cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Purifikasi
ISSN : 14113465     EISSN : 24663352     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Purifikasi was published since January 2000 by Division of Journal Purifikasi Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environment and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya in collaboration with the Association of Indonesian Sanitary and Environmental Techniques (IATPI) East Java. Jurnal Purifikasi is published twice a year in July and December, covers topics on technology and management related to environmental engineering field.
Arjuna Subject : -
Articles 330 Documents
PERHITUNGAN KORELASI BOD-COD AIR DAN SEDIMEN, SERTA DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN AIR KALI SURABAYA (STUDI KASUS DI LOKASI ANTARA INTAKE IPAM KARANGPILANG DAN DAM GUNUNGSARI) Priandanu, Ariwidyanto
Purifikasi Vol 19 No 1 (2019): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v19.i1.376

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghitung koefisien korelasi pada air dan sedimen untuk parameter BOD dan COD, serta menghitung beban pencemaran di Kali Surabaya antara IPAM Karangpilang I, II, III dan Dam Gunungsari, untuk BOD dan COD, dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel air dan sedimen untuk parameter BOD, COD dan TSS pada penelitian ini dilakukan pada lima titik, setalah IPAM Karangpilang sampai sebelum DAM Gunungsari. Analisa konsentrasi BOD, COD, dan TSS dilakukan di laboratorium Jurusan Teknik Lingkungan ITS. Korelasi BOD dan COD dalam endapan dan dalam air dianalisis menggunakan metode Product  Moment Pearson dengan pengolahan data menggunakan software minitab 16. Perhitungan besarnya daya tampung didapat dari selisih antara beban pencemaran berdasarkan baku mutu dikurangi dengan beban pencemaran dari hasil pengukuran. Kecepatan pengendapan dihitung dengan mencari bilangan reynold untuk menentukan jenis aliran, setelah didapatkan kecepatan pengendapan dan bilangan reynold dapat dicari bilangan Vscouring untuk mengetahui terjadinya gerusan atau resuspensi pada segmen sungai yang diteliti. Dari penelitian ini didapat koefisien korelasi BOD, COD, dan TSS pada kelima titik memiliki keeratan dari lemah sampai kuat. Daya tampung air Kali Surabaya untuk konsentrasi BOD bulan Juni, Juli, dan Agustus 2017 sebesar -45357 kg/hari, -27267 kg/hari, -34625 kg/hari. Daya tampung COD bulan Juni, Juli, dan Agustus 2017 sebesar -18009 kg/hari, 1069 kg/hari, dan -11061 kg/hari. Berdasarkan perhitungan diperoleh Vscouring 0,03 m/det yang memungkinkan adanya resuspensi pada segmen sungai dan ditunjang dengan nilai bilangan Reynold yang transisi antara laminer dan turbulen.
PENELITIAN FAKTOR JAM PUNCAK PEMAKAIAN AIR BERSIH PADA DUA KRITERIA GEDUNG HOTEL YANG BERBEDA DI KOTA SURABAYA Wicaksi, Bias G.
Purifikasi Vol 19 No 1 (2019): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v19.i1.375

Abstract

Jam puncak adalah waktu dimana terjadi pemakaian air tertinggi dalam kurun waktu 24 jam. Penelitian faktor jam puncak dan perhitungan alat beban plambing akan sangat berguna untuk pembangunan gedung hotel di masa yang akan datang. Penelitian ini dilaksanakan karena belum adanya penelitian faktor jam puncak pemakaian air bersih di sebuah gedung hotel di Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor jam puncak pemakaian air bersih berdasarkan pencatatan meter air dan analisis grafik. Faktor jam puncak pemakaian air bisa didapatkan dengan cara mengetahui jam puncak pemakaian dibagi dengan rata-rata pemakaian. Unit beban alat plambing ditetapkan menggunakan metode fixture, dengan menghitung fasilitas gedung hotel yang menggunakan air dan dikalkulasi dengan nilai unit alat beban plambing sesuai SNI plambing. Selain itu, durasi pemompaan dari ground reservoir menuju rooftank diukur dan catatan pemakaian air  dianalisis untuk mendapatkan debit pemakaian air yang lebih besar dari rata-rata, sehingga dapat ditentukan jam pemompaan pada dari ground reservoir. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor jam puncak di gedung hotel bintang 2 adalah 3,48 - 3,96 dengan hari pemakaian tertinggi pada hari rabu dan faktor jam puncak di gedung hotel bintang 3 adalah 2,34 - 3,91 dengan hari pemakaian tertinggi pada hari minggu.
OPTIMALISASI WAKTU DAN SUHU PEMBAKARAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA INSINERATOR SAMPAH MEDIS Desiarista, Annissa
Purifikasi Vol 19 No 1 (2019): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v19.i1.374

Abstract

Salah satu cara pengolahan terhadap sampah medis adalah dengan cara dibakar menggunakan insinerator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh waktu pembakaran, suhu pembakaran, dan tekanan blower terhadap kemampuan Insinerator Statis RSUD Dr.Soetomo Surabaya dengan kapasitas 2m³ dan 3m³ dalam pembakaran sampah medis infeksius. Variabel dalam penelitian ini adalah waktu pembakaran (menit) 80, 100, dan 120 ; suhu pembakaran (°C) 800, 1000, dan 1200 ; tekanan blower (mbar) 10, 20, dan 30. Parameter yang diamati adalah berat sampah medis setelah dibakar, kualitas abu pasca bakar, dan kualitas asap pembakaran sampah medis, serta dilakukan uji TCLP dan uji Emisi Udara. Dari hasil penelitian dan pengolahan data diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi waktu dan suhu pembakaran maka proses pembakaran akan semakin baik karena terpenuhinya nilai kalor untuk proses pengabuan sehingga presentase dari kemampuan penyisihan residu abu meningkat. Sedangkan untuk tekanan blower bergantung pada kondisi insinerator, semakin besar tekanan blower maka jumlah kebutuhan udara yang masuk juga besar sehingga memungkinkan terjadinya pembakaran sempurna yang meningkatkan kualitas asap yang dihasilkan.
PENURUNAN KADAR COD, TSS, DAN NH3-N PADA AIR LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN DENGAN PROSES BIOFILTER ANAEROB-AEROB MENGGUNAKAN MEDIA BIOBALL Rahayu, Dwi
Purifikasi Vol 19 No 1 (2019): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v19.i1.373

Abstract

Sistem kombinasi biofilter anaerob-aerob merupakan salah satu alternatif teknologi yang dapat diaplikasikan untuk menangani air limbah Rumah Potong Hewan (RPH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pengolahan menggunakan kombinasi biofilter anaerob-aerob dengan variabel perlakuan yaitu variasi debit aliran dan debit udara terhadap penurunan kandungan polutan COD, TSS, dan NH3-N pada air limbah RPH, sehingga dapat mengetahui debit aliran dan debit udara yang paling efektif. Proses ini melalui beberapa tahap, yaitu tahap penumbuhan biofilm pada media yang disebut seeding atau pengembangbiakan bakteri alami, tahap berikutnya adalah aklimatisasi atau proses adaptasi biofilm terhadap air limbah. Setelah tahap-tahap tersebut, dilanjutkan dengan proses running sehingga diperoleh hasil penelitian bahwa sistem kombinasi biofilter anaerob-aerob ini terbilang efektif dalam menurunkan kandungan polutan COD, TSS, dan NH3-N pada air limbah RPH. Hal ini terbukti dari hasil persen penurunannya dengan hasil yang paling efektif pada debit aliran 10 mL/menit dan debit udara 12 mL/menit yaitu kandungan COD sebesar 90,12% dan NH3-N sebesar 97,33%, serta TSS sebesar 83,76%, pada debit aliran 30 mL/menit dan debit udara 8 mL/menit.
IDENTIFIKASI TINGKAT BAHAYA EROSI BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) RIAM KANAN Giyanti, Fransisca Dwiputri; Riduan, Rony; Aprilliantari, Ranti
Purifikasi Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v14.i1.4

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan kondisi Sub DAS Riam Kanan di Kalimantan Selatan menjadi kritis adalah pembukaan lahan di sepanjang aliran sungai akibat penggunaan lahan oleh masyarakat yang tidak menerapkan teknik - teknik konservasi tanah yang tepat. Akibatnya fenomena kejadian banjir, tanah longsor, kekeringan dan pencemaran kualitas air akan meningkat apabila kondisi DAS tersebut tidak segera ditangani dengan upaya rehabilitasi lahan dan konservasi tanah. Tujuan penelitian ini untuk memetakan tingkat bahaya erosi di sepanjang Sun DAS Riam Kanan. Software ArcView GIS 3.3 adalah program yang berbasis SIG yang dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisa objek - objek serta fenomena - fenomena dimana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting untuk dianalisis sehingga dapat mempermudah proses visualisasi dan eksplorasi geografis dari data sekunder yang diperoleh khususnya dalam mengidentifikasi tingkat bahaya erosi pada wilayah studi Sub DAS Riam Kanan ini. Hasil penelitian menunjukan di sepanjang Sub DAS Riam Kanan teridentifikasi tingkat bahaya erosi kriteria ringan dengan luas 120.590,81 ha (73,19 %), kriteria sedang seluas 34.859,34 ha (21,16 %), dan kriteria sangat berat seluas 9318,00 ha (5,66 %).
PENAMBAHAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT UNTUK MENINGATKAN PRODUKSI BIOGAS PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH SECARA ANAEROBIK Kahar, Abdul; Aisya, Ira; Sari, Waya Wulan
Purifikasi Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v14.i1.5

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan tandan kosong kelapa sawit pada reaktor anaerobik terhadap produksi biogas limbah cair kelapa sawit. Bahan penelitian berupa limbah cair kelapa sawit, kotoran sapi dan variasi penambahan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) 1%, 3% dan 5% dengan 2 kali ulangan dan waktu fermentasi selama 70 hari. Percobaan dilakukan dengan sistem batch dalam reaktor anaerobic, pada temperatur psychrophilic (27°C) dan temperatur. Mesophilic (37°C) dan kapasitas reaktor adalah 300 mL, dengan  volume campuran sebanyak 210 mL yang berisi: a) LCKS, dan b) LCKS dengan tambahan kotoran sapi dengan rasio 1:2 (v/v). Reaktor anaerobik terhubung ke penampung untuk menghitung produksi biogas, yang diamati setiap hari selama 50 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi biogas tertinggi adalah pada limbah cair kelapa sawit, kotoran sapi, TKKS 5% sebesar 872,5 mL. Penambahan TKKS memberikan pengaruh terhadap produksi biogas limbah cair kelapa sawit pada hari ke 1-24. Penambahan TKKS yang optimal yaitu pada penambahan TKKS 5 %. Hasil penelitian menunjukkan produksi biogas pada temperatur mesophilic lebih besar daripada produksi biogas pada temperatur psychrophilic. The objective of research is to know the effect of empty fruit bunches in anaerobic reactor of palm oil mill effluent (POME) of biogas production. Research materials are this form of palm oil mill effluent, cows manure with a variation of Empty Fruit Bunches (EFB) addition of 1%, 3% and 5% with two replications and 70 days fermentation. The experiment was conducted in a batch system with the anaerobic reactor. It was conduct, at  temperature psychrophilic (27°C) dan temperature mesophilic (37°C), with reactor capacity is 300 mL, and the volume of mixture is 210 mL which is contains: a) POME  and b) POME with additional cow manure with the ratio of 1:2 (v/v). Anaerobic reactor was connected to the collector to calculate production of biogas. It was observed in every day during 50 days. The results showed that biogas production is highest in palm oil mill effluent, cow manure, EFB 5% is 872.5 mL. The addition of EFB give effect of palm oil mill effluent biobiogas production on days 1-24. The addition of empty fruit bunches which are optimal in the addition of 5 %. The results showed the biogas production at temperature mesophilic more hight than temperature psychrophilic.
KADAR DEBU AMBIEN PADA JALUR YANG DILALUI DAN TIDAK DILALUI ANGKUTAN BATUBARA DI KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Sholihah, Qomariyatus
Purifikasi Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v14.i1.6

Abstract

Kalimantan Selatan mempunyai kasus transportasi yang jarang sekali ditemui pada kota-kota lain di dunia. Jalan raya tidak saja digunakan untuk melayani kepentingan umum tapi digunakan juga untuk usaha pertambangan salah satu yang paling dominan yaitu pertambangan batubara. Kegiatan ini mengakibatkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, karena besarnya kadar debu yang ada di udara ambien pada jalur lintasan angkutan batubara. Tujuan penelitian untuk menentukan  kadar debu di jalan yang dilintasi dan tidak oleh angkutan batubara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian bersifat deskriftif yang menggambarkan kadar debu ambien di sepanjang jalan trikora Banjarbaru dengan pengukuran secara purposive sampling. Pengukuran di lakukan pada jam 18.00-06.00 WITA karena pada saat itu banyak truk pengangkut batubara yang melintas. Alat yang digunakan Dust Sampler tipe high volume sampler (HVS-500). Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar debu rata-rata pada ruas jalan yang dilintasi angkutan batubara 92,6 – 305,6 µg/m3, sedangkan pada ruas jalan yang tidak dilintasi angkutan batubara rata-rata 58,9 – 255,3 µg/m3. Kadar debu tertinggi terukur pada periode jam 18.00-00.00 WITA karena pada jam-jam tersebut kendaraan yang melintas lebih banyak.   South Kalimantan experienced a very district transportation case which is not found elsewhere in the world. The road was not only used for public purposes but also for mining bussiness purposes, dominantly coal mining. The activities affected human health because of particulate matter in the ambient along the road for coal transport. Therefore, the aim of this research was to determine particulate matter (PM) concentration on the roads used for transporting coal and roads which were only for public. The analysis method is descriptive to picture PM content in the ambient along Trikora Banjarbaru St. Using purposive sampling. Meassurement were done betwen 6.00 PM – 6.00 AM WITA to accommodate coal truck traffic. The device used was high volume dust sampler (HVS-500). Research showed that PM average concentration on roads used for coal transport was 92.5 – 305.6 µg/m3, whereas on the roads speerfically only for public the value weere 58,9 – 255,3 µg/m3 . Higest PM content was monitored betwen 6.00 PM – 12.00 PM WITA due to traffic volume on that particular hour interval.
PENGEMBANGAN PELAYANAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM KOTA TEGAL Kusumawardani, Yustika; Oktiawan, Wiharyanti; Samudro, Ganjar
Purifikasi Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v14.i1.7

Abstract

Kota Tegal merupakan salah satu daerah otonom di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk 248.722 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebesar 61.513. Namun dari keseluruhan jumlah penduduk tersebut tercatat hanya 11.882 pelanggan atau sekitar 19,32% penduduk yang terlayani oleh PDAM Kota Tegal dan tingkat kebocoran air sebesar 44,21%. Tekanan air pada sistem distribusi eksisting sangat rendah karena menara air yang tersedia tidak dapat difungsikan.  Kapasitas sumber air baku yang saat ini dimiliki PDAM Kota Tegal adalah 190 lt/dtk. Pengembangan jaringan distribusi sistem penyediaan air minum untuk wilayah Kota Tegal direncanakan hingga tahun 2021 dengan menggunakan sumber air baku baru yang berasal dari PDAB Jawa Tengah yaitu penambahan sebesar 200 liter/detik. Kapasitas air tersebut digunakan untuk menambah wilayah pelayanan di kecamatan Tegal Selatan, Tegal Barat, Tegal Timur dan Margadana. Pengembangan jaringan distribusi baru dapat melayani  pelanggan sambungan rumah baru sebesar 16.071 SR dengan presentase rencana pengembangan hingga 79,80 % untuk seluruh wilayah Kota Tegal.  Tingkat pelayanan pada   Kecamatan Tegal Selatan, Tegal Timur, Tegal Barat dan untuk Kecamatan Margadana adalah 20,96% 16,92%, 19,19% dan 22,72% secara berturut-turut. Perencanaan jaringan distribusi baru tersebut menggunakan pola jaringan distribusi bercabang dan tidak terkoneksi dengan sistem jaringan distribusi lama dengan total anggaran biaya sebesar Rp 17.363.693.000,00. Tegal Region determined as one of the otonomical regions located in Central Java which has 248,722 populations with the number of head of household 61,513. From that total population was recorded only 11,882 custumers, or approximately 19.32% of the population served by PDAM Tegal with a leak rate it’s about 44.21%. Moreover the water pressure on the existing distribution system is very low because the water tower can not used. Capacity of raw water source that is currently owned by PDAM Tegal is 190 l/sec. Development of distribution networks for drinking water supply systems in Tegal region is planned until the year 2021 using the new raw water sources originating from PDAB in Central Java that is equal to 200 l/sec. Water capacity is used to increase the service area in the district of Tegal Selatan, Tegal Barat, Tegal Timur and Margadana. From that new development distribution network can fullfil customer connections for 16,071 household connections by the percentage of SR development plan up to 79.80% for the entire region Tegal. Which is the service level of each district are 20.96% for Tegal Selatan subdistrict, 16.92%, Tegal Timur subdistrict, 19.19% Tegal Barat subdistrict and 22.72% for Margadana subistrict. The new distribution network planning is designed using branch pattern of the distribution network and unconnected to the old system of distribution network results the total budget about Rp 17,363,693,000.00.
ANALISA PELAKSANAAN KONTRAK KONSTRUKSI JALAN BETON DENGAN MUTU TERHADAP KINERJA WAKTU Sulistio, Hendrik
Purifikasi Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v14.i1.8

Abstract

Dokumen kontrak yang tidak baik, pelaksanaan dan penanganan administrasi kontrak yang tidak benar, akan menjadi pemicu timbulnya berbagai konflik dan bukan tidak mungkin menjadi perselisihan yang tidak terselesaikan. Menghindari hal ini, maka dokumentasi dan penulisan kontrak sebagai penyebab awal, seharusnya disusun dengan pengembangan pelaksanaan proyek itu sendiri sejak awal hingga proses tender diselesaikan dengan penunjukkan kontraktornya dan selanjutnya menandatangani kontrak. Penelitian dilakukan dengan memodelkan dan menggambarkan seberapa kuat hubungan antara faktor penyebab kontrak konstruksi sebagai suatu sistem, maka digunakan metode Partial Least Square dan pengambilan sampling menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan : (a) Konsultan tidak berpengaruh signifikan dan tidak berpengaruh secara langsung terhadap mutu serta konsultan berpengaruh signifikan dan tidak berpengaruh secara langsung terhadap waktu (b) Owner berpengaruh secara tidak langsung terhadap mutu. (c) Kontraktor berpengaruh signifikan dan berpengaruh secara langsung terhadap mutu serta kontraktor berpengaruh signifikan dan berpengaruh secara langsung terhadap waktu. (d) Owner berpengaruh signifikan dan berpengaruh langsung terhadap konsultan serta owner berpengaruh signifikan dan berpengaruh secara tidak langsung terhadap kontraktor. Incorrect contract document and improper execution and handling of contract administration will trigger conflicts and to some extend never ending friction. To avoid these, documentation and contract content as the first cause, should be prepared with the development of the project itself from the beginning until tender process completed marked by decision of contractors and signing the contract. This study was conducted by modeling and illustrating how strong the correlation between factors as the cause of construction contract as a system, we employed Partial Least Square. The sampling method was purposive sampling. The results showed: (a) the Consultant has no signiciant effect and has no direct influence on the quality and consultants have significant effects and no direct influence towards time, (b) owner indirectly affect the quality. (c) Contractors have significant effects and direct influence towards time. (d) Owners possess significant effects and direct influence to the consultants and owners also have significant effects and indirect effects towards the contractors.
DESALINASI AIR PAYAU MENGGUNAKAN ENERGI SOLAR DENGAN PARABOLIC TROUGH Rosari, Titis; Hadi, Wahyono; Masduqi, Ali
Purifikasi Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v14.i1.9

Abstract

Solar still atap kaca merupakan salah satu inovasi renewable energy untuk proses desalinasi. Penambahan reflektor parabolic trough berfungsi untuk meningkatkan suhu dalam sistem. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa volume air tawar yang dihasilkan dengan parabolic trough, memisahkan DHL dan TDS dari air olahan, menentukan tinggi air optimum, dan efek warna pada basin. Penelitian menggunakan aliran semi kontinu dengan pengaturan aliran air menggunakan pelampung air. Air baku yang digunakan berasal dari sumur warga Kejawan Putih. Penggunaan parabolic trough pada sistem desalinasi dapat meningkatkan volume produksi hingga 66% dibandingkan tanpa menggunakan parabolic trough. Efisiensi destilasi ekperimen mencapai 18,12%.  Volume yang dihasilkan sebesar 2,494 L/m2 dalam satu hari dengan laju destilasi 0,312 L/m2. Kemampuan penyisihan TDS dan DHL sebesar 99,9%. Pada eksperimen ini variabel warna bak dan ketinggian air tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil kondensat. Solar still is one of the inovations of renewable energy for desalination process. The function of using parabolic trough reflector is to increase temperature on the system. The purposes of this study was to analyze fresh water yield by using of parabolic trough, removing DHL and TDS from brackish water’s samples, and effect of color on the basin. This research using semi-continuous flow with water flow setting by water buoy. Raw water used was came from wells at Kejawan Putih subdistrict.. The using of the parabolic trough desalination system can increase production volume by 66% when compared without parabolic trough. Experimental distillation efficiency reached 18.12%. Condensate yield has been found to be 2,494 L/m2 in one day and distillation rate of 0.312 L/m2.  These process can allowance 99.9% of the TDS and DHL. In this experiment the variable of basin color and depth water did not significantly influence to condensate yield.

Page 1 of 33 | Total Record : 330