RNA, spektrofotometer, elektroforesis gel agarosa
UJI KONSENTRASI DAN INTERVAL PEMUPUKAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN MARIGOLD (TAGETES ERECTA L.) Nugroho, E. Dwi Sulistya; Elonard, Ardian
Agrin Vol 23, No 2 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.015 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.2.482

Abstract

ABSTRAKMarigold merupakan tanaman herba hias yang saat ini mulai menjadi primadona serta memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, oleh karena itu produktivitas dan kualitas bunga marigold perlu ditingkatkan. Cara pemberian serta jenis pupuk yang tepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar menjadi efektif terhadap tanaman Marigold. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan pupuk NPK dalam bentuk konsentrasi dan interval pemupukan terhadap pertumbuhan tanaman Marigold. Penelitian didesain dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama merupakan konsentrasi pupuk NPK yang terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa pupuk (K0), 100 mg/liter air (K1), dan 150 mg/liter air (K2). Faktor kedua adalah interval pemupukan NPK yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 1 kali/minggu (F1), 1 kali/2 minggu (F2), dan 1 kali/3 minggu (F3). Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga didapatkan kombinasi perlakuan sebanyak 27 plot. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, inisiasi bunga, diameter bunga, lama kesegaran bunga. Perlakuan konsentrasi 150 mg/liter air dengan interval pemupukan 1 kali/minggu menjadi input yang optimal untuk pertumbuhan tanaman Marigold.Kata kunci: marigold, konsentrasi, interval, pupuk
KERENTANAN RELATIF TEPUNG SORGUM TERHADAP KUMBANG TEPUNG MERAH (TRIBOLIUM CASTANEUM HERBST) hendrival, Hasan
Agrin Vol 23, No 2 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.623 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.2.478

Abstract

Studi kerentanan tepung sorgum terhadap infestasi Tribolium castaneum telah dilakukan di laboratorium dalam kondisi 28?30 0C dan RH 70?75%. Jenis tepung sorgum yang digunakan dalam penelitian dari varietas sorgum Kawali, Numbu, Super-1, Super-2, Suri-3, dan Suri-4. Setiap jenis tepung sorgum diinfestasikan dengan 10 pasang imago T. castaneum. Variabel pengamatan meliputi jumlah F1, waktu pengembangan rata-rata T. castaneum, bobot 100 imago, persentase susut berat, dan indeks kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung sorgum dari varietas Super-1 tergolong moderta sampai rentan, sedangkan varietas Super-2 dan Suri-3 tergolong rentan, varietas Kawali dan Suri-4 tergolong sangat rentan, dan varietas Numbu rentan sampai sangat rentan. Kerentanan tepung sorgum dipengaruhi oleh jumlah F1, median waktu perkembanngan T. castaneum, dan persentase susut berta tepung
SIFAT KIMIAWI MENTEGA KETAPANG (CATAPPA BUTTER) (PENGARUH LAMA SANGRAI DAN LAMA RENDAM) wijonarko, Gunawan; erminawati, erminawati; Handayani, isti
Agrin Vol 23, No 1 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.762 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.1.470

Abstract

Biji ketapang mempunyaicita rasa yang enak dan komposisi kimia yang mirip dengan kacang tanah. Oleh karena itu biji ketapang mempunyai potensi yang sangat besar untuk dibuat menjadi produk pangan baru. Salah satu produk pangan tersebut adalah mentega ketapang (Catapa butter). Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untukmengevaluasi sifat kmiawi mentega ketapang yang dibuat pada berbagai : (1) lama penyangraian (2) lama perendaman  (3) lama penyangraian dan perendaman.Rancangan yang digunakan dalam peneltian ini adalah Rancangan Acak Lengkap. Faktor yang dicoba adalah lama penyangraian (4 ; 8 ; dan 12 menit) dan lama prendaman (0 dan 12 jam). Perlakuan disusun secara faktorial sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan. Percobaan diulang 4 kali dengan 24 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah kadar air, abu, serat kasar, lemak dan protein. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Uji F. Jika terdapat perbedaan nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Rentang Jamak Duncan (DMRT) untuk menentukan perlakuan terbaik. Perlakuan terbaik kemudian dibandingakn dengan selai kacang tanah non komersial. Hasil penelitian menunjukkan lama penyangraian berpengaruh nyata terhadap kadar air dan abu sedangkan perendaman berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu dan protein. Kombinasi keduanya memberikan pengaruh yang nyata hanya terhadap kadar protein. Penyangraian 8 menit menghasilkan mentega ketapang dengan kadar air 2,8% dan abu 2,6% sedangkan perendaman 0 jam menghasilkan mentega ketapang dengan kadar air 2,5%, abu 2,7% dan protein 26,5%. Kombinasi kedua perlakuan berpengaruh terhadap kadar air, abu dan protein mentega ketapang. Dibandingkan dengan SNI selai kacang tanah, mentega ketapang mempunyai karakter kimiawi yang mirip kecuali pada kadar abu yang cenderung lebih tinggi yaitu sebesar 2,7%.  Penyangraian 8 menit dan perendaman 0 jam menghasilkan mentega ketapang dengan kadar air 2,7%, abu 2,5%, serat kasar 1,8%, lemak 50,6% dan protein 27,6%.
PRODUK POTENSIAL NIRA KELAPA UNTUK DIKEMBANGKAN PADA SKALA UMKM DI BANYUMAS Mela, Ervina; Ahsan, Adiluhung
Agrin Vol 23, No 2 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.297 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.2.491

Abstract

Banyumas merupakan daerah pada urutan ketiga di Jawa Tengah berdasarkan produktivitas tanaman kelapanya. Selain daging buahnya, tanaman kelapa juga dapat dimanfaatkan niranya. Pemanfaatan nira kelapa di Kabupaten Banyumas sebagian besar diusahakan oleh UMKM baru sebatas bahan baku pembuatan gula kelapa dan gula kristal, belum dibuat untuk berbagai macam produk olahan pangan seperti minuman segar dan sirup. Oleh karena itu diperlukan diversifikasi produk olahan nira kelapa yang dapat dikembangkan pada skala UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ragam jenis produk yang dapat dikembangkan dari nira kelapa, dan menentukan urutan prioritas alternatif produk nira kelapa yang dapat dikembangkan pada skala UMKM. Penelitian ini menggunakan metode penelusuran pustaka dan indepth interview dengan pakar, metode perbandingan berpasangan, Bayes, dan metode interval kelas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 30 jenis produk yang dapat dikembangkan dari nira kelapa. Urutan prioritas produk potensial nira kelapa berdasarkan analisis Bayes Urutan prioritas produk nira kelapa untuk dikembangkan saat ini pada skala UMKM di Banyumas yakni 1) gula putih kristal, 2) minuman segar, 3) jelly drink, dengan kategori sesuai, diikuti oleh 4) sirup, 5) permen, 6) kecap asin, 7) nektar, 8) yakult, 9) yoghurt dengan kategori cukup sesuai, dan 10) kefir, dengan kategori tidak sesuai.
PENINGKATAN PRODUKSI PADI SAWAH VARIETAS INPARI 18 DENGAN PEMBERIAN PUPUK NPK KUJANG DAN JERAMI PADI INSITU Permadi, Karsidi; Sunandar, Bambang; Sunandar, Nandang
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.211

Abstract

Pada saat ini  luas lahan produktif sawah irigasi teknis semakin berkurang, padahal sawah irigasi teknis memberikan sumbangan terbesar dalam penyediaan produksi beras nasional. Perkembangan penduduk terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2020 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 280 juta jiwa. Kebutuhan pangan terutama  beras tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan penduduk. Dalam kecukupan beras ini diperlukan peningkatan produksi padi sawah irigasi teknis yang masih tersedia.  Salah satunya  dengan inovasi teknologi pemupukan yang efesien, efektif, dan ramah lingkungan tidak mencemari lingkungan.  Penggunaan pupuk anorganik disertai dengan penambahan jerami padi secara insitu  agar diperoleh hasil padi lebih tinggi dan produktivitas lahan meningkat. Pengkajian bertujuan untuk mengetahui pemupukan berdasarkan rekomendasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan, komponen hasil dan hasil padi varietas Inpari 18. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK), tiga perlakuan dengan 5 ulangan. Susunan perlakuan adalah a). Pemupukan berdasarkan rekomendasi hasil analisis PUTS (perangkat uji tanah sawah) + jerami padi insitu, b). Pemupukan berdasarkan rekomendasi PT Pupuk Kujang + jerami padi insitu, dan c). Pemupukan berdasarkan rekomendasai Katam (kalender tanam) + jerami padi insitu. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pemupukan berpengaruh nyata terhadap peubah pertumbuhan tinggi tanaman saat panen, jumlah gabah isi/malai, jumlah gabah hampa/malai, bobot 10 malai gabah isi dan hasil gabah kering panen. Pemupukan berdasarkan rekomendasi hasil PUTS + jerami padi insitu mendapatkan hasil gabah padi tertinggi sebesar 7,92 t ha-1 GKP dengan kenaikkan hasil gabah mencapai 1,12 t ha-1 GKP. Hasil gabah terendah dicapai oleh pemupukan berdasarkan rekomendasi Katam + jerami padi insitu  sebesar 6,80 t ha-1 GKP. Kata kunci: Varietas Inpari 18, pupuk NPK Kujang, jerami padi insitu ABSTRACTTRecentyhe productive land area of technical irrigation rice field became decreased, whereas technical irrigation field rice contributes the most provision of national rice production. The development of the population continues to increase every year. In 2020 the population of Indonesia is estimated to reach 280 million people. The needs of food, especially rice cannot keep pace with population growth. Thus, it is necessary to increase the production of rice in available technically irrigated rice field. It could be done one of with the innovation technology of efficient, effective, and environmentally friendly fertilization. The use of inorganic fertilizers with rice straw in situ added in order to obtain higher rice yields and to increase the land productivity. The assessment aimed to determine fertilization based on recommendations which could improve the growth, yield and yield components of Inpari 18 rice. The design used was randomized block design (RBD), three treatments with five replications. The compositions of the treatment were a). Fertilization based on the results of the PUTS (paddy soil testing device) analysis + rice straw in situ, b). Fertilization based on PT Pupuk Kujang recommendation + rice straw in situ, and c). Fertilization by Katam (planting calendar) recommendation + rice straw in situ. The study showed that fertilization significantly affected the height plant growth variables at maturity, number of filled grain / panicle, number of empty grains / panicle, weight of 10 filled grain panicle and dry grain yield harvest. Fertilization based on the PUTS results of + rice straw  in situ achieved the highest rice grain yield of 7.92 t ha-1 GKP with increasing grain yield reached 1.12 t ha-1 GKP. Lowest grain yield achieved by fertilizing based on Katam + rice straw in situ of 6.80 t ha-1 GKP. Key words: Inpari 18 Varieties, Kujang NPK fertilizer, rice straw in situ

Page 1 of 20 | Total Record : 199