cover
Contact Name
Hariyadi
Contact Email
Hariyadi
Phone
-
Journal Mail Official
hariefamily@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Rang Teknik Journal
ISSN : 25992081     EISSN : 25992090     DOI : -
RANG TEKNIK JOURNAL, merupakan Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah yang diterbitkan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang terbit 2 (dua) kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 261 Documents
STUDI AKSESIBILITAS OBJEK WISATA DI KABUPATEN PASAMAN Susumaningsih, Endang; Purnawan, Purnawan; Yossyafra, Yossyafra
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No.1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1702

Abstract

Abstrak : Kabupaten Pasaman merupakan salah satu kabupaten yang berada di Propinsi Sumatera Barat.kabupaten ini beribu kotakan kecamatan Lubuk Sikaping. Di kabupaten Pasaman terdapat tiga objek wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan yaitu objek wisata Equator, objek wisata Puncak Tonang dan objek wisata Air Panas Rimbo Panti. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi wisatawan mengunjungi sebuah objek wisata adalah aksesibilitas menuju objek wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi tentang aksesibilitas objek wisata di kabupaten Pasaman. Metode penelitian bersifat deskriptif, dengan sampel penelitian 50 responden yang di survey untuk setiap objek wisata yang diteliti. Variabel penelitian yaitu alternatif jalan, kondisi jalan, jarak tempuh, waktu tempuh, alat transportasi dan biaya kunjungan wisata. Teknik pengumpulan data yaitu berupa observasi lapangan, survey atau wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Analisa data menggunakan teknik skoring dengan model rumus Struges. Interval untuk mengukur tingkat aksesibilitas objek wisata di kabupaten Pasaman terdiri dari tiga kategori yaitu 20 ? 24 termasuk kategori aksesibilitas sangat mendukung, 14 ? 19 termasuk kategori aksesibilitas mendukung dan 8-13 termasuk kategori aksesibilitas tidak mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas menuju objek wisata Equator Bonjol termasuk kategori aksesibilitas mendukung dengan nilai tingkat aksesibilitas yang diperoleh yaitu 17. Kemudian, aksesibilitas menuju objek wisata Puncak Tonang termasuk kategori tidak mendukung dengan nilai tingkat aksesibilitas yang diperoleh yaitu 13. Dan aksesibilitas menuju objek wisata Air Panas Rimbo Panti termasuk kategori aksesibilitas mendukung dengan nilai aksesibilitas yang diperoleh yaitu 19. Kata Kunci : pasaman, aksesibilitas, kategori, objek wisata
TINJAUAN KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN UMUM PO KARYA ABADI RUTE BATUSANGKAR-BUKITTINGGI Ariga, Witari; Bastian, Elfania
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No.1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1655

Abstract

Transportation is an activity that can not be separated from human activities. Especially public transportation as a means of transportation in urban and rural areas. Considering the large demand for demand from the community, limiting human capability makes public transportation the first choice chosen by the community, on the grounds that public transportation is cheaper and more flexible. But the problem that often arises from the transportation sector is the imbalance between demand and supply. Seeing from the importance of public transportation for the activities of all walks of life, in its implementation there needs to be guidance, guidance of the government, so that public transportation can be organized in an orderly, orderly, effective and effective manner from both passengers and operators. The low frequency of vehicles during peak hours and outside peak hours and high waiting times is 5 vehicles / 2 hours during peak hours and 2 vehicles / hours during peak hours. For an average travel speed of 35 km / hour. This speed is influenced by distance, driver's behavior, traffic jams, queue time at traffic light, passengers' ups and downs, the number of disturbances and traffic obstacles during the trip, and the condition of the vehicle itself. Vehicle loading factor is classified as good, namely 61% during peak hours and 23% outside peak hours. Prospective passengers need a waiting time of 30 to get PO Karya Abadi transportation
EVALUASI TARIF ANGKUTAN UMUM (ANGKOT) KOTA PARIAMAN BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN Arsyad, Nadra; Sufina, Meri
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No.1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1673

Abstract

Untuk memenuhi keinginan penumpang itu angkutan umum harus memiliki pemasukan, agar bisa meningkatkan pelayananannya. Maka yang menjadi faktor penting itu dimana pendapatan angkutan umum tersebut sesuai dengan biaya yang dikeluarkan selama beroperasi. Hal ini tentunya ada kaitanya dengan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh angkutan umum tersebut. Maka apakah tarif yang ditetapkan pemerintah, sudah sesuai dengan biaya operasional kendaraan angkutan umum tersebut dilapangan. Pada hasil analisa data untuk mengetahui besarnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Sebelum dilaksanakan penelitian di lapangan haruslah disusun suatu tahapan adapun tahap-tahap dalam penelitian adalah survei pendahuluan, persiapan survei, dan pelaksanaan survei (pengumpulan data primer). Berdasarkan hasil analisa data menunjukkan bahwa tarif dihitung berdasarkan BOK untuk trayek Pasar Pariaman-Naras sebesar Rp. 1.120,87,-, dan untuk trayek Pasar Pariaman-Lapai sebesar Rp. 1.307,64 sedangkan tarif yang berlaku untuk umum sebesar Rp. 2.000,00 dan untuk pelajar Rp. 1.000,00. Jadi tarif yang ditetapkan untuk umum lebih tinggi dari pada penetapan tarif berdasarkan BOK, sedangkan penetapan tarif pelajar lebih rendah dari perhitungan tarif berdasarkan BOK.
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH CAMPURAN SIKA DALAM MENINGKATKAN KUAT TEKAN BATA RINGAN A., Arman.; Medriosa, Hamdeni; A, Agri Americo; Fantoni, Faizal Rahmat
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No.1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1636

Abstract

Dalam pembuatan nya, bata ringan mempunyai campuran agregat khusus yaitu bahan seperti pasir, semen, zat additive sikament NN, dan air dalam pembuatan bata ringan. Agregat khusus bata ringan dapat diperoleh dari alam baik secara langsung maupun dari proses terlebih dahulu. Bata ringan biasa yang beredar dipasaran banyak yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 15-2094-1991 dan SNI 15-2094-2000). zat additive sikament NN merupakan cairan yang berfungsi sebagai zat additive untuk mengurangi kadar air dan untuk mempercepat pengerasan beton dan kelecekannya tinggi, sesuai dengan A.S.T.M C494-81 Type F. Dari hasil pemeriksaan kuat tekan bata ringan dengan penambahan zat additive sikament NN pada tiga variasi dimana tiap-tiap variasi tersebut memiliki umur rencana yaitu 3 hari, 14 hari, dan 28 hari untuk bata normal hasil uji kuat tekan pada umur 3 hari di dapatkan nilai kuat tekan 11,14 MPa, pada umur 14 hari di dapatkan nilai kuat tekan 12,45 MPa dan pada umur 28 hari di dapatkan nilai kuat tekan 12,79 MPa.Untuk bata dengan campuran 5% zat additive sikament NN pada sampel yang di uji pada umur 3 hari di dapatkan nilai kuat tekan 14,36 MPa, pada umur 14 hari campuran 5% di dapatkan nilai kuat tekan 16,06 Mpa, dan pada umur 28 hari di dapatkan nilai kuat tekan 19,30 MPa. Untuk bata campuran 15% zat additive sikament NN pada sampel uji tekan umur 3 hari di dapatkan nilai kuat tekan 24,13 MPa, pada umur 14 hari di dapatkan nilai kuat tekan 26,47 MPa dan pada umur 28 hari di dapatkan nilai kuat tekan 26,97 MPa. Untuk bata campuran 25% pada sampel yang di uji tekan umur 3 hari di dapatkan nilai kuat tekan 25,14 MPa, pada umur 14 hari di dapatkan nilai kuat tekan 28,33 MPa dan pada umur 28 hari di dapatkan nilai kuat tekan 29,94 MPa, sedangkan Zat additive sikament NN, Zat Foam Agent (Busa) terhadap pemakaian volume air diambil 5% di peroleh hasil kuat tekan bata ringan rata-rata pada umur 28 hari 15,28 MPa.
RANCANG BANGUN PROTOTYPE TURBIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINI HIDRO (PLTMH) DI NAGARI KOTO GAEK GUGUK, SOLOK Ardhy, Sanny; Putra, Meiki Eru; Islahuddin, Islahuddin
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No.1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1686

Abstract

Saat ini, Rasio Elektrifikasi (RE) Sumbar sebesar 92,80 persen. Masih ada sekitar 7,2 persen atau 78 ribu rumah tangga yang belum menikmati listrik. Dari total tersebut, RE PT. PLN (Persero) sebesar 98,78 persen dan sisanya 1,22 persen berasal dari RE listrik non PLN (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro/PLTMH dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya/PLTS). Dalam hal ini, PLN tidak sepenuhnya menyediakan tenaga listrik, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil. Salah satu solusi, dibangun PLTMH. RE Kabupaten Solok pada tahun 2017, adalah 91,77 persen yang berada di bawah target nasional, 97,15 persen. Dalam penelitian ini, dipilih lokasi Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang. Penelitian ini hanya memfokuskan perancangan prototype turbin air. Dalam proses perencanaan, dibutuhkan data-data berupa debit dan head di lokasi PLTMH berada. Data diperoleh dari data gabungan, instansi terkait dan survei lapangan. Berdasarkan hasil survei didapatkan data berupa debit aliran sebesar 7 m3/s dan tinggi jatuh air (head) sebesar 39,41 m. Selanjutnya, dilakukan perencanaan pemilihan turbin dan perancanaan komponen. Seperti perencanaan dimensi runner turbin, guide vane, dimensi spiral casing dan dimensi poros. Berdasarkan hasil dan pembahasan, didapatkan jenis turbin yang dipakai adalah turbin Francis sebanyak 2 buah dengan daya terbangkit 2.117,48 kW.
IDENTIFIKASI UNSUR PADUAN DAN STRUKTUR MIKRO PERPATAHAN BAUT STANDAR ASTM 325 AKIBAT BEBAN PENGETATAN PADA SYSTEM POWER TRAIN BULLDOZER Hariadi, Hariadi
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No.1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1674

Abstract

The activity research of investigation, identification, chemical laboratory and strength calculation. Manufactured bolt of ASTM 325 standard from grade 8 with the quenched and tempered and hardness value 353 HV or 58,6 HR, maximum tensile strength 167.123 psi and torque wrench until 320 N < 270 N-m from bolt and grade at same. Indication from metallographic from analysis EDAX diagrams Fe minimums, P (9.7 %), Al (13 - 68,8 %), Mg (1 - 3,7 %), Zn (15,7 %), Cl (1,1 %) and Ca of outer thread, the most probable cause failure because have a degradation strength of materials. Its now, tensile strength maximum in area outer diameter of bolt witch tightening load and microstructure of bolt martensite tempered.
GRAIN BOUNDARY SLIDING IN SUPERPLASTICITY FORMING OF TITANIUM ALLOYS (TI6AL4V) Armila, Armila
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No.1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1720

Abstract

The major property of super plastic material is the high strain rate sensitivity (m ? 0.3), which provides high resistance to necking growth, the extension can be obtained is very high (e> 500%) without breaking. decent to obtain high m, the material requirements must have been a fine grain size, where the grain size (d? 10┬Ám) is equal-axial or round and stable at high deformation temperatures. Grain boundary sliding is a process in grains slide passing each other, or in the zone directly adjacent to, their common boundary In-situ observation of grain boundary sliding using electron microscopy. The material must be fine-grained, because at super plastic at high temperatures the main deformation mechanism is "Grain Boundary Sliding", Rounded (equal) grain fo where finer grains in the wider plane the sliding plane becomes easier to slide. Large-angle grain boundaries will facilitate sliding. In addition, grain boundaries must be easy to move to avoid local stress concentrations. In super plastic deformation the grain remains equal axial after under large deformation, a proof that grain boundary migration occurs. It should be also pointed out that grain boundary sliding has been considered a dominant deformation mechanism in super plasticity, although the term super plasticity does not simply or even define a particular deformation, mechanism, there is a general agreement that grain boundary sliding contributes more than 50% of the total strain in super plastic material.
PERBANDINGAN EKSPERIMEN DEFLEKSI BATANG KANTILEVER BERPROFIL STRIP TERHADAP PERSAMAAN TEORITIS UNTUK BAHAN FE DAN AL Yusuf, Nefli; Hariadi, Hariadi; Tawar, Arief Septian Agung
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No.1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1704

Abstract

Pemahaman psikomotorik dengan melihat kondisi nyata di laboratorium menjadikan pengalaman yang berkesan, serta membangkitkan minat untuk lebih mendalaminya. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan dan pengujian praktikum fenomena lendutan batang karena dibutuhkan oleh prodi Teknik Mesin, dalam kehidupan sehari-hari banyak bahan teknik yang dibuat dari bahan yang elastis. Pengujian dilakukan untuk batang kantilever berupa spesimen berprofil strip yang dijepit di satu ujung serta beri beban pada titik ujung lainnya secara bertahap. Linieritas kekakuan batang diperiksa dengan menempatkan beban pada penjang batang 200, 300, 400, dan 435 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besi SS400 lebih kaku dari Aluminium alloy 5052, sesuai dengan tabel elastisitas bahan. Dipihak lain kekakuan untuk besi linier sepanjang batang sedangkan Aluminium non linier.
ANALISIS KENAIKAN TEMPERATUR PADA BANTALAN PENYANGGA RADIAL (TURBINE GUIDE BEARING) DI UNIT 4 PLTA MANINJAU Wardianto, Dedi
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No.1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1689

Abstract

Maninjau hydro power plant is one of power generation to meet the electricity needs of West Sumatra with a capacity of 68 MW with four units generating machine. Unit 4 Maninjau hydro power plant experiencing abnormalities of the temperature in the turbine guide bearing resulting in decreased generation unit installed capacity of 5 MW and the changing patterns of operation and maintenance. This thesis aims to find the root of the problem that caused the rise bearing temperature as well as finding a solution fixes the problem. The method used to analyze investigation process to determine the main causes of a failure mode. From the results of the analysis, it was concluded that the rise in temperature of turbine guide bearing not caused by the cooling water flow rate, from the results of calculations that heat transfer has increased after doing major overhaul that is from 94,296 kW to 102,154 kW. Rise bearing temperature of turbine guide bearing due to the clearance between the bearing of the shaft does not correspond with the allowed values the manufacturer of the engine when viewed with shaft deflection values that occurred in unit 4 Maninjau hydro power plant evidenced by thermal produced (Hg) greater value 16,6 % in the amount of 14.133 kW.
ANALISIS KRITIS TERHADAP PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) TIPE PHOTOVOLTAIC (PV) SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF MASA DEPAN Muslim, Supari; Khotimah, Khusnul; Azhiimah, Alfiantin Noor
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No.1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1638

Abstract

Electrical energy needs will continue to increase in line with the needs of the community, both on an industrial scale and the household in general. On the other hand the supply of fuel oil and coal as a driving force for power station centers is increasingly depleting. Because of that, a lot of research is needed to obtain renewable energy, as well as being environmentally friendly. One of the abundant energy sources in Indonesia is water resources. Utilization of water resources can be done by building a Micro Hydro Power Plant (MHPP). Based on the results of the study through literature studies, from as many as 13 journals (in 2009-2019) it can be seen that in Indonesia there are still many regions that have not yet received electricity supply from PT. PLN, with the following reasons: (1) the availability of PT. PLN is not enough to meet the needs of the community; and (2) many areas are located far from the PLN electricity network; and (3) many regions whose infrastructure does not support the expansion of the PLN electricity network. This condition is hampering the speed of economic development in the regions concerned. The study found that: (1) there were 13 points of water resources that could potentially be built by MHPP with electrical power varying depending on the amount of water resources concerned; and (2) from the results of the study, there are a number of studies that have been implemented and some of them are still in preparation for the construction of the MHPP.

Page 1 of 27 | Total Record : 261