cover
Contact Name
Wiryawan Permadi
Contact Email
obgyniajurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
obgyniajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
ISSN : 2615496X     EISSN : 2615496X     DOI : -
Core Subject : Health,
OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen klinis pasien, teknik bedah, kemajuan pengobatan dan evaluasi pelayanan, manajemen serta pengobatan dalam bidang obstetri & ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Volume 3 Nomor 1 Maret 2020" : 12 Documents clear
MATURATION OF VAGINAL EPITHELIUM AND DYSPAREUNIA SYMPTOMS IN EQUOL PRODUCING AND NON-PRODUCING MENOPAUSAL WOMEN Madjid, Tita Husnitawati; Juniar, Nurlina; Tjahyadi, Dian; Dewayani, Birgitta M.; Permadi, Wiryawan; Purwara, Benny Hasan; Susiarno, Hadi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.013 KB)

Abstract

Introduction: Equol is a metabolite of soy isoflavon called daidzein which is produced by gastrointestinal tract bacteria. Not everyone can produce equol. Equol is the only biotransformed metabolite of daidzein produced by intestinal bacteria and excreted through urine which is suggested to be related to menopausal symptoms. In the human population, there are two fenotypes, the producing and non-producing equol. This research aims to analyze the maturation of vaginal epithelium and dyspareunia symptoms in producing and non-producing equol menopausal women.Methods: This research is a cross sectional research which was conducted by evaluating the maturation of vaginal epithelium through pap smear examination and asking the history of dyspareunia symptoms to equol producing and non-producing women. Research subjects was a community of menopausal women who had previously underwent equol assessment in another research and who fulfilled inclusion criteria. Subjects were asked to sign a written informed consent. Subjects underwent vaginal epithelium maturation assessment and were asked whether she experienced dyspareunia symptoms. Research was conducted in January 2017 at the Anatomical Pathology Department of Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran, dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung, integrated guidance facilities (?posbindu?) and integrated service facilities (?posyandu?) at Cileunyi, Jatinangor.Results: In this research, we found a significant difference on the maturation of vaginal epithelium and dyspareunia symptoms between equol producing and non-producing women (p < 0.05). This research found that in equol producing menopausal women, there was a shift-to-the-right vaginal epithelium maturation with more superficial cells compared to parabasal cells produced and less dyspareunia symptoms. Meanwhile, in women who did not produce equol, there was a shift-to-the-left vaginal epithelium maturation with more parabasal cells compared to superficial cells produced and more dyspareunia symptoms.Conclusion: In equol producing menopausal women, vaginal epithelium will undergo a shift-to-the-right maturation, with more superficial cells produced compared to women who did not produce equol. Dyspareunia symptoms is experienced less often in equol producing menopausal women compared to those who did not produce equol.  
HUBUNGAN PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL (ARV) DENGAN LUARAN NEONATAL PADA IBU TERINFEKSI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) Ariyani, Noor Aida; Radam, M. Robyanoor Ahyadi; Tobing, Samuel L.; Aditya, Renny; Yunanto, Ari; Andayani, Pudji
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1613.138 KB)

Abstract

Tujuan : Mengetahui hubungan penggunaan antiretroviral pada ibu terinfeksi HIV dengan luaran neonatalMetode : Menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan data dari Poli Klinik VCT dan register VK RSUD Ulin Banjarmasin. Kriteria inklusi ialah Ibu melahirkan yang terinfeksi HIV periode Januari 2015 sampai Desember 2018. Kriteria eksklusi data yang tidak lengkap. Jumlah data dibagi berdasarkan penggunaan antiretroviral dan tidak pengguna antiretroviral di hubungkan dengan hasil luaran neonatal berupa berat badan lahir, prematur, IUGR, asfiksia dan kematian neonatal. Menggunakan uji statistik chi square test bermakna bila p < 0.05 ,bila uji chi square tidak memenuhi kriteria maka dilakukan uji fisher.Hasil : Terdapat 73 kasus melahirkan terinfeksi HIV tahun 2015-2018. Ibu terinfeksi HIV yang menggunakan antiretroviral sebanyak 24 (33%) dan tidak menggunakan antiretroviral sebanyak 49 (67%). Dihubungan penggunaan antiretroviral dengan luaran neonatal berat badan lahir bayi, hasil uji square  <0.05 signifikant yaitu  p 0.019,  hasil luaran neonatal prematur p 0.043 bermakna. Hubungan penggunaan antiretroviral terhadap hasil luaran berupa IUGR, asfiksia dan kematian neonatal didapatakan  p 0.166 ; 0.243 ; 0.649.Kesimpulan : Penggunaan antiretroviral pada ibu hamil terinfeksi HIV mengurangi kejadian bayi berat lahir rendah dan prematurKata kunci : HIV, ibu terinfeksi, luaran, antiretroviral, RSUD Ulin
KANKER OVARIUM : “THE SILENT KILLER” Harsono, Ali Budi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.828 KB)

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk mereview sejarah dan implikasi kanker ovarium dengan bahasa metafora pembunuh diam-diam atau ?Silent Killer? sehingga akan meningkatkan kesadaran tentang kanker ovarium. Pada abad kedua puluh, metafora pembunuh diam-diam sering dikaitkan dengan kata berbahaya yang menggambarkan kanker ovarium. Istilah "silent killer" sebetulnya sering digunakan untuk menggambarkan kanker lain dan juga diterapkan pada penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Kanker ovarium sering disebut sebagai pembunuh diam-diam karena diyakini sebagian besar pasien didiagnosis pada stadium lanjut dan sering tidak ditemukan gejala yang jelas pada stadium awal
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA DENPASAR Febyan, Febyan; Pemaron, Ida Bagus Rumbawa
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.425 KB)

Abstract

Tujuan: Kejadian hipertensi dalam kehamilan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu; Primigravida, nulliparitas, usia ibu (<20 atau >35 tahun), dan Indeks Massa Tubuh, yang merupakan bagian dari faktor risiko terjadinya penyakit hipertensi dalam kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi dalam kehamilan di departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar, Periode Oktober ? Desember 2018. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan metode potong lintang, variabel yang digunakan berupa usia maternal, graviditas, indeks massa tubuh terhadap kejadian hipertensi dalam kehamilan. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang datang ke Poli Rawat Jalan Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Bhayangkara, Denpasar, pada bulan Oktober ? Desember 2018. Sampel didapatkan dengan teknik total sampling, sebanyak 43 orang dari 531 ibu mengalami hipertensi dalam kehamilan.  Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara variabel graviditas dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan (p=0,077), selanjutnya variabel indeks massa tubuh (OR = 2,602; p = 0,005) dan variabel usia maternal (OR=2,774; p =0,004) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan. Hasil analisis multivariate menunjukan bahwa, variabel usia maternal merupakan faktor risiko paling besar (p=0,003) terjadinya hipertensi dalam kehamilan. Simpulan: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh, dan usia maternal dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan, dan tidak ada hubungan yang bermakna, antara graviditas dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan.
HUBUNGAN KADAR VITAMIN D SERUM DENGAN KONSENTRASI, MOTILITAS DAN MORFOLOGI SPERMA PADA PRIA SUBFERTIL DI KLINIK TEKNOLOGI REPRODUKSI BERBANTU ASTER RUMAH SAKIT DR. HASAN SADIKIN BANDUNG Rahma, Magnadi Yogi; Permadi, Wiryawan; Rachmawati, Anita; Effendi, Jusuf Sulaeman; Djuwantono, Tono; Handono, Budi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.481 KB)

Abstract

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan kadar vitamin D dengan kualitas sperma pada pria subfertil, serta membandingkan kualitas sperma berdasarkan klasifikasi kadar vitamin D serum pada pria normospermia dan pria oligoasthenoteratospermia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional analitik dengan rancangan studi potong lintang. Subjek penelitian adalah pria subfertil yang berusia 20-50 tahun, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 30 pasien normospermia dan 16 pasien oligoasthenoteratospermia berdasarkan berdasarkan kriteria World Health Organization 2010. Penelitian dilakukan di Klinik Teknologi Reproduksi Berbantu Aster, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Analisis data menggunakan analisis korelasi rank SpearmanHasil: Pada penelitian ini didapatkan korelasi positif antara kadar vitamin D dan motilitas sperma ( r = 0,639, p = < 0,001), tetapi tidak didapatkan korelasi pada konsentrasi dan morfologi sperma ( p>0,05). Perbedaan yang bermakna didapatkan antara kadar vitamin D pada kelompok normospermia dan oligoasthenoteratospermia dengan nilai p<0,05. Pada perbandingan kualitas sperma berdasarkan klasifikasi kadar vitamin D hanya motilitas sperma saja yang memiliki perbedaan bermakna dengan nilai p<0,05.Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar vitamin D serum dan motilitas sperma.
PERBANDINGAN UJI HEMOSTASIS PADA PREEKLAMSIA ANTARA AWITAN DINI PADA AWITAN LAMBAT Djumadisstsaniah, Aisah; Yusrawati, Yusrawati; Friadi, Andi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.868 KB)

Abstract

Objective: This study aims to compare haemostatic test of early onset preeclampsia and late onset preeclampsiaMethods: This study was observational analytic study using cross-sectional design that collected data from medical records patients of preeclampsia who is hospitalize and/or giving birth in RSUP DR M Djamil Padang. Data were analized using Univariate analysis is presented in the form of  frequency distribution table and Bivariate data are tested with Independent T-Test and Mann-Whitney TestResult: Prothrombin time and activated partial thromboplastine time were lower in early than late onset Preeclampsia (p>0,05), D-dimer was higher in early than late onset Preeclampsia (p>0,05), and thrombocyte count was lower in early than late onset Preeclampsia (p<0,05)Conclusion: On this research thrombocyte count is lower in early than late onset Preeclampsia and there was significantly different between early and late onset PreeclampsiaKey words: prothrombin time, activated partial thromboplastin time, D-dimer, thrombocyte count, early and late onset preeclampsia
STRATEGI MENURUNKAN KEMATIAN IBU KARENA PREEKLAMSI DAN EKLAMSI Mose, Johanes C.
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.545 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan: Merangkum beberapa hasil penelitian tentang preeklamsi dan upaya menurunkan kematian ibu di negara maju maupun berkembang termasuk di Indonesia dan RSHS Bandung untuk menyusun strategi menurunkan kematian ibu karena preeklamsi.Metode: Penelusuran jurnal dari Negara maju dan berkembang tentang preeklamsi dan eklamsi serta strategi penurunan kematian ibu karena preeklamsi dan eklamsi. Sebagai acuan utama dilakukan penelitian potong silang dengan rancangan observasional analitik dengan membandingkan data ibu hamil dengan preeklamsi/eklamsi yang melahirkan di RS Hasan sadikin Bandung periode Maret sampai September 2012 (sebelum JKN) dan 1 Januari 2016 sampai 31 Desember 2017(saat JKN dilaksanakan). Data dianalisis menggunakan uji statistik chi kuadrat untuk membandingkan perbedaan dengan kemaknaan nilai p< 0,05.Hasil: Terjadi kenaikan prevalensi preeklamsi dari 15,53% sebelum JKN, menjadi 25,04% saat JKN dilaksanakan.Terjadi peningkatan prevalensi preeklmasi menurut usia ibu, usia kehamilan, paritas, tingkat pendidikan, jumlah ANC, dan penyakit penyerta hipertensi dan kelainan jantung sebelum dan saat JKN dilaksanakan.Bukti dan hasil penelitian yang sama dari jurnal luar dan dalam negeri Indonesia dirangkum, dianalisis dan dipilih untuk menyusun strategi penurunan kematian ibu karena preeklamsi.Simpulan:  Strategi menurunkan kematian ibu karena preeklamsi/eklamsi, adalah : mendukung program pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, pendidikan dan kesulitan transportasi; melaksanakan program sosialisasi kepada masyarakat tentang tanda dan gejala preeklamsi; deteksi dini kelompok risiko dan diagnosis PE dengan pengukuran tekanan darah dan proteinuria serta pemberian pencegahan dengan aspirin dosis rendah dan kalsium; pelatihan pemeriksaan Doppler arteri uterina untuk SpOG serta sosialisasi protokol pengelolaan PE, dan pelatihan ?preeclampsia special team? di RS rujukan.
ANTLEY-BIXLER SYNDROME: A CASE REPORT AND LITERATURE REVIEW Hermanto, Hermanto; Rachman, Irwan Taufiqur
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.884 KB)

Abstract

Introduction: Antley-Bixler syndrome (ABS) was first described by Ray Antley and David Bixler in 1975. The syndrome is rare and characterized by abnormalities of bone and cartilage development (?syndrome of multisynostotic osteogenesis?). Craniosynostosis and radiohumeral synostosis are the most consistent findings. The cause of this syndrome is unclear, but genetic mutations are suspected.Case report: A 22-year-old female G2P1A0 was referred to the obstetric and gynecology outpatient clinic at RSUP Dr. Sardjito at 32-33 weeks of gestation for antenatal care and further evaluation due to suspected fetal craniosynostosis and ventriculomegaly. At 38 weeks' gestation, the baby was born with craniosynostosis, ocular hypertelorism, and syndactily digiti II-IV pedis dextra and sinistra, suspected Apert syndrome. Further investigation by using radiologic examination (cranial MSCT scan and X-ray at anteroposterior and lateral articulation cubital) revealed craniosynostosis, bilateral radioulna and radiohumeral synostosis, directed the diagnosis to Antley-Bixler syndrome. The baby was discharged after 24 days of admission. Currently, the baby is still undergoing regular evaluation and treatment at the Ophthalmology and Neurosurgery outpatient department at RSUP Dr. SardjitoConclusion: The aim of this case report is to discuss how to diagnose this syndrome and the management that had been done and further plans.
MATERNAL OBESITY INCREASES RISK FOR ADVERSE MATERNAL OUTCOME AT RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Alkaf, Syifa; Ilhami, Optima Fitra; Azhar, Mutiara Budi; Bernolian, Nuswil; Melizah, Ardesy
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1801.879 KB)

Abstract

Objective: This study aims to find the relationship between the level of obesity and maternal outcomes in pregnant women at RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.Methods: This is an observational analytic study with a cross sectional design using secondary data from medical record. The population subjects were pregnant women who gave birth at RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang in January 2015-December 2017 and met the inclusion criteria. Samples were taken by purposive sampling technique.Results: Of 252 research subjects, 94 (37.3%) subjects with normal BMI, 102 (40.5%) subjects were overweight, 44 (17.5%) subjects were obese level I, 6 (2.4%) subjects were obese level II, and 6 (2.4%) subjects with obese level III. The maternal outcome consisted of 135 cases (53.6%) of preeclampsia, 6 cases of gestational diabetes mellitus (2.4%), 41 cases of uterine inertia (16.3%), 56 cases of preterm labor (22.2%), assisted delivery 111 cases (44%), and healthcare associated infections (HAIs) 6 cases (2.4%). Further analysis showed that increased level of maternal obesity related significantly with preeclampsia, gestational diabetes mellitus, uterine inertia, and assisted delivery.Conclusion: There is a relationship between level of obesity in pregnant women and incidence of preeclampsia, gestational diabetes mellitus, uterine inertia, and assisted delivery. Keywords: Body Mass Index, Obesity, Maternal Outcomes, Morbidity.
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT, LAKTAT DEHIDROGENASE, ASPARTAT AMINOTRANSFERASE SERUM PENDERITA PREEKLAMSI BERAT DISERTAI KOMPLIKASI DAN TANPA KOMPLIKASI Apriadi, Galih; Handono, Budi; Pramatirta, Akhmad Yogi; Effendi, Jusuf S.; Madjid, Tita Husnitawati; Pribadi, Adhi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.094 KB)

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsi berat merupakan salah satu penyebab tersering mortalitas dan morbiditas pada ibu dan bayi. Morbiditas dan mortalitas pada ibu akan semakin meningkat karena terjadinya komplikasi. Komplikasi preeklamsi berat yang terjadi dapat berupa komplikasi kardiovaskular, hati, otak dan ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mencari perbedaan kadar asam urat, laktat dehidrogenase atau LDH dan aspartat aminotransferase atau AST pada serum penderita preeklamsi berat disertai komplikasi dan tanpa komplikasi dan mengukur kuatnya hubungan peningkatan kadar asam urat, LDH dan AST dengan peningkatan risiko terjadinya komplikasi pada pasien preeklamsi berat.Metode: Rancangan penelitian ini adalah penelitian comparative cross sectional dengan metode consecutive sampling yang membandingkan hasil laboratarium asam urat, LDH, AST dari subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Subjek penelitian adalah penderita preeklamsi berat disertai komplikasi dan preeklamsi berat tanpa komplikasi (n=68). Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung dan rumah sakit jejaring pada bulan November-Desember 2016.Hasil : Hasil penelitian didapatkan perbedaan kadar asam urat, LDH dan AST pada kedua kelompok secara bermakna dengan nilai p ? 0,05. Peningkatan kadar asam urat, LDH dan AST berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya komplikasi pada preeklamsi berat dengan nilai cut off kadar asam urat > 6,5 mg/dL sebesar 33 kali, LDH > 573 U/L sebesar 8,95 kali dan AST > 30 U/L sebesar 5,19 kali. Jika terjadi peningkatan seluruh kadar asam urat, LDH dan AST diatas nilai cut off maka risiko terjadinya komplikasi pada preeklamsi berat sebesar 98,1%.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan kadar asam urat, LDH, AST pada preeklamsi berat disertai komplikasi lebih tinggi dibandingkan preeklamsi berat tanpa komplikasi dan peningkatan kadar asam urat, LDH, AST berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya komplikasi pada preeklamsi berat.

Page 1 of 2 | Total Record : 12