cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
Published by Universitas Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , from "2017" , to "2019" : 27 Documents clear
IDENTIFIKASI JENIS KERUSAKAN JALAN (Studi Kasus Ruas Jalan Kedungmundu-Meteseh) Yudaningrum, Farida; Ikhwanudin, Ikhwanudin
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan salah satu jenis prasarana transportasi darat yang memegang peranan penting bagi pengembangan suatu daerah. Ruas jalan Kedungmundu-Meteseh merupakan jalan Kolektor yang mempunyai frekwensi lalu lintas tinggi sebagai penghubung Semarang Selatan dengan Semarang Timur. Kerusakan-kerusakan yang terjadi tentu akan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pemakai jalan. Kerusakan jalan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya air, perubahan suhu, cuaca, temperatur udara, material konstruksi perkerasan, kondisi tanah dasar yang tidak stabil, proses pemadatan di atas lapisan tanah dasar yang kurang baik dan tonase atau muatan kendaraankendaraan berat yang melebihi kapasitas serta volume kendaraan yang semakin meningkat. Jenis kerusakan yang mendominasi pada ruas jalan tersebut berupa bleeding sebesar 482 m² atau 39,18 % serta retak rambut dan retak kulit buaya sebesar 456 m 2 atau 37,07 % dari total kerusakan yang terjadi sepanjang ruas jalan tersebut. Bleeding dapat disebabkan pemakaian kadar aspal yang tinggi pada campuran aspal, pemakaian terlalu banyak aspal pada pekerjaan prime coat atau tack coat sehingga permukaan menjadi licin. Pada temperatur tinggi, aspal menjadi lunak dan akan terjadi jejak roda. Sedangkan kerusakan retak rambut dapat meresapkan air kedalam lapis permukaan. Retak rambut dapat berkembang menjadi retak kulit buaya. Retak kulit buaya dapat diresapi pula oleh air sehingga jika tidak segera ditangani dapat mengakibatkan terjadinya lubang–lubang kecil akibat terlepasnya butir-butir. Hal ini akan mengakibatkan sangat tidak nyamannya pengendara menggunakan jalan tersebut.
ANALISIS SISTEM KERJA MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLTEKKES 5 LANTAI DI TEMBALANG Falasifadin, Ahmad; Wibowo, Dadang Suryo; Pudjihardjo, Hari Setijo
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen konstruksi bisa dikatakan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengatur, mengorganisir dan mengkoordinir semua pekerjaan yang dilaksanakan dan terlibat dalam pembangunan sebuah proyek konstruksi. Sedangkan Manajemen konstruksi pada proyek adalah proses penerapan fungsi-fungsi manajemen pada suatu proyek dengan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien agar tercapai tujuan proyek secara optimal. Pada saat ini di Kota Semarang, Jawa Tengah telah dibangun gedung Poltekkes 5 lantai di Tembalang yaitu gedung pascasarjana yang dibangun oleh Kemenkes dengan menggunakan jasa Manajemen Konstruksi. Manajemen Konstruksi yang dipilih dari PT. Bina Karya dengan kontraktor pelaksananya dari PT. Jaya Arnikon dan perencananya dipercayakan oleh PT. Yodya Karya. Dengan adanya jasa Manajemen Konstruksi di Gedung ini, kami memilih untuk mengetahui sistem kerja Manajemen Konstruksi yang diterapkan dalam proyek konstruksi sehingga dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang dijadwalkan. Proyek ini dilaksanakan dalam 202 hari kalender yang selesai pada tanggal 31 Desember 2016 kemarin, kemudian dilanjutkan dengan masa pemeliharaan gedung selama 6 bulan berikutnya. dengan melakukan metode kuesioner untuk tugas akhir ini penulis memilih beberapa responden yang terlibat dalam proses pekerjaan pembangunan di lingkungan proyek tersebut maupun dari luar proyek yang memiliki kesamaan dalam pembangunan gedung bertingkat. Kuesioner yang digunakan sebanyak 30 orang responden yang berpartisipasi menjawab dan mengisi kuesioner.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DALAM PROYEK PEMBANGUNAN PELABUHAN DI KABUPATEN KENDAL W, Prayogo Pandhu; Dwi, Galih Malik; Tutuko, Bambang
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam suatu proyek pembangunan, kesehatan keselamatan kerja masing–masing individu sangat berpengaruh terhadap kinerja dalam proyek pembangunan, berdasarkan Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan Republik Indonesia Tahun 2015, jumlah kecelakaan kerja yang terjadi di Jawa Tengah sebanyak 3.080 kasus kecelakaan kerja. Proyek pembangunan pelabuhan di Kabupaten Kendal dengan potensi bahaya yang cukup tinggi sangat mungkin untuk menimbulkan kecelakaan ataupun kerugian bagi proyek pembangunan tersebut. Untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja perlu adanya sistem manejemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) untuk menciptakan keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja dengan harapan terciptanya lingkungan kerja yang aman, efesien dan produktif.
KAJIAN EMPIRIS SUMUR RESAPAN PADA TANAH SILT Susilo, Edi; Sudarmanto, Bambang; Purnijanto, Bambang
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi : Pertumbuhan penduduk sebagai pemicu perubahan tataguna lahan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aliran permukaan dan menurunnya peresapan air ke dalam tanah, yang berakibat  terjadinya banjir dan kekurangan air tanah. Sumur resapan salah satu alat untuk menambah peresapan air dan sekaligus menurunkan debit banjir. Pendekatan persamaan debit sumur resapan pada umumnya dilakukan secara matematis, sedangkan secara empiris masih sangat kurang.Tekstur tanah diinvestigasi dengan grain size dan hidrometer. Klasifikasi tanah dengan menggunakan segitiga tekstur tanah menurut USDA. Dengan menggunakan sumur dinding rapat diameter 50 cm, dan tinggi 90 cm dilakukan pengujian debit resapan sumur sebanyak 6 kali dengan periode waktu awal 0 jam (tes-1), 3 jam (tes-2), 18 jam (tes-3), 24 jam (tes-4), 42 jam (tes-5), dan 24 jam (tes-6) dengan terus menerus sumur resapan diisi air tanpa terputus. Pengukuran debit resapan dilakukan dari kedalaman 85 cm, setiap penurunan 5 cm sampai kedalaman 10 cm. Diterimanya sebuah persamaan regressi dengan melihat koefisien korelasi (R2)mendekati 1.Hasil penelitian debit sumur resapan dengan diameter 0,50 meter untuk tekstur tanah silt, mengikuti persamaan parabola Qs = 0,000001 . H 4,487. Nilai R2 untuk persamaan ini adalah 0,984. Debit resapan sumur resapan akan menurun semakin lama peresapan berlangsung. Tanah silt belum mencapai kondisi jenuh dalam waktu peresapan selama 24 jam. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya bidang sumber daya air yang berhubungan dengan permasalahan debit resap sumur resapan. Penelitian ini masih sangat awal dalam menyimpulkan hubungan debit resapan dengan kedalaman air dan masih perlu dikembangkan dengan variasi jenis tanah, diameter dan jenis sumur resapan.  Abstract: Population growth as a driver of land-use change has a direct impact on rising surface flows and decreasing infiltration into the soil, resulting in flooding and water shortages. The absorption well is one of the tools to increase water infiltration and simultaneously decrease the flood discharge. The approach of the discharge well equation is generally done mathematically, while the empirical is still very less. The soil texture is investigated by grain size and hydrometer. Soil classification using a soil texture triangle according to USDA. Using well wall wells of diameter 50 cm, and height 90 cm, a well discharge well 6 times (0 test-1), 3 hours (test-2), 18 hours (test-3), 24 hours hour (4th test), 42 hours (test-5), and 24 hours (test-6) with continuous absorption wells filled with water without interruption. The measurement of absorption discharge is done from a depth of 85 cm, each decrease 5 cm to a depth of 10 cm. Acceptance of a regression equation by looking at the correlation coefficient (R2) approaches 1.The results of discharge well discharge research with diameter 0.50 meters for silt soil texture, following parabolic equation Qs = 0,000001. H 4,487. The value of R2 for this equation is 0.984. The absorption well discharge will decrease the longer the infiltration takes place. The silt soil has not reached saturation condition within 24 hours of impregnation. It is expected that this research can be useful in the development of science, especially the field of water resources related to the problems of absorption wells disposal. This research is still very early in concluding the relationship of absorption discharge with water depth and still need to be developed with variation of soil type, diameter and type of absorption well
PENENTUAN KADAR AIR BAGI LAPIS PONDASI DAUR ULANG JALAN BERASPAL DENGAN FOAM BINTUMEN TERHADAP KUAT TARIK TAK LANGSUNG DAN KUAT TEAKAN BEBAS Ariawan, Donny; Budirahardjo, Slamet; Ikhwanudin, Ikhwanudin
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan beraspal merupakan salah satu prasarana transportasi utama di Indonesia yang belum sepenuhnya mencapai kondisi yang aman dan nyaman dimana sering dijumpai kondisi permukaan jalan yang tidak rata, bergelombang dan berlubang yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi penggunanya. Kegiatan perbaikan dan pemeliharaan struktur perkerasan jalan, dalam hal ini jalan beraspal, menjadi sangat penting untuk kelangsungan kegiatan transportasi. Pesatnya perkembangan teknologi di bidang transportasi telah melahirkan satu terobosan baru tentang teknologi penanganan kerusakan jalan yaitu dengan cara daur ulang lapis perkerasan aspal yang sudah ada. Metode daur ulang ini memiliki keuntungan antara lain dapat menghemat biaya, merupakan green technology, memiliki kualitas yang sama dengan material baru, dan menjaga geometris perkerasan karena tebal perkerasan yang sama. Penentuan kadar air terbaik dalam campuran foam bitumen terhadap nilai kuat tarik tak langsung (ITS) serta kuat tekan bebas (UCS) untuk campuran lapis pondasi daur ulang. Dilakukan secara bertahap, dari pengujian untuk bahan penyusun campuran yaitu agregat baru, Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), filler, aspal, dan foam bitumen. Kemudian uji terhadap campuran padat meliputi Uji Marshall, Uji Indirect Tensile Strength (ITS) dan Uji Unconfined Compressive Strength (UCS). Kadar air dan kadar foam bitumen sangat berpengaruh terhadap kuat tarik tak langsung (Indirect Tensile Strength/ITS) serta kuat tekan bebas (Unconfined Compressive Strength/UCS) dari campuran dingin daur ulang dengan foam bitumen. Nilai ITS, TSR dan UCS yang dicapai menggunakan kadar foam 2% dan kadar air optimum terbaik yang diketahui dalam penelitian sebesar 100% terhadap Kadar Air Optimum (KAO) yaitu masing- masing 301,04 kPa, 76,36%, dan 723,49 kPa
ANALISIS PENGGUNAAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK (Studi Kasus Pada Pembangunan RSUD Sunan Kalijaga di Demak) Abied, Wildan; Febrita, Suci; Pudjihardjo, Hari Setijo; Tutuko, Bambang
Teknika Vol 13, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractOccupational Health and Safety Management System (SMK 3) is a protection system that has been prepared and designed for workers and construction services to minimize and avoid the risk of loss of time, material and the risk of workplace accidents that will be experienced by workers work. Guidelines for the Implementation of the Occupational Safety and Health Management System (SMK3) in Indonesia are found in the Minister of Manpower Regulation Number: PER.05 / MEN / 1996, Minister of Public Works Regulation No. 9 of 2008 concerning Guidelines for Construction Work Safety and Safety Management System (SMK3) in the Field of Public Works, and PP No. 50 of 2012 concerning Application of Management SystemsOccupational Health and Safety. The purpose of this study was to evaluate the implementation of the Occupational Safety and Health Management System, and to find out the steps in the implementation of the Occupational Safety and Health Management System in the Project for the Construction of the Regional General Hospital of Sunan Kalijaga Demak. Data processing is done by compiling and discussing the results of the questionnaire that has been distributed to the respondents, as well as literature studies as supporting data. The results of the study show that the overall guidelines for the Occupational Safety and Safety Management System (SMK3) have been implemented very well. Keywords: SMK 3, Guidelines, RSUD Sunan Kalijaga. AbstrakSistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK 3) adalah sebuah sistem perlindungan yang sudah dipersiapkan dan dirancang bagi para tenaga kerja dan jasa konstruksi untuk meminimalisasi dan menghindarkan diri dari resiko kerugian waktu, materi dan dari resiko kecelakaan kerja yang akan dialami oleh para tenaga kerja. Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Indonesia terdapat pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : PER.05/MEN/1996, Peraturan Mentri PU No. 9 Tahun 2008 tentang pedoman Sistem  Manajemen Keselamatan Dan Keselamatan Kerja ( SMK3 ) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum, dan PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Tujuan Dalam Penelitian Ini adalah untuk mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan untuk mengetahui langkah-langkah penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan Proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga Demak. Pengolahan data dilakukan dengan menyusun dan membahas hasil dari kuesoner yang sudah di sebar kepada para responden, serta studi literatur sebagai data pendukung. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan pedoman Sistem  Manajemen Keselamatan Dan Keselamatan Kerja ( SMK3 ) sudah diterapkan dengn sangat baik. Kata Kunci : SMK 3, Pedoman, RSUD Sunan Kalijaga
KAJIAN KEBUTUHAN PERLINTASAN TIDAK SEBIDANG JALUR KERETA API DENGAN JALAN RAYA DI TITIK PERLINTASAN GANEFO KECAMATAN MRANGGEN Sudarmanto, Bambang
Teknika Vol 13, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The crossing railway line with the highway is quite a lot in several places in Indonesia, especially on the island of Java. This is a problem in itself because it considers this crossing to have a negative impact on users of land transportation. Moreover, the government does not yet have a policy relating to planning, regulation, supervision and supervision at a level crossing and is discussed with traffic accidents at the intersection of a basic plot to develop systems and procedures at level crossings.The crossing between the Semarang-Purwodadi highway and the Semarang-Surabaya / Solo railway line across the crossing lane on Ganefo still uses a level crossing. In the end, it caused a quite serious problem, namely severe congestion at the time of leaving and returning to work and even frequent traffic accidents. The existence of level crossings at this point is the focus of research by using proposals issued by the Ministry of Attention regarding railway crossings with highways can be made without a door, or can be in a plot with doors equipped, or can be made a plot, according to the research objectives. this is knowing the type of crossing that is right at the crossing of Ganefo. The results of the calculation of the Daily Average Daily Traffic of the Purwodadi-Semarang Directions traffic on the Ganefo pathway found numbers of 15928.2 pcu with the percentage of motorcycle transportation modes (motor cycle) amounting to 87.47%. Whereas the opposite direction, namely Semarang-Purwodadi, is 12784.8 pcu and the percentage of motorbikes is 78.85% of the total traffic volume. The direct observation of the train journey at the Ganefo crossing point shows the number of train trips that cross the Ganefo as many as 18 trains / day. The average length of the vehicle is at 191,429 meters during peak hours. Charting the criteria for selecting the crossing type of the Ministry of Transportation shows that the crossing point of Ganefo still depends on the position of the point where it is still permitted to use level crossings with safety doors. However, taking into account the increasing number of train trips and considerations of inconvenience and security of road users, this is at risk because depending on the position of the point required the type of crossing is not as large.
Analisis Pengolahan Sampah Berbasis Zero Waste sebagai Salah Satu Upaya Universitas Semarang (USM) mewujudkan Eco-Campus sudanti, Sudanti; Andary, Hanjani Antania; yusmiati, sri
Teknika Vol 12, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractFor Semarang Universitymore known and known by many circles, then Semarang University requires a branding. With the Eco-campus program, it will open the opportunity to create a prototype branding so that Semarang University can be superior and well known to the public both inside and outside the country. The eco-campus program is motivated by the hope that the campus environment becomes a comfortable, clean, shady (green), beautiful and healthy place for students to gain knowledge. The purpose of this research is to know Waste Management Pattern at Semarang University, Waste Processing Process with Zero Waste Concept that will be applied to manage Organic and Inorganic waste generated from activity at Semarang University and apply One of Eco-Campus Program indicators to print educator staff, college staff and students with an eco-friendly science and technology in accordance with Semarang University vision and mission. The research was conducted in Semarang University environment, both in faculty environment and in Temporary Garbage Disposal Site. Existing Condition of Garbage Disposal Site. While at Semarang University there is no sorting process and no roof, so if rain, rain water into container and garbage become wet, can cause odor. Generation of waste generated Semarang University. AbstrakAgar USM lebih di kenal dan diketahui oleh banyak kalangan, maka USM membutuhkan sebuah branding. Dengan adanya program Eco-campus ini, akan membuka kesempatan untuk membuat branding prototipe agar USM mampu lebih unggul dan dikenal nasyarakat baik di dalam maupun di luar negeri. Program eco-campus dilatarbelakangi harapan agar lingkungan kampus menjadi tempat yang nyaman, bersih, teduh (hijau), indah dan sehatbagi mahasiswa untuk  menimba ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Pengelolaan Sampah di Universitas Semarang (USM), proses Pengolahan Sampah dengan Konsep Zero Waste yang akan diterapkan untuk mengelola sampah Organik dan Anorganik yang dihasilkan dari kegiatan di Universitas Semarang (USM) serta mengaplikasikan Salah satu indikator Program Eco-campus untuk mencetak staf pendidik, staf perguruan tinggi dan mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai IPTEK berwawasan lingkungan sesuai dengan visi dan misi USM. Penelitian dilakukan di Lingkungan Universitas Semarang, baik di lingkungan fakultas maupun di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). Kondisi eksisting Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara di Universitas Semarang (USM) belum ada proses pemilahan dan tidak ada atapnya, sehingga apabila hujan, air hujan masuk ke dalam container dan sampah-sampah menjadi basah, bisa menimbulkan bau tak sedap.Timbulan sampah yang dihasilkan kampus Universitas Semarang (USM)dalam satu minggu adalah 2.310 kg, sehingga didapatkan jumlah timbulan sampah dalam satu hari adalah 330 kg/hari. Komposisi timbulan sampah yang dihasilkan kampus Universitas Semarang terdiri dari sampah organik (65,24%), sampah kertas (10,56%), sampah plastik (23,77%) dan sampah lainnya sebanyak (0,43%).
ANALISIS PANJANG ANTRIAN BERDASARKAN MIKROSIMULASI PADA SIMPANG BERSINYAL irawati, iin; Budiningrum, Diah Setiati
Teknika Vol 13, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe accuracy of capacity evaluation at signalized intersections is an important component in planning, design, operations and management of urban road networks. In analysis, a guide or manual is needed that is relevant to existing traffic conditions. One method that can be used to analyze signal intersections is the method of microsimulation. The microsimulation method used is VISSIM simulation. The intersection was chosen as the survey location, namely the Tlogosari - Semarang intersection which has 5 intersection arms. From the results of the analysis obtained the queue length 177.98,180.25, 179.34,180.47 meters.Keywords: queue length, microsimulation, signal intersection, VISSIMAbstrakKetepatan evaluasi kapasitas pada simpang bersinyal merupakan komponen penting dalam perencanaan, desain, operasional serta manajemen terhadap jaringan jalan perkotaan .Dalam analisis dibutuhkan suatu pedoman atau manual yang relevan dengan kondisi lalulintas yang ada. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis simpang bersinyal adalah metode mikrosimulasi. Metode mikrosimulasi yang digunakan adalah dengan simulasi VISSIM. Simpang terpilih sebagai lokasi survei yaitu simpang Tlogosari – Semarang yang memiliki 5 lengan simpang. Dari hasil analisis diperoleh panjang antrian 177.98,180.25, 179.34,180.47 meter.Kata kunci; panjang antrian, mikrosimulasi, simpang bersinyal, VISSIM
PERBANDINGAN ANALISA DAYA DUKUNG TIANG PANCANG MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN L. DECOURT DAN TES PDA Zakahfi, Andyt Tegar; Kusumawardani, Rini
Teknika Vol 13, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermaga IV pelabuhan Tanjung Intan Cilacap dibangun menggunakan struktur deck on pile dengan pondasi berupa tiang pancang pipa baja. Fungsi dari pondasi ini adalah untuk menyalurkan beban yang diterima oleh struktur, lalu diteruskan ke dalam tanah. Pondasi yang menopang struktur, harus memliliki daya dukung tiang yang lebih  besar dari beban rencana yang diterima oleh pondasi tersebut. Pada artikel ini akan dibahas mengenai perbandingan daya dukung tiang pancang dengan analisa data lapangan dan pengujian daya dukung pondasi tiang. Metodologi pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan data dari pihak proyek dan studi pustaka. Perhitungan daya dukung tiang pancang dilakukan menggunakan metode perhitungan L. Decourt (1982) dengan menggunakan data SPT yang didapatkan dari hasil pengujian tanah di area dermaga IV pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Perhitungan daya dukung pondasi tiang pancang dilakukan dengan memperhitungkan data-data seperti data SPT, Faktor keamanan, dan titik tanah yang ditinjau. Perhitungan daya dukung pondasi tiang dengan metode perhitungan L. Decourt (1982) sebaiknya tidak dianggap sebagai daya dukung pondasi ultimit yang sebenarnya. Untuk memastikan keakuratan hasil analisa struktur dengan metode L. Decourt (1982) diperlukan perbandingan dengan data daya dukung pondasi tiang dengan menggunakan pengujian PDA (Pile Driving Analysis).

Page 1 of 3 | Total Record : 27