cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal As-Salam
Published by As-Salam Press
ISSN : 25281402     EISSN : 25495593     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Junal As-Salam merupakan jurnal publikasi ilmiah dari Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam di Provinsi Aceh, diterbitkan secara paper-based pada tahun 2016 dan diterbitkan secara online sejak tahun 2017. Jurnal As-Salam dan diterbitkan 3 (tiga) bulanan (Januari-April, Mei-Agustus, Sptember-Desember). Jurnal As-Salam Bersifat Peer-Reviewed dalam bidang intergarasi sains–Islam (interdisciplinary)
Arjuna Subject : -
Articles 111 Documents
FEMININITY ASPECT AS REFLECTED IN LISA SEE’S SNOW FLOWER AND THE SECRET FAN Rakhmyta, Yunie Amalia
Jurnal As-Salam Vol 2 No 3 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Assalam press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe forms opression faced by Chinese women in the nineteenth century as reflected in te novel “Snow Flower and the Secret Fan” written by Lisa See, then to find out the way of the Chinese women to minimize their secluded life. This study is carried out with descriptive research which is collected with documentary technique and used a documentary sheet as the instrument. The finding indicates about the idea of femininity aspect that describes in the oppression faced by Chinese women. This oppression derives into three forms of oppression; emotional oppression, physical oppression, and sexual oppression. The Chinese women try to obey the particular custom judge by the culture to construct the femininity aspect, but secretly they tru to find a way to minimize their secluded life through Nu Shu (secret writing) and having a baby boy. It is hoped that the result of this study will be useful to anyone who wants to study women life situation in a certain communities.
PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL EFFECTIVE RESEARCH AS THE MEDIA FOR INCREASING STUDENTS’ WRITING AILITY IN DESCRIPTIVE TEXT Yulizar, Yulizar
Jurnal As-Salam Vol 2 No 3 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Assalam press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah siswa yang diajar dengan picture word inductive model memiliki keterampilan menulis teks deskriptif lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan gambar biasa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eks5perimen semu; nonequivalent control group pre-posttest design. Sampel penelitian adalah kelas VIII.1 dan VIII.2. Kelas VIII.1 merupakan kelas control yang diajar dengan menggunakan picture biasa sedangkan kelas VIII.2 merupakan kelas experimen yang diajar dengan menggunakan picture word inductive model. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian adalah tes menulis teks deskriptif. Data dianalisis dengan menggunakan independent t-test. Temuan menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan picture word inductive model mempunyai keterampilan menulis teks deskriptif lebih besar daripada siswa yang diajar dengan gambar biasa.
IMPLEMENTASI KWIKTRIG SOFTWARE DALAM KULIAH TRIGONOMETRI UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Saputra, Edy
Jurnal As-Salam Vol 2 No 1 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Assalam press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam trigonometri adalah permasalahan yang berhubungan dengan menggambar sudut dan melakukan perhitungan aljabar untuk mendapatkan hasil pengukuran yang benar. Bahan ajar adalah segala bentuk yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan dosen/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Kwiktrig adalah software yang dapat digunakan untuk membantu melakukan manipulasi gambar dan perhitungan aljabar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan hasil belajar mahasiswa peserta kuliah Trigonometri yang mendapat perkuliahan melalui pembelajaran dengan media KwikTrig Software, menemukan media pengajaran yang tepat yaitu KwikTrig Software dalam mengajarkan materi Trigonometri agar pemahaman mahasiswa semester 3 Prodi Tadris Matematika meningkat dan hasil belajar yang diharapkan tercapai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi experiment. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Prodi Tadris Matematika STAIN Gajah Putih Takengon. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis kuantitatif deskriptif untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan mahasiswa kelas Kwiktrig Software lebih tinggi daripada peningkatan kemampuan mahasiswa kelas konvensional setelah pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi pada Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VII MTs Qaryatul Jihad Bengkulu Tengah) Hakim, Abd.
Jurnal As-Salam Vol 2 No 1 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Assalam press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe learning together dalam meningkatkan kerjasama siswa, prestasi belajar IPS, dan efektivitasnya dalam meningkatkan prestasi belajar IPS. Penelitian ini adalah penelitian kombinasi, dimana setelah melakukan  penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, kemudian dilanjutkan dengan kuasi eksperimen. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di kelas VII MTs qaryatul Jihad yang terdiri atas 28  siswa, sedangkan, kuasi eksperimen dilaksanakan di kelas VIIA MTs Negeri 2 Bengkulu Tengah sebagai kelas eksperimen, dengan 30 siswa, dan VIIB sebagai kelas kontrol dengan 30 siswa. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan soal tes prestasi belajar. Selanjutnya data dianalisis dengan rumus nilai rata-rata dan uji hipotesis dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe learning together dapat meningkatkan kerjasama, prestasi belajar IPS siswa, dan efektif meningkatkan prestasi belajar IPS dibandingkan dengan pembelajaran model konvensional.
PERSEPSI GURU TERHADAP KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA SEKOLAH DENGAN DISIPLIN KERJA GURU DI MTs PANCA MUKTI-PONDOK KELAPA Sihartini, Sihartini
Jurnal As-Salam Vol 2 No 1 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Assalam press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi interpersonal yang baik akan menciptakan suasana kerja yang kondusif di sekolah dan juga akan terjadi hubungan yang harmonis antara kepala sekolah dengan seluruh komponen di sekolah khususnya guru. Komunikasi interpersonal yang baik pula seharusnya akan meningkatkan disiplin kerja guru akibat dari hubungan harmonis yang terjalin antara kepala sekolah dan guru. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana disiplin  kerja  guru yang ada di MTs Panca Mukti-Pondok Kelapa?, Bagaimana persepsi guru tentang komunikasi interpersonal kepala sekolah di MTs Panca Mukti-Pondok Kelapa?, dan Bagaimana  hubungan  komunikasi  interpersonal  kepala  sekolah  dengan disiplin kerja guru di MTs Panca Mukti-Pondok Kelapa?. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tingkat disiplin kerja guru di MTs Panca Mukti-Pondok Kelapa dapat  diketahui  dalam tingkatan sedang, Tingkat  komunikasi  interpersonal  kepala  sekolah di MTs Panca Mukti-Pondok Kelapa  dapat  diketahui  dalam tingkatan sedang, hubungan  persepsi  guru tentang komunikasi interpersonal  kepala sekolah  dengan  disiplin  kerja  guru  di  MTs  Panca Mukti-Pondok Kelapa menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat rendah sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat  korelasi yang positif antara komunikasi interpersonal kepala sekolah dengan disiplin kerja guru.
SPRITUALISME DAN PLURALISME AGAMA Harahap, Ahmad Yunus Mokoginta
Jurnal As-Salam Vol 2 No 1 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Assalam press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk mengkaji pengentasan berbagai permasalahan-permasalahan menjalankan misi suci ajaran-jaran keagamaan dengan segala keragamannya. Adanya beberapa asfek kesenjangan antara spritualitas dan doktrin agama, antara doktrin suatu agama dengan doktrin agama lainnya, sangat berpotensi untuk menopang terjadinya konflik yang berkepanjangan, baik dikalangan internal satu agama atau antar agama. Hal ini diakibatkan karena pertama, doktrin agama lebih menekankan pada hal-hal eksternal (eksoteris), sedangkan pada asfek spiritual lebih menekankan asfek Internal (essoteris), kedua, doktrin agama memfokuskan ke ritual yang sudah tertentu, sebaliknya spritual lebih kepada ibadah yang spontanitas, doktrin agama juga menjadi aktivitas kalangan umum pemeluknya, dan sebaliknya spiritual lebih merupakan aktivitas khusus atau privat seseorang, ketiga, doktrin agama fokus pada tabiat/kelakuan sebaliknya spritual fokus pada cinta kasih, dan kelima, pada doktrin Agama bersifat jelas dan qat`i, sebaliknya ajaran spiritual bisa diinterpreasikan. Dalam realitas masyarakat masa kini yang serba majemuk dengan situasi hal-hal baru yang selalu perlu untuk direspon spontanis oleh masyarakat beragama, maka tidak ada jalan lain untuk mempertemukannya dalam wadah nilai-nilai spritualitas dari agama-agama.
HISTORISITAS PEMIKIRAN FUNDAMENTALIS-EKSTRIMIS DALAM AGAMA ISLAM Amanda, Ruri
Jurnal As-Salam Vol 2 No 1 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Assalam press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara historisitas dapat dikatakan komunitas Islam Khawarij adalah gerakan umat Muslim pertama yang menerapkan nilai-nilai ekstrimis keagamaan dalam sejarah umat Muslim. Ketika lahir pada era Ali bin Abi Thalib gerakan Khawarij bertindak layaknya seperti sekelompok “teroris” yang selalu mengintimidasi kehidupan umat beragama ketika itu. Dalam perjalanannya gerakan ini memang dapat ditumpas oleh pihak pemerintah Islam ketika itu namun tidak dengan pemikirannya. Ide-ide ekstrimis yang diramu oleh Khawarij seperti terus bertahan sepanjang zaman. Pada masa terkini banyak gerakan ekstrimis Islam yang berkiblat terhadap doktrin pemikiran Khawarij walaupun secara identitas mereka tidak mengakui sebagai bagian dari gerakan Khawarij namun jika ditelisik maka akan ditemukan benang merah yang begitu jelas antara pola pemikiran mereka dengan pola pemikiran Khawarij pada masa klasik. Ada satu kesamaan antara gerakan ekstrimis Islam pada masa kini dengan pola pemikiran Khawarij pada masa lampau yaitu sama-sama bersikap kaku dan jumud dalam mendefinisikan tekstualitas dalil pada agama Islam. Dibutuhkan adanya sikap edukasi dari para ulama dan cendekiawan Muslim untuk mengarahkan pemahaman umat Muslim agar bersikap lebih dinamis dalam menghadapi perbedaan dalam beragama. Sikap dinamis ini bukanlah hal baru dalam sejarah umat Muslim karena Nabi Muhammad SAW pernah mempraktekkan sikap dinamis yang begitu elegan dalam menghadapi komunitas Nasrani dan Yahudi di Madinah.
PONDOK PESANTREN MODERN: POLITIK PENDIDIKAN ISLAM DAN PROBLEMATIKA IDENTITAS MUSLIM Harun, Ihsan
Jurnal As-Salam Vol 2 No 1 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Assalam press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengurai politik pendidikan Islam dan problematika identitas Muslim pada pondok pesantren modern. Filsafat yang diyakini pada pondok pesantren adalah berdasarkan agama Islam, dan selanjutnya melandaskan filsafat pendidikan atas prinsip-prinsip filsafat yang dianutnya. Kalau pada mulanya tujuan utama pesantren adalah menyiapkan santri dalam mendalami dan menguasai ilmu pengetahuan agama (tafaqqahu fi al-din), lembaga pengkaderan ulama (reproduction of ulama) tempat pengajaran ilmu agama (transfer of Islamic knowledge), memelihara tradisi islam (maintenance of Islamic tradition). Pembentukan karakter (character building) yang islami. Dilain pihak pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga lembaga keagamaan dan lembaga sosial yang tentunya peran pesantren pun melebar menjadi agen pembaharuan. Dalam pandangan Islam politik pendidikan nasional seyogyanya memiliki demensi. Untuk mengatasi problem identitas muslim dimensi tersebut diatas sangat mempengaruhi identitas muslim karena secara substantif, Islam di mana pun sama, yaitu agama Allah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad Saw sebagai petunjuk bagi umat manusia. Akan tetapi manakala Islam berjumpa dengan budaya atau tradisi lokal di daerah mana pun senantiasa memunculkan ekpresi yang berbeda dan beranekaragam, sebanyak perjumpaannya itu. Dengan demikian, munculnya berbagai identitas Islam belakangan ini tidak perlu direspons dengan kecurigaan-kecurigaan yang berlebihan. Bahkan identitas Islam itu bisa makin beragam lagi ketika tipologi pemikiran, pemahaman dan pengamalan Islam itu ditinjau dari berbagai perspektif.
EQUITY EQUALITY DAN SISTEM PENDANAAN PENDIDIKAN Yusdiana, Emy
Jurnal As-Salam Vol 2 No 1 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Assalam press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan equity  equality  dalam sistem pendanaan pendidikan di Indonesia yang meliputi pembahasan makna, strategi dan upaya pemerintah dalam melaksanakan pemerataan pendidikan di Indonesia, pengaruh kurangnya pemerataan pendidikan di Indonesia, serta sistem pendanaan pendidikan. Secara prinsip, keadilan pendidikan bermakna bahwa setiap warga Negara berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Faktor-faktor kultural, perbedaan individual, bias jender, kemampuan ekonomi keluarga, lingkungan, letak geografis dan lainnya, meskipun terbuka hak dan peluang yang sama, selalu memunculkan ekses layanan pendidikan dan pembelajaran yang disinyalir kurang layak. Tujuan penetapan kebijakan ekuitas atau keadilan pendidikan dasar sebagai prioritas bahwa semua anak usia sekolah dan anak didik yang sedang studi pada jenjang ini dapat belajar secara efektif dan memperoleh keterampilan-keterampilan dasar (equire basic skill) sebagai bekal hidup. Faktor rendahnya kualitas sarana fisik, rendahnya kualitas guru rendahnya kesejahteraan guru, rendahnya prestasi siswa kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan, mahalnya biaya pendidikan serta faktor geografis atau daya jangkau berpengaruh langsung terhadap pemerataan dan keadilan di bidang pendidikan. Realitas menunjukkan, makin terpencil suatu daerah, makin sulit masyarakat daerah tersebut untuk disentuh dengan layanan pendidikan yang baik, kesadaran masyarakat akan pendidikan rendah, di samping mereka hidup dalam daerah kemiskinan. Kondisi inilah yang antara lain memunculkan fenomena ketidakadilan atau ketimpangan fasilitas pendidikan di negara-negara berkembang.
PERANAN PEMERINTAH DALAM MENGAWASI PASAR PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Mahadir, Mahadir
Jurnal As-Salam Vol 2 No 1 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Assalam press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar adalah tepat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi atas barang dan jasa. Pasar berperan penting dalam menggerakkan roda kehidupan ekonomi masyarakat di suatu daerah. Sejatinya pasar merupakan elemen ekonimi yang dapat mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi kehidupan manusia. Namun kemaslahatan ini bisa menjadi bencana dan mendatangkan permasalahan jika perdagangan yang terjadi dipasar dilakukan tanpa mengikuti aturan. Pasar dan perdagangan yang terjadi didalamnya yang tujun dasarnya adalah untuk mencari keuntungan sesuai aturan , sewaktu-waktu dapat diselewengkan oleh oknum pelaku ekonomi dengan tujuan mendapatkan keuntungan lebih. Jika diperhatikan lebih jauh pada pasar-pasar tradisional khususnya banyak ditemukan praktek penyelewengan dan kecurangan dalam mengukur, menakar atau menimbang barang. Pemandangan lainnya yang menghiasi pasar adalah tata kelola pasar yang sangat tidak rapi dan terkesan semberautan. Untuk berjualan dan mendapatkan keuntungan lebih, banyak dari para pedagang yang menggunakan trotoar jalan atau bahkan sebagian badan jalan untuk berjualan. Ada juga yang memarkirkan kendaraan roda dua dan roda empat untuk berjualan disepanjang jalan-jalan pasar yang  sangat menyulitkan para pembeli dan menyebabkan kemacetan panjang. Hal ini seharusnya tidak terjadijika pemerintah menjalankan peran dan tugasnya dalam mengawasi pasar sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada.

Page 1 of 12 | Total Record : 111