cover
Contact Name
Massuhartono
Contact Email
massuhartono@uinjambi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigc.dakwah@uinjambi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
JIGC (Journal of Islamic Guidance and Counseling)
ISSN : 26144506     EISSN : 26144492     DOI : -
Core Subject : Social,
JIGC (Journal of Islamic Guidance and Counseling) is an alarming journal for the publication of issues of broader Guidance, Counseling, and Islamic Psychology. This is based on the presumption that Islamic guidance and counseling is still an ongoing process. There is a need for serious study not only limited to Islamic education and institutional systems, but also to the philosophy, politics, environment, ethics, management, and entrepreneurship 'Guidance and counseling of Islam'. The journal is to bridge and solve the dichotomy between western psychology and Islamic psychology. Publishing twice a year, JIGC scientists interested in Islamic guidance and counseling and contributors to their Research article providers. JIGC, major issues in the development of Guidance, Counseling and Islamic Psychology as follows: Philosophy Guidance and counseling of Islam; Islamic Psychology; Islamic Counseling; Every specific issue in Islamic guidance and counseling
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Kompetensi Profesional Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Pelayanan Bimbingan dan Konseling Suprihatin, Suprihatin
JIGC Vol 1 No 1 (2017): Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BPI) Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guidance and counseling is a process of assistance or assistance provided by counselor (counselor) to the individual (counselee) through face-to-face meetings or mutual relations between the two, so that the counselee has the ability or ability to see and find problems and be able to solve the problem itself. Guidance and counselor / counselor counselor in juridical in the National Education System is stated as one of the qualifications of educators parallel to teachers, lecturers, guardians and tutors as mentioned in Law No. 20 of 2003 on National Education System Article 1 point 6. Based on Government Regulation Number 19 Year 2005 on National Education Standards Article 28 point 3 and Law of the Republic of Indonesia Number 14 Year 2005 regarding teachers and lecturers are presented four competencies of educators as learning agents covering pedagogic competence, personality competence, professional competence, and social competence . Competence is a set of knowledge, skills and behaviors that must be owned, experienced and mastered by teachers or lecturers in performing professional duties. Professional competence in the Regulation of the Minister of National Education No. 27 of 2008 includes a teacher of BK who mastered the concept and praxis assessment to understand the condition of needs, and the problem of the counselee; Master theoretical framework and praxis guidance and counseling; Designing guidance and counseling programs; Implement a comprehensive guidance and counseling program; Assessing the process and results of guidance and counseling activities; Have awareness and commitment to professional ethics; Mastering the concepts and praxis of research in counseling and guidance. The successful implementation of counseling and guidance services will be closely related to the implementation competencies of the BK teacher/counselor as the person providing the assistance, including the combination of knowledge, academic, personal qualities, and skills in helping.
Instrumen dan Media dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Kusnadi, Edi
JIGC Vol 1 No 1 (2017): Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BPI) Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instrumen dalam bimbingan konseling diperoleh dari data tentang kondisi siswa. Secara khusus bertujuan untuk memahami kondisi siswa seperti potensi dasarnya, bakat dan minatnya, kondisi diri, dan lingkungannya serta masalah-masalah yang dihadapinya. Adapun komponen- komponen yang tekait dan sinergi dengan aplikasi instrumentasi adalah instrumen, responden pengguna dan media. Adapun penggunaan media  dalam pembelajaran dan kegiatan bimbingan konseling sangat mungkin dilakukan, baik berbasis non teknologi maupun  berbasis teknologi. Penggunaan media pembelajaran yang beragam dalam pemberian  layanan bimbingan dan konseling akan sangat membantu konselor dalam pemberian bimbingan dan konseling kepada kliennya. Kecanggihan media teknologi sekarang seperti CD, Film, Vidio, facebook, email,  dari you tube, persentase multimedia dan lain sebagainya akan memudahkan konselor memberikan tampilan materi kepada siswanya atau kliennya. 
Strategi Terapis dalam Mendidik Kemandirian Anak Autis di Sekolah Luar Biasa (SLB) Sri Soedewi Masjchkun Sofwan Kota Jambi. Hasanah, Neneng
JIGC Vol 1 No 1 (2017): Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BPI) Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin begitu banyaknya sekarang anak-anak yang mengalami gangguan autisme. Sehingga memerlukan penanganan khusus dalam membantu kemandirian mereka. Dan dalam hal ini diperlukan para terapis yang profesional Di kota Jambi sudah banyak tempat terapi bagi anak-anak yang mengalami autis, antaranya di Sekolah Luar Biasa (SLB) Sri Soedew Maschun Sofwan.  Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan model persampelan dengan metode purposive sampling. Yakni mendapatkan informan berdasarkan pada pertimbangan bahwa ia memiliki pengetahuan tentang obyek penelitian. Tujuan daripada penelitian ini adalah ingin menganalisis bagaimana strategi terapis dalam mendidik kemandirian anak autis di SLB Sri Soedewi Maschun Sofwan kota Jambi. Dari hasil penelitian yang dilakukan dilapangan ditemukan bahwa Peran Terapis dalam membantu Kemandirian anak autis di SLB Sri Soedewi Maschun Sofwan  adalah: Faktor yang menyebabkan terjadinya autis adalah faktor endogen dan eksogen,  faktor endogen adalah semua pengaruh yang bersumber dari dalam dirinya sendiri, seperti keadaan keturunan dan konstitusi tubuhnya sejak dilahirkan dengan segala perlengkapan yang melekat padanya. Faktor eksogen adalah semua keadaan atau pengaruh yang berasal dari luar dirinya, sering pula dinamakan dengan faktor lingkungan. Adapun upaya yang dilakukan terapis dalam membantu membina  kemandirian anak autis adalah dengan melakukan terapi dengan menggunakann berbagai macam teori dan metode Lovas (ABA) yakni :  menggunakan terapi wicara, terapi okupasi, terapi bermain, terapi fisik,  terapi sosial dan terapi motorik. Kemudian keefektifan  terapis dalam menumbuhkan kemandirian anak autis adalah sangat efektif, hal tersebut terlihat  pada banyaknya perubahan-perubahan yang terjadi pada anak yang mengalami autis tersebut sehingga dapat membantu pada kemandirian anak tersebut dalam berbagai hal.
Layanan Bimbingan dan Konseling Pribadi Sosial dalam Meningkatkan Keterampilan Hubungan Sosial Siswa Khalilah, Emi
JIGC Vol 1 No 1 (2017): Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BPI) Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan keterampilan hubungan sosial siswa yang dilakukan para guru BK untuk menciptakan suasana bimbingan dan konseling yang kondusif bagi siswa, baik itu lingkungan fisik dan lingkungan sosial bimbingan dan konseling. Dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling pribadi sosial para guru BK menggunakan layanan dasar, layanan responsif dan perencanaan individual. Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling pribadi sosial di sekolah dapat lebih dioptimalkan dan dikembangkan agar lebih baik, sehingga dapat mengarahkan peserta didik yang dapat menyesuaikan dirinya sendiri sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat di lingkungan masyarakat sekitar
EFEKTIFITAS PERAN MEDIATOR DALAM MENCEGAH PERCERAIAN (STUDI PADA PENGADILAN AGAMA KLAS IA JAMBI) Hartono, Mass
JIGC Vol 1 No 1 (2017): Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BPI) Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidup berumah tangga, dalam perjalananya akan ada peristiwa-peristiwa yang membahagiakan dan menyedihkan. Apabila kehidupan berumah tangga selalu dalam keadaan bahagia hidup suami-istri akan tentram dan damai sehingga kebahagiaan akan selalu menghampiri kehidupan rumah tangga. Namun apabila kesedihan bahkan pertengkaran yang terjadi di dalam kehidupan berumah tangga maka kehidupan suami-istri tidak akan ada kebahagiaan dan konflik-konflik pun akan terus terjadi yang bisa menimbulkan perceraian. Untuk mengatasi perceraian yang terlalu banyak dibutuhkan seorang mediator di lembaga Pengadilan Agama supaya perceraian bisa berkurang dan tidak mengalami peningkatan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran mediator dalam mencegah perceraian di Pengadilan Klas IA Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode pendekatan kualitatif. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah mediator non hakim yang bekerja di Pengadilan Agama klas IA Jambi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan dari pengumpulan data bahwa hasil penelitian ini penulis menemukan fungsi Konselor belum berjalan sesuai dengan teori-teori yang ada dalam Bimbingan dan Konseling, mereka hanya menjalankan sesuai peraturan Mahkamah Agung, kemudian dari efeaktifitas pelaksanaan konseling di Pengadilan Agama belum berjalan dengan baik didukung dengan data yang didapatkan oleh penulis yaitu Untuk tahun 2014 kasus perceraian mencapai 284, berhasil 2, gagal 280, dan ditunda 2. Kemudian untuk tahun 2015 kasus percerain mencapai 234, berhasil 9, gagal 225, ditunda 2.Dan pada tahun 2016 kasus perceraian mencapai 282, berhasil 2 dan gagal 280. Kemudian masih banyak hambatan yang dihadapi oleh konselor seperti kurangnya pengetahuan dan teori yang berhubungan dengan bimingan dan konseling, belum mengetahui tehnik-tehnik dan strategi yang ada di dalam bimbingan dan konseling, yang apabila digunakan bisa mengurangi kegagalan pada saat proses mediasi/konseling sehingga anagka perceraian bisa berkurang khususnya di Kota Jambi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menwarkan pendapat diharapkan pihak Pengadilan Agama bisa mengambil atau memilih sesorang yang lulus atau mempunyai basic tentang bimbingan dan konseling/bimbingan penyuluhan Islam, kemudian pihak pengadilan bisa menyiapkan ruang tunggu atau kursi untuk para pihak yang menunggu giliran mediasi, dan yang terakahir bagi mediator yang sudah ada bisa menambah lagi wawasan tentang ilmu psikologi atau bimbingan dan konseling supaya bisa lebih memahami tehnik-tehnk yang bisa dugunakan dalam proses mediasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5