cover
Contact Name
Ihsan Mz
Contact Email
Ihsan Mz
Phone
-
Journal Mail Official
ihsan.mz@iain-palangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam
ISSN : 25979930     EISSN : 25988999     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Nalar: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam promotes multidisciplinary approaches to Islam and focuses on seven main topics; (1) the Qur’an and hadith, (2) Da’wah, (3) Psychology/Counseling, (4) Theology (Kalam), (5) Philosophy, (6) Mysticism (Tasawwuf), and (7) Islamic History. All submitted papers are subject to double-blind review process.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Nalar" : 6 Documents clear
Statemen Sari Roti Pasca 212 dalam Perspektif Filsafat Bahasa Biasa John Langshaw Austin Fadli, Syairil
NALAR Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Nalar
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.542 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v2i2.911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi statemen Sari Roti dalam perspektif filsafat bahasa biasa Austin. Penelitian ini menerapkan eklektik-hermeneutika. Ini dimulai dengan mengumpulkan dan memisahkan data. Semua data dievaluasi menggunakan cara  deskriptif, interpretatif, reflektif, inklusif, dan sintesis. Austin membandingkan keragaman alat dan cara dalam bahasa, serta bagaimana bahasa digunakan, banyaknya jenis kata dan kalimat dengan apa yang dikatakan ahli logika tentang struktur bahasa tempat pembaca dapat menafsirkan teks kata sebagai jembatan untuk dapat dipahami. Statemen Sari Roti menggunakan salah satu jenis bahasa biasa, yakni bahasa sehari-hari. Berdasarkan sudut pandang filsafat bahasa Austin, pengaruh statemen Sari Roti ini berakibat  unhappy. Statemen itu hanya muncul beberapa jam sebelum resmi dihapus oleh Sari Roti, tetapi menjadi sia-sia  karena tidak memperhatikan situasi dan kondisi ketika informasi ditampilkan.Keywords: Statemen, Warganet, Bahasa Biasa
Karakteristik Pendidikan Islam Periode Nabi Muhammad Di Makkah dan Madinah Setiawan, Agung Ibrahim; Pratama, M. Al-Qautsar
NALAR Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Nalar
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.083 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v2i2.958

Abstract

Perkembangan dan transformasi pendidikan Islam tidak terlepas dari peran Nabi Muhammad  saw. sebagai pendiri pondasi yang kuat terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat Kota Makkah dan Madinah. Corak pendidikan Islam pada periode Nabi Muhammad di Makkah dan Madinah menggambarkan bahwa beliau bukan saja berperan sebagai tokoh penyebar Islam saja namun juga sebagai kepala pemerintahan. Nabi Muhammad saw. mengajarkan pendidikan Islam pada masyarakat Makkah dan Madinah dengan metode yang berbeda. Hal ini tidaklah mengherankan karena tantangan yang di hadapi pada saat proses penerapan yang berbeda sehingga terciptalah corak yang khas antara keduanya. Selama kepemimpinan Nabi Muhammad saw. perkembangan pendidikan Islam berhasil mengubah pola pikir serta tindakan masyarakat Arab menjadi lebih beradab, beriman kepada Allah, berakhlak mulia, cerdas, berkarakter, dan lain sebagainya.Keywords: Karakteristik, Pendidikan Islam, Rasullulah
Dakwah Di Kalangan Masyarakat Transmigran: Studi Terhadap Kompetensi Da’i Di Dusun Cilodang Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo Jambi Hidayat, Ansori
NALAR Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Nalar
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.778 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v2i2.963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang dakwah pada masyarakat multietnis di Dusun Cilodang Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Penelitian ini dipandang menarik karena meskipun kondisi masyarakat Dusun Cilodang yang heterogen, muballigh yang berdakwah mampu memberikan pemahaman dan menyampaikan ajaran Islam untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih memfokuskan dan membatasi kajian ini, penelitian ini di kerucutkan pada wilayah kompetensi da’inya saja dengan pertimbangan karena da’i sebagai ujung tombak berjalannya suatu kegiatan dakwah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Sedangkan paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma subjektif. Selain itu pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Berdasarkan analisis terhadap temuan di lapangan dapat disimpulkan bahwa dakwah pada masyarakat dengan tingkat keberagaman yang tinggi menuntut para da’i untuk memiliki keahlian dalam melihat situasi dan kondisi para mad’u. Pada tataran ini keberhasilan berdakwah pada masyarakat multietnis tidak hanya ditentukan oleh kompetensi da’i dalam memberikan ceramah dan tausiyah saja, namun kompetensi sosial budaya, manajerial dakwah, dan penguasaan media juga sangat diperlukan.  Hal ini karena dakwah pada masyarakat multietnis yang terpenting adalah membumikan ajaran Islam dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat baik dalam aspek akidah, syari’ah, maupun akhlak serta sosial budaya masyarakat.Keywords: Kompetensi Da’i, Transmigran, Dakwah Multikultural
Konsep Kafir dalam Alquran: Studi Atas Penafsiran Asghar Ali Engineer Anam, Haikal Fadhil
NALAR Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Nalar
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.406 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v2i2.971

Abstract

Konsep kafir pada umumnya hanyalah berbicara tentang penolakan keyakinan terhadap Allah Swt. dan Muhammad saw. Asghar Ali Engineer salah satu pemikir Islam kontemporer menawarkan konsep baru tentang kafir. Penafsiran Asghar terhadap alquran atas konsep kafirnya sangat menarik. Hal ini tidak lain karena kebaruannya. Dalam penafsirannya, Asghar sangat terpengaruh oleh teologi pembebasan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hasil penafsiran Asghar atas konsep kafirnya. Penelitian ini adalah kajian kepustakaan, oleh karena itu metode yang penulis gunakan adalah studi pustaka atau library research. Sumber data untuk penelitian ini adalah buku-buku karya Asghar dan sumber-sumber lain yang relevan dengan fokus penelitian. Berdasakan hasil penelitian, konsep kafir dalam penafsiran Asghar sangat transformatif. Menurutnya, kafir adalah bukan saja mereka yang tidak beriman secara formal kepada Allah Swt. dan Muhammad saw. serta yang lainnya, tetapi juga secara tidak langsung menantang terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan egaliter yang bebas dari segala bentuk eksploitasi dan penindasan, dalam artian mereka yang tidak mendukung terciptanya masyarakat yang adil dan egaliter, tidak membela kaum yang lemah dan tertindas.Keywords: Alquran, Tafsir, Teologi Pembebasan, Kafir, Asghar Ali Engineer
Sejarah Perkembangan Globalisasi dalam Dunia Islam Sujati, Budi
NALAR Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Nalar
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.001 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v2i2.969

Abstract

Di era globalisasi ini, semua informasi yang berkaitan dengan isu-isu kontemporer sangat menarik untuk dikaji. Dalam diskursus itu memunculkan realita dari fakta yang ada mengenai perkembangan globalisasi dari zaman kuno hingga zaman modern menarik untuk dikaji dalam tulisan ini. Pendekatan yang digunakan dalam globalisasi adalah fenomenologi dengan melihat suatu peristiwa harus dilihat dari fenomena-fenomena yang terjadi saat ini secara global. Islam sebagai agama yang memiliki tatanan universal dan global, tentu memiliki peran dalam menyelesaikan masalah globalisasi. Yang jelas dari universalitasnya, Islam dapat memiliki peran penting untuk membentuk komunitas global. Dari sinilah, universalitas Islam mampu menghadapi masalah-masalah yang menghadangnya.Keywords: Globalisasi, Universal, Islam, Kontemporer
Penafsiran Kontekstualis Perihal Kepemimpinan Non-Muslim dalam Perspektif Alquran dan Hadis Bilhaq, M. Agus Muhtadi
NALAR Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Nalar
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.537 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v2i2.948

Abstract

Perbedaan dalam menafsirkan QS. Ali Imran: 28 dan QS. Al-Maidah: 51, berimplikasi pada sikap pro-kontra perihal kepemimpinan non-muslim, seperti terlihat pada pemilukada Jakarta tahun 2012 dan 2017. Menyikapi hal itu, terdapat dua kubu yang masing-masing mengambil sikap berbeda. Pertama, kelompok tekstualis, yang diwakili oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) misalnya, secara tegas mengharamkan non-muslim sebagai auliā’ bagi umat muslim, dengan mengutip QS. Al-Maidah: 51. Kedua, kelompok yang lebih menekankan pada aspek esensial kriteria seorang pemimpin, semisal Nahdlatul Ulama (NU). Kaitannya dengan pengharaman oleh kubu tekstualis, terdapat sebuah riwayat yang dapat menegaskan sikap itu, bahwa Nabi Muhammad saw. pernah menolak tawaran pertolongan dari seorang kafir pada peristiwa perang Badar (lan asta’īna bi musyrikin). Akan tetapi, dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah pernah menjadikan seorang kafir sebagai pemimpin/penunjuk jalan (hādiyan) ketika hijrah. Riwayat lainnya juga menyebutkan bahwa Nabi Saw pernah menerima bantuan dari seorang kafir pada peristiwa Perang Hunain. Dalam hal ini, terkesan adanya kontradiksi antara teks alquran dan hadis yang dapat membingungkan pembaca dalam memahami teks tersebut. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam, khususnya dalam konteks Indonesia, yang meskipun menjadi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, tetapi juga menjadi rumah bagi masyarakat dengan latar belakang suku, budaya, serta kepercayaan yang bermacam-macam. Masing-masing berhak untuk memilih dan dipilih sebagai pemimpin. Dengan menggunakan metode penafsrian kontekstual yang ditawarkan oleh Abdullah Saeed untuk membaca QS. Ali Imran: 28 dan QS. Al-Maidah: 51 serta metode interpretasi hadis Yusuf al-Qaradhawi teks hadis terkait, penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman komprehensif mengenai persoalan ini.Keywords: Penafsiran Kontekstualis, Pemimpin, Non-Muslim, Al-Maidah 51, Auliā’, Hadis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6