cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
ISSN : 0853196X     EISSN : 26148889     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Oil Palm Research Volume 26 Number 2 Year 2018 is published by presenting articles: Utilization of candlenut shell charcoal (Aleurites moluccana (L.) Willd.) as adsorben on refinery of Crude Palm Oil (CPO); Application of an Artificial Neural Network (ANN) model for predicting oil palm Fresh Fruit Bunch (FFB) yield based on rainfall and the previous level of yield; Utilization of endophytic bacteria to improve the oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings growth; Nutrients use efficiency of several types of fertilizers on the oil palm seedling; and Fatty acid and carotene composition in Elaeis oleifera, interspecific hybrid, and the first pseudo-backcross in North Sumatra, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
KOMPOSISI ASAM LEMAK DAN BILANGAN IOD MINYAK DARI SEMBILAN VARIETAS KELAPA SAWIT DxP KOMERSIAL DI PPKS Sujadi, Sujadi; Hasibuan, Hasrul Abdi; Rahmadi, Hernawan Yuli; Purba, Abdul Razak
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Indonesian Journal of Oil Palm Research
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.254 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v24i1.1

Abstract

Komposisi asam lemak dan bilangan iod minyak dari sembilan varietas kelapa kelapa sawit DxP komersial di PPKS di antaranya adalah DxP La Mé, DxP Yangambi, DxP Simalungun, DxP Marihat, DxP PPKS 239, DxP PPKS 540, DxP PPKS 718, DxPDumpy, dan DxP Langkat telah dikaji. Kadar crude palm oil (CPO) dari mesokarp kering berkisar antara 63,3 – 88,5% dengan nilai tertinggi dimiliki oleh DxP Yangambi (83,2 ± 5,3%) yang berbeda nyata dengan varietas lainnya. Asam palmitat tertinggi dimiliki oleh DxP Simalungun (47,8 ± 2,1%) sedangkan oleat tertinggi dimiliki oleh DxP La Mé (44,3 ± 2,9%) dan keduanya berbeda nyata dengan varietas lainnya. Jenis asam lemak lain yang dikandung CPO tidak berbeda nyata antar varietas. Bilangan iod CPO tidak berbeda nyata antar varietas dengan nilai tertinggi adalah DxP PPKS 540 (56,5 ± 2,0 Wijs) dan DxP La Mé (55,6±2,6 Wijs) sedangkan terendah adalah DxP Simalungun (50,1 ± 2,2 Wijs). Kadar palm kernel oil (PKO) pada kernel kering tidak berbeda nyata antar varietas berkisar antara 44,1 – 56,0%. Komposisi asam lemak utama PKO adalah asam laurat (44,3 – 49,7%), miristat (14,0 – 17,7%), oleat (14,4 – 19,7%), dan palmitat (7,6 – 9,4%). Asam lemak pada PKO tidak berbeda nyata antar varietas kecuali asam miristat yang dikandung oleh DxP PPKS 718. Bilangan iod PKO tidak berbeda nyata antar varietas dengan nilai tertinggi adalah DxP Marihat 21,6 ± 1,6 Wijs sedangkan terendah adalah DxP La Mé 19,6 ± 2,3 Wijs.
KERAGAMAN GENETIK POPULASI E. oleifera DAN POPULASI E. guineensis x E. oleifera PADA KOLEKSI PLASMA NUTFAH PPKS Faizah, Rokhana; Wening, Sri; Rahmadi, Hernawan Yuli; Purba, Abdul Razak
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Indonesian Journal of Oil Palm Research
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.914 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v24i1.3

Abstract

Kelapa sawit spesies Elaeis oleifera memiliki beberapa karakter unggul yang tidak dimiliki oleh spesies E. guineensis. Persilangan antara E. oleifera x E. guineensis (E. o x E. g.) dilakukan untuk memasukkan karakter unggul E. oleifera ke spesies E. guineensis dan mendapatkan individu yang memiliki perpaduan karakter unggul dari kedua spesies tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik di dalam dan antar populasi E. oleifera, serta hubungan kekerabatan antar E. oleifera, E. guineensis dan hibrida interspesifiknya. Sebanyak 8 populasi plasma nutfah yang digunakan adalah E. oleifera yang berasal dari Suriname dan Brazil, E. guineensis populasi Dura Deli dan SP540T, dan persilangan interspesifik berupa hibrida E. guineensis x E. oleifera dari Kolombia, hibrida E. guineensis x E. oleifera yang diduga dari Kolombia, serta hibrida E. guineensis x E. oleifera dari Brazil. Sebanyak enam belas marka Simple Sequence Repeat (SSR) digunakan untuk menganalisis 92 individu dari 8 populasi. Hasil PCoA menunjukkan bahwa 8 populasi Elaeis mengelompok pada masing-masing kelompoknya. Populasi hibrida E. guineensis x E. oleifera yang diduga dari Kolombia memiliki hubungan kekerabatan sangat dekat dengan hibrida E. guineensis x E. oleifera dari Kolombia dan mengelompok pada kuadran yang sama. Hal ini memberikan dugaan bahwa hibrida tersebut memang hibrida E. guineensis x E. oleifera dari Kolombia. Populasi E. oleifera dari Suriname menunjukkan keragaman genetik terendah, dengan jumlah alel berbeda, alel spesifik, nilai heterozigositas, dan persentase lokus polimorfik secara berurutan adalah 1.37, 0.18, 0.09, dan 37.50%. Sedangkan populasi hasil persilangan interspesifik Backcross dari spesies E. oleifera-nya menunjukkan keragaman genetik yang tertinggi dengan nilai 3.81, 0.43, 0.62 dan 100%.
DISTRIBUSI PERAKARAN KELAPA SAWIT DAN SIFAT FISIK TANAH PADA UKURAN LUBANG TANAM DAN APLIKASI TANDAN KOSONG SAWIT YANG BERBEDA Pradiko, Iput; Hidayat, Fandi; Darlan, Nuzul Hijri; Santoso, Heri; Winarna, Winarna; Rahutomo, Suroso; Sutarta, Edy Sigit
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Indonesian Journal of Oil Palm Research
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.028 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v24i1.4

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi perakaran dan faktor fisik tanah pada ukuran lubang tanam standar (0,6 m x 0,6 m x 0,6 m), sedang (1 m x 1 cm x 0,6 m) dengan aplikasi tandan kosong sawit (TKS) sebanyak 400 kg/lubang tanam dan 740 gr urea/lubang tanam, dan besar (2,8 m x 2,8 m x 1 m) dengan aplikasi TKS sebanyak 400 kg/lubang tanam dan 740 g urea/lubang tanam. Penelitian ini merupakan penelitian demonstrasi plot (demplot) menggunakan desain penelitian rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan tiga perlakuan ukuran lubang tanam yaitu lubang tanam standar, sedang, dan besar dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total akar tanaman kelapa sawit pada lubang tanam standar, sedang, dan 3 besar berturut-turut adalah 28,60 gram/dm ; 26,69 3 3 gram/dm ; dan 24,47 gr/dm. Ukuran lubang tanam tidak berpengaruh nyata terhadap distribusi akar primer, tetapi berpengaruh nyata terhadap distribusi akar sekunder dan tersier. Tanaman kelapa sawit pada lubang tanam besar memiliki distribusi akar sekunder dan tersier yang lebih tinggi (hingga 40%) dibandingkan lubang tanam lainnya. Peningkatan permeabilitas dan porositas serta penurunan bulk density tanah cenderung meningkatkan distribusi akar, khususnya akar tersier. Sementara itu, peningkatan kadar air tanah tidak diikuti dengan peningkatan distribusi akar sekunder dan tersier, karena kedua jenis akar tersebut lebih banyak berada di lapisan tanah atas. Pengolahan tanah yang lebih baik, salah satunya melalui pembuatan lubang tanam besar, dapat memperbaiki sifat fisika tanah sehingga dapat meningkatkan perkembangan akar sekunder dan tersier.
PERBAIKAN SIFAT-SIFAT DAN PENCEGAHAN HIDROFOBISITAS TANAH GAMBUT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MELALUI APLIKASI TERAK BAJA Winarna, Winarna; Pradiko, Iput; Syarovy, Muhdan; Hidayat, Fandi
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Indonesian Journal of Oil Palm Research
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.933 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v24i1.5

Abstract

Pengembangan perkebunan kelapa sawit di lahan gambut dihadapkan pada permasalahan hidrofobisitas tanah gambut sebagai akibat dari drainase tanah gambut yang berlebihan. Hidrofobisitas menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan mengikat air dan hara tersedia dalam tanah. Selain penerapan tata air yang tepat, ameliorasi tanah gambut dengan bahan kaya besi (seperti terak baja) diduga dapat meningkatkan stabilitas tanah gambut dan memperbaiki kesuburannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi terak baja terhadap perubahan sifat-sifat tanah dan kaitannya dengan hidrofobisitas tanah gambut. Tanah gambut yang diteliti diinkorporasikan dengan terak baja dan diinkubasi selama 60 hari. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 2 x 2 x 4. Faktor pertama merupakan kematangan gambut yang terdiri dari 2 taraf yaitu saprik (S) dan hemik (H), sedangkan faktor kedua merupakan kelembaban tanah yang terdiri dari 2 taraf yaitu kapasitas lapang (W1) dan kadar air di bawah kadar air kritis (W2). Sementara itu, faktor ketiga merupakan aplikasi terak baja yang terdiri dari 4 dosis yaitu tanpa (TB0); 7,17 g/pot (TB1); 14,81 g/pot (TB2); dan 22,44 g/pot (TB3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan terak baja sebagai bahan amelioran nyata meningkatkan pH tanah, kadar abu, dan kadar air teretensi pada pF 4,2. Aplikasi terak baja secara nyata berpengaruh terhadap penurunan waktu untuk menyerap air kembali pada tanah gambut saprik. Selain itu, waktu penetrasi air ke dalam tanah gambut berkorelasi negatif dengan pH tanah, kadar abu dan kadar air teretensi pada pF 4,2. Secara keseluruhan, penambahan terak baja dapat meningkatkan kemampuan tanah gambut untuk menyerap air kembali dan mencegah terjadinya hidrofobisitas.
PERKEMBANGAN POPULASI Elaeidobius kamerunicus FAUST PASCA INTRODUKSI DAN PENINGKATAN FRUIT SET KELAPA SAWIT DI PULAU SERAM, MALUKU, INDONESIA Prasetyo, Agus Eko; Susanto, Agus
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Indonesian Journal of Oil Palm Research
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.747 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v24i1.7

Abstract

Elaeidobius kamerunicus Faust merupakan serangga penyerbuk utama pada perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini. Pengembangan perkebunan kelapa sawit di areal yang baru memerlukan introduksi serangga ini terutama jika areal baru tersebut berada di pulau yang berbeda dan dibatasi oleh lautan yang cukup luas. Upaya pengiriman E. kamerunicus telah dilakukan dari Sumatra Utara ke Pulau Seram, Maluku. Introduksi E. kamerunicus dilakukan pada stadia larva dan kepompong di dalam tandan bunga jantan 4-5 hari lewat mekar. Pengiriman ke Pulau Seram merupakan introduksi pertama kali yang ditunjukkan dengan tidak dijumpainya serangga ini pada bunga jantan maupun betina kelapa sawit dan nilai fruit set kelapa sawit yang sangat rendah sebesar 11,27%. Introduksi awal sekitar 500 kumbang/ha dapat berkembang menjadi 362.401 kumbang/ha dalam waktu 5 bulan dengan sex ratio kelapa sawit sekitar 97%. Satu bulan pasca introduksi, fruit set kelapa sawit yang dihasilkan dengan populasi tersebut mencapai 75,56%. Semakin rendah sex ratio kelapa sawit atau semakin banyak ketersediaan bunga jantan kelapa sawit maka semakin cepat perkembangan populasi kumbang E. kamerunicus dan semakin banyak jumlah kumbang yang berkunjung ke bunga betina mekar sehingga semakin tinggi nilai fruit set kelapa sawit yang dihasilkan.
DUGAAN GEJALA DEPRESI SILANG-DALAM DAN TINGKAT HOMOZIGOSITAS POPULASI KELAPA SAWIT HASIL PENYERBUKAN SENDIRI GENERASI KE-4 SP540T DAN GENERASI KE-5 DURA DELI Faizah, Rokhana; Wening, Sri; Rahmadi, Hernawan Yuli; Purba, Abdul Razak
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Indonesian Journal of Oil Palm Research
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.945 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v24i2.8

Abstract

Silang-dalam merupakan salah satu metode yang dilakukan untuk memperbanyak tetua terpilih sebagai calon pohon induk pada program Reciprocal Recurrent Selection (RRS). Akibat dari silang-dalam pada tanaman kelapa sawit adalah terjadinya homozigositas yang tinggi pada generasi pohon yang akan dipilih. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat homozigositas pada silang diri generasi ke-4 SP540T dan generasi ke-5 populasi Dura Deli Dolok Sinumbah yang masing-masing terdiri dari 3 persilangan dan korelasinya terhadap gejala depresi silang-dalam. Data genotipe diperoleh dengan pendekatan Polymerase Chain Reaction-Simple Sequence Repeat (PCR-SSR) menggunakan 16 marka SSR yang telah dikembangkan di kelapa sawit pada 327 pohon contoh. Hasil penelitian menunjukkan homozigositas pada 3 persilangan dari generasi ke-4 populasi SP540T berkisar antara 0,44-0,84 dengan rerata 0,61, sedangkan dari generasi Dura Deli berkisar antara 0,60-0,93 dengan rerata 0,78. Homozigositas pada populasi Dura Deli lebih tinggi 1,27% dibandingkan populasi SP540T. Analisis korelasi menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat homozigositas maka semakin tinggi gejala depresi 2 silang-dalamnya (R =0,95).
KADAR DAN KOMPOSISI KIMIA MINYAK PADA BAGIAN-BAGIAN BUAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DARI DELAPAN VARIETAS PPKS Sujadi, Sujadi; Hasibuan, Hasrul Abdi; Rivani, Meta; Purba, Abdul Razak
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Indonesian Journal of Oil Palm Research
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.098 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v24i2.9

Abstract

Tandan buah segar (TBS) terdiri atas buah yang tersusun bertingkat dalam beberapa malay/spikelet. Buah pada satu spikelet dapat dibedakan menjadi buah terbuahi/jadi yaitu buah dalam, tengah dan luar serta setiap bagian ada yang mengandung buah partenokarpi (buah yang tidak terbuahi). Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar dan komposisi asam lemak minyak pada buah dalam, tengah, luar dan partenokarpi dari buah sawit. Sampel yang digunakan adalah buah dari 3 – 5 spikelet dari bagian tengah TBS. Hasil yang diperoleh adalah kadar minyak buah luar (46,9±9,9%) cenderung lebih tinggi dibandingkan buah tengah (42,8±10,3%) dan dalam (39,1±9,5%). Buah partenokarpi mengandung minyak yang rendah (14,2±16,0%) kecuali buah yang berwarna kekuningan cenderung mengandung minyak relatif tinggi. Komponen utama asam lemak minyak pada buah luar, tengah dan dalam adalah asam palmitat, oleat, linoleat dan stearat dengan nilai rerata masing-masing sebesar 44,8 – 45,8%, 37,6 – 38,0%, 9,9 – 10,9% dan 4,6 – 4,8%. Minyak pada buah partenokarpi mengandung komponen utama asam lemak yang sama dengan buah jadi namun komposisi asam palmitat (40,0±5,9%) dan oleat (34,6±8,4%) lebih rendah sedangkan asam linoleat (16,9±8,5%) dan linolenat (1,6±1,8%) lebih tinggi dibandingkan pada buah jadi. Varietas Simalungun memiliki kadar minyak tertinggi pada setiap bagian buah diikuti oleh PPKS 540 dan La Mé sementara yang terendah adalah Dumpy. Varietas PPKS 540 mempunyai kandungan asam oleat paling tinggi sedangkan PPKS 718 mempunyai kandungan asam linoleat paling tinggi.
OPTIMASI PROTOKOL EKSTRAKSI DNA Elaeidobius kamerunicus Wening, Sri; Prasetyo, Agus Eko; Rozziansha, Tjut Ahmad Perdana; Susanto, Agus
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Indonesian Journal of Oil Palm Research
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.677 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v24i2.10

Abstract

Serangga penyerbuk kelapa sawit (Elaeidobius kamerunicus Faust) memiliki peran penting pada tingkat produktivitas perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang cukup komprehensif mengenai biologi spesies tersebut pada tingkat molekuler. Padahal, pengetahuan dasar tersebut sangat berguna bagi pengembangan serangga penyerbuk kelapa sawituntuk tujuan efektivitas pembentukan fruit set kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan protokol ekstraksi DNA E. kamerunicus yang sangat berguna bagi analisis sidik jari DNA spesies tersebut. Hasil menunjukkan bahwa pada penggunaan suatu kit ekstraksi DNA, material sampel yang dihancurkan terlebih dahulu dengan micro pestle tanpa penambahan larutan penyangga menghasilkan DNA dengan kuantitas tertinggi, sementara perlakuan lain yang menggunakan tissue lyser sebagai penghancur material tidak memiliki perbedaan kuantitas DNA yang nyata. DNA yang diperoleh baik dengan cara menggunakan micro pestle atau tissue lyser untukpenghancuran material menghasilkan DNA yang memadai untuk analisis sidik jari DNA menggunakan teknik AFLP (Amplified Fragment Length Polymorphism) dan sekuensing.
HUBUNGAN POLA CURAH HUJAN DAN PERFORMA TANAMAN KELAPA SAWIT DI PULAU SUMATRA DAN KALIMANTAN SELAMA EL NIÑO 2015 Pradiko, Iput; Ginting, Eko Novandy; Darlan, Nuzul Hijri; Winarna, Winarna; Siregar, Hasril Hasan
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Indonesian Journal of Oil Palm Research
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.117 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v24i2.11

Abstract

El Niño 2015 merupakan salah satu El Niño terkuat. Cekaman kekeringan yang disebabkan oleh El Niño 2015 akan mempengaruhi performa tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola curah hujan serta performa kelapa sawit selama El Niño 2015 khususnya di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan Januari-Desember 2015, data Southern Oscillation Index (SOI) bulanan, dan performa tanaman kelapa sawit. Analisis pola curah hujan dilakukan dengan analisis korelasi Pearson (r) antara SOI dan curah hujan, sedangkan performa tanaman diamati berdasarkan kondisi morfologis tanaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa wilayah Sumatera Bagian Selatan serta sebagian besar Kalimantan mengalami deret hari kering, bulan kering dan defisit air yang lebih tinggi berturut-turut yaitu 37-133 hari, 3-5 bulan, dan 349-524 mm. Hasil analisis pola curah hujan menunjukkan bahwa Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur secara signifikan dipengaruhi oleh kejadian El Niño 2015, dengan r ≥ +0,60. Tanaman kelapa sawit yang berada di Sumatera bagian selatan serta sebagian besar Kalimantan mengalami cekaman kekeringan ditandai munculnya lebih dari dua daun tombak, banyak muncul bunga jantan, malformasi tandan, pelepah sengkleh, dan pelepah lingkar terbawah mengering.
PEMANFAATAN EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DI DALAM MINYAK SAWIT MENTAH Nuryanto, Eka; Pradiko, Iput; Nasution, Zulfi Prima Sani
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Indonesian Journal of Oil Palm Research
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.834 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v24i2.12

Abstract

Salah satu cara untuk menurunkan Asam Lemak Bebas (ALB) di dalam Crude Palm Oil (CPO) adalah melalui pencampuran antara CPO yang mengandung ALB tinggi dengan ALB rendah. Ekstrak biji alpukat diduga juga dapat menurunkan ALB di dalam CPO. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kemampuan ekstrak biji alpukat dalam menurunkan ALB dalam minyak CPO. Variabel di dalam penelitian ini adalah jumlah larutan ekstrak biji alpukat (0-50 ml). o Seluruh perlakuan ini dilakukan pada suhu 60 C, kecepatan pengadukan 400 rpm, dan waktu reaksi 60 menit. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Analisis statistik dilakukan menggunakan Uji F yang disertai dengan uji nilai tengah Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak larutan ekstrak biji alpukat yang ditambahkan di dalam CPO maka nilai ALB akan semakin rendah. Hasil Uji F menunjukkan bahwa penambahan larutan ekstrak biji alpukat yang paling efektif untuk penurunan kandungan ALB (dari 4,65% menjadi 0,22%) di dalam CPO adalah penambahan larutan ekstrak biji alpukat sebanyak 25 ml.