cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
Published by Universitas Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
PENGARUH PEMODELAN MASSA PADA ANALISIS DINAMIK STRUKTUR Purnijanto, Bambang; Widorini, Trias; Kustirini, Anik
Teknika Vol 14, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v14i2.1804

Abstract

Indonesia adalah negara yang rawan terjadi bencana alam gempa bumi sebab lokasi Indonesia di  pertemuan tiga lempeng (pelat) tektonik yang aktif yaitu lempeng Samudra Hindia, Eurasia dan Pasifik.  Akibat dari adanya gempa bumi tersebut dapat menyebabkan banyak korban harta benda dan jiwa. Kebanyakan penyebab korban jiwa akibat gempa bumi ini adalah tertimpa reruntuhan bangunan. Kerusakan bangunan tersebut pada umumnya disebabkan oleh faktor desain dan pelaksanaan yang kurang tepat. Penelitian yang dilakukan mempunyai tujuan untuk membandingkan respons struktur yang terjadi akibat beban gempa pada gedung dengan konfigurasi yang tidak simetris berbentuk T dan L pada modelmassaterpusat terhadap modelmassatersebar. Berdasarkan hasil analisis struktur untuk denah bangunan berbentuk T dan L dengan pemodelanmassayang berbeda maka dapat ditarik kesimpulan bahwa modelmassaterpusat menghasilkan simpangan yang lebih besar dibandingkan modelmassatersebar sehingga akan menghasilkan kondisi yang lebih aman.Kata kunci : pemodelan massa; simpangan; gedung; analisis dinamik.
ANALISA DAYA DUKUNG TIANG PANCANG BETON RUMAH SAKIT BRAYAT MINULYA SURAKARTA - JAWA TENGAH Budiningrum, Dyah Setyati; Kustirini, Anik
Teknika Vol 14, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v14i2.1808

Abstract

Perencanaan struktur bawah pada rumah sakit haruslah kuat, karena rumah sakit merupakan tempat untuk memulihkan kesehatan. Pondasi tiang pancang berfungsi untuk meneruskan beban pada bangunan menuju tanah secara merata. Tujuan penelitian ini yaitu menghitung daya dukung tiang berdasarkan kekuatan tanah dan menghitung daya dukung tiang kelompok. Pondasi yang dipakai dalam perencanaan gedung rumah sakit ini adalah jenis pondasi tiang pancang dengan dimensi penampang 40x40 cm, dengan panjang 12 m  dan untuk perhitungan daya dukung berdasarkan gesekan tanah dengan tanah (friction). Jumlah tiang pancang dalam kelompok tiang adalah 4 buah tiang pancang. Daya dukung maksimum setiap tiang pancang memenuhi persyaratan, sehingga 4 buah tiang pancang dalam kelompok tiang aman dipakai. Kata kunci: pondasi; tanah; tiang pancang; daya dukung.
ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB SISA MATERIAL TERHADAP PERSENTASE SISA MATERIAL Rachman, Uta Domas; Tenriajeng, Andi Tenrisukki
Teknika Vol 14, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v14i2.1807

Abstract

Sisa material konstruksi didefinisikan sebagai sesuatu yang sifatnya berlebih dari yang disyaratkan baik itu berupa hasil pekerjaan maupun material konstruksi yang tersisa/tercecer/rusak sehingga tidak dapat digunakan lagi sesuai fungsinya. Terdapat berbagai macam faktor yang menjadi penyebab adanya sisa material. Dalam penelitian ini, faktor-faktor penyebab sisa material yang paling berkolerasi dengan persentase sisa material yaitu material keramik yang disebabkan karena kesalahan oleh tenaga kerja, material batu bata yang disebabkan karena kerusakan akibat transportasi di/ke lokasi proyek, material genteng disebabkan karena penanganan yang tidak hati-hati, material kayu disebabkan karena proses pemakaian, material cat disebabkan karena adanya perubahan desain, material besi beton disebabkan karena perencana yang kurang berkompeten, material semen yang disebabkan karena penyimpanan material yang kurang baik, pasir yang disebabkan karena pemesanan yang tidak dapat dilakukan dalam jumlah kecil, material batu belah yang disebabkan karena material tercecer/terbuang saat transportasi. Kata kunci: faktor-faktor penyebab sisa material; persentase sisa material; sisa material
KINERJA PIPA RESAPAN SEBAGAI PENDUKUNG KONSERVASI AIR Susilo, Edy; Budiningrum, Diah Setyati Setyati
Teknika Vol 14, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v14i2.1806

Abstract

Perubahan tataguna lahan yang menjadikan permukaan tanah semakin kedap menyebabkan penurunan infiltrasi air tanah dan peningkatan debit aliran permukaan. Berbagai upaya yang dilakukan dengan menggunakan sumur resapan dan biopori belum mencapai hasil yang diharapkan. Pipa resapan horisontal diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan menggunakan pipa horisontal dinding berlubang panjang 2 m sampai 7 m diameter 10 cm diperoleh pengaruh variabel panjang terhadap debit resapan air di dalam tanah. Debit resapan air dengan pipa horisontal diameter 30 cm, panjang L cm, rasio lubang dinding 0.028, dan tinggi tekan air H cm pada tanah jenis clay dengan permeabilitas 7.09 x 10-6 cm/detik dinyatakan dengan persamaan Q=0.00019xL0,913 xH2.3965 . Debit banjir pada sebuah DAS dihitung dengan rumus Rasional dan kebutuhan pipa resapan horisontal dapat diperoleh dengan menggunakan grafik. Penggunaan pipa resapan horisontal dengan spesifikasi lain dan jenis tanah yang berbeda perlu dilakukan pengembangan penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk memelihara konservasi air sekaligus penangan permasalahan banjirKata kunci: pipa resapan horisontal, konservasi, banjir
ANALISA KEMAMPUAN TENAGA KERJA KONSTRUKSI DENGAN DAN TANPA MEMILIKI SERTIFIKAT KEAHLIAN KERJA (SKA) DI KOTA SEMARANG Rizky, Anandhita; Ivall, Mochammad; Pudjihardjo, Hari Setijo; Tutuko, Bambang
Teknika Vol 13, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v13i1.1866

Abstract

Masih banyak dijumpai tenaga kerja konstruksi yang belum memiliki Sertifikat Keahlian, seperti yang disyaratkan dalam Undang ? Undang Jasa Konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tenaga kerja konstruksi yang memiliki dan tanpa memiliki Sertifikat Keahlian Kerja di kota Semarang. Sampel yang diteliti adalah tenaga kerja konstruksi di kota Semarang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ada 2 yaitu data primer dan data sekunder. Dari data primer digunakan penyebaran kuesioner yang terstruktur terdiri dari 35 pertanyaan yang diajukan, yang berkaitan dengan kemampuan tenaga kerja konstuksi yang memiliki dan tanpa memiliki Sertifikat Keahlian Kerja di kota Semarang. Pertanyaan dalam kuesioner dibuat dengan menggunakan skala likert dari pertanyaan yang diberikan kepada responden, yaitu dari angka 1 hingga 4 dimana angka 1 menunjukan pernyataan di dalam kuesioner tidak diterapkan bagi proyek yang dikerjakan oleh responden dan angka 4 atau semakin tinggi nilainya pernyataan di dalam kuesioner semakin tinggi tingkat penerapan penggunaan Sertifikat Keahlian Kerja bagi tenaga kerja konstruksi di kota Semarang. Dari hasil penelitian menunjukan tenaga kerja yang bersertikat lebih banyak menerapkan kemampuannya dalam bidang konstruksi dibandingkan dengan tenaga kerja yang tidak memiliki Sertifikat Keahlian Kerja.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI SEMARANG Muflihah, Sofiatul; Pudjihardjo, Hari Setijo
Teknika Vol 14, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v14i2.1805

Abstract

Aktivitas pembangunan proyek konstruksi bangunan gedung pada umumnya merupakan kegiatan yang sangat komplek dan sangat berbahaya. Kondisi seperti ini menunjukan karakter yang keras dan sulit dilaksanakan, sehingga dibutuhkan tenaga yang sangat kuat dari pekerja. Karena pekekerjaan didalam proyek yang sangat komplek, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses pelaksanaan kegiatan konstruksi menunjukan angka kecelakaan yang terjadi cukup tinggi. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai faktor - faktor yang mempengaruhi keselamatan dan kesehatan kerja ( K3 ), tindakan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja ( K3 ) dan risiko keselamatan dan kesehatan kerja ( K3 ) dengan tujuan untuk mengetahui jenis ? jenis risiko, faktor ? faktor yang mempengaruhi dan pengelolaan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek pembangunan gedung di semarang. Analisis data yang dilakukan dengan membuat kuisioner dan penyebaran kuisioner kepada 45 responden. Responden itu sendiri terdiri dari direktur, konsultan dan kontraktor. Penelitian ini simpulkan bahwa penerapan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja sangatlah berpengaruh dalam pembangunan gedung.Kata kunci : keselamatan dan kesehatan kerja; manajemen risiko; proyek pembangunan gedung.
KAJIAN ASPEK TEKNIS KAPASITAS TAMPUNG SISTEM DRAINASE PERUMAHAN TLOGOSARI KOTA SEMARANG Tutuko, Bambang; Budiningrum, Diah Setyati
Teknika Vol 13, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v13i1.1865

Abstract

Perumahan Tlogosari Kota Semarang  selalu banjir setiap musim hujan, oleh karenanya perlu dikaji kembali system drainase di wilayah ini.. Kriteria terpenting dalam sistem drainase adalah aspek teknis, selain aspek non teknis dan lingkungan. Tujuan penelitian adalah menilai kinerja sistem drainase dengan menghitung kapasitas tampung eksisting saluran drainase dan menilai kinerja sistem drainase yang berkelanjutan berdasarkan persepsi masyarakat di Perumahan Tlogosari Semarang. Metodenya dengan membandingkan kapasitas tampung eksisting saluran drainase dengan debit banjir rencana. Hasil yang diperoleh adalah kapasitas tampung Sungai Tlogosari lebih kecil dari debit rencananya. Namun dengan adanya tinggi jagaan, dimana kapasitas tampung menjadi lebih besar dari debit rencananya, seharusnya Sungai Tlogosari tidak meluap saat musim hujan. Meluapnya Sungai Tlogosari adalah karena banyaknya sampah dan tebalnya sedimen serta belum dinormalisasinya Kali Tenggang sebagai saluran primernya yang menyebabkan Tlogosari selalu banjir jika musim hujan. Pada saluran sekundersebagian kapasitas tampung nya lebih kecil dari debit rencananya. Rekomendasinya adalah dimensi saluran-saluran sekunder perlu diperbesar. Maka kinerja sistem drainase di Perumahan Tlogosari berdasarkan kapasitas tampung eksistingnya adalah cukup pada saluran sekunder dan buruk pada saluran tersiernya. 
KAJIAN PEMAHAMAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR DALAM BERLALU LINTAS (STUDI KASUS KOTA UNGARAN DAN SEKITARNYA) Kusumaningrum, Sari; Pratiwi, Bertha Sylvia
Teknika Vol 10, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama beberapa dekade (mulai tahun 1980 an) seiring berkembang sepeda motor menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pertumbuhan ini semakin meningkat setelah krisis moneter tahun 1998. Peralihan moda ini banyak yang berpindah dari angkutan umum maupun angkutan tak bermotor yang beralih pada angkutan sepeda motor.  Permasalahan yang muncul tidak hanya pada permasalahan teknis saja terkait kemacetan, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya, namun sudah menjadi permasalahan sosial maupun budaya. Permasalahan sosial dan budaya sangat kental terlihat dari perilaku di dalam berlalu lintas.Pemikiran inilah yang dinilai perlu adanya  Kajian Pemahaman Pengguna Sepeda Motor Dalam Berlalu Lintas di Kota Ungaran dan sekitarnya, sebagai dasar penentuan kebijakan Pemerintah ke depannya terkait penggunaan sepeda motor.Tujuan jangka panjang dari penelitian ini sebagai bahan kebijakan Pemerintah Daerah untuk mendapatkan informasi terkait seberapa besar pemahaman masyarakat berlalu lintas terutama pengguna sepeda motor, sehingga terdapat usulan kebijakan untuk dapat mewujudkan Kota Ungaran sebagai Kota tertib lalu lintas. Dalam penelitian Kajian Pemahaman Pengguna Sepeda Motor Dalam Berlalu Lintas (Studi Kasus Kota Ungaran dan sekitarnya) ini menggunakan analisis deskripsi sederhana dengan menggunakan analisis statistik tabulasi silang (cross tab).   Hasil sementara Rata-rata responden memahami komponen berlalu lintas antara 60-65 persen dan sekitar ± 10 persen ragu maupun kurang paham. Kondisi fisik kendaraan responden memiliki kelengkapan dan kondisi dalam sangat baik dengan diatas 90 persen memenuhi standar yang telah ditentukan. Sebagian  besar responden sekitar 83 persen telah memiliki SIM C
IDENTIFIKASI JENIS KERUSAKAN JALAN (Studi Kasus Ruas Jalan Kedungmundu-Meteseh) Yudaningrum, Farida; Ikhwanudin, Ikhwanudin
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan salah satu jenis prasarana transportasi darat yang memegang peranan penting bagi pengembangan suatu daerah. Ruas jalan Kedungmundu-Meteseh merupakan jalan Kolektor yang mempunyai frekwensi lalu lintas tinggi sebagai penghubung Semarang Selatan dengan Semarang Timur. Kerusakan-kerusakan yang terjadi tentu akan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pemakai jalan. Kerusakan jalan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya air, perubahan suhu, cuaca, temperatur udara, material konstruksi perkerasan, kondisi tanah dasar yang tidak stabil, proses pemadatan di atas lapisan tanah dasar yang kurang baik dan tonase atau muatan kendaraankendaraan berat yang melebihi kapasitas serta volume kendaraan yang semakin meningkat. Jenis kerusakan yang mendominasi pada ruas jalan tersebut berupa bleeding sebesar 482 m² atau 39,18 % serta retak rambut dan retak kulit buaya sebesar 456 m 2 atau 37,07 % dari total kerusakan yang terjadi sepanjang ruas jalan tersebut. Bleeding dapat disebabkan pemakaian kadar aspal yang tinggi pada campuran aspal, pemakaian terlalu banyak aspal pada pekerjaan prime coat atau tack coat sehingga permukaan menjadi licin. Pada temperatur tinggi, aspal menjadi lunak dan akan terjadi jejak roda. Sedangkan kerusakan retak rambut dapat meresapkan air kedalam lapis permukaan. Retak rambut dapat berkembang menjadi retak kulit buaya. Retak kulit buaya dapat diresapi pula oleh air sehingga jika tidak segera ditangani dapat mengakibatkan terjadinya lubang–lubang kecil akibat terlepasnya butir-butir. Hal ini akan mengakibatkan sangat tidak nyamannya pengendara menggunakan jalan tersebut.
Analisa Honeycomb untuk Mendapatkan Balok Paling Ekonomis Berdasarkan Tegangan dan Deformasi dengan SAP 2000 Versi 14 Crista, Ngudi Hari; Purnijanto, Bambang; Wiwoho, Mukti
Teknika Vol 10, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Honeycomb adalah balok baja dengan bagian badan terbuka yang ketinggiannya berlipat karena penyusunan vertikal dari setengah potongan badan tersebut. Optimasi struktur dengan variabel desain geometri lubang ini disebut optimasi bentuk, oleh karena itu perhitungan ulang diperlukan untuk setiap kali perubahan bentuk, sehingga diperlukan waktu komputasi yang panjang. Penelitian bertujuan mendapatkan balok terekonomis dengan bentuk, heksagonal dan jarak antara lubang berbeda dengan ketinggian pelubangan sama, sehingga didapat konfigurasi atau tata letak lubang yang optimal. Metode yang digunakan adalah simulasi komputerisasi dengan SAP 2000 versi 14 terhadap 5 sampel untuk mendapatkan ukuran jarak lubang yang optimum pada balok baja profil I dengan bukaan heksagonal dan kondisi pembebanan yaitu beban merata sepanjang bentang serta beban titik di tengah bentang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rasio tegangan terkecil terjadi pada sampel II, yaitu Honeycomb dengan jarak pelubangan 15 cm dengan nilai tegangan 1723,49 kg/cm2, sedangkan rasio tegangan terbesar pada sampel IV Honeycomb dengan jarak pelubangan 25 cm dengan nilai tegangan 1968,21 kg/cm2. Lendutan terkecil terjadi  pada sampel II dengan jarak pelubangan 15 cm dengan nilai 0,2083 mm, sedangkan untuk deformasi terbesar  terjadi pada sampel IV dengan jarak pelubangan 25 cm dengan nilai deformasi 0,2811 mm, sehingga jarak, bentuk, dan pelubangannya yang paling baik adalah pelubangan dengan jarak 15 cm  untuk konfigurasi atau tata letak lubang yang optimal. Kajian lebih lanjut optimasi bentuk lubang cellular, baik bentuk circular maupun ellips dan tata letak lubang, dengan memperhatikan instabilitas balok baja profil I dengan bukaan bentuk cellular pada badan, akibat lentur dan tekuk pada daerah web-post.