cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
DINTEK
ISSN : 19793855     EISSN : 25988891     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 202 Documents
INDEX OF ACTIVE TECTONICS IN BUOL WATERSHED, BUOL REGENCY CENTRAL SULAWESI PROVINCE Tawil, Sukardan
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1597.28 KB)

Abstract

Sulawesi Island is one of the Indonesian islands located at the meeting of three large plates. Sulawesi Island consists of four arms of the North Sulawesi arm, the East Sulawesi arm, the South East Sulawesi arm and the South arm. Buol depression is a a product of tectonic activity in North Sulawesi's arms. This tectonic activity is able to reactivate the inactivity faulting. The faults in this area are expressed by the geomorphological conditions of Buol watershed.Therefore, an approach to identify tectonic activity in the research area through quantitative analysis (morphometry) is required. The research sites are located in  Buol watershed, Buol Regency, Central Sulawesi Province.Morphometric analysis used to identify Index of active tectonics (IAT) with six parameters, Stream Lenght Gradient Index (SL), Drainage Basin Asymmetry (AF), Hypsometric Integral (HI), Ratio of Valley Floor Width to Valley Height (Vf), Drainage Basin Indice (Bs) and Mountain-Front Sinuosity (Smf). Based on the plotting results of the cross-elevation of Buol watershed, the hipsometric curve of 17 sub watershed  in Buol watershed shows the mature stage curve pattern.Based on the parameters of Index of active tectonics (IAT) , it can be concluded that 17  sub watershed of the Buol watershed has a of moderate and low tectonic activity which may still be affected by active fault in the research area.
BEHAVIOR OF CASTELLATED STEEL BEAM UNDER CYCLIC LOADS Aryadi, Armin
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.194 KB)

Abstract

Kastella steel profiles can be a practical solution in the construction , due to its characteristics which are quite favorable. The research aimed to determine (1) the failure shape of the castella beam, 2) the ability of castellan beam when used as the structural beam element resisting earthquake loads, and (3) the relationship of the behavioral parameters of the beam elements. The research used three types of tested beams made of the steel beams IWF 200 x 100 x 5.5 x 8; one pair of the normal beam (NB), one pair of the castella beam(CB), hexagonal-shape opening angle , the opening height of 0.6 H , the distance openings 9 cm , and the opening angle of 60. The testing used the portal system and loaded with the cyclicloads, in the form of displacement -controlled. The research results revealed that (1) indications failure of the tested beam due to yielding by flexure loads, (2) when compared to the flexure capacities of the NB beams, the increases of the flexure capacities of the CB were 84.36%, their partial displacement of ductility were 6,71, their full displacement of ductility were 6.86 beyond the limits of 5.2, the CB could be used as a structural element of the moment bearer frame system for the earthquake zone; (3) the flexural capacity was in proportion to the partial displacement and full displacement of ductility and inversely in proportion to the stiffness, the stiffness was inversely proportion to the partial displacement and full displacement of ductility. The relationship between these parameters is expressed in the model of equations.
REKLAMASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP WILAYAH PESISIR PANTAI TOBOKO, KOTA TERNATE Said, Mohammad
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.547 KB)

Abstract

Pembangunan kawasan komersial jelas akan mendatangkan banyak keuntungan ekonomi bagi wilayah tersebut. Asumsi yang digunakan disini adalah semakin banyak kawasan komersial yang dibangun maka dengan sendirinya juga akan menambah pendapatan asli daerah (PAD). Reklamasi memberikan keuntungan dan dapat membantu kota dalam rangka penyediaan lahan untuk berbagai keperluan (pemekaran kota), penataan daerah pantai, pengembangan wisata bahari, dan lain-lain. Namun harus diingat pula bahwa bagaimanapun juga reklamasi adalah bentuk campur tangan (intervensi) manusia terhadap keseimbangan lingkungan alamiah pantai yang selalu dalam keadaan seimbang dinamis sehingga akan melahirkan perubahan ekosistem seperti perubahan pola arus, erosi dan sedimentasi pantai, dan berpotensi gangguan lingkungan. Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Kegiatan reklamasi dapat menimbulkan keuntungan maupun dampak secara sosial, ekonomi dan lingkungan.; Kegiatan reklamasi dapat dilaksanakan jika manfaat sosial dan ekonomi yang diperoleh lebih besar dari biaya sosial dan biaya ekonominya; serta memperhatikan dan menjaga kehidupan masyarakat serta kelestarian lingkungan; Kasus yang terjadi menunjukkan bahwa implementasi kegiatan reklamasi di lapangan seringkali tidak sesuai dengan perencanaannya sehingga mengakibatkan kerusakan secara sosial, ekonomi maupun lingkungan, sehingga menimbulkan resistensi dari masyarakat; Diperlukan koordinasi dan komunikasi yang sinergis dari segenap stakeholders dalam kegiatan reklamasi sehingga prinsip-prinsip reklamasi dapat berjalan dengan baik.
ESTIMASI SUMBER DAYA NIKEL MENGGUNAKAN METODE IDW (INVERSE DISTANCE WEIGHTING) DI SITE SEPO PT. BAKTI PERTIWI NUSANTARA PROVINSI MALUKU UTARA Arif, Abdul Kadir Dahlan; Djainal, Herry; Noviany.N, Runi
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.032 KB)

Abstract

Dalam penambangan nikel laterit diperlukan estimasi untuk dapat menghitung sumberdaya sebelum proses penambangan berlangsung. Dalam penentuan estimasi sumberdaya nikel dibutuhkan prosedur atau teknik yang tepat dengan beberapa metode, salah satunya dengan menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW). Metodelogi yang dipakai pada  penelitian ini adalah metode estimasi invers distance weighting dengan  menggunakan  software pemodelan. Hasil estimasi sumberdaya nikel pada penelitian ini dapat diketahui jumlah limonit adalah 839.464.00 ton dengan kadar ni 1.31% dan fe 42.38%. Sedangkan jumlah saprolit adalah 970.474.00 ton dengan kadar ni 1.56% dan fe 13.17%. Sehingga diperoleh total sumberdaya nikel laterit adalah 1.809.938.00 ton dengan kadar rata-rata ni 1.44% dan fe 26.72%.
PENERAPAN METODE NAIVE BAYES UNTUK PENENTUAN GOLONGAN PELANGGAN AIR MINUM PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (STUDY KASUS PADA PDAM AKE GA’ALE TERNATE) Noh, Junaidi
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.013 KB)

Abstract

Paper ini mendiskusikan tentang penggunaan metode naive bayes dalam menentukan golongan pelanggan air pada PDAM ake gale ternate. Metode naive bayes  diterapkan dalam perancangan system pendukung keputusan dengan parameter berupa jenis jalan, lebar jalan, jenis rumah, jenis bangunan, luas bangunan dan persil. Output yang dihasilkan adalah berupa penentuan golongan pelanggan air 2A, 2B dan 3A. Dari hasil uji coba yang diperoleh, system yang dirancang mampu menentukan golongan pelanggan air dengan merangking kelompok pelanggan air berdasarkan nilai probabilitas yang didapatkan.
IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN BENCANA ALAM GERAKAN TANAH DI WILAYAH MALUKU UTARA Karim, Razak; Conoras, Wawan A.K; Rasai, Julhija
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.429 KB)

Abstract

Bencana alam gerakan tanah merupakan salah satu bencana geologi yang sering terjadi di suatu wilayah, apabila daya dukung tanah tidak terlalu baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah rawan bencana alam gerakan tanah di beberapa wilayah maluku utara. Pendekatan Metode dalam penelitian ini yaitu evaluasi dan analisis secara deduktif, dengan pengumpulan data secara komprehensif kemudian menjadi sebuah dasar kajian pengambilan keputusan untuk menilai suatu wilayah berpotensi rawan bencana alam geologi. Pendekatan evaluasi dan analisis yang dilakukan meliputi berbagai bidang dalam disiplin ilmu geologi antara lain ; pendekatan fisiologi/geomorfologi, pendekatan struktur geologi dan gerak tektonik, pendekatan vulkanologi, pendekatan geologi teknik dan tata lingkungan. Hasil penelitian menampilkan kondisi tanah dan batuan yang rawan terhadap gerakan tanah, menunjukkan bahwa endapan batuan vulkanik muda cukup rawan longsor dan banjir bandang, di wilayah deretan gunungapi, termasuk P. Bacan. Pengaruh kemiringan lereng terhadap kejadian gerakan tanah cukup dominan di daerah penelitian, ini terlihat dari distribusi kejadian gerakan tanah pada tiap-tiap kemiringan lereng berdasarkan pengamatan lapangan. beberapa faktor yang mempengaruhi gerakan tanah daerah penelitian, diantaranya adalah  sifat fisik batuan serta tanah pelapukan pembentuk lereng, terutama pada daerah-daerah yang dibentuk oleh batuan vulkanik yang berupa tufa dengan tanah lapukan bersifat gembur, plastis, membubur jika jenuh air dan tebal berada pada lereng yang terjal. Selain itu salah satu faktor utama gerakan tanah pada daerah penelitian ialah curah hujan yang tinggi akan menyebabkan naiknya tekanan air pori.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI Yusuf, Rais D
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.961 KB)

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang selamat, aman, efisien dan produktif. Pada penelitian ini, metode yang digunakan untuk mengolah data adalah Metode Kuantitatif, Analisis Univariat dan Metode Deskriptif Kualitatif. Kuantitatif ialah pengukuran berdasarkan teori-teori yang sudah ada, sedangkan analisis univariat ialah analisis terhadap satu variabel. Kedua metode ini dipakai untuk mengukur tingkat keberhasilan penerapan SMK3 pada proyek pembangunan GIS 150 Kv Ternate berdasarkan hasil penyebaran kuesioner. Sedangkan metode deskriptif kualitatif adalah penggambaran terhadap suatu permasalahan, sedangkan kualitatif ialah cara penyajian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan penerapan sistem manajamen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) pada proyek konstruki pembangunan GIS 150 kv Ternate.
EFEKTIVITAS TINGKAT PELAYANAN DALAM PENGELOLAAN AIR BERSIH PADA PERUSAHAN DAERAH AIR MINUM PDAM DESA SAKETA KECAMATAN GANE BARAT Usamah, Muhammad; Djaib, Fazrin
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.53 KB)

Abstract

PDAM sebagai satu-satunya instansi yang menjadi tumpuan harapan dalam peningkatan pelayanan air bersih perpipaan bagi masyarakat selaku konsumen air bersih yang antara lain menyangkut jaminan untuk memperoleh pelayanan air bersih dengan kuantitas, kualitas dan kontinuitas yang layak serta harga  yang terjangkau. Namun dalam pendistribusian air bersih kepada pelanggan belum dapat memberikan tingkat pelayanan yang merata dan efektif dalam hal kuantitas, kontinuitas dan Kualitas. Bertitik tolak dari uraian diatas maka perlu dikaji melalui suatu penelitian untuk menjelaskan bagaimana efektivitas tingkat pelayanan air bersih PDAM Desa Saketa ditinjau dari indikator kualitas pelayanan yaitu kuantitas aliran air, kontinuitas dan kualitas serta tingkat kehilangan air yang dialami. Kualitas air yang memenuhi syarat atau standar yang berlaku dari parameter fisik, biologis dan kimiawi. Untuk kontinuitas air bersih harus tersedia 24 jam per hari, atau setiap saat diperlukan. Kebutuhan air tersedia dan untuk kuantitas yang dikehendaki adalah yang memenuhi standar kebutuhan air untuk Desa dan Kecamatan. Untuk mengkaji masalah tersebut maka dilakukan dengan menggunakan metode analisa deskriptif dimana peneliti mengungkapkan secara komprehensif kondisi yang ada. Berdasarkan hasil penelitian data kualitas air yang ditinjau dari sifat fisik telah memenuhi syarat naum untuk sifat biologisnya tidak memenuhi standar karena mengandung bakteri caliform melebihi ambang batas yang diperbolehkan dan perlu dilakukan chlorinasi untuk menurunkan pH yang juga akan mengatasi permasalahan parameter bakteriologi. Dari kuantitas air pada PDAM Desa Saketa hanya terdapat 46,84% responden yang menyatakan air yang didistribusikan memenuhi kebutuhan akan air bersih. Sedangkan untuk kontinuitas air yang mengalir secara kontinyu selama 24 jam/hari hanya 77,22% dari total responden yang terlayani selama 24 jam/hari. Maka dikatakan tingkat pelayanan PDAM Desa Saketa masih kurang efektif.
INTERPRETASI TAHANAN JENIS BAWAH PERMUKAAN DAERAH MOROTAI MENGGUNAKAN GEOLISTRIK SCHLUMBERGER CONFIGURATION VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING 1D A.K Conoras *, Wawan; Rasai **, Julhija; Salahu ***, Husaen
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.323 KB)

Abstract

Air merupakan salah satu sumber kebutuhan manusia sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan keterdapatan air tanah pada lapisan batuan atau tanah dibawah permukaan, pada beberapa desa di daerah Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara. Pada penelitian ini menggunakan metoda Geofisika aktif tahanan Jenis / Geolistrik dengan Konfigurasi Schlumberger VES 1D, kemudian dari hasil pengukuran di lakukan perhitungan analisa data tahanan jenis, kemudian mengiterpretasi nilai hasil tahanan jenis sebenanya pada tiap lapisan serta interpretasi atau pendugaan posisi airtanah.  Hasil analisa dan interpretasi data tahanan jenis pada penelitian ini menampilkan pada Desa Waya bula, lapisan pembawa air tanah kualitas bagus (akuifer) terdapat pada kedalaman AB/2= 8 m Pasir, pasir kasar, kerikil tidak berlempung dengan nilai tahanan jenis >70 ?m. Pada Desa Buo-buo, lapisan pembawa air tanah kualitas rendah sampai menengah terdapat pada kedalaman AB/2= 3 - 4 m Pasir, kerikil sedikit lempung dengan nilai tahanan jenis 16.17 - 45.80 ?m. Pada Desa Cendana, lapisan pembawa air tanah terdapat pada kedalaman AB/2= 12 m, hasil interpretasi pada lapisan ini, diduga terdapatnya batugamping dan pasir kasar dengan nilai tahanan jenis 440.03 ?m. Pada Desa Sangowo, lapisan pembawa air tanah (akuifer) kualitas menengah sampai sangat bagus terdapat pada kedalaman AB/2= 4 - 10m dengan jenis lapisan Pasir kasar, kerikil sedikit lempung dengan nilai tahanan jenis 36.02 - 306.87?m. Pada Desa Saleh, lapisan pembawa air tanah kualitas menengah sampai sangat rendah terdapat pada kedalaman AB/2= 8 - 10m. Pada lapisan ini terdapat Pasir kasar, kerikil sedikit lempung dengan nilai tahanan jenis 20.15 - 51.65?m.
KORELASI PENINGKATAN PENDUDUK TERHADAP KAWASAN TERBANGUN DI DAS TUGURARA GUNUNGAPI GAMALAMA KOTA TERNATE Rasai, Julhija
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.387 KB)

Abstract

Sungai Tugurara merupakan salah satu dari sekian banyak Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada dikawasan gunungapi Gamalama di Kota Ternate, yang diapit oleh tiga kelurahan yaitu Kelurahan Tubo, Kelurahan Akehuda dan Kelurahan Dufa-Dufa. Penelitian ini menggunakan metode analisis GIS serta pengujian statistik korelasi product moment dan uji signifikan korelasi product moment. Peningkatan penduduk berkorelasi dengan perubahan luas kawasan terbangun pada Kelurahan Tubo dan Kelurahan Dufa-Dufa yang semakin mengarah ke hulu Sungai Tugurara. Luas kawasan terbangun berubah menjadi lebih luas setiap tahunnya sejak tahun 2008-2016, karena pertumbuhan penduduk dari kelurahan itu sendiri seperti meningkatnya angka perkawinan, kelahiran dan menurunya tingkat kematian serta meningkatnya migrasi menyebabkan kawasan terbangun semakin bertambah dan mengarah ke hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tugurara, gunungapi Gamalam di Kota Ternate. Hasil uji korelasi Product Moment terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara variabel peningkatan penduduk dengan perubahan luas kawasan terbangun di dua kelurahan tersebut.   Kata Kunci: Peningkatan Penduduk, Kawasan Terbangun, DAS Tugurara.

Page 1 of 21 | Total Record : 202