cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan" : 6 Documents clear
KAJIAN HUTAN KEMASYARAKATAN SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN : KASUS DI KAB. GUNUNG KIDUL Mulyadin, Raden Mohammad; Surati, Surati; Ariawan, Kuncoro
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2016.13.1.13-23

Abstract

Hutan kemasyarakatan (HKm) merupakan hutan negara yang pemanfaatannya ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan agar kelestarian hutan tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan-kegiatan pada HKm yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar hutan di Kabupaten Gunungkidul,  DI Yogyakarta. Dua kelompok tani hutan (KTH) kemasyarakatan sebagai contoh penelitian, dan sebanyak 40 KK anggotakelompok tani sebagai responden. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi literatur, analisa data dilakukan secara kuantitatif dan deskriptif  kualitatif.  Analisis kuantitatif terdiri atas analisis pendapatan rumah tangga, analisis imbangan penerimaan dan biaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan HKm dapat meningkatkan pendapatan KTH antara 20–50%. Kegiatan yang dapat dijadikan sumber pendapatan terdiri dari kegiatan kelembagaan dan pengelolaan HKm secara tumpangsari. Kegiatan tumpangsari dengan memperhatikan komposisi antara tanaman pokok dengan tanaman sela berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. Tingkat pendapatan KTH Tani Manunggal lebih besar dari KTH Sedyo lestari, hal ini karena adanya perbedaan antara komposisi tanaman pokok dan tanaman sela, luasan HKm, dan jumlah anggota KTH kemasyarakatan.
VALUASI EKONOMI MANFAAT AIR DI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG, SULAWESI SELATAN Hayati, Nur; Wakka, Abd Kadir
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2016.13.1.47-61

Abstract

Potensi sumber daya air di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) telah dimanfaatkan untuk pengairan persawahan dan pemenuhan air bersih masyarakat Kota Maros dan sekitarnya. Apresiasi terhadap sumber daya air tersebut sangat rendah karena kurangnya informasi terkait seberapa besar manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh sumber daya air tersebut bagi masyarakat sekitar dan kepentingan pemerintah setempat. Penelitian ini bertujuan menghitung nilai ekonomi jasa lingkungan air di TN Babul meliputi: valuasi manfaat jasa lingkungan air kebutuhan rumah tangga dilakukan dengan pendekatan metode biaya pengadaan;  nilai ekonomi air kebutuhan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dihitung dengan menggunakan analisis finansial; nilai ekonomi air irigasi menggunakan metode perbedaan estimasi yang dihitung dari perbedaan produktivitas antara lahan irigrasi dengan non irigrasi; nilai ekonomi air mikro hidro menggunakan metode harga pasar pengganti; nilai air perikanan dan usaha cuci mobil menggunakan contingent valuation method; nilai air wisata dihitung menggunakan metode biaya perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan TN Babul secara ekonomi memiliki nilai manfaat ekonomi sumber daya air yang yang sangat besar yaitu 1,7 trilyun per tahun bagi masyarakat sekitarnya dan  kepentingan pemerintah daerah sekitar 130 milyar. Manfaat ekonomi yang dihasilkan dari jasa lingkungan air TN Babul diharapkan menjadi pertimbangan bagi pihakpihakterkait untuk turut menjaga kelestarian kawasan TN Babul.
KEARIFAN LOKAL DAN PRAKTIK PENGELOLAAN HUTAN BAMBU PADA MASYARAKAT BALI yeny, irma; Yuniati, Dhani; Khotimah, Husnul
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2016.13.1.63-72

Abstract

Keberhasilan pengembangan kluster bambu di Bali, dapat dibangun melalui tradisi kehutanan masyarakat yang dapat kita temukan dengan menggali kembali kearifan lokal. Penelitian bertujuan: 1) mengkaji peran kearifan lokal dan praktik dalam pembangunan hutan bambu di Kecamatan Kintamani, Bangli; 2) mengkaji peran hutan bambu bagi masyarakat di Kecamatan Kintamani, Bangli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif  dengan teknik wawancara terbuka mendalam dengan bantuan daftar pertanyaan, observasi, dan dokumentasi.  Responden terdiri dari 10 orang yang dipilih secara pur posive dengan metode snowball. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat eksistensi kearifan lokal dalam bentuk palemahan yang merupakan pengetahuan, nilai, aturan dan sistem hukum adat, yang telah mengatur aksi atau tindakan hubungan manusia dengan lingkungan serta berperan dalam pembangunan hutan bambu; 2) upaya membangun hutan bambu oleh masyarakat Kintamani telah memberikan kontribusi pada aspek sosial (menyerap tenaga kerja 43 HOK/ha/tahun), ekonomi (penerimaan petani Rp. 14.292.795/anggota kelompok/tahun), dan hidrologis (ditemukan 3 sumber mata air).
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGEMBANGAN KAPULAGA DI HUTAN RAKYAT: KASUS DI KABUPATEN CIAMIS DAN TASIKMALAYA, JAWA BARAT Diniyati, Dian; Achmad, Budiman
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2016.13.1.25-36

Abstract

Saat ini, tanaman kapulaga di Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya semakin populer di kalangan petani hutan rakyat. Akan tetapi teknik budi dayanya masih banyak yang belum sesuai dengan pedoman menanam kapulaga sehingga pengelolaannya perlu diperbaiki, salah satunya melalui penyuluhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pengetahuan petani tentang budi daya kapulaga di hutan rakyat. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juni-Desember 2013 di Desa Kalijaya Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis dan Desa KaryabaktiKecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Total responden petani hutan rakyat sebanyak 60 orang yang dipilih secara acak. Racangan penelitian yang digunakan adalah pre-test dan post-test group design. Skor pre-test dan post-test diuji menggunakan Paired sample t-test pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi tentang pengembangan kapulaga di hutan rakyat terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan petani. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah petani yang memiliki pengetahuan yang baik tentang budi daya kapulaga, dari 13,3% menjadi 60% di Desa Kalijaya, dan dari 10% menjadi 66,67% di Desa Karyabakti. Dengan demikian, dalam rangka pemberdayaan dan perubahan sosial petani, penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi sebaiknya terus dilakukan.
TIPOLOGI DAN MOTIVASI MASYARAKAT PEMELIHARA NURI TALAUD SEBAGAI BURUNG DILINDUNGI DI PULAU KARAKELANG Arini, Diah Irawati Dwi; Yuliantoro, Isdomo
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2016.13.1.37-46

Abstract

Nuri talaud merupakan salah satu anggota burung paruh bengkok yang berstatus langka, endemik dan dilindungi. Warna bulu yang menarik, suara dan kelangkaannya merupakan daya tarik untuk menjadikan nuri talaud sebagai hewan peliharaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tipologi dan motivasi masyarakat di beberapa desa di Pulau Karakelang dalam memelihara nuri talaud serta menggali pengetahuan masyarakat tentang konservasi nuri talaud. Penelitian dilaksanakan di Desa Bantane, Bengel dan Beo Utara. Pengambilan data dilaksanakan pada Bulan November-Desember 2014 dengan menggunakan metode survey yaitu wawancara dan observasi. Analisa data dilakukan dengan Chi Square test (χ2) dan deskriptif  kualitatif.  Hasil penelitian adalah sebagai berikut, pertama, tipologi masyarakat pemelihara nuri talaud yang tinggal di Desa Bantane, Bengel dan Beo Utara, Pulau Karakelang 92,6% berusia 15-59 tahun, 77,7% berpendidikan SD dan SMP, 63% berprofesi sebagai petani, 74,1% laki-laki, 81,5% masyarakat asli Pulau Karakelang dan 70,3% tinggal di pedesaan. Kedua, masyarakat pedesaan umumnyamemelihara nuri talaud dengan motivasi ekonomi yaitu untuk diperdagangkan, sedangkan masyarakat perkotaan memeliharanya dengan motivasi non ekonomi yaitu untuk hiburan. Ketiga, status nuri talaud sebagai burung langka yang dilindungi umumnya telah diketahui oleh masyarakat, namun perdagangan nuri talaud terus berlangsung karena lemahnya penegakan hukum.
DINAMIKA KELOMPOK TANI DAN PEMBANGUNAN HUTAN RAKYAT DI KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN bangsawan, indah; Hardjanto, Hardjanto; Hero, Yulius
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2016.13.1.1-12

Abstract

Keberhasilan pembangunan hutan rakyat (HR) yang telah dilakukan selama ini tidak terlepas dengan adanya kelompok tani. Tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis organisasi dan aturan main kelompok tani,dan 2) menganalisis hubungan antara perkembangan kelompok tani dan perkembangan HR. Untuk menganalisis organisasi dan aturan main dalam kelompok tani, dilakukan menggunakan metode historical case studies of organization, sedangkan untuk menganalisis hubungan perkembangan Kelompok Tani Suka Maju dengan perkembangan HR di Desa Sindang Karya, digunakan metode Etnografis Hasil penelitian menunjukkanbahwa struktur organisasi kelompok tani yang dibentuk sejak berdiri atau hasil perubahan merupakan struktur organisasi sederhana sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan. Norma kelompok merupakan hasil dari musyawarah yang disepakati, dipahami dan dipatuhi oleh seluruh anggota, meskipun tidak dituangkan secara tertulis. Peran dan tanggung jawab pengurus dan anggota juga belum dituangkan dalam bentuk tertulis namun disampaikan pada saat musyawarah kelompok dan berjalan cukup baik. Kelompok tani yang beranggotakan 15 orang dibentuk pada tahun 2002 mengalami perubahan pada tahun 2011 dan terus berkembang hingga tahun 2014. Perkembangan kelompok ditandai dengan makin berkembangnya jenis usaha, aset kelompok, dan luas lahan HR yang dikelola kelompok tani.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Sosial Ekonomi Kehutanan More Issue