cover
Contact Name
Wiryawan Permadi
Contact Email
obgyniajurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
obgyniajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
ISSN : 2615496X     EISSN : 2615496X     DOI : -
Core Subject : Health,
OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen klinis pasien, teknik bedah, kemajuan pengobatan dan evaluasi pelayanan, manajemen serta pengobatan dalam bidang obstetri & ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 68 Documents
HUBUNGAN KADAR VITAMIN D SERUM DENGAN KONSENTRASI, MOTILITAS DAN MORFOLOGI SPERMA PADA PRIA SUBFERTIL DI KLINIK TEKNOLOGI REPRODUKSI BERBANTU ASTER RUMAH SAKIT DR. HASAN SADIKIN BANDUNG Rahma, Magnadi Yogi; Permadi, Wiryawan; Rachmawati, Anita; Effendi, Jusuf Sulaeman; Djuwantono, Tono; Handono, Budi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.481 KB)

Abstract

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan kadar vitamin D dengan kualitas sperma pada pria subfertil, serta membandingkan kualitas sperma berdasarkan klasifikasi kadar vitamin D serum pada pria normospermia dan pria oligoasthenoteratospermia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional analitik dengan rancangan studi potong lintang. Subjek penelitian adalah pria subfertil yang berusia 20-50 tahun, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 30 pasien normospermia dan 16 pasien oligoasthenoteratospermia berdasarkan berdasarkan kriteria World Health Organization 2010. Penelitian dilakukan di Klinik Teknologi Reproduksi Berbantu Aster, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Analisis data menggunakan analisis korelasi rank SpearmanHasil: Pada penelitian ini didapatkan korelasi positif antara kadar vitamin D dan motilitas sperma ( r = 0,639, p = < 0,001), tetapi tidak didapatkan korelasi pada konsentrasi dan morfologi sperma ( p>0,05). Perbedaan yang bermakna didapatkan antara kadar vitamin D pada kelompok normospermia dan oligoasthenoteratospermia dengan nilai p<0,05. Pada perbandingan kualitas sperma berdasarkan klasifikasi kadar vitamin D hanya motilitas sperma saja yang memiliki perbedaan bermakna dengan nilai p<0,05.Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar vitamin D serum dan motilitas sperma.
PERBANDINGAN UJI HEMOSTASIS PADA PREEKLAMSIA ANTARA AWITAN DINI PADA AWITAN LAMBAT Djumadisstsaniah, Aisah; Yusrawati, Yusrawati; Friadi, Andi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.868 KB)

Abstract

Objective: This study aims to compare haemostatic test of early onset preeclampsia and late onset preeclampsiaMethods: This study was observational analytic study using cross-sectional design that collected data from medical records patients of preeclampsia who is hospitalize and/or giving birth in RSUP DR M Djamil Padang. Data were analized using Univariate analysis is presented in the form of  frequency distribution table and Bivariate data are tested with Independent T-Test and Mann-Whitney TestResult: Prothrombin time and activated partial thromboplastine time were lower in early than late onset Preeclampsia (p>0,05), D-dimer was higher in early than late onset Preeclampsia (p>0,05), and thrombocyte count was lower in early than late onset Preeclampsia (p<0,05)Conclusion: On this research thrombocyte count is lower in early than late onset Preeclampsia and there was significantly different between early and late onset PreeclampsiaKey words: prothrombin time, activated partial thromboplastin time, D-dimer, thrombocyte count, early and late onset preeclampsia
STRATEGI MENURUNKAN KEMATIAN IBU KARENA PREEKLAMSI DAN EKLAMSI Mose, Johanes C.
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.545 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan: Merangkum beberapa hasil penelitian tentang preeklamsi dan upaya menurunkan kematian ibu di negara maju maupun berkembang termasuk di Indonesia dan RSHS Bandung untuk menyusun strategi menurunkan kematian ibu karena preeklamsi.Metode: Penelusuran jurnal dari Negara maju dan berkembang tentang preeklamsi dan eklamsi serta strategi penurunan kematian ibu karena preeklamsi dan eklamsi. Sebagai acuan utama dilakukan penelitian potong silang dengan rancangan observasional analitik dengan membandingkan data ibu hamil dengan preeklamsi/eklamsi yang melahirkan di RS Hasan sadikin Bandung periode Maret sampai September 2012 (sebelum JKN) dan 1 Januari 2016 sampai 31 Desember 2017(saat JKN dilaksanakan). Data dianalisis menggunakan uji statistik chi kuadrat untuk membandingkan perbedaan dengan kemaknaan nilai p< 0,05.Hasil: Terjadi kenaikan prevalensi preeklamsi dari 15,53% sebelum JKN, menjadi 25,04% saat JKN dilaksanakan.Terjadi peningkatan prevalensi preeklmasi menurut usia ibu, usia kehamilan, paritas, tingkat pendidikan, jumlah ANC, dan penyakit penyerta hipertensi dan kelainan jantung sebelum dan saat JKN dilaksanakan.Bukti dan hasil penelitian yang sama dari jurnal luar dan dalam negeri Indonesia dirangkum, dianalisis dan dipilih untuk menyusun strategi penurunan kematian ibu karena preeklamsi.Simpulan:  Strategi menurunkan kematian ibu karena preeklamsi/eklamsi, adalah : mendukung program pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, pendidikan dan kesulitan transportasi; melaksanakan program sosialisasi kepada masyarakat tentang tanda dan gejala preeklamsi; deteksi dini kelompok risiko dan diagnosis PE dengan pengukuran tekanan darah dan proteinuria serta pemberian pencegahan dengan aspirin dosis rendah dan kalsium; pelatihan pemeriksaan Doppler arteri uterina untuk SpOG serta sosialisasi protokol pengelolaan PE, dan pelatihan ?preeclampsia special team? di RS rujukan.
ANTLEY-BIXLER SYNDROME: A CASE REPORT AND LITERATURE REVIEW Hermanto, Hermanto; Rachman, Irwan Taufiqur
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.884 KB)

Abstract

Introduction: Antley-Bixler syndrome (ABS) was first described by Ray Antley and David Bixler in 1975. The syndrome is rare and characterized by abnormalities of bone and cartilage development (?syndrome of multisynostotic osteogenesis?). Craniosynostosis and radiohumeral synostosis are the most consistent findings. The cause of this syndrome is unclear, but genetic mutations are suspected.Case report: A 22-year-old female G2P1A0 was referred to the obstetric and gynecology outpatient clinic at RSUP Dr. Sardjito at 32-33 weeks of gestation for antenatal care and further evaluation due to suspected fetal craniosynostosis and ventriculomegaly. At 38 weeks' gestation, the baby was born with craniosynostosis, ocular hypertelorism, and syndactily digiti II-IV pedis dextra and sinistra, suspected Apert syndrome. Further investigation by using radiologic examination (cranial MSCT scan and X-ray at anteroposterior and lateral articulation cubital) revealed craniosynostosis, bilateral radioulna and radiohumeral synostosis, directed the diagnosis to Antley-Bixler syndrome. The baby was discharged after 24 days of admission. Currently, the baby is still undergoing regular evaluation and treatment at the Ophthalmology and Neurosurgery outpatient department at RSUP Dr. SardjitoConclusion: The aim of this case report is to discuss how to diagnose this syndrome and the management that had been done and further plans.
MATERNAL OBESITY INCREASES RISK FOR ADVERSE MATERNAL OUTCOME AT RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Alkaf, Syifa; Ilhami, Optima Fitra; Azhar, Mutiara Budi; Bernolian, Nuswil; Melizah, Ardesy
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1801.879 KB)

Abstract

Objective: This study aims to find the relationship between the level of obesity and maternal outcomes in pregnant women at RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.Methods: This is an observational analytic study with a cross sectional design using secondary data from medical record. The population subjects were pregnant women who gave birth at RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang in January 2015-December 2017 and met the inclusion criteria. Samples were taken by purposive sampling technique.Results: Of 252 research subjects, 94 (37.3%) subjects with normal BMI, 102 (40.5%) subjects were overweight, 44 (17.5%) subjects were obese level I, 6 (2.4%) subjects were obese level II, and 6 (2.4%) subjects with obese level III. The maternal outcome consisted of 135 cases (53.6%) of preeclampsia, 6 cases of gestational diabetes mellitus (2.4%), 41 cases of uterine inertia (16.3%), 56 cases of preterm labor (22.2%), assisted delivery 111 cases (44%), and healthcare associated infections (HAIs) 6 cases (2.4%). Further analysis showed that increased level of maternal obesity related significantly with preeclampsia, gestational diabetes mellitus, uterine inertia, and assisted delivery.Conclusion: There is a relationship between level of obesity in pregnant women and incidence of preeclampsia, gestational diabetes mellitus, uterine inertia, and assisted delivery. Keywords: Body Mass Index, Obesity, Maternal Outcomes, Morbidity.
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT, LAKTAT DEHIDROGENASE, ASPARTAT AMINOTRANSFERASE SERUM PENDERITA PREEKLAMSI BERAT DISERTAI KOMPLIKASI DAN TANPA KOMPLIKASI Apriadi, Galih; Handono, Budi; Pramatirta, Akhmad Yogi; Effendi, Jusuf S.; Madjid, Tita Husnitawati; Pribadi, Adhi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.094 KB)

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsi berat merupakan salah satu penyebab tersering mortalitas dan morbiditas pada ibu dan bayi. Morbiditas dan mortalitas pada ibu akan semakin meningkat karena terjadinya komplikasi. Komplikasi preeklamsi berat yang terjadi dapat berupa komplikasi kardiovaskular, hati, otak dan ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mencari perbedaan kadar asam urat, laktat dehidrogenase atau LDH dan aspartat aminotransferase atau AST pada serum penderita preeklamsi berat disertai komplikasi dan tanpa komplikasi dan mengukur kuatnya hubungan peningkatan kadar asam urat, LDH dan AST dengan peningkatan risiko terjadinya komplikasi pada pasien preeklamsi berat.Metode: Rancangan penelitian ini adalah penelitian comparative cross sectional dengan metode consecutive sampling yang membandingkan hasil laboratarium asam urat, LDH, AST dari subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Subjek penelitian adalah penderita preeklamsi berat disertai komplikasi dan preeklamsi berat tanpa komplikasi (n=68). Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung dan rumah sakit jejaring pada bulan November-Desember 2016.Hasil : Hasil penelitian didapatkan perbedaan kadar asam urat, LDH dan AST pada kedua kelompok secara bermakna dengan nilai p ? 0,05. Peningkatan kadar asam urat, LDH dan AST berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya komplikasi pada preeklamsi berat dengan nilai cut off kadar asam urat > 6,5 mg/dL sebesar 33 kali, LDH > 573 U/L sebesar 8,95 kali dan AST > 30 U/L sebesar 5,19 kali. Jika terjadi peningkatan seluruh kadar asam urat, LDH dan AST diatas nilai cut off maka risiko terjadinya komplikasi pada preeklamsi berat sebesar 98,1%.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan kadar asam urat, LDH, AST pada preeklamsi berat disertai komplikasi lebih tinggi dibandingkan preeklamsi berat tanpa komplikasi dan peningkatan kadar asam urat, LDH, AST berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya komplikasi pada preeklamsi berat.
KARAKTERISTIK KLINIS DAN LABORATORIUM PADA PASIEN PREEKLAMSIA BERAT AWITAN DINI DAN AWITAN LANJUT DI RSUP FATMAWATI JAKARTA TAHUN 2016-2017 Amyranti, Annissa Kallista; Silalahi, Eva Roria
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.38 KB)

Abstract

Tujuan: Preeklamsia adalah sebuah gangguan dan meliputi banyak organ, yang sampai saat ini masih menjadi penyebab kematian ibu tertinggi kedua di dunia dan di Indonesia. Peningkatan kadar asam urat sering ditemukan pada pasien preeklamsia. Diketahui penyebabnya adalah akibat penurunan fungsi ginjal, penurunan kerusakan jaringan, dan peningkatan kerja enzim xantin oksidase.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dari data rekam medis pasien preeklamsi berat di RSUP Fatmawati Jakarta. Hasil: Pasien preeklamsia berat di RSUP Fatmawati 60% diantaranya pada kelompok usia 20?35 tahun, dengan IMT ³ 30 sebanyak 42,4%, dan 68,5% pada pasien primi dan multi para. Analisis penelitian penggunakan uji hipotesis chi square, menunjukan terdapat hubungan antara kadar asam urat darah dengan perburukan preeklampsia berat (p=0,000<0,005).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar asam urat darah dengan awitan perburukan preeklamsia berat. 
GAMBARAN KLINIS DAN HISTOPATOLOGI KASUS-KASUS PERDARAHAN UTERUS ABNORMAL DI RUMAH SAKIT SUMBER WARAS JAKARTA Dewi, Andriana Kumala; Sugiharto, Sony; Sunjaya, Angela Felicia; Sunjaya, Anthony Paulo
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.945 KB)

Abstract

Objective: This study aims to ascertain the etiologies of patients diagnosed with abnormal uterine bleeding based on their histopathologic profile.Methods: This is a retrospective cross-sectional study based on medical records. Data was obtained from patients diagnosed with AUB with an operative intervention between January to December 2018 from Sumber Waras Hospital.Result: There were 87 patients diagnosed with AUB during the period who had undergone operative intervention and histopathologic testing during the study period. Pre-operative laboratory testing showed that majority of patients (59.8%) suffers from anemia with an average hemoglobin of 10.79 (±2.40) mg/dL. Most the operative interventions were curettage of endometrial lining (66.9%) for histopathologic testing. Based on the histopathology results, structural causes of AUB (PALM) was found in most patients (86.2%).Conclusion: Based on the PALM COEIN classification, structural causes were found to be the main etiology of AUB based on histopathologic diagnosis.