cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893507     EISSN : 25500015     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan Samudera.
Arjuna Subject : -
Articles 159 Documents
PENGARUH PEMBERIAN TETRASELMIS CHUII DAN SKELETONEMA COSTATUM TERHADAP PERKEMBANGAN GONAD KERANG TOTOK POLYMESODA EROSA Supriyantini, Endang
Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 3 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v1i3.6905

Abstract

Pengetahuan tentang asupan nutrisi yang sesuai untuk Kerang Totok Polymesoda erosa sangat penting selain untuk meningkatkan kegunaan diet mikroalga juga untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami Tetraselmis chuii dan Skeletonema costatum terhadap perkembangan gonad kerang Totok. Biota yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerang Totok ukuran 3-4 cm yang diperoleh dari perairan sekitar Pulau Gombol, Segara Anakan, Cilacap. Wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 30 x 30 x 30 cm3 dengan volume media 2 liter. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap, 3 perlakuan, yaitu T. chuii 27 x 104 sel/ml (pakan T1); S. costatum 27 x 104 sel/ml (pakan T2); dan campuran T. chuii 13,5 x 104 sel/ml dan S. costatum 13,5 x 104 sel/ml (pakan T3). Pakan diberikan sekali sehari setiap pk. 08.00 WIB, pemeliharaan dilakukan selama 4 bulan. Pengamatan perkembangan gonad secara makroskopis dan pengukuran oosit secara mikroskopis dilakukan sebulan sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan campuran T. chuii dan S. costatum memberikan pengaruh baik terhadap perkembangan gonad walaupun masih dalam stadia TKG I, dan menghasilkan jumlah oosit, diameter membrane, diameter oosit dan diameter nucleus  yang berbeda nyata (p < 0.05). Kata kunci: kerang Totok P. erosa, T. chuii, S. costatum, TKG
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA BUDIDAYA KARAMBA JALA APUNG (KJA) IKAN KERAPU DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA Suryono, Suryono; Azizah, Ria; Kushartono, Edi Wibowo; Ario, Raden; Handoyo, Gentur
Buletin Oseanografi Marina Vol 6, No 2 (2017): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.461 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v6i2.16558

Abstract

Kajian Investasi budidaya ikan kerapu di Karimunjawa adalah salah satu usaha guna menumbuhkan promosi investasi di wilayah studi. Kajian ini akan membuat peluang investasi menjadi lebih fokus dan tajam baik dari segi sektor maupun lokasinya, sehingga akan memudahkan investor guna merealisasikan rencana bisnisnya. Studi ini akan memberikan detail informasi kepada investor tentang peluang bisnis pada budidaya ikan kerapu yang sangat layak dilakukan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan wilayah kabupaten Jepara pada umumnya. Metode yang digunakan adalah metode survei. Peluang Investasi dianalisa secara deskriptif. Hasil kajian menunjukan bahwa berdasakan potensi alam, fasilitas infrastruktur produksi, nilai ekonomi serta aspek financial maka kelayakan investasi adalah sangat prospektif dan berpeluang untuk sukses. Analisis financial menunjukan bahwa investasi pada budidaya ikan kerapu di Karimunjawa adalah sangat layak untukdirealisasikan bagi investor. Budidaya ikan kerapu Tikus (Cromileptis altivelis)adalah paling prospektif, dimana nilai Net Present Value (NPV)> 0,yaitu  1,772,764,729,  dan  Profitability Index  (PI) lebih besar dari  1, yaitu 5,543291036.  Payback Periodadalah  2.82 tahun, jika tidak mempertimbangkan nilai uang (Discount Factors) dan 3.65 tahun  jika mempertimbangkan nilai uang. Sedangkan untuk budidaya ikan kerapu bebek(Ephinephelus fuscoguttatus), Net Present Value (NPV)> 0 yaitu  69,938,924, - dan Profitability Index (PI) lebih besar dari 1, yaitu 1,20558783.  (Pay Back Period) adalah  4,13tahun apabila tidak mempertimbangkan nilai uang (Discount Factor), sedangkan apabila mempertimbangkan nilai uang maka menjadi  and 4.64 tahun. Dari analisis yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa meskipun kedua spesies ikan kerapu layak investasi, tetapi ikan kerapu tikuspaling layak investasi, sedangkan ikan kerapu macansebagai produk sampingan investasi, yaitu dengan memanfaatkan sisa pakan yang tidak digunakan dalam budidaya ikan kerapu tikus, sehingga hasilnya akan dapat maksimal. Keseluruhan aspek yang dikaji menunjukan bahwa budiddaya ikan kerapu di Kepulauan Karimunjawa adalah layak investasi. The study of feasibility floating cage culture of grouper fish investment in Karimunjawa is one of the efforts for investment promotion in the studied region. This study will make the investment opportunities become more focus and sharp, both sectoral and location, so it will be easier for investors to execute their investment interest. The purpose of this study, is to provide initial information for investors about business opportunities of grouper fish farming as a very feasible investment opportunities so that can boost the economy of the region and the society of Jepara Regency. The method used in this study was survey  method, descriptive analysiswas conducted to see a of investment opportunities. Based on potential natural resources, location, infrastructure facilities, production, economy value, and financial aspect, the  results of study concluded  that the overall investment is highly prospective and has a fairly high chance to success. The financial analysis showed that investment in grouper fish cultivation in jepara regency is very feasible as a business investment for the investors. Humpback or Polka dot grouper (Cromileptis altivelis) culture is highly prospective and has a fairly high chance. This can be seen from the Net Present Value (NPV) > 0 is equal to 1,772,764,729,  and Profitability Index  (PI) value greater than 1, which is 5,543291036.  While the longer the period the funds invested will return (Payback Period) is 2.82 years if the without considering the time value of money (Discount Factors) and 3.65 years when considering the time value of money. Whereas,  for Brown marbled grouper (Ephinephelus fuscoguttatus), the Net Present Value (NPV) > 0 is equal to  69,938,924, - and Profitability Index (PI) greater than 1, which is 1,20558783. While the longer  period the funds invested will return (Pay Back Period) are 4,13 year if without considering the time value of money (Discount Factors) and 4.64 years when considering the time value of money. From the analysis it can be concluded that all these choices on the investment plan is feasible to run and prospective advantageous. While the best option is an investment plan on investments Humback or Polka Dot grouper (Cromileptis altivelis) cultivation, Brown marbled grouper (Ephinephelus fuscoguttatus) culture whereas it is only a sideline activity and only utilize food wastes are left, so the whole will be able to deliver optimal results in grouper culture.All examined aspects of Grouper cultivation in karimunjawa  gave results that investment activity  is able to be executed. The financial analysis shows that investment in grouper fish cultivation in jepara regency is very feasible to be a business investment for the investors.
STUDI POLA SEBARAN BUANGAN PANAS PT. PERTAMINA UP V BALIKPAPAN DI PERAIRAN KAMPUNG BARU, TELUK BALIKPAPAN Rizkiyah, Rizkiyah; Sugianto, Denny Nugroho; Purwanto, Purwanto
Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2003.083 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11290

Abstract

Teluk Balikpapan merupakan wilayah industri di Kalimantan, salah satunya terdapat industri pengolahan minyak dan gas bumi PT Pertamina UP V. Aktivitas pengolahan minyak dan gas bumi menghasilkan buangan sisa industri, salah satunya adalah buangan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran buangan panas yang bersumber dari buangan PT. Pertamina UP V Balikpapan yang dipengaruhi oleh pola pergerakan arus. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data arus,  pasang surut, peta batimetri, teperatur perairan, data temperatur dan debit buangan panas. Lokasi penelitian dilakukan di sekitar Perairan Kampung Baru, Teluk Balikpapan . Studi pola sebaran buangan panas dikaji dengan menggunakan pendekatan model hidrodinamika. Hasil simulasi model menunjukan bahwa kecepatan arus di Perairan Teluk Balipapan sebesar 0,01 m/det ? 0,53 m/det dengan arah arus dominan selatan dan utara. Jarak terjauh sebaran panas terjadi saat kondisi purnama periode pasang tertinggi yaitu bergerak sejauh 1,44 km ke arah selatan dari titik outlet dengan temperatur buangan sebesar 36?C hingga temperatur normal perairan sebesar 29?C. Kata Kunci : Sebaran buangan panas, arus, temperatur perairan, Teluk Balikpapan.
GEOLOGI RESEN DAERAH PANTAI ANTARA SUNGAI PEKALONGAN HINGGA SUNGAI KLIDANG, JAWA TENGAH Satriadi, Alfi; Subardjo, Petrus; Saputra, Siddhi; Hariadi, Hariadi; Haryadi, Haryadi
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.355 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i2.6933

Abstract

Pemanfaatan daerah pantai antara Sungai Pekalongan hingga Sungai Klidang sebagai daerah potensi strategis bidang perikanan dan kelautan, mendorong dibangunnya sarana dan prasarana penunjang kegiatan eksploitasi sumber daya kelautan. Kelestarian fungsi sarana dan prasarana tersebut dipengaruhi oleh proses pantai dari kondisi geologi dan oseanografi di wilayah pantai. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi oseanografi meliputi arus, gelombang dan pasang surut dan geologi resen yaitu sedimen dasar, dan kandungan mineral logam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2012 sampai dengan Oktober 2012. Data yang digunakan terbagi atas data primer (data arus, gelombang, pasang surut, batimetri, salinitas, sedimen dasar, dan kandungan logam sedimen ) dan data sekunder (data angin, debit sungai, meteorologi dan klimatologi, Peta RBI, Peta DAS, Peta LLN, Peta Geologi). Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dan metode penentuan titik pengukuran menggunakan metode purposive sampling method. Hasil penelitian menunjukkan tinggi gelombang rata-rata di Perairan Slamaran  0,46 meter, periode  2,82 detik dengan tipe pasang surut yaitu pasang surut campuran condong ke harian tunggal. Kondisi sebaran salinitas di Sungai Pekalongan didominasi oleh jenis air payau dengan nilai salinitas berkisar 1 ? sampai 20 ?. Analisa sedimen dasar menghasilkan sedimen dasar perairan Sungai Pekalongan hingga Sungai Klidang didominasi jenis pasir (sand), pasir lanauan (silty sand) dan lanau pasiran (sandy silt).  Kandungan logam berat (Pb) berkisar antara 1,481 ppm - 32,403 ppm.   Kata kunci : arus, gelombang, sedimen, , Sungai Pekalongan, Sungai Klidang
KONSENTRASI BAHAN ORGANIK PADA PERAIRAN MANGROVE DI PUSAT INFORMASI MANGROVE (PIM), KECAMATAN PEKALONGAN UTARA, KOTA PEKALONGAN Supriyantini, Endang; Soenardjo, Nirwani; Nurtania, Sabrina Arifiani
Buletin Oseanografi Marina Vol 6, No 1 (2017): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.712 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v6i1.15735

Abstract

Rencana pengelola Pusat Informasi Mangrove (PIM) kecamatan Pekalongan, kota Pekalongan kedepannya akan dibangun area pemancingan ikan, oleh karena itu dilakukan analisis kualitas perairan sejak awal, terutama konsentrasi bahan organik yang terkandung dalam perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi bahan organik pada perairan di Pusat Informasi Mangrove (PIM) Kota Pekalongan, dan untuk mengetahui tingkat pencemaran bahan organik di PIM Kota Pekalongan dengan membandingkan baku mutu yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sampel diambil dari tiga stasiun yang ditentukan secara purposive. Untuk setiap stasiun dilakukan pengulangan pengambilan sampel sebanyak 3 kali.     Pengujian bahan organik dilakukan dengan metode kolorimetris (perbandingan menggunakan perbedaan warna). Hasil dari analisis konsentrasi BOT (Bahan Organik Total) di perairan PIM pada bulan November 2015 berkisar antara 47 ? 52,72 mg/L dan mengalami penurunan pada bulan Januari 2016 berkisar antara 25,8 ? 29,52 mg/L, hal ini dapat diartikan bahwa konsentrasi BOT pada bulan Januari 2016 berada di bawah baku mutu yang bernilai sebesar < 30 mg/L. Perairan PIM dapat dikatakan tercemar bahan organik dan bersifat toxic bagi biota karena konsentrasi amonia dan nitrit dari bulan November 2015 hingga Januari 2016 meningkat melebihi dari nilai baku mutu yang ada.    Mangrove Information Center (MIC) plan?s for the future is to build fishing area, therefore water quality analysis must be done since the beginning of the project, especially for the organic matter concentration in the water. This research was aimed to determine the concentration of organic matters in the Pekalongan Mangrove Information Center water and to find out the organic matter pollution at Pekalongan PIM by comparing it with existing quality standards. The method used in the research was descriptive method. Samples were taken from three stations with each of the three sampling points as the repeated purposively. Testing of organic matter carried out by the colorimetric method (comparison using color differences). The results of the analysis of the concentration of TOM (Total Organic Matter) in the water of PIM in November 2015 ranged from 47 to 52.72 mg/L and declined in January 2016 ranged from 25.8 to 29.52 mg/L, it means that the TOM concentration in January 2016 below the standard values of < 30 mg/L. If could be said that PIM waters polluted by organic matter and were toxic to biota because of  ammonia and nitrite concentration  from November 2015 until January 2016 increased above of the values of the existing quality standard.
KANDUNGAN PROTEIN SPIRULINA PLATENSIS PADA MEDIA KULTUR DENGAN KONSENTRASI NITRAT (KNO3 ) YANG BERBEDA Ulya, Saniyatul; Sedjati, Sri; Yudiati, Ervia
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.142 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.20109

Abstract

 Spirulina platensis merupakan mikroalga hijau biru yang mengandung nutrisi protein tinggi sehingga banyak digunakan sebagai pakan alami. Pertumbuhan dan kandungan protein mikroalga dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pemberian makronutrien pada media kultur mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pertumbuhan dan kandungan protein pada mikroalga S. platensis dengan pemberian konsentrasi nitrat yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak blok dengan tiga kali pengulangan. Perlakuan konsentrasi nitrat berbeda yang diberikan adalah 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm. Perhitungan kepadatan dan pengukuran parameter kualitas air dilakukan setiap hari. Pemanenan dilakukan pada hari ke ? empat. Kadar prorein dianalisis dengan menggunakan metode Kjedahl. Hasil penelitian pertumbuhan S. platensis menunjukkan nilai kepadatan sel S. platensis tertinggi pada hari ke ? empat berada pada perlakuan C dengan konsentrasi nitrat 150 ppm (169,58 . 103 sel/mm3). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat berpengaruh terhadap pertumbuhan S. platensis (p < 0,05) namun perbedaan konsentrasi nitrat tidak berpengaruh pada kadar protein (p ? 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi nitrat yang ditambahkan pada media kultur S. platensis berpengaruh terhadap pertumbuhan S. platensis namun tidak berpengaruh pada kandungan proteinnya.  Protein Content of Spirulina platensis in Different Culture Media with Nitrate (KNO3) Concentration Spirulina platensis is green-blue microalgae that contain high protein nutrient and could be used as natural food. Growth and protein content of microalgae are influenced by several factors and one of those is giving macronutrient to microalgae?s culture medium. The purpose of this research is to compare the growth and protein content of the S. platensis with different nitrate consentrations.The research design used was a completely randomized block design with three repetitions. The different nitrate concentration treatments were 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm. Determination of density and water quality measurement parameters was done on daily basis. Spirulina platensis was harvested done on fourth day of culture. Protein levels were analyzed by Kjedahl method. The result of the S. platensis growth that the highest density on day fourth in C treatment with 150 ppm nitrate consentration (169,58 . 103 sel/mm3). The result of ANOVA analysis show that the concentration of nitrate affected on S. platensis growth (p < 0,05) but the difference of nitrate concentration wasn?t affected in protein analysis (p ? 0,05). Based on the result of this research, it can be concluded that the concentration of nitrate added to the S. platensis culture medium effectively and improved the growth of S. platensis but had no effect on the protein content. 
PERTUMBUHAN LAMUN HASIL TRANSPLANTASI JENIS CYMODOCEA ROTUNDATA DI PADANG LAMUN TELUK AWUR JEPARA Riniatsih, Ita; Endrawati, Hadi
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.003 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i1.6924

Abstract

Padang lamun merupakan ekosistem yang memiliki peranan penting  bagi lingkungan  pesisir. Padang lamun rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan perairan. Penurunan  luas padang lamun di dunia merupakan akibat  dari tekanan lingkungan baik alami maupun hasil aktivitas manusia. Transplantasi merupakan salah satu cara untuk merehabilitasi kondisi padang lamun yang mengalami kerusakan.  Tujuan dari penelitian ini untuk megetahui tingkat kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan transplantasi lamun  Cymodecea rotundata dengan metoda jangkar di perairan Teluk Awur Jepara. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2010 di perairan Teluk Awur, Jepara. Metoda penelitian yang dipergunakan adalah dengan ekperimental lapangan dengan penentuan lokasi secara purposive random sampling. Penelitian dilakukan di Teluk Awur yang terbagi menjadi 3 stasiun pengamatan yang masing-masing stasiun terbagi menjadi 6 plot pengamatan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan daun lamun tertinggi untuk lamun transplantasi terdapat pada stasiun 2 sebesar 1,86-2,61 mm/hari. Tingkat kelangsungan hidup menunjukkan 100% untuk semua lokasi. Hasil uji ANOVA Satu Arah menunukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara laju pertumbuhan lamun alami dan lamun hasil transplantasi. Kata kunci:  pertumuhan lamun , transplantasi, Cymodocea rotundata
SKRINING BEBERAPA JENIS SPONS SEBAGAI UPAYA PENCARIAN BAHAN BIOAKTIF ANTIJAMUR ASPERGILLUS FLAVUS DAN CANDIDA ALBICANS Rifai, Aziz; Ulsadriatny, Irene; Maslukah, Lilik; Indrayanti, Elis; Sedjati, Sri; Trianto, Agus
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 4 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.316 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i4.11169

Abstract

Spons telah diketahui sebagai sumber bahan bioaktif dengan berbagai bioaktivitas seperti antikanker, antivirus, antibakteri dan antijamur. Potensi spons sebagai bahan bioaktif  belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data berbagai jenis spons yang berpotensi sebagai sumber bahan bioaktif anti jamur, maka dilakukan skrining terhadap Aspergillus flavus dan Candida albican. Sampel dikoleksi dari perairan Bandengan dan Empurancak, Jepara dengan  SCUBA diving dan skin diving pada bulan April 2003. Sampel selanjutnya diekstrak dengan menggunakan metanol. Uji antijamur dilakukan dengan metoda disk diffusion agar menurut Kirby-Bauer dengan konsentrasi 100, 200 dan 400 µg disk-1. Rendemen ekstrak metanol pada spons berkisar antara 0.04% sampai dengan 7.34% dari berat basahnya.  Seluruh ekstrak spons yang digunakan dalam penelitian ini dapat menghambat pertumbuhan C. albicans dan A. flavus pada konsentrasi 200 dan 400 µg disk-1. Ekstrak spons Reniera sp mempunyai bioaktivitas yang tertinggi yang ditunjukan dengan adanya zona hambat sebesar 12.58-14.93 mm terhadap C. albicans dan 6,94 -10,79 mm terhadap A. flavus pada konsentrasi uji.   Kata kunci : spons, bahan bioaktif, Aspergillus flavus, Candida albicans, ekstrak
REEF FISH COMMUNITY OF PAMUTERAN AND SUMBER KIMA WATERS, BULELENG, BALI Suwartimah, Ken; Redjeki, Sri; W, R. Noer Pagripto
Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.399 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11299

Abstract

Distribusi dan kelimpahan komunitas ikan karang sangat dipengaruhi oleh faktor biologis dan fisik seperti paparan gelombang, beban sedimen, kedalaman air serta kompleksitas topograhical dari substrat karang. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan gambaran pada struktur komunitas ikan karang di Sumber Kima dan perairan Pemuteran, Buleleng, Bali Utara. Pengambilan sampel dengan transek dari 100 meter panjang garis lurus, mengikuti kontur kedalaman dan meletakkan sejajar dengan bagian depan karang. komunitas ikan karang dipelajari dengan siang hari di bawah air visual yang metode sensus transek ikan dari 100 x 5 m mendata spesies ikan dan kelimpahannya. sensus ikan dilakukan tiga kali per situs. Ikan diidentifikasi untuk tingkat spesies. Kelimpahan ikan yang dikumpulkan dari data dari lokasi pengambilan sampel dari setiap lokasi dianalisis menggunakan indeks struktur masyarakat. dari total 7.966 ikan yang disensus dari sembilan situs permanen selama periode penelitian. Ada 78 spesies milik 24 keluarga ditemukan di Pamuteran dan 65 spesies dari 24 keluarga di Sumber Kima Waters. Pomacentridae adalah keluarga yang paling melimpah di kedua lokasi pengambilan sampel terdiri dari 14 spesies di perairan Pamuteran dan 12 spesies di perairan Sumber Kima, Diikuti oleh Chaetodontidae terdiri dari 10 spesies di perairan Pamuteran dan sumber perairan Kima.Kata kunci : ikan karang, Pamuteran, Sumber Kima, Bali 
KOMPOSISI DAN TUTUPAN KANOPI MANGROVE DI KAWASAN UJUNG PIRING KABUPATEN JEPARA Mauludin, Muhamad Rizky; Azizah, Ria; Pribadi, Rudhi; Suryono, Suryono
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 1 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.033 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i1.19039

Abstract

Mangrove yang ada di Kawasan Ujung Piring berada di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, merupakan salah satu kawasan hutan mangrove yang berada di Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persentase tutupan kanopi mangrove di Kawasan Ujung Piring Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan lokasi menggunakan purposive sampling sedangkan metode penutupan mangrove menggunakan Hemispherical Photography yang merupakan suatu metode fotografi yang digunakan untuk menghitung luasan tutupan kanopi menggunakan kamera dari bawah kanopi pohon. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari ? Februari 2017, lokasi penelitian berada di dalam Kawasan Ujung Piring di Desa Jambu Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Terdapat 3 lokasi yaitu Jambu (JBU), Blebak (BLB), dan Sekuro (SKU) yang terdiri dari 8 stasiun. Hasil dari penelitian ini Komposisi mangrove di Kawasan Ujung Piring Kabupaten Jepara ditemukan 23 Spesies di dalam dan diluar transek dan tutupan kanopi berkisar58,15 ± 7,75% - 80,41 ± 4,25 % dengan tutupan kanopi tertinggi terdapat di JBU 01 dengan status padat dengan tutupan 80,41 ± 4,25 % dan persentase terendah pada BLB 02 dengan tutupan 58,15 ± 7,75% dengan status sedang. Dari 8 stasiun, persentase tutupan yang berstatus sedang lebih mendominasi dibandingkan status yang lain. Mangrove in Ujung Piring area located in Jambu Village, Mlonggo Sub-district of Jepara Regency, is one of the mangrove forest area located in the North Coast of Java Island. The purpose of this research is to analyze the percentage of mangrove canopy area in Ujung Piring area of Jepara regency. The method used in this research is descriptive method. Determination of location using purposive sampling while mangrove canopy are was using Hemispherical Photography method which is aimed to calculate the area of canopy area using camera from under canopy of tree. This research was conducted in January ? February 2017, the research location is inside Ujung Piring Area in Jambu Village Mlonggo Sub-district, Jepara Regency. There are 3 locations namely Jambu (JBU), Blebak (BLB), and Sekuro (SKU) consisting of 8 stations. Result of this research Mangrove composition in Ujung Piring area Jepara regency found 23 species inside and outside transect and canopy range of 58,15 ± 7,75% - 80,41 ± 4,25 % with the highest canopy cover found on JBU 01 with solid status with 80,41 ± 4,25% cover and the lowest percentage in the BLB 02 with a cover of 58,15 ± 7,75% with medium status. Of the 8 stations, the percentage of cover that status is more dominant than other status.

Page 1 of 16 | Total Record : 159