cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal EVALUASI
ISSN : 25803387     EISSN : 26152886     DOI : -
Core Subject : Education,
EVALUASI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam dengan (P-ISSN 2580-3387 dan E-ISSN 2615-2886) adalah jurnal ilmiah yang berkala dan diterbitkan oleh Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah STAI Ma`had Aly Al-Hikam Malang. Jurnal ini dikhususkan untuk mengkaji ilmu Manajemen Pendidikan Islam. Pengelola sangat mengapresiasi atas kontribusi dalam bentuk artikel dari kalangan akademisi, dosen dan peneliti dalam disiplin ilmu manajemen pendidikan Islam untuk dipublikasikan dan disebarluaskan melalui mekanisme seleksi naskah, telaah dan penyuntingan. seluruh artikel yang dipublikasikan merupakan pandangan dan gagasan yang bersifat individu dari penulis tidak mewakili jurnal ini ataupun lembaga afiliasi penulis.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2017): EVALUASI-edisi SEPTEMBER" : 8 Documents clear
MANAJEMEN GURU ERA OTONOMI DAERAH Faishal Haq, Muhammad
journal EVALUASI Vol 1, No 2 (2017): EVALUASI-edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.953 KB) | DOI: 10.32478/evaluasi.v1i2.72

Abstract

Guru adalah salah satu faktor yang sangat penting yang mempengaruhi kualitas pendidikan secara umum dan secara khusus prestasi peserta didik. Pendidikan yang berkualitas hanya akan dapat diwujudkan jika tersedia guru yang berkualitas. Untuk mewujudkan guru yang berkualitas diperlukan manajemen guru yang efektif mulai dari pengangkatan, penempatan, induksi, kesejahteraan, dan pengembangan profesi guru.Metode analisis dilakukan dengan membandingkan manajemen guru yang telah dilakukan selama ini dengan manajemen guru yang ideal. Dengan demikian dapat diketahui perbedaannya yang selanjutnya diberikan saran-saran pemecahannya.Kenyataannya manajemen guru di Indonesia dari waktu-kewaktu semakin tidak efektif. Manajemen guru banyak dipengaruhi oleh politik lokal dan sering dipolitisasi oleh penguasa. Manajemen guru belum dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu diperlukan perubahan yang mendasar dalam manajemen guru yang dimulai dari perubahan undang-undang dan peraturan pemerintah.
MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF NURCHOLISH MADJID Munir, Miftakhul
journal EVALUASI Vol 1, No 2 (2017): EVALUASI-edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.85 KB) | DOI: 10.32478/evaluasi.v1i2.73

Abstract

Konsep awal Nurcholish Madjid dalam memodernisasi pendidikan berangkat dari sistem pendidikan Gontor sebagai model. Tetapi, lebih jauh lagi model pendidikan yang digagas Nurcholish Madjid adalah untuk memadukan unsur keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan. Modernisasi pendidikan yang digagas Nurcholish Madjid pada dasarnya mengacu pada pertumbuhan metode berpikir filosofis, dan membangkitkan kembali etos keilmuan Islam yang pada masa klasik Islam telah memperhatikan hasil yang cukup gemilang. Sebagai landasan historis, modernisasi pendidikan berangkat pada penelaahan kembali kejayaan umat Islam pada masa klasik.
ACTUATING DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN DAN AL-HADITS (Kajian Al-Quran dan Al-Hadits Tematik) Nurcholiq, Mochamad
journal EVALUASI Vol 1, No 2 (2017): EVALUASI-edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.472 KB) | DOI: 10.32478/evaluasi.v1i2.69

Abstract

Actuating sebagai salah satu fungsi dan sekaligus tahapan dari manajemen, banyak diartikan sebuah usaha menggerakkan atau menjalankan. Dalam suatu lembaga pendidikan, actuating dapat diartikan menggerakkan atau memberi pengarahan kepada sumber daya yang ada di lembaga tersebut, apakah sumber daya manusia ataupun sumber daya-sumber daya lainnya.Menggerakkan sumber daya manusia adalah suatu proses yang dilalui mulai dari perencanaan sumber daya manusia, rekruitmen, pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia, serta motivasi yang diberikan kepada sumber daya itu. Sedangkan menggerakkan sumber daya lainnya adalah usaha memaksimalkan penggunakan sumber daya yang ada atau menggerakkan elemen-elemen organisasi untuk melakukan semua aktivitas-aktivitas yang telah direncanakan.Salah satu faktor penting dalam penggerakan ini adalah pemimpin, sehingga banyak diklaim bahwa fungsi ketiga dari manajemen adalah leading (memimpin). Hal ini disebabkan karena semua bentuk pengendalian berujung pada diri pemimpin, dan hal inilah yang menyebabkan pemimpin berperan secara dominan pada fungsi ketiga ini. Pemimpinlah yang mengawali untuk menggerakkan dan menjalankan aktivitas-aktivitas organisasi.Dalam tulisan ini akan dibahas tentang bagaimana literatur Islam dalam hal ini rujukan utamanya menyinggung tentang fungsi manajemen ketiga yaitu penggerakan. Adakah bukti sejarah Islam yang telah mendudukkan penggerakan sebagai suatu langkah dalam mengatur/ memanaje suatu organisasi. Melalui kajian Quran dan Hadits tematik ini diharapkan dapat memunculkan tawaran atau khazanah yang tersembunyi khususnya mengenai fungsi manajemen yang berhubungan dengan penggerakan.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI DISIPLIN ILMU Naim, Zaedun
journal EVALUASI Vol 1, No 2 (2017): EVALUASI-edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.865 KB) | DOI: 10.32478/evaluasi.v1i2.74

Abstract

Suatu lembaga pendidikan pastilah memerlukan yang namanya manajemen. Dikatakan demikian karena dengan manajemen mencakup pengaturan secara luas, baik dari segi sumber daya manusia sekolah maupun hal hal yang terkait lembaga itu tersendiri. Contoh saja dalam hal siswa, perlu yang namanya manajemen kesiswaan, karena dengan manajemen kesiswaan, Siswa diatur atau didesain bagaimana siswa itu menguasai mata pelajaran dengan baik sehingga menghasilkan lulusan yang baik pula. Oleh karenanya manajemen pendidikan merupakan bagian dari khazanah keilmuan. Dikatakan demikian karena dari kata ilmu itu sendiri apabila kita kaji dan telaah, maka sangatlah luas isi cakupannya, bisa dalam hal pendidikan atau hal - hal lain.Dari uraian tersebut bisa dipahami bahwasanya dalam bidang pendidikan terutama pendidikan Islam perlu yang namanya suatu ilmu yang dinamakan manajemen. Dikatakan demikian karena dengan manajemen, pendidikan Islam itu di kelola dengan baik sehingga menghasilkan apa yang diharapkan. Oleh karena itu dari sini perlu dikaji secara mendalam agar lebih memahamkan yang dikehendaki manajemen pendidikan Islam sebagai disiplin ilmu.
PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) MELALUI MANAJEMEN KELAS Romdloni, -
journal EVALUASI Vol 1, No 2 (2017): EVALUASI-edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.918 KB) | DOI: 10.32478/evaluasi.v1i2.70

Abstract

Sistem desentralisasi pendidikan di era sekarang ini memberikan peluang kepada setiap lembaga sekolah untuk meningkatkan kualitas mutu sekolah yaitu dengan mengimplementasikan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Konsep Manajemen Kelas ini berusaha untuk memberikan penyelesaian terhadap masalah di kelas, yang cakupannya tidak hanya terbatas pada penyampaian materi, akan tetapi mencakup beberapa hal yang menyeluruh untuk mengorganisasi kelas antara lain: pertama kegiatan akademik berupa perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Kedua kegiatan administratif yang mencakup kegiatan procedural dan organisasional seperti penataan ruangan, pengelompokan siswa dalam pembagian tugas, penegakan disiplin kelas, pengadaan tes, pengorganisasian kelas, pelaporan. Jadi konsep manajemen kelas adalah berusaha memberdayakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif khususnya dalam materi PAI.
RELASI DAN REKONSILIASI ANTARA PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PENDIDIKAN BARAT Rosidin, Mohammed
journal EVALUASI Vol 1, No 2 (2017): EVALUASI-edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.451 KB) | DOI: 10.32478/evaluasi.v1i2.75

Abstract

Mengacu pada daftar yang dilansir http://www.mbctimes.com/, 20 negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik pada tahun 2015/2016 adalah: 1) Korea Selatan; 2) Jepang; 3) Singapura; 4) Hong Kong; 5) Finlandia; 6) Inggris Raya (UK); 7) Kanada; 8) Belanda; 9) Irlandia; 10) Polandia; 11) Denmark; 12) Jerman; 13) Rusia; 14) Amerika Serikat; 15) Australia; 16) Selandia Baru; 17) Israel; 18) Belgia; 19) Republik Ceko; 20) Swiss 1. Demikian halnya dengan daftar perguruan tinggi terbaik edisi tahun 2015/2016 yang dilansir berbagai media online seperti http://www.webometrics, mayoritas masih didominasi oleh negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat (Harvard University [1], Stanford University [2], Massachusetts Institute of Technology [3]), Inggris (University of Oxford [13], University of Cambridge [14]) dan Kanada (University of Toronto [16]) 2. Terlepas dari bias media, sungguh miris jika menengok laporan ini, karena tidak ada satu pun negara mayoritas muslim yang masuk di dalamnya. Data ini menunjukkan dominasi sistem pendidikan Barat terhadap pendidikan Islam.Adalah fakta yang tak terbantahkan bahwa pendidikan Barat telah memberi pengaruh signifikan terhadap berbagai dimensi pendidikan Islam. Misalnya: Input peserta didik diklasifikasikan melalui tes IQ yang dikembangkan psikolog Perancis, Alferd Binet tahun 1905. Metode Binet dalam menghitung angka IQ adalah usia mental seseorang dibagi dengan usia kronologis, lalu dikalikan dengan 100. Rumusnya adalah: IQ = MA/CA x 100 di mana MA adalah Mental Age, sedangkan MC adalah Chronological Age3. Atau trend yang lebih mutakhir adalah tes Kecerdasan Majemuk yang dikenal dengan Multiple Intelligences Research (MIR). MIR adalah instrumen riset yang dapat memberikan deskripsi tentang kecenderungan kecerdasan seseorang. Dari hasil analisis MIR, dapat disimpulkan gaya belajar terbaik bagi seseorang. MIR ini mengacu pada Kecerdasan Majemuk (Multiple Inteligences) yang digagas psikolog Amerika Serikat, Howard Gardner 4.Metode pembelajaran berbasis siswa aktif mayoritas didasarkan pada teori yang digagas ilmuwan Barat, seperti Quantum Teaching oleh Bobbi DePorter dkk. Quantum Teaching diciptakan berdasarkan berbagai teori pendidikan, seperti Accelerated Learning (Luzanov), Multiple Intelligence (Gardner), Neuro-Linguistik Programming (Ginder dan Bandler), Experiential Learning (Hahn), Socratic Inquiry, Cooperative Learning (Johnson and Johnson) dan Elemen of Effective Instruction (Hunter). Jadi, Quantum Teaching telah merangkaikan yang paling baik dari yang terbaik, sehingga menjadi sebuah paket multisensori, multikecerdasan dan kompatibel dengan otak yang pada akhirnya akan melejitkan kemampuan guru untuk mengilhami dan kemampuan murid untuk berprestasi 5. Demikian halnya dengan model-model pembelajaran kooperatif seperti STAD (Student Teams Achievement Division) yang dikembangkan Robert Slavin dan Jigsaw oleh Elliot Aronson; model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) yang dikembangkan Robert M. Gagne; Contextual Teaching and Learning (CTL) yang digagas Elaine B. Johnson; dan lain sebagainya 6.Evaluasi pembelajaran di lembaga-lembaga pendidikan Islam juga masih didasarkan pada taksonomi Benjamin S. Bloom, yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotorik. Menurut Bloom, 90% perbedaan prestasi belajar disebabkan tiga faktor utama. Pertama, perilaku entri kognitif, yaitu kompetensi peserta didik ketika dihadapkan pada tugas belajar baru. Kedua, perilaku entri afektif yang terkait motivasi belajar awal hingga optimal. Ketiga, menyesuaikan pembelajaran yang berkaitan degan media dan waktu serta dorongan dan individualisasi 7. Pada praktiknya, penilaian yang dilakukan pendidik harus memuat keseimbangan ketiga domain tersebut. Penilaian aspek kognitif dilakukan setelah peserta didik mempelajari satu kompetensi dasar yang harus dicapai. Penilaian aspek afektif dilakukan selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, baik di kelas maupun di luar kelas. Penilaian psikomotorik dilakukan selama berlangsungnya proses belajar-mengajar 8.Paparan di atas mengindikasikan bahwa pendidikan Barat telah berpengaruh signifikan terhadap pendidikan Islam, baik pada tahap pra, proses maupun pasca pembelajaran.Di samping membawa pengaruh positif, pendidikan Barat juga membawa pengaruh negatif terhadap pendidikan Islam. Inilah pandangan Mujamil Qomar yang menegaskan bahwa problem utama pendidikan Islam saat ini adalah problem epistemologi. Hal ini disebabkan filsafat pendidikan yang diberikan pada departemen kependidikan Islam sekarang ini, sepenuhnya filsafat pendidikan Barat, sehingga sistem pendidikan Islam kental oleh pengaruh pendidikan Barat. Sedangkan pendidikan Barat dibangun di atas filsafat pendidikan yang menggunakan pendekatan epistemologi yang banyak bertentangan dengan ajaran Islam, semisal anti-metafisika 9.Misalnya: Filsafat pendidikan Barat yang bersifat Pragmatisme dan Materialisme berimplikasi pada tujuan pendidikan yang cenderung diorientasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dunia korporasi; sehingga mengantarkan keterampilan vokasional sebagai tujuan pokok pendidikan. Parameter kesuksesan lembaga pendidikan pun menjadi lebih dangkal, yaitu seberapa besar alumni yang berhasil diserap oleh dunia usaha. Orientasi vokasional yang berlebihan tersebut telah mengikis orientasi spiritualisme dalam pendidikan Islam. Dampaknya adalah krisis moral yang mengarah pada dehumanisasi. Contoh konkretnya adalah fenomena “Indonesia Darurat Moral” yang digaungkan oleh para tokoh nasional, seperti Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva yang menyebut Indonesia saat ini tengah dilanda darurat moral lantaran maraknya kejahatan seksual yang sudah masuk ke berbagai generasi bangsa 10.Dalam konteks rekonsiliasi antara pendidikan Barat dan pendidikan Islam, penulis tertarik untuk membangun “jembatan emas” antara aspek positif pendidikan Barat dengan aspek positif pendidikan Islam. Jembatan emas tersebut dibangun di atas pilar Maqashid Syariah. Maqashid Syariah adalah tujuan-tujuan agung Syariat Islam atau hikmah-hikmah yang diletakkan oleh Allah SWT dalam setiap hukum syariat Islam. Inti Maqashid Syariah adalah merealisasikan kemaslahatan umat manusia, di dunia maupun di akhirat; baik dengan cara mendatangkan manfaat maupun menampik mafsadat 11. Inilah yang penulis maksudkan dengan redaksi ‘rekonfigurasi’ sepanjang bahasan dalam tulisan ini. 
EKSISTENSI PONDOK PESANTREN SIDOGIRI PASURUAN DALAM MEMPERTAHANKAN NILAI-NILAI SALAF DI ERA GLOBALISASI Maruf, Mohammad
journal EVALUASI Vol 1, No 2 (2017): EVALUASI-edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.313 KB) | DOI: 10.32478/evaluasi.v1i2.71

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan dan mengeksplorasi sistem pendidikan pesantren sidogiri sehingga masih eksis dalam mempertahankan nilai-nilai salaf di era globalisasi sekarang, serta upaya mempertahankannya. Data dalam penelitian ini didapatkan dari observasi, interview dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem pendidikan Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan ada 3 tingkat yaitu; Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Sedangkan untuk santri baru wajib mengikuti Madrasah Idadiyah. Untuk mempertahan nilai-nilai salafnya pondok sidogiri masih menggunakan kitab kuning atau kitab klasik dalam proses ta’lim. Dalam metode pengajarannya masih menerapkan metode-metode salaf seperti sorogan dan wetonan. Selain itu kegiatan-kegiatan religius tetap dipertahankan serta penanaman tawadhu’antara santri dan guru baik dilingkungan pesantren maupun diluar. Adapun upaya pondok sidogiri dalam mempertahankan eksistensi dan nilai-nilai salafnya di era globalisasi saat ini dengan mengadakan studi banding antar pesantren, membuat metode baca kitab cepat yang dinamai dengan Al-Miftah lil Ulum sebagai persiapan bagi santri-santri usia dini, serta memberi jadwal khusus dan rutin kegiatan bahtsul masail untuk membahas persoalan-persoalan agama terkini dan kaderisasi An-Najah yang bertujuan untuk pendalaman akidah Ahlissunnah wal Jama’ah dan ilmu-ilmu kemasyarakatan.
DAMPAK REVOLUSI BUDAYA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Muzamil, -
journal EVALUASI Vol 1, No 2 (2017): EVALUASI-edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.173 KB) | DOI: 10.32478/evaluasi.v1i2.76

Abstract

Banyak perubahan atau revolusi budaya yang menghebohkan dan dinilai oleh banyak pihak, telah melanggar norma kesusilaan atau norma-norma agama sebenarnya merupakan potret lain dari kondisi masyarakat kita atau diri kita yang sedang retak, sedang terjerumus dalam desakralisasi agama dan pengabaian komitmen edukasi, khususnya terhadap anak. Anak tidak ubahnya sebagai obyek yang secara terus menerus menjadi korban para produsen budaya yang berwatak rakus dalam mengejar keuntungan ekonomi dan populeritas.

Page 1 of 1 | Total Record : 8