cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia
ISSN : 08548390     EISSN : 25498029     DOI : -
LIMNOTEK Tropical Inland Waters in Indonesia (Limnotek) is a periodical publication from the Research Center for Limnology, Indonesian Institute of Sciences in collaboration with Indonesian Society of Limnology (MLI). Published semiannually, the journal has a goal to be a means of communication and dissemination of research results in tropical limnology. The articles in this journal examines the interaction between factors: physics, chemistry, biology, hydrology, and geology on inland waters ecosystems. Definition of inland waters here are all forms puddles on the surface of the earth to the landward of the line of the lowest tides either fresh or brackish water such as rivers, swamps, lakes, water, wetlands, reservoirs, puddles, ponds, and dams.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 24, No 1 (2017)" : 6 Documents clear
ANALISIS VEGETASI TUMBUHAN AIR DI KAWASAN TRI DANAU (BERATAN, BUYAN, TAMBLINGAN) BALI Darma, I Dewa Putu; Prihadi, Arief; Sujarwo, Wawan
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Tri Danau Beratan, Buyan dan Tamblingan merupakan cekung terkungkung dan penyangga air di Bali. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive random sampling. Dalam penelitian ini tercatat tumbuhan air sebanyak 35 jenis yang termasuk ke dalam 19 suku, dan 24 marga dengan indek keanekaragaman sedang. Komposisi vegetasi tidak tersusun secara merata, dimana terdapat beberapa jenis dominan. Berdasarkan indeks dominansi, Oenanthe javanica (Apiaceae), Alternanthera philoxeroides (Amaranthaceae) dan Salvinia adnata (Salviniaceae) berkontribusi terhadap 50,9% nilai summed dominance ratio (SDR), meskipun terdapat kecenderungan bahwa beberapa jenis mendominasi. Perhitungan indeks disimilaritas dan analisis kluster menunjukkan bahwa komposisi vegetasi antar ketiga danau berbeda satu dengan yang lain, sehingga jenis-jenis dominannya pun berlainan. Fenomena yang paling mencolok terjadi di Danau Buyan, dimana sebagian besar permukaan danau ditumbuhi Salvinia adnata. Karena jenis ini dikenal sebagai salah satu dari jenis-jenis paling invasif di dunia dan berpotensi menimbulkan kerusakan, perhatian dan manajemen yang tepat perlu diterapkan untuk meminimalkan kerugian yang mungkin ditimbulkan.
ZONASI RESAPAN AIR HUJAN SEBAGAI DASAR KONSERVASI SUMBER DAYA AIR DAS CIMANUK Fakhrudin, Muhammad; Daruati, Dini
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prosentase air hujan yang meresap ke dalam tanah merupakan hal sangat penting dalam konservasi sumber daya air. Air hujan yang meresap dalam tanah, dapat sebagai pasokan air tanah dan menstabilkan aliran sungai. Tujuan penelitian ini adalah melakukan zonasi resapan air hujan DAS Cimanuk bagian hulu untuk evalusi kondisi resapan air saat ini dan arahan pemanfaatan lahan pada masa yang akan datang. Zonasi resapan air hujan diperoleh dengan menumpang susunkan peta kelas infiltrasi, peta kelas kelulusan batuan/tanah, peta kelas lereng dan peta kelas curah hujan dan peta kelas penggunaan lahan dengan Sistem Informasi Geografi. Hasil zonasi menunjukkan bahwa resapan air potensial yang tergolong rendah sampai sangat rendah sebesar 44,05%, zona resapan sedang sebesar 46,00%, zona resapan tinggi sebesar 9,89%, zona resapan sangat tinggi sebesar 0,02%. Hal ini mempunyai arti bahwa secara alami kapasitas resapan lahan terhadap air hujan pada DAS Cimanuk tergolong rendah. Pada penggunaan lahan saat ini terjadi penurunan resapan pada kelas tinggi sebesar 1.805 ha dan ini perlu diwaspadai mengingat zona resapan tinggi mempunyai peran penting dalam pengendalian banjir dan kekeringan. Pada masa mendatang pemanfaatan lahan untuk pemukiman atau areal terbangun diprioritaskan  pada zona resapan air yang tremasuk sangat rendah – rendah, guna menjaga keseimbangan kapasitas infiltrasi DAS Cimanuk
PEFORMA KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN PARACHEIRODON AXELRODI MENGGUNAKAN PERBEDAAN WARNA WADAH PEMELIHARAAN Nurhidayat, Nurhidayat; Koswawati, Ragil; Ardi, Idil
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cardinal tetra (Paracheirodon axelrodi) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak di sukai oleh hobiis terutama untuk menambah keindahan akuaskeping. Ikan Cardinal sudah banyak dibudidayakan di Indonesia, beberapa masalah timbul selama pemeliharaan. Salah satu masalah yang timbul pada spesies ini adalah adaptasi dengan lingkungan ukuran benih berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhannya. Warna dapat mempengaruhi kecerahan dalam media pemeliharaan, hal ini berpengaruh terhadap penglihatan dalam kekontrasan pakan menjadi terlihat jelas sehingga nafsu makan ikan menjadi optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa pertumbuhan dan kelansungan hidup Paracheirodon axelrodi menggunakan perbedaan warna wadah untuk media pemeliharaan. Hewan uji adalah yang digunakan adalah benih dengan panjang 1,0±0,2 cm, ditebar dengan kepadatan 5 ekor/L. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan  pada penelitian adalah 5 perlakuan yang dilakukan pengulangan 3 kali. Perlakuan yang digunakan adalah warna wadah yaitu : A. Warna hitam, B. Warna putih (kontrol), C. Warna merah. D. Warna biru dan E. Warna kuning. Parameter yang diamati; Kelangsungan hidup, laju pertumbuhan harian, dan pertumbuhan panjang. Parameter penunjang yaitu kualitas air yang meliputi suhu, derajat keasaman (pH), kadar oksigen terlarut (DO) dan amoniak. Hasil penelitian perbedaan warna wadah terhadap kelangsungan hidup memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0.05), sedangkan terhadap laju pertumbuhan harian dan pertumbuhan panjang memberikan perbedaan sangat nyata (P<0.01). Kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan warna kuning dan biru (100±0,00%). Laju pertumbuhan harian tertinggi diperoleh pada perlakuan warna kuning (4,12±0,182%), dan pertumbuhan panjang tertinggi diperoleh pada perlakuan warna kuning (0,66±0,016 cm). Penggunaan warna wadah yang terbaik ditunjukkan pada perlakuan wadah warna kuning. Data kualitas air selama pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata kualitas air berada pada kisaran : suhu 25,5-270C, pH 6,0-6,5, DO 5,14-6,93 mg/l, amoniak 0,0042-0,0059mg/l, dan intensitas cahaya 55-75 lux.
Limnotek Vol. 24, No. 1, Juni 2017 Limnotek, Cover
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover limnotek
POTENSI SITU BEKAS GALIAN PASIR DALAM MENDUKUNG USAHA PERIKANAN DENGAN SISTEM CBF DAN KJA MZ, Novita; Octorina, Pelita
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situ bekas galian pasir merupakan ekosistem perairan yang kurang mendapatkan perhatian, namun jika diamati memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lahan budidaya, baik dengan sistem CBF maupun KJA. Situ galian pasir no 6 merupakan salah satu situ galian yang terdapat di Desa Kahuripan Sukabumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji daya dukung situ galian pasir no 6 untuk kegiatan budidaya tilapia dengan menggunakan sistem CBF dan KJA dengan pendekatan beban fosfat (P) di perairan. Hasil analisis dari pengamatan kualitas air selama bulan April-Juni 2015 menunjukkan bahwa situ galian pasir no 6 tergolong ke dalam perairan eutrof dengan daya dukung sebesar 1,18 ton/tahun untuk kegiatan CBF dan 11,12 ton/tahun untuk kegiatan budidaya dengan KJA. Ikan ditebar dalam tiga tahap dengan jumlah tebar 3 945 ekor per tahap dengan hasil panen 125 gram.
INTEGRASI SPASIAL DAYA SERAP TANAH DAN LAHAN KRITIS UNTUK PENENTUAN LOKASI PRIORITAS PERBAIKAN DAS Daruati, Dini; Arief, Apip
LIMNOTEK - Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Research Center for Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

aya serap tanah terhadap air dan tingkat kekritisan lahan dapat digunakan sebagai indikator dalam menentukan prioritas perbaikan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang nantinya dipakai dalam suatu pengelolaan DAS.  Terganggunya lokasi-lokasi yang berfungsi untuk menyimpan air DAS Batanghari akibat dari perubahan penggunaan lahan, perubahan iklim, dan peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan terganggunya lokasi-lokasi untuk menyimpan air. DAS Batanghari  luasnya mencapai lebih dari empat juta hektar dan kondisinya termasuk kritis maka diperlukan analisis spasial untuk mengetahui kawasan prioritas konservasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial menggunakan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (PJ dan SIG). Dilakukan kuantifikasi nilai runoff curve number (CN) untuk mengetahui daerah yang mempunyai serapan rendah, sedang dan tinggi. Kemudian dilakukan tumpangsusun antara peta CN dan peta lahan kritis DAS Batanghari. Hasilnya adalah informasi spasial kawasan  prioritas perbaikan fungsi DAS. Lokasi prioritas dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan informasi data lahan kritis, yaitu  tipe 1, 2, dan 3. Kawasan prioritas konservasi tipe 1 paling luas berada di Kabupaten Muarojambi dan Tanjungjabung Timur, kawasan prioritas konservasi tipe 2 paling luas berada di Kota Jambi dan Dhamasraya, sedangkan kawasan prioritas tipe 3 paling luas berada di Kota Jambi, Dhamasraya, dan Tanjungjabung Timur.Kata Kunci: Runoff Curve Number, Lahan Kritis, Prioritas Konservasi, PJ dan SIG

Page 1 of 1 | Total Record : 6