cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
historis.ummat@gmail.com
Editorial Address
http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
ISSN : 26224763     EISSN : 26141167     DOI : https://doi.org/10.31764/historis
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
ASMILASI BUDAYA MASYARAKAT TRASMIGRASI DENGAN MASYARAKAT LOKAL DI DESA CALABAI KECEMATAN PEKAT KABUPATEN DOMPU Nurhaini, Nurhaini; Mayasari, Dian Eka; Hasanah, Uswatun
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.446 KB) | DOI: 10.31764/historis.v4i2.1399

Abstract

Abstrak: Tujuan Penelitian dalam penelitian yaitu untuk mengetahui asmilasi budaya masyarakat tarsmigrasi  dengan masyarakat lokal di Desa Calabai  Kecematan Pekat Kabupaten Dompu dan untuk mengetahui pola  komunikasi masyarakat trasmgrasi dengan masyarakat lokal di Desa Calabai  Kecematan Pekat Kabupaten Dompu. Metode yang digunakan  dalam penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekata etnorafi. Jenis data yang dipergunakan adalah data kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini sumber data primer dan sumber data skunder tentang asmilasi masyarakat trasmigrasi dengan masyarakat lokal di Desa Calabai  Kecematan Pekat Kabupaten Dompu. Hasil penelitian diperoleh, asmilasi budaya masyarakat transmigrasi  dengan masyarakat lokal di Desa Calabai  Kecematan Pekat Kabupaten Dompu meliputi adat istiadat, kesenian  dan kepercayaan/agama . Perilaku asmilasi antara masyarakat lokal dan pendatang dapat berjalan dengan baik karena  dalam menghubungkan antara pribadi kedua masyarakat terdapat  adanya sifat saling  keterbukaan, saling mendukung  yang mereka jalani. Dari kelima pasangan perkawinan yang malakukan dengan etnis, dapat dilihat bahwa dengan memiliki sikap keterbukaan dukungan dan sikap positif  dalam keluarga, memberikan konstribusi  yang sangat besar dalam menciptakan kenyamanan komunikasi dalam sebuah keluarga, pola komunikasi masyarakat  trasmigrasi dengan masyarakat lokal  di Desa Calabai  Kecematan Pekat Kabupaten Dompu yaitu apabila dilihat secara keseluruhan terdapat adanya hubungan  sosial yang berbeda  pada tinggkat yang baik.  Proses akulturasi ditandai  dengan tiga  proses yang mendasar yang ditinjau dari variable asimilasi yakni proses pertama adalah komunikasi personal (antarpribadi ) proes yang kedua, lingkungan komunikasi, sedangkan proses yang ketiga adalah komunikasi sosial.Abstract: Research objectives  in the study is 1) to know the cultural asmilation  of the transmigration society with local in the village of dense kecematan  Pekat Dompu district. The method usad in the study is a deskciptive study the etnorafi approach. The data types are qualitatif, data sources and skunder on the asmilation local people of village calabi poor kecematan district Dompu. The resulof the study were obtained by 1 cultural asmilation of transmigration communities in the village of calabai dance koncumpu districh covering customs, successes, and beliefs/religion. Assmilation behavior between local people and migrants can work well because in the connecting  between  the two individuals there are customs. Openness, mutual support that  they live of  the five married couples who do with ethnicity can be seen that by having an attitude of openness of support and a positive attitude in they family give contribution  that creates communication  comfort in a family. Theree basic processes, are personal communication (interpersonal) processes; the secondis the communication environment. While the processof acculturation of the asmilation variable, the thirth is social communication.
INTEGRASI ILMU SEJARAH DAN AGAMA: IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN Amalina, Sharfina Nur
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.536 KB) | DOI: 10.31764/historis.v5i1.2325

Abstract

Abstrak: Kitab suci Al-Qur?an menghormati kedudukan ilmu pengetahuan lebih dari kitab-kitab suci lainnya termasuk ilmu sejarah yang banyak disebutkan di dalam Al-Qur?an. Al-Qur?an yang dapat dijadikan sebagai penguat mempelajari sejarah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep ilmu sejarah dan integrasi keislaman.  Metode dalam penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka, penelitian pustakan dilakukan dengan mengumpulkan data maupun informasi dengan menggunakan bantuan dari bermacam-macam sumber referensi. Hasil penelitian Integrasi Ilmu sejarah dan Islam dalam artikel ini adalah : 1) menjadikan Al-Qur?an sebagai sumber pembelajaran sejarah, 2) menelusuri ayat-ayat Al-Qur?an yang menjelaskan tentang ilmu sejarah serta pentingnya belajar sejarah, 3) pembelajaran sejarah dan integrasi Islam. Konsep integrasi ilmu sejarah dan islam adalah dengan menjadikan Ilmu Agama sebagai sumber penguat pembelajaran sejarah.Abstract: The Holy Qur'an respects the position of more science than other sacred books including the historical sciences which are widely mentioned in the Qur'an. Qur'an that can be used as an amplifier to learn history. This article aims to examine the concept of historical sciences and Islamic integration.  The method in this research is a type of library research, pustulates research conducted by collecting data and information using the help of various reference sources. The research results of the integration of historical and Islamic sciences in this article are: 1) making the Qur'an as a source of historical learning, 2) tracing the verses of the Qur'an describing the historical sciences and the importance of learning history, 3) historical learning and the integration of Islam. The concept of integration of historical and Islamic Sciences is to make the science of religion as a source of history learning reinforcement.
MAKNA SIMBOL ATAU MOTIF KAIN TENUN KHAS MASYARAKAT DAERAH BIMA DI KELURAHAN RABA DOMPU KOTA BIMA PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT. Mubin, Ilmiawan
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2016): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.678 KB) | DOI: 10.31764/historis.v1i1.205

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan, yang terdiri dari ribuan pulau yang membentang mulai Sabang hingga Merauke. Sebagai negara yang beribu-ribu pulau tentu memiliki potensi dan kekayaan alam untuk dikembangkan. Kita tahu berbagai potensi dan kekayaan alam banyak dijumpai diseluruh daerah di tanah air. Salah satu potensi dan kekayaan Nusantara terdapat di propinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Kota Bima yang memiliki sejarah dan leluhur yang mempunyai nilai eksotis untuk dapat dikembangkan, salah satunya yaitu Tenun Khas Bima.Budaya masyarakat Bima pada umumnya menjunjung tinggi adat istiadat dan tradisi serta modernisme di aktivitas formal, misalnya dalam acara hari ulang tahun lahirnya Kota Bima, dan acara lain yang bernuansa kelokalan. Atas dasar realita tersebut, keberadaan tenun daerah Bima di dalam acara tersebut sangatlah berperan sebagai pakaian formal kedaerahan dalam upacara adat dan tradisi Kota Bima.Keahlian membuat kain tenun khas Bima serta bentuk-bentuk motif dan makna nilai simbol yang merupakan warisan turun temurun yang hanya dimiliki oleh masyarakat daerah Bima, umumnya sebagai anak bangsa Indonesia, maka wajib mempertahankan keberadaan budaya tersebut serta ditumbuh kembangkan.  Indonesia as an archipelago, consisting of thousands of islands stretching from Sabang to Merauke. As a country with thousands of islands of course has the potential and natural wealth to be developed. We know the various potentials and natural wealth are found throughout many regions in the country. One of the potentials and riches of the archipelago is found in the province of West Nusa Tenggara, precisely in the city of Bima which has a history and ancestors that have exotic value to be developed, one of which is Typical Woven Bima.Budaya community culture generally uphold the customs and traditions and modernism in formal activities, for example in the birthday event of the birth of Kota Bima, and other events that have nuances of localization. On the basis of the reality, the existence of weaving Bima area in the event is very role as a regional formal clothing in traditional ceremonies and traditions of Bima City. Expertise to make woven cloth Bima typical and forms of motifs and symbols of meaning that is a hereditary heritage that is owned only by the Bima local community, generally as a child of the nation of Indonesia, it is mandatory to maintain the existence of the culture and grown to develop.
ANALISIS DAN ADAPTASI MASYARAKAT MAYORITAS BUDHA DI DUSUN LENEK BENTEK Sasmanda, Sipa; Bunyamin, Bunyamin; Wahyunanik, Sri
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.954 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i1.1380

Abstract

Abstrak: Indonesia adalah satu Negara yang memiliki beranekaragam etnis dan agama. Keanekaragamaan ini menjadi salah satu kekayaan kehidupan berbudaya dan relegi banyaknya etis dan agama tersebut tidak terlepas dari sejarah kebudayaan Indonesia pada masa lalu. Kedatangan agama budha bersamaan dengan agama hindu, Kedatangannya disambut baik oleh warga Negara Indonesia disebabkan karna agama hindu dan budha tidak datang disertai dengan pemberontakan melainkan dengan berdagang diantarany benang wol an sutra. Banyak dari mereka yang menetap di Indonesia kemudian menikahi masyarakat pribumi, kesempatan ini tidak disia-siakan, melainkan mereka berlomba-lomba untuk menyebarkan agama di Indonesia. Dalam penelitian ini akan meneliti berbagai hal tentang. 1) Bagaimanakah masyarakat agama budha didusun lenek desa bentek  , bersosialisasi dan beradaptasi dengan masyarakat agama non budha disekitarnya 2). Bagaimanakah cara masyarakat menyikapi perbedaan  pendapat dalam menyelesaikan masalah antaraa masyarakat kususnya didusun bertetangga 3). Mengapa masyarakat yang beragama budha kususnya didusun lenek desa bentek   hidup berkelompok tidak berbaur dengan agama. Dalam penelitian tentang sosialisasi dan adaptasi masyarakat minoritas sebagai interaksi social masyarakat desa lenek dusun lenek   ini peneliti menggunakan metode fenomenologi pendekatan kualitatif deskritip.Abstract: Indonesia is a country that has a diverse ethnic and religious. This Keanekaragamaan is one of the wealth of cultural life and the ethical and religious strategy is not separated from the history of Indonesian culture in the past. The arrival of Buddhism along with Hinduism, his return was welcomed by the Indonesian citizen because of the Hinduism and Buddhism does not come accompanied by rebellion but by trading on the thread of wool and silk. Many of those who settled in Indonesia then married indigenous peoples, this opportunity is not wasted, but they are competing to spread religion in Indonesia. In this study will examine various things about. 1) How Buddhist society is the village of Bentek villages in the Ganges district of North Lombok, socializing and adapting to the non-Buddhist religious community around 2). How the community is involved in addressing disagreements in solving the problem between the people who have a neighbor's the neighboring 3). Why is the Buddhist Society of the religion of the village of Bentek Fortress in the district Ganges North Lombok living groups do not mingle with religion. In the research on socialization and adaptation of minority communities as social interaction of villagers Lenek Village Lenek District Ganges District North Lombok researchers use the method phenomenological qualitative approach Deskritip.
PENERAPAN METODE INKUIRI MELALUI PENGAMATAN SITUS SEJARAH DI KOTA BIMA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MENUMBUHKEMBANGKAN KECINTAAN PADA BANGUNAN BERSEJARAH Mubin, Ilmiawan
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.3 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i2.191

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran sejarah  pada siswa kelas XI IPS 1 MAN 2 kota dengan menggunakan metode Inkuiri dapat menumbuhkan kecintaan pada bangunan bersejarah. Metode penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas, subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 1 MAN 2 Kota Bima, sedangkan obyeknya hasil pengamatan kegiatan proses belajar mengajar melalui tahapan  Planning, Acting, Observing dan Reflecting. Masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Masih rendahnya hasil belajar siswa, dikarenakan oleh pembelajaran yang kurang melibatkan siswa. Setelah dilakukan tindakan dan berdasarkan nilai post test hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. siklus I persentase ketuntasan 77,14% dengan nilai rata-rata 75,02,  siklus II persentase ketuntasan 85,71% dengan nilai rata-rata 79 sedangkan Siklus III persentase ketuntasan 100% dengan nilai rata-rata 82,85. Nilai sikap dari data angket setiap siklus mengalami peningkatan dari siklus I pencapaian ketuntasan 77,14%  nilai rata-rata 80,54, siklus II pencapaian ketuntasan 88,57% nilai rata-rata 82,71 sedangkan pada siklus III pencapaian ketuntasan 100% nilai rata-rata 84,57. This study aims to find out how the process of learning history in students class XI IPS 1 MAN 2 cities using Inkuiri method can foster a love of historic buildings. The research method is Classroom Action Research, the research subjects are the students of class XI IPS 1 MAN 2 Kota Bima, while the object is the observation of teaching and learning activities through Planning, Acting, Observing and Reflecting. Each cycle consists of two meetings. Still low student learning outcomes, due to the less learning involving students. After the action and based on the value of post test student learning outcomes have increased in each cycle. cycle I 77.14% percentage of completeness with an average value of 75.02, cycle II percentage of 85,71% completeness with an average value of 79 while Cycle III percentage of 100% completeness with an average value of 82.85. Attitude value of the questionnaire data each cycle has increased from the cycle I achievement mastery 77.14% average value 80.54, cycle II achievement 88.57% average value of 82.71 while in cycle III achievement 100% average 84.57.
PERANG INGGRIS-JERMAN (KAJIAN GEOPOLITIK PADA TAHUN 1940-1942) Julkarnain, Dedy
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2019): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.425 KB) | DOI: 10.31764/historis.v4i1.1391

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ssejarah tentang kekalahan yang tidak terduga yang dialami oleh Jerman pada perang Inggris-Jerman 1940-1942 tidak hanya keunggulan militer yang dimiliki oleh Inggris, tetapi keunggulan Geopolitik (geografis dan politik) yang dimiliki Inggris yang mampu menggagalkan invasi Jerman ke Inggris merupakan suatu hal yang menarik. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Inggris memanfaatkan letak geografisnya dalam memenangkan perang dan bagaimana keadaan politik kaitannya dengan perang 1940-1942. Skripsi ini menelusuri jalannya perang atau konflik Inggris-Jerman dengan menggunakan teori konflik Charles Darwin. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif dengan pendekatan Hitoris dan menggunakan metode sejarah yang lazim digunakan untuk membuat rekrontuksi masa lampau secara sistematis dan objektif untuk memverifikasi bukti dan menegakkan fakta. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, penarikan atau verifikasi kesimpulan yang menghasilkan atau menyimpulkan menjadi Negara yang berkepulauan maka Inggris memanfaatkan sebaik mungkin akan letak geografisnya, keadaan alam ataupun sebagainya dengan cara memperkuat angkatan lautnya, serta memanfaatkan sebaik mungkin akan adanya cuaca buruk pada Oktober dan Desember serta di tunjang oleh system radarnya. Maka untuk melindungi tanah jajahnya dan mempertahankan dominasi politiknya di Eropa Inggris pula melakukan politik pertimbangan agar kekuatan daratnya tidak tertandingi oleh Negara Eropa lain,terutama Jerman serta membangun Politik persemakmuran Bangsa-bangsa. Selain itu pula AS mulai menjalankan politik Containment. Abstract: The study aims to determine the history of the unexpected defeat suffered by the Germans during the English-German war 1940-1942 not only the British-owned military excellence, but the geopolitical superiority (geographical and That the British-owned, capable of thwarting the German invasion of England is an interesting thing. Therefore, the research aims to determine how the British capitalize its geographical location in winning the war and how the political situation relates to the 1940-1942 war. This thesis traces the course of the English-German war or conflict using Charles Darwin's conflict theory. This type of research is qualitative descriptive with the Hitoris approach and uses a historical method that is commonly used to make past rechrontuctions systematically and objectively to verify evidence and enforce facts. Data analysis through data reduction, data presentation, withdrawal or verification of conclusions that generate or conclude into an archipelago of countries then the UK utilizing the best possible geographical location, nature or so on By strengthening its navy, as well as making good use of inclement weather in October and December and supported by its system of rades. Thus, to protect the soil and maintain its political dominance in British Europe also conducted political considerations in order to power his powers unmatched by other European countries, especially Germany and build the political Commonwealth The nations. In addition, the U.S. began to run political Containment.
KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT ISLAM DI DESA RASABOU KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA (1931-1997) Marhaeni Widyastuti, Dian
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Juni
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.113 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i1.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Islam, khususnya sejarah masuknya Islam, kondisi Kehidupan Sosial Budaya dan faktor-faktor penghambat dan pendukung pengembangan Islam di Sape Rasabou Kabupaten Bima. Penelitian ini mengunakan metode Historis yaitu melalui tahap Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Histografi. Analisis data yang digunakan adalah Historis analisis, dan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, Kondisi kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Islam berlangsung dalam kehidupan kegotongroyongan, meskipun terdapat perbedaan status Sosial, namun mulai terjadi pergeseran semenjak masuknya ajaran Islam bahwa manusia sama derajatnya kecuali yang membedakan adalah ketakwaannya. Kehidupan Budaya Masyarakat Islam di Sape Rasabou berkembang sebagaimana perkembangan agama Islam di wilayah tersebut. Kebudayaan islam terbentuk seiring dengan berkembangnya agama Islam. This study aims to find out the Social and Cultural Life of Islamic Communities, especially the history of the entry of Islam, the condition of Social and Cultural Life and the factors inhibiting and supporting the development of Islam in Sape Rasabou Kabupaten Bima. This research uses Historical method that is through Heuristic, Criticism, Interpretation and Histography. Data analysis used is Historical analysis, and qualitative method. The result of the research shows that the condition of the social life of the Muslim society takes place in the life of mutual cooperation, although there are differences in social status, but there is a shift since the entry of Islamic teachings that human beings are equal except the difference is their piety. The Cultural Life of the Islamic Society in Sape Rasabou developed as the development of Islam in the region. Islamic culture is formed along with the development of Islam.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KONSEP KEPENJARAAN MENJADI PEMASYARAKATAN Ilham, Andri Rinanda
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.31 KB) | DOI: 10.31764/historis.v5i1.1924

Abstract

Abstrak: Sejarah merupakan suatu peristiwa penting yang pernah dialami oleh setiap manusia dalam cakupan perorangan, organisasi, ataupun negara yang telah berlalu. Sejarah pemasyarakatan dalam penulisan ini bersangkut-paut dengan suatu lembaga yaitu pemasyarakatan itu sendiri, dan tidak melepaskan kesangkut-pautannya dengan suatu bangsa atau negara. Tidak banyak orang yang mengetahui asal mula terciptanya pemasyarakatan. Permasalahan dalam penelitian ini membahas bagaimana sejarah dan perkembangan konsep kepenjaraan hingga menjadi pemasyarakatan yang merubah paradigma penjeraan menjadi pembinaan. Tujuan  dari penelitian sebagai pembelajaran dan penambahan wawasan mengenai sejarah pemasyarakatan serta merubah pandangan negatif masyarakat mengenai pemasyarakatan. Metode penelitian menggunakan metode sejarah. Hasil penelitian yang didapatkan adalah pengetahuan mengenai sejarah dan konsep pemasyarakatan yang bermula dari kepenjaraan sehingga berdampak pada pengetahuan kesejarahan pemasyarakatan bagi masyarakat Indonesia yang disejajarkan secara proporsional dalam ruang pendidikan sejarah.Abstract: A history is an important event that has been experienced by every human being in the scope of an individual, organization, or country that has passed. The correctional History of the writing is related to an institution that is the correctional itself and does not release its link with a nation or state. There are not many people who know the origins of correctional origin. The problem in this study discusses how the history and development of the concept of Lookehood to the correctional change of the Penjeraan paradigm into coaching. The purpose of research as learning and adding insight into the correctional history and changing the negative views of the community on correctional. Methods of research using historical methods. The results of the research are knowledge about the history and the concept of correctional that originated from the looting so that it affects the historical knowledge of the correctional Society for the Indonesian people who are proportionally aligned in the historical education room.
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 13 MATARAM ARIF, ARIF
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2016): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.026 KB) | DOI: 10.31764/historis.v1i1.209

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui pengaruh Problem Based Learning (PBL) terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Mataram dan (2) mengetahui pengaruh Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Mataram. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan desain penelitian pre-test and post-test group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh PBL terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Mataram. Pengaruh PBL terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Mataram pada masing-masing ranah adalah: (1) ada pengaruh PBL terhadap hasil belajar sikap sosial siswa, (2) tidak ada pengaruh PBL terhadap hasil belajar spiritual siswa, (3) ada pengaruh PBL terhadap hasil belajar pengetahuan siswa (4) ada pengaruh PBL terhadap hasil belajar keterampilan siswa. Penerapan PBL untuk meningkatkan motivasi agar menjadi lebih maksimal sebaiknya dilakukan modifikasi.The purpose of this research are: (1) to know the influence of problem-based learning (PBL) to the motivation of study of class VIII students in SMP Negeri 13 Mataram and (2) to know the effect of problem-based learning (PBL) to the result of learning of class VIII students at SMP Negeri 13 Mataram . This research uses a quasi-experimental research design (quasi experiment) using pre-test and post-test group design. The result of the research shows that there is no influence of PBL on the motivation of the students of class VIII SMP Negeri 13 Mataram. The influence of PBL on the learning outcomes of grade VIII students at SMP Negeri 13 Mataram in each of the domains is: (1) there is influence of PBL on the learning result of social attitude of students, (2) no influence of PBL on student's spiritual learning result, (3) The influence of PBL on the learning outcomes of students (4) there is the influence of PBL on learning outcomes of students. Implementation of PBL to increase motivation to be more leverage.
DIGITAL CITIZENSHIP: SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA GLOBAL Hutauruk, Ahmad Fakhri
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.334 KB) | DOI: 10.31764/historis.v2i2.186

Abstract

Abstrak: Pendidikan sejarah di era globalisasi, mendapat tantangan baru dan dituntut kontribusinya agar dapat menumbuhkan kesadaran sejarah peserta didik baik pada posisinya sebagai anggota masyarakat maupun warga negara, serta mempertebal semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air tanpa mengabaikan rasa kebersamaan dalam kehidupan antar bangsa di dunia. Dalam menjawab tantangan tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang baru dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, sehingga dapat membantu guru dan peserta didik dalam mengakses informasi sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran sejarah di era global. Metode penelitian yang digunakan adalah Studi Pustaka (Library Research). Adapun hasil yang diperoleh adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, dapat membantu guru dan peserta didik dalam mengakses informasi sejarah. Hal ini dikarenakan kajian sejarah bersifat dinamis, dan akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan menerapkan konsep ?Digital Citizenship? dalam proses pembelajaran sejarah diharapkan dapat meningkatkan kualitas mutu pembelajaran sejarah di sekolah.Abstract: Education history in the era of globalization, a new challenge and claimed its contribution in order to foster awareness of learners' history both in its position as a member of society and citizens, and strengthen the spirit of nationalism and love of the homeland without ignoring the sense of togetherness in life among nations in the world. In response to these challenges, new learning strategies are needed by utilizing technological progress, so as to help teachers and learners access historical information. This study aims to find out how the implementation of learning history in the global era. The research method used is Library Studies (Library Research). The results obtained is to take advantage of technological progress, can help teachers and learners in accessing historical information. This is because the study of history is dynamic, and will continue to grow in accordance with the times. By applying the concept of "Digital Citizenship" in the learning process of history is expected to improve the quality of learning history in school.