cover
Contact Name
Reza Andrea
Contact Email
reza@wicida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Sebatik
ISSN : 14103737     EISSN : 2621069X     DOI : -
Core Subject : Science,
SEBATIK merupakan jurnal kumpulan artikel hasil penelitian, karya ilmiah, maupun program pengabdian masyarakat dari seluruh civitas akademik di Indonesia dalam rangka mengitegrasikan informasi. SEBATIK menyediakan layanan publikasi terbuka untuk semua kalangan umum, baik di semua lingkungan perguruan tinggi maupun keguruan dan lembaga penelitian lainnya, dengan kebebasan bertukar informasi yang didedikasikan untuk memfasilitasi kolaborasi antara peneliti, penulis maupun pembaca melalui pertukaran informasi. SEBATIK mulai diperkenalkan dan dikembangkan di lingkungan STMIK Widya Cipta Dharma sejak tahun 2001 dan terbuka lebar untuk pengembangan yang berkesinambungan. SEBATIK terbit berkala dua kali dalam setahun, yaitu Juni dan Desember, dimana setiap edisi terbitan mengandung paling sedikit 5 buah judul artikel. Jurnal ini memuat hasil-hasil kegiatan penelitian, penemuan dan pengabdian masyarakat dari bukan hanya dari dunia IT tetapi juga berbagai bidang disiplin ilmu. SEBATIK terbuka untuk topik-topik penelitian dan pengabdian seperti topik hubungan masyarakat, peningkatan ekonomi, pendidikan, infrastruktur TIK, dan lain-lain. Semoga dengan artikel-artikel dalam kultivasi para peneliti dapat saling berbagi ilmu demi memajukan Indonesia khususnya Kalimantan Timur.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 197 Documents
PELAKSANAAN e-MAR KETING USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) SEBAGAI STRAGI UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN (STUDI KASUS UMKM DI KOTA BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT Manggu, Blasius; Beni, Sabinus
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

konsumen. Sekarang ini pelaku usaha sudah banyak yang menerapkan sistem pemasaran secara online. Pemasaran melalui internet (internet marketing)  atau lebih dikenal dengan nama e-marketing dapat menjangkau konsumen dimanapun berada. Belanja online yang saat ini diminati oleh masyarakat memberikan andil besar terhadap perkembangan e-marketing. Dengan menggunakan e-marketing kita dapat memperoleh keuntungan yang meliputi layanan konsumen dan layanan citra perusahaan menjadi baik, menemukan parnert bisnis baru, proses menjadi sederhana dan waktu dapat dipadatkan, dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, akses informasi menjadi cepat, belajar menarik dan berkomunikasi dengan pelanggan di situs jejaring sosial. Dengan dukungan internet e-Marketing mampu menjangkau pemasaran ruang lingkup yang lebih luas karena mengacu pada media digital seperti web, e-mail dan media nirkabel, meliputi pengolahan data pelanggan digital, dan juga bagaimana internet dapat digunakan bersama dengan media tradisional untuk memperoleh dan memberikan layanan kepada pelanggan Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara  maupun daerah, begitu juga dengan Daerah Tingkat II Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, Usaha Mikro Kecil Menengah memiliki peranan sangat penting  dan merupakan salah sektor  unggul dalam menopang pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih baik. Pelaksanaan e-Comerce menuntut pergeseran paradigma secara fundamental, dari yang semula marketplace yang menekankan interaksi secara fisik antara penjual dan pembeli menjadi marketspace, lalu lintas informasi, produk/jasa, dan pembayaran bersifat fisik (location based).
OPTIMASI PROSES DELIGNIFIKASI PELEPAH PISANG UNTUK BAHAN BAKU PEMBUATAN KERTAS SENI Dewi, Ika Atsari; Ihwah, Azimmatul; Setyawan, Hendrix Yulis; Kurniasari, Alfi Ayuning Nur; Ulfah, Afifah
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kertas seni (art paper) adalah produk kertas hasil kerajinan tangan yang bertekstur kasar, serat nampak, dan warna beragam. Kertas seni juga dapat digunakan sebagai salah satu media pemanfaatan limbah pertanian berupa serat bukan kayu seperti pelepah pisang. Pelepah pisang (Musa paradisiaca) adalah bagian dari tanaman pisang yang mengandung selulosa diatas 80% sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas seni. Pada proses pembuatan kertas dilakukan proses delignifikasi yang bertujuan untuk menghilangkan lignin pada bahan yang dapat menyebabkan kertas bertekstur kaku dan berwarna kecoklatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Respon Surface menggunakan software Design Expert 10.0.1 yang bertujuan untuk memperoleh perlakuan optimum proses delignifikasi pelepah pisang.  Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Komposit Terpusat, terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi NaOH (%) dan waktu pemasakan (menit). Kombinasi perlakuan yang dilakukan yaitu untuk konsentrasi NaOH menggunakan perlakuan 1%, 2% dan 3%, sedangkan lama waktu pemasakan menggunakan perlakuan selama 90 menit, 120 menit dan 150 menit. Titik optimum hasil delignifikasi pelepah pisang memperoleh hasil perlakuan konsentrasi NaOH 3% dan lama waktu pemasakan 128,413 menit menghasilkan kadar lignin sebesar 2,637% dan kadar selulosa sebesar 80,713 %. Berdasarkan hasil tersebut pelepah pisang dapat dijadikan kertas seni dengan proses delignifikasi untuk memutus rantai ikatan lignin sehingga dapat memperkuat ikatan pulp.
MONITORING KETINGGIAN PLATEAU BERBASIS MIKROKONTROLER MENGGUNAKAN ATMEGA 328 DAN SENSOR ALTIMETER Budihartono, Eko; Afriliana, Ida
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengertian dataran tinggi yaitu dataran luas yang letaknya di daerah tinggi atau pegunungan disebut dengan dataran tinggi, dinamakan juga plato (plateau). Pengukuran tinggi tempat biasanya didasarkan pada perbandingan tekanan udara tempat tersebut dengan permukaan laut sehingga nilainya dinyatakan dalam satuan meter diatas permukaan laut. Perangkat sensor altimeter merupakan salah satu sensor yang digunakan untuk mengukur ketinggian dataran rendah (laut) hingga ke dataran tinggi (bukit), Aplikasi sensor altimeter sebenarnya sudah ada di smartphone atau android namun aplikasi ini bergantung pada koneksi internet sebagai penyedia layanan dan jika berada di dataran tinggi koneksi akan hilang seketika karena koneksi internet tidak terjangkau di atas ketinggian lebih dari 1000 Mdpl. Penelitian ini menggunakan alat sensor Altimeter sebagai pengendali sensor ketinggian. Altimeter merupakan sensor untuk mengukur ketinggian suatu titik dari permukaan laut. Prinsip kerja dari sensor altimeter menggunakan tekanan udara, yaitu dengan bertambahnya suatu ketinggian, maka tekanan udara akan berkurang. Adanya sensor Altimeter dengan berbasis ATMega328 ini semua orang dapat mengukur ketinggian di dataran tinggi tanpa ada kendala jaringan karena ATMega328 dirancang secara khusus tanpa mengandalkan bantuan jaringan atau internet, Alat ini dirancang khusus menggunakan  sensor Altimeter agar lebih praktis untuk mengukur dataran tinggi dari titik nol laut sampai ke dataran tinggi menggunakan sensor altimeter dan aplikasi platium C Arduino IDE dengan cara kerja otomatis. Alat ini hanya membutuhkan baterai atau power bank untuk menampilkan di layar LCD. Pembuatan alat ini dapat menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mempermudah proses pengukuran ketinggian dan suhu di dataran tinggi
MODEL HUBUNGAN KARAKTERISTIK SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN INDUSTRI INFORMASI GEOSPASIAL Nurhayati, Immas; Susetyo, Budi; Eosina, Puspa; Purnahayu, Indu
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat dalam komputasi dan infrastruktur teknologi informasi  telah menyebabkan peningkatan kemampuan untuk menangani sejumlah besar data geospasial. Penggunaan data spasial tidak hanya terbatas pada penggunaan geografi, tetapi pada bidang-bidang lain, terutama bidang yang terkait dengan penggunaan sumber daya alam dan kewilayahan. Untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia yang tangguh dan berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan karakteristik sumber daya manusia (SDM) dengan kinerja pegawai di lingkungan industri informasi geospasial menggunakan model logit pada data kualitatif dengan variabel dummy. Data yang diolah merupakan data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner pada 46 responden yang bekerja di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang geospasial.  Hasil uji  wald menunjukkan, sumber daya manusia yang berusia lebih dari 50 tahun, berpendidikan SMU/SMA, belum mengikuti pelatihan geospasial, dengan masa kerja lebih dari 10 tahun, tidak signifikan memiliki kinerja yang lebih baik. Interpretasi dalam odd rasio dan exp (B) pada sebagian besar variabel yang diukur menunjukkan variabel usia, pendidikan, masa kerja tidak berbeda secara signifikan dalam mempengaruhi kinerja pegawai.
MESIN PENGOLAH SAMPAH PORTABEL MULTIGUNA DENGAN TEKNIK TERMOCONTROL DAN TERMOCOPLE Permana, Agus Ganda; Iqbal, Muhammad
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang kerap terjadi di tengah masyarakat, masalah ini tidak hanya di desa bahkan negara maju pun tidak terlepas dari masalah ini. Beberapa masalah seperti kebutuhan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) yang meningkat karena gagalnya pengelolaan sampah secara efektif dan efisien, permasalahan kesehatan dan lingkungan seperti proses pembakaran terbuka sehingga menimbulkan dampak buruk kepada warga sekitar akibat asap dan bau yang menyengat, kualitas air yang dihasilkan pun menurun sehingga masyarkat lebih banyak terserang penyakit. Teknologi alternatif dalam penelitian ini adalah mengembangkan pengelolaan sampah secara modern, mesin incinerator ini bekerja dengan proses melakukan pembakaran di ruang tertutup secara optimal dan sempurna, sehingga sampah yang dibakar menjadi abu yang dapat digunakan kembali atau ramah lingkungan. Mesin pengolah sampah portabel ini dilengkapi dengan sistem pengendalian (Burner) dan control (Termocontrol & Termocople) untuk memenuhi batas-batas emisi partikel dan gas buang. Incenerator ini menggunakan  proses pengolahan sampah dengan cara pembakaran pada temperatur 400-600°C, sedangkan invensi pada penelitian ini adalah  proses filterisasi membutuhkan suhu 400?1200°C dipastikan asap yang keluar dari tempat pembakaran sampah merupakan gas yang sudah netral dan bersifat smokeless (tanpa asap). Abu yang dihasilkan dari proses pembakaran bisa digunakan untuk bahan bangunan, dibuat bahan campuran kompos atau di buang ke landfill. Sedangkan residu dari sampah yang tidak dapat dibakar seperti sisa logam bisa di daur ulang, sehingga produk ini cocok untuk swakelola tempat olah sampah setempat (TOSS).
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN DI PT. BANK SULSELBAR Manggu, Sri Astuty Ratnasari; Dewi, Novia Sandra
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem pengendalian manajemen menggunakan model four levers of control di PT Bank Sulselbar. Penelitian ini merupakan penelitian desktiptif kualitatif. Tahapan metode penelitian diantaranya yaitu interview, observasi dan studi pustaka untuk menjelaskan keadaan pada objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bank Sulselbar telah menerapkan sistem pengendalian manajemen berdasarkan konsep four levers of control sebagaimana yang dikemukakan oleh Simons (2000) khususnya untuk belief system dan boundary system. Belief system perusahaan tercermin pada visi, misi serta tata nilai yang dimilikinya. Pernyataan visi, misi dan tata nilai telah dibuat dalam bentuk formal dan dikomunikasikan melalui berbagai media (tangible maupun intangible).  Namun, pola komunikasi ini belum diikuti dengan adanya survei untuk mengukur kepedulian dan pemahaman para karyawan terhadap belief system. Boundary system perusahaan meliputi 2 (dua) hal yaitu business conduct boundary dan strategic boundary. Business conduct boundary perusahaan dinyatakan dalam nilai-nilai budaya, kode etik dan PKB (Perjanjian Kerja Bersama) perusahaan. Dalam ketiga pedoman perusahaan tersebut dinyatakan secara jelas mengenai pedoman perilaku yang seharusnya dimiliki dan dilarang bagi karyawan Bank. Sementara itu, strategic boundary Bank yaitu pembatasan bisnis perusahaan terkait usaha perbankan yang menjalankan fungsinya sebagai Bank Pembangunan Daerah untuk membantu Pemerintah Daerah dalam menumbuhkan perekonomian daerah.
KAJIAN KEBUTUHAN OKSIGEN TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU KAMPUS BANGAU UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS PALEMBANG Mulyati, Meylinda; Mustika, Suzzana Winda Artha
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahun jumlah mahasiswa di Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) Palembang bertambah. Peningkatan pembangunan sarana dan prasana, khususnya bangunan gedung rektorat pada kampus Bangau UKMC berimbas dengan berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH). Lahan yang digunakan untuk membangun gedung rektorat, sebelumnya merupakan RTH. Perubahan ini mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan dan daya dukung lingkungan. Hal ini juga mengakibatkan bertambahnya beban kampus terhadap lingkungan. Kondisi kota Palembang yang berasap juga membuat kondisi lingkungan semakin terbebani. Salah satu beban terhadap lingkungan adalah kebutuhan Oksigen yang berkaitan dengan keberadaan RTH. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji kondisi RTH di kampus Bangau UKMC, kebutuhan kecukupan Ruang Terbuka Hijau ideal berdasarkan kebutuhan Oksigen penghuni kampus Bangau UKMC, untuk mengetahui syarat kecukupan luas RTH kampus Bangau UKMC, dan memberikan upaya ataupun pelestarian terhadap RTH kampus Bangau UKMC. Kebutuhan oksigen total yang dibutuhkan oleh warga kampus Bangau UKMC, dan kendaraan adalah 10.006,12 kg/hari. Kebutuhan RTH pada kampus Bangau UKMC masih kurang sebesar 25,99% dari yang diharapkan sebesar 30%. Perlu dilakukan upaya untuk memenuhi konsumsi Oksigen dengan menambah tanaman yang dapat menyerap lebih banyak Karbondioksida seperti Lidah Mertua(Sanseviera), Palem Bambu (Chamaedorea seifrizii), Palem kuning (Chrysalidocarpus), Karet Hias (Ficus Robusta) yang bisa ditanam di dalam pot dan dibuat pada taman vertikal.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI POPULASI BAKTERI ICE NUCLEATION ACTIVE PADA JERUK KEPROK SOE DI DATARAN TINGGI MUTIS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Missa, Hildegardis; Baunsele, Anselmus Boy
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pada Jeruk Keprok Soe di dataran tinggi  Mutis ini akan memberikan informasi kebaruan bakteri INA di daerah tropis. Penelitian lanjut mengenai bakteri INA perlu dilakukan, mengingat dampak buruk bagi pertanian akibat luka beku yang disebabkan karena aktivitas ice nucleation. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui populasi bakteri INA,  mengetahui estimasi populasi bakteri INA, uji aktivitas ice Nucleation Active dan mengetahui kelas protein INA. Pengambilan sampel tanaman Jeruk Keprok Soe menggunakan metode purposive sampling pada tiga ketinggian yaitu 2000, 2100, dan 2200 m dpl. Isolasi bakteri dilakukan dengan metode spread plate pada media Kings?B, aktivitas nukleasi es ditentukan dengan metode tube nucleation test. Estimasi populasi bakteri INA dilakukan dengan metode multiple-tube nucleation test formula Thomas seri 3.3.3. Hasil penelitian menunjukan bahwa populasi bakteri INA yang ditemukan pada daun jeruk keprok soe di dataran tinggi mutis tergolong tinggi yaitu  6 x 103/g hingga 1,2 x 104 /g daun. hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tempat maka semakin tinggi populasi bakteri INA yang ditemukan. Berdasarkan suhu pembentukan es, terdapat dua isolat bakteri , yaitu 2 sampel mengalami pembekuan pada suhu -7oC dengan kelas protein INA B, sedangkan 6 sampel membeku pada suhu -10oC dengan kelas protein INA C.
IMPLEMENTASI METODE PENGAMBILAN KEPUTUSAN GO/NO-GO DALAM EKSEKUSI IDE RENCANA BISNIS BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI Taufik, Candra; Sanny, Yusuf
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi dan perkembangan Teknologi Informasi sangat memungkinkan bagi siapa pun untuk memperoleh ide / rencana bisnis yang dianggap akan menjadi suatu bisnis sukses dan meningkatkan perekonomiannya. Ide / rencana bisnis tersebut dapat langsung dieksekusi oleh pemiliknya dan kemudian akan menghadapi dua kemungkinan, yaitu sukses atau gagal dan tidak sedikit yang mengalami kegagalan. Selain itu, banyak pula yang justru tidak mengeksekusi ide / rencana bisnisnya karena khawatir gagal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Metode Pengambilan Keputusan Lanjut / Tidak Lanjut (Go/No-Go) dalam eksekusi ide / rencana bisnis bidang Teknologi Informasi yang telah diperoleh dari penelitian sebelumnya. Metode Go/No-Go yang dimaksud terdiri dari Explore / Eksplorasi, Select / Pilih, Test / Uji dan Decide / Putuskan atau disingkat ESTD. Dalam penelitian ini metode tersebut akan diimplementasikan oleh sejumlah responden untuk pengambilan keputusan lanjut/tidak lanjutnya eksekusi ide / rencana bisnis mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya teori kewirausahaan dalam proses penyaringan peluang bisnis atau penentuan peluang bisnis (venture opportunity) yang benar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kuantitatif dengan mengambil sample sebanyak 60 orang yang memiliki ide bisnis bidang IT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu rata-rata pengambilan keputusan Go/No-Go adalah 6.39 hari dan standard deviasi 1.47 hari. Untuk tingkat keyakinan 90% diperoleh range rata-rata waktu penggunaan metode ESTD 4.45 s/d 8.33  hari. Sekitar 89 % dari responden menyatakan bahwa metode pengambilan keputusan Go/No-Go ini mudah dipahami dan dipergunakan serta 19% responden menyarankan untuk menambahkan contoh-contoh asumsi.
IMPLEMENTASI GAME EDUKASI BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN METODE GAME DEVELOPMENT LIFE CYCLE DAN PENDEKATAN TAKSONOMI BLOOM Santika, Reva Ragam; Ramadhan, Kurnia; Andri, Mochamad; Solehuddin, Asef; Juanita, Safitri
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era teknologi saat ini, tersedia berbagai macam media pembelajaran yang digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar salah satunya dalam bentuk aplikasi belajar berbasis mobile atau desktop. Tujuan dari berkembangnya media belajar saat ini adalah membantu memberi perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar. Salah satu kegiatan yang membutuhkan media pembelajaran adalah belajar bahasa inggris, saat ini Boston Course Indonesia dalam menyajikan materi masih menggunakan media proyeksi yang menggunakan bantuan proyektor dalam menampilkan informasi, sehingga diperlukan pengembangan media belajar lain yang lebih interaktif dan menarik bagi peserta kursus dalam mempelajari bahasa inggris dengan membuat media pembelajaran dalam bentuk media komputer yang diimplementasi menjadi aplikasi game edukasi. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat game edukasi bernama game adventure education untuk membantu anak-anak mempelajari bahasa inggris dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Metode yang digunakan adalah game development life cycle dengan implementasi pendekatan Taksonomi Bloom. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengembangan game edukasi ini menggunakan Unity 3D yang merupakan sebuah game engine yang berbasis cross-platform. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Game edukasi bernama game adventure education terbukti menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif dalam membantu anak-anak untuk belajar memahami Objek berbahasa Inggris ini terbukti dari hasil beta testing menunjukkan 46% menyatakan aplikasi meningkatkan bahasa inggris dengan skor memuaskan, dan dengan adanya alur cerita dalam permainan tesebut, membuat Game edukasi ini lebih menarik untuk digunakan oleh anak-anak, game edukasi belajar bahasa inggris menggunakan pendekatan Taksonomi Bloom sehingga setelah bermain, Guru dapat mengetahui sejauh mana kemampuan anak didik dalam menguasai bahasa inggris

Page 1 of 20 | Total Record : 197