cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Warta Pengabdian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Penerapan Entrepreneural Marketing Pada Kelompok Usaha Ekonomi Kreatif (Creativepreneur) di Desa Pakis Dalam Upaya Penguatan Desa Pakis Sebagai Desa Sejahtera Mandiri (DSM) Kartika, Intan; Molasy, Honest Dody; Magfiroh, Illia Seldon
Warta Pengabdian Vol 13 No 3 (2019): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v13i3.9808

Abstract

Universitas Jember memiliki kontribusi yang cukup besar dalam mengupayakan pengentasan kemiskinan di Desa Pakis. Bekerjasama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, Universitas Jember telah menetapkan Desa Pakis sebagai Desa binaan yang mendapatkan program Desa Sejahtera Mandiri (DSM). Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan dan menciptakan kemandirian desa adalah dengan mendirikan Kelompok Usaha Ekonomi Kreatif (Creativepreneur). Tujuan pengabdian ini adalah Melakukan pendampingan dan edukasi kepada mitra Kelompok Ekonmi Kreatif Desa Pakis mengenai (a) pemasaran produk dengan menerapkan Entrepreneural Marketing, (b) pengolahan produk berbasis potensi pertanian lokal dan pembuatan kerajinan tangan berbasis limbah produk, (c) strategi pengembangan bisnis dan analisis usaha, (d) manajemen organisasi usaha dan masyarakat. Kegiatan pengabdian PPK mulai dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2018 sampai dengan awal Desember 2018. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan (1) identifikasi permasalahan mitra, (2) sosialisasi kegiatan, (3) edukasi  Entrepreneural Marketing, (4) pelatihan pembuatan kerajinan tangan, (5) pelatihan produk olahan berbasis potensi local, (6) edukasi analisis usaha, strategi pengembangan usaha serta manajemen organisasi dan masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian PPK memberikan dampak positif bagi mitra. Indikatornya terlihat pada adanya perubahan pemikiran dan sikap terkait dengan manajemen dan pengembangan usaha, antara lain Meningkatnya  pengetahuan dan ketrampilan untuk dapat lebih kreatif dalam memasarkan produk sehingga dapat meningkatkan pendapatan mitra yang nantinya akan menjadi mitra yang mandiri, Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang  Entrepreneural Marketing, Meningkatnya ketrampilan dan kreatifitas usaha dibidang kerajinan tangan dan pengolahan produk makanan berbasis potensi pertanian lokal, Meningkatnya kemampuan menyusun analisis usaha dan menetapkan strategi pengembangan usaha, dan Meningkatnya kesadaran pentingnya manajemen organisasi dan masyarakat. Kata Kunci: Entrepreneural Marketing, Creativepreneur, Desa Pakis, Desa Sejahtera Mandiri
The Branding of Jember Tape Chips Products Through Audio Visual Ads Aji, Fajar; Haryanto, Dwi
Warta Pengabdian Vol 13 No 2 (2019): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v13i2.9439

Abstract

Jember is a district with the geographical conditions of mountains, agriculture, and plantations. The connection between these three characteristics gave birth to a diversity of arts, languages, tourism, and culinary. Utilization of the agricultural sector, especially in the Ajung sub-district, there are people in this area who rely heavily on natural resources, especially in agricultural and plantation resources. This beneficial natural potential makes the people in Ajung Subdistrict, especially in Pancakarya Village, much to build a home industry for processing agricultural products in the form of tape industry. The problem faced by partners is the lack of familiarity of products that are widely owned, thus causing the partner's economy to not be optimal. This problem is the basis of the service program proposed by the proponent to strive to increase the marketing of tape chips. Based on the specific targets to be achieved, the main purpose of the community service activities proposed is to strengthen the brand image of the chips product through audio-visual advertising. The method of implementing this service program is adjusted to the standard operating procedure for making audiovisual works consisting of stages: 1) pre-production consisting of idea-finding, planning, and preparation; 2) production; and 3) post-production. The results of audio-visual advertising of tape chips are expected to be a promotional media for products owned by Koplak Food Homemade Industry so that they can be widely known to the public and build brand image products for tape chips. 
Peningkatan Pengetahuan Gempa Dan Kemampuan Mitigasi Pada Siswa Disabilitas Kota Gorontalo Melalui Program Mie Titi Duwingik, Reskiyanto Fauzi; P. Kasim, Della Nawarita; ayu, Dewi ayu; Dano, Mohamad Aristo; Manyoe, Intan Noviantari
Warta Pengabdian Vol 13 No 3 (2019): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v13i3.12004

Abstract

Kondisi Kota Gorontalo memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bahaya gempa bumi, oleh karena itu pemahaman tentang gempa bumi perlu dilakukan sejak dini, terutama bagi anak-anak penyandang disabilitas. MIE TITI bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mitigasi gempabumi bagi siswa disabilitas di SDLB Kota  Gorontalo, khususnya tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita. Metode yang akan digunakan adalah metode fun learning dengan instrumen yang digunakan berupa MINING (Music Fun Learning), MICARD (Mitigation Flascard), MINAME (Mitigation of Nature Game) dan MIGAS (Mitigation Praise). Sampel sebanyak 34 orang penyandang disabilitas di SDLB Kota Gorontalo yang terdiri dari siswa tunanetra, tunarungu dan tunagrahita. Hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan pengetahuan gempa dan kemampuan mitigasi gempa pada siswa disabilitas dimana pada anak tunanetra sebesar 50% dan 35%, tunarungu sebesar 45% dan 55%, dan tunagrahita sebesar 3% dan 2%. Kata Kunci: Pengetahuan, Mitigasi, Gempa, Fun Learning, Disabilitas, Gorontalo.
Pemberdayaan Pusat Kesehatan Pesantren (Poskestren) Untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Rif'ah, Erwin Nur
Warta Pengabdian Vol 13 No 3 (2019): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v13i3.11862

Abstract

Pondok pesantren dikenal sebagai suatu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Banyaknya jumlah pesantren di Jember, serta besarnya jumlah santri pada tiap pesantren menjadikan lembaga ini memiliki kontribusi yang besar dalam pembangunan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumya ditemukan bahwa masalah yang sering dihadapi pesantren adalah rendahnya kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat. Akibatnya banyak santri yang mengalami sakit dan tinggi penularan penyakit infeksi di kalangan santri.Edukasi dasar-dasar PHBS kepada para santri diharapkan dapat meningkatkan nilai pengetahuan santri terkait urgensi dari implmentasi PHBS. Pembentukan dan pelatihan Kader Santri Sehat juga diharapkan mampu menjadi salah satu upaya meningkatkan lifeskillhidup sehat bagi santri untuk hidup sehat secara mandiri sekaligus menjaga kestabilan kualitas lingkungan sehat di pesantren yang akan dibentuk. Inisiasi dan pendampingan pembentukan Poskestren di kedua pesantren juga dilakukan guna menciptakan suatu sistem manajemen kesehatan terpadu dan terstruktur di lingkungan pondok pesantren. Sehingga harapan pengasuh pondok pesanten untuk meningkatkan mutu bekal keterampilan santri dapat tercapai.Solusi dalam peningkatan pengetahuan terkait PHBS di kedua pondok pesantren akan dilaksanakan melalui beberapa metode, antara lain: 1) Pembekalan atau alih teknologi; yaitu penyadaran dengan memberikan informasi dan keterampilan pada penghuni pondok pesantren tentang dasar-dasar, manfaat, dan urgensi PHBS komunitas di lingkungan pondok pesantren; 2) Pendampingan; yaitu melalui pendampingan terhadap pondok pesantren dalam membentuk Poskestren; 3) Pelatihan manajemen dan pembentukan Kader Santri Sehat; yaitu memberikan pengetahuan tentang pengelolaan dan pembangunan relasi kerja untuk Poskestren, serta melakukan pelatihan bagi Kader Santri Sehat sebagai investasi keberlanjutan program Poskestren yang telah didirikan.Partisipasi mitra dilakukan mulai tahap persiapan hingga pengelolaan Poskestren yang terbentuk. Partisipasi mitra dievaluasi pada setiap kegiatan, sehingga diharapkan pada saat akhir kegiatan, keberlanjutan program dapat tetap berjalan.
Kontruksi Agrowisata Kelompok Tani Durian di Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Panti Kabupaten Jember Mulyono, Joko; Mubarok, Ahkmad Munif
Warta Pengabdian Vol 13 No 3 (2019): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v13i3.9319

Abstract

Otimalnya pengelolaan potensi durian dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di kemuningsari lor menjadi bagian tujuan diselenggarakannya kegiatan pengabdian ini kontruksi agrowisata durian menjadi konsep yang diusung untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa kegiatan yang menjadi upaya untuk mengkonstruksi terbentuknya agrowisata durian diantaranya adalah Sosialisasi Organisasi dan Kelembagaan, Pembentukan Organisasi dan Kelembagaan, Pelatihan Manajemen Wisata, Studi Banding Agrowisata, Konstruksi Tata Kelola dan Tata Ruang Agrowisata, Peningkatan Kualitas Produk Melalui Pelatihan Pembibitan dan Pencegahan Hama Penyakit, Pemberian Bibit Durian pada Komunitas Petani, Mengoptimalisasi Pemanfaatan Website, Pemaparan Pekembangan Agrowisata dan Inisiasi Pembuatan Perdes Agrowisata, Menyusun Instrumen dan Pelaksanan Monev Tahap I. Keseluruhan kegiatan tersebut menjadi upaya untuk menyiapkan masyarakat dan mempersiapkan sumberdaya agrowisata dalam mendorong terjadinya agrowisata durian di kemuningsari lor. LKM agrowisata durian sebagai organisasi dan kelembagaan yang telah dibentuk diharapkan mampu menjadi media bagi masyarakat dan komunitas petani durian dalam mengkoptimalkan potensi durian dan potensi lain di desa kemuningsari lor.
Status Kebersihan Mulut dan Karies Pada Siswa Berkebutuhan Khusus di SLB Autis dan TPA B SLB Branjangan Kabupaten Jember Rachmawati, Dessy; Ermawati, Tantin
Warta Pengabdian Vol 13 No 3 (2019): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v13i3.9501

Abstract

Kesehatan rongga mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh. Gigi merupakan salah satu organ pencernaan paling penting dalam proses pencernaan makanan, sehingga kesehatan gigi merupakan salah satu hal terpenting bagi pertumbuhan anak. Tingginya resiko karies gigi pada anak-anak disebabkan karena secara fisiologis-anatomi gigi sulung mempunya pit dan fissure yang lebih dalam sehingga memudahkan plak menempel. Selain itu, konsumsi gula yang tinggi pada anak-anak memicu proses terjadinya kerusakan gigi (Suwelo, I.S. 1992). Anak-anak berkebutuhan khusus merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap masalah kesehatan sehingga membutuhkan bantuan dan kerjasama dengan orang lain untuk mendapatkan dan memelihara kesehatan, termasuk dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka. Kondisi gigi dan mulut yang bersih dan sehat sangat penting untuk menunjang kehidupan anak-anak tersebut. Masalah gigi yang biasanya muncul pada anak berkebutuhan khusus antara lain karies (lubang) gigi, gigi berdarah, dan gigi berjejalan (maloklusi). Oleh karena itu, anak-anak berkebutuhan khusus lebih membutuhkan perhatian dibandingkan anak-anak normal lainnya karena berbagai keterbatasan yang dimiliki terutama kurang mampu untuk membersihkan sendiri rongga mulutnya. Sehingga hal ini meningkatkan faktor resiko kerusakan gigi-gigi dan jaringan lunak rongga mulut disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersihan rongga mulut dan status kesehatan rongga mulut serta hubungan antara tingkat kebersihan rongga mulut dengan status gingivitis/penyakit periodontal pada siswa autis. Jenis penelitian ini adalah anayitic correlation dengan pendekatan cross sectional, sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling dengan uji statistik Kolmogorov-Smirnov. Subjek adalah 35 siswa autis di SLB Autis dan TPA B SLB Branjangan Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kebersihan mulut siswa autis di SLB Branjangan sebagian besar adalah sedang (57,1%) dan sebagian besar siswa yang diperiksa mengalami karies dan penyakit periodontal sedang (70%). Semua siswa yang diperiksa mengalami karies, baik itu siswa dengan tingkat kebersihan mulut yang baik, sedang maupun buruk. Disarankan kepada siswa autis tersebut untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulutnya.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mendukung Keberhasilan Pemberian Asi Ekslusif Sulistyowati, Reni; Kurniawati, Septi; Andriani, Yeni
Warta Pengabdian Vol 13 No 3 (2019): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v13i3.9877

Abstract

Menyusui merupakan aspek yang sangat penting untuk kelangsungan hidup bayi guna mencapai tumbuh kembang bayi/anak yang optimal sekaligus mempertahankan kesehatan ibu setelah bersalin. Bayi yang mendapatkan ASI Ekslusif selama enam bulan secara signifikan menurunkan resiko terjadinya diare, dan menurunkan resiko ISPA, dibandingkan bayi yang tidak mendapat ASI Ekslusif. Puskesmas Kedung Rejo mempunyai cakupan ASI yang masih rendah. Walaupun secara geografis Puskesmas ini berada di wilayah kecamatan Muncar. Dimana, Muncar merupakan penghasil ikan laut terbesar no dua di Indonesia. Melihat kondisi tersebut seharusnya cakupan ASI Eklsusif memenuhi target, karena sumber makanan yang baik untuk ibu menyusui sudah tersedia. Namun, pada kenyataannya cakupan ASI Ekslusif di wilayah Puskesmas tersebut masih rendah. Untuk membantu meningkatkan pencapaian target  ASI Ekslusif serta mengurangi penurunan angka kematian bayi, balita dan kematian ibu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencanangkan Kelompok Pendukung ASI, dalam membatu pencanangan tersebut kami berupaya melakukan motivasi kepada masyarakat untuk memberikan ASI Ekslusif. Salah satu permasalahan  yang dialami di wilayah kerja Puskesmas Kedungrejo Muncar guna meningkatkan cakupan ASI adalah belum optimalnya pelaksanaan motivator ASI yang ada di masyarakat karena Motivator yang tersedia masih 1 orang untuk setiap 1 desa wilayah kerja puskesmas. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah telah dilakukannya pelatihan motivator ASI di wilayah kerja Puskesmas Kedungrejo Muncar yang diikuti oleh 30 orang sukarelawan. Dan telah dilakukan beberapa kali pertemuan kelompok pendukung ASI di 2 desa yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Kedungrejo Muncar Banyuwangi. Dimana setiap motivator ASI dibekali dengan buku panduan motivator ASI dan laporan kegiatan motivator ASI yang berisi berita acara kegiatan, daftar hadir dan dokumentasi kegiatan
Pembentukan Pos UKK Industri Pembuatan Brem di Desa Kalibaru Wilayah Kerja Puskesmas Mejayan Madiun Aziz, Ayu Munawaroh
Warta Pengabdian Vol 13 No 3 (2019): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v13i3.8574

Abstract

Kegiatan pembentukan pos UKK dilakukan pada saat menempuh internship di Madiun. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dan aktualisasi dari peraturan menteri kesehatan mengenai pos kesehatan bagi pekerja sekto informal. Kegiatan di lakukan di desa kaliabu mejayan madiun karena merupakan salah satu sentra industri pembuatan brem dan sektor informal lainnya. Kegiatan dilakukan mulai dari tahap survei identifikasi masalah kesehatan kerja, penyuluhan, pengobatan dasar dan evaluasi hasil kegiatan. Berkat kerjasama lintas sektoral yang telah dilakukan , telah terbentuk Pos UKK percontohan untuk masyarakat pekerja di sektor informal desa Kaliabu . Program pembentukan Pos UKK ini cukup berhasil dilihat dari antusiasnya pekerja dalam mengikuti kegiatan Pos UKK dan berubahnya perilaku pekerja dalam keselamatan dan kesehatan kerja.
Inovasi Teknologi Pembuatan Asap Cair Dari Tempurung Kelapa Di Kabupaten Situbondo Harsono, Soni Sisbudi
Warta Pengabdian Vol 11 No 4 (2017): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari proses produksi biofuel dari kelapa, dihasilkan limbah tempurung kelapa yang sangat berlimpah. Dalam upaya meningkatkan nilai ekonomi dari limbah tempurung kelapa tersebut maka sangat perlu untuk dilakukan pengolahan limbah tersebut menjadi liquid smoke dan arang aktif yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Usaha untuk meminimalkan penggunaan formalin sebagai bahan pengawet ikan hasil tangkapan nelayan, daging, sayuran  diperlukan bahan alami yang mudah dan murah didapatkan di pedesaan dan kampung nelayan yaitu pemanfaatan tempurung kelapa sebagai asap cair. Oleh karena itu, maka program Hilink tahun kedua ini akan difokuskan pada kegiatan tentang Pengembangan Teknologi Produksi Liquid Smoke dan Arang Aktif Tempurung Kelapa. Sebagai produk ikutannya, arang aktif memiliki manfaat dan nilai ekonomisnya yang sangat tinggi. Arang aktif adalah arang yang diolah lebih lanjut pada suhu tinggi sehingga pori-porinya terbuka dan dapat digunakan sebagai bahan adsorben, pemfilter air, pengecoran besi hingga menjadi bahan tinta printer jenis laser. Proses yang digunakan sebagian besar menggunakan cara kimia di mana bahan baku direndam dalam larutan, CaCl2, MgCl2, ZnCl2 selanjutnya dipanaskan dengan jalan dibakar pada suhu 5000C. Diharapkan,  kualitas arang aktif dalam hal ini besarnya daya serap terhadap yodium akan dapat memenuhi standar SNI. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendesiminasikan teknologi pembuatan liquid smoke dari tempurung kelapa dan karbon aktif,  meningkatkan nilai ekonomis tempurung kelapa sebagai produk liquid smoke sebagai bahan pengawet ikan hasil tangkapan nelayan , bahan pangan lainnya dan sebagai bahan pemberantasan hama tanaman serta produksi arang aktif yang memiliki nilai komersial yang tinggi, membangun kawasan sentra produksi liquid smoke dan arang aktif di pedesaan di kabupaten Jember, Membuka peluang usaha baru berbasis agribisnis kelapa (Industrial Based Coconut Agribussiness), mendukung program otonomi daerah dalam rangka peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan membuka kesempatan kerja baru  mulai dari sisi pengadaan bahan baku, proses produksi sampai dengan pemasaran produk.
Penguatan Industri Rumah Tangga Dodol Buah Naga Sebagai Bentuk Pemenuhan Hak Ekonomi Masyarakat Di Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi Khanif, Al; Wildana, Dina Tsalist; Susanti, Dyah Octorina
Warta Pengabdian Vol 12 No 1 (2018): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v12i1.7630

Abstract

Persoalan mendasar terkait produksi pertanian dan perkebunan di Indonesia adalah ketidak mampuan petani untuk mengolah produk-produk yang mereka hasilkan menjadi produk olahan. Persoalan ini juga dihadapi oleh para petani buah naga di Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur yang selama ini selalu menjual buah naga dalam kondisi segar. Model penjualan produk pertanian seperti ini mengancam ketahanan ekonomi para petani karena harga jual buah naga menjadi tidak menentu dan cenderung murah ketika panen raya. Berdasarkan persoalan tersebut, perlu kiranya ada solusi untuk membantu petani buah naga agar mereka mendapatkan keuntungan yang sepadan. Salah satunya adalah pengenalan tentang pengolahan buah naga menjadi dodol buah naga. Salah satu hasil dari program ini adalah kemampuan petani untuk mengolah produk buah naga menjadi dodol buah naga. Program pengabdian ini juga berhasil mengembangkan koordinasi yang lebih intensif antara perajin dodol dengan pihak desa. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan kendala pemasaran dari produk dodol tersebut sehingga merekomendasikan perlunya kajian lebih lanjut melalui program pengabdian lain di tahun mendatang.