cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan" : 5 Documents clear
ANALISIS MANFAAT BIAYA BIOCHAR DI LAHAN PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI KABUPATEN MERAUKE Diana Widiastuti, Maria Magdalena
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2016.13.2.135-143

Abstract

Biochar terbukti dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah, meningkatkan produktivitas dan menambah pendapatan petani. Biochar dapat dibuat dari limbah kehutanan/pertanian dan tidak  membutuhkan teknologi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)  Menganalisis rasio manfaat biaya pembuatan biochar dari limbah sekam padi, (2) Membandingkan produktivitas tanaman padi dengan perlakuan biochar, dan (3) Menganalisis usaha tani padi sawah dengan perlakuan biochar. Metode penelitian menggunakan BCR dan pendekatan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, rasio manfaat biaya pembuatan biochar dari limbah sekam padi sebesar 1,35yang menunjukkan usaha biochar layak dilaksanakan. Kedua, pemberian biochar dan pupuk di lahan pertanian dapat meningkatkan produktivitas padi dari 4,2 ton/ha (perlakuan kontrol) menjadi 5,5 ton/ha (perlakuan biochar+pupuk organik) dan 6 ton/ha (perlakuan biochar+pupuk organik+pupuk kimia). Ketiga, rasio manfaat biaya usaha tani padiperlakuan kontrol (1,54), lebih tinggi dibandingkan rasio manfaat biaya usaha padi perlakuan biochar+pupuk organik (1,46) dan rasio manfaat biaya usaha padi perlakuan biochar+pupuk organik+pupuk kimia.
FAKTOR KUNCI DALAM PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN AGROFORESTRY PADA LAHAN MASYARAKAT Ruhimat, Idin Saepudin
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2016.13.2.73-84

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kunci dalam pengembangan kelembagaan agroforestry di lahan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah mulai bulan April-Desember 2014. Data dianalisis dengan analisis Inter pretative Structural Modelling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga elemen utama dalam pengembangan kelembagaan agroforestr y yaitu elemen kendala utama yang dihadapi, program utama dan aktor utama. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa faktor kunci yang harus diperhatikan dalam pengembangan kelembagaan agroforestry adalah dukungan kebijakan, ketersediaan paket teknologi agroforestry, serta optimalisasi keterlibatan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap dan instansi penelitian/perguruan tinggi. Oleh karena itu, disarankan kepada pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mengutamakan pengelolaan terhadap faktor kunci tersebut dalam usaha pengembangan kelembagaan agroforestry.
KELAYAKAN PROGRAM HUTAN DESA DI DESA TANJUNG AUR II KECAMATAN PINO RAYA KABUPATEN BENGKULU SELATAN Desmantoro, Desmantoro; Wijayanto, Nurheni; Sundawati, Leti
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2016.13.2.85-106

Abstract

Studi kelayakan terhadap kondisi prasyarat perlu dilakukan untuk keberhasilan implementasi program Hutan Desa, termasuk di wilayah Desa Tanjung Aur II. Penelitian ini bertujuan: 1) mengidentifikasi kondisi biogeofisik/persyaratan areal kerja; 2) menganalisis kondisi sosial ekonomi budaya masyarakat/persyaratan kelembagaan; 3) menganalisis dukungan stakeholder; dan 4) memformulasikan strategi impelementasi yang sesuai. Penelitian menggunakan metode survei dan kajian kualitatif dengan multi teknik analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Areal hutan negara di Desa Tanjung Aur II memenuhi persyaratan dan layak diusulkan sebagai areal kerja Hutan Desa; 2) Kondisi sosial ekonomi budaya masyarakat di wilayah Desa Tanjung Aur II memungkinkan untuk membentuk lembaga pengelola Hutan Desa, melalui kolaborasi masyarakat perambah hutan negara dan perwakilan masyarakat Desa Tanjung Aur II; 3) Stakeholder siap memberikan dukungan fasilitasi danpendampingan sesuai kapasitas dan kapabilitasnya masing-masing. Stakeholder kunci adalah BPDAS Ketahun, Dishut Provinsi Bengkulu, Dishut ESDM Kabupaten Bengkulu Selatan, LSM Ulayat, dan Aparatur Desa Tanjung Aur II; 4) Strategi implementasi program Hutan Desa yang sesuai bagi Desa Tanjung Aur II adalah strategi kompetitif atau diversifikasi (strategi S-T), dengan strategi prioritas utama adalah mencari dan meminta dukungan dari stakeholder terkait ataupun pihak-pihak lainnya yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk melakukan fasilitasi dan pendampingan.
PERILAKU EKONOMI PARA PIHAK DALAM PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT DI TN MERU BETIRI JAWA TIMUR Nugroho, Ignatius Adi; Nurrochmat, Dodik Ridho; Hardjanto, Hardjanto; Kadarusman, Latifah Kosim; Poerwadianto, Agus
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2016.13.2.107-120

Abstract

Perilaku ekonomi para pihak di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) ditentukan oleh akses mereka terhadap pemanfaatan tumbuhan obat. Variabel akses seperti teknologi, modal, pasar, tenaga kerja, pengetahuan, otoritas, identitas sosial dan negosiasi melalui relasi sosial diperlukan dalam pemanfaatan tersebut. Keuntungan, biaya transaksi dan jaminan alami merupakan faktor ekonomi yang mengikuti perilaku para pihak di TNMB. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perilaku sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan di sekitar hutan TNMB melalui identifikasi variabel akses yang mereka miliki, biaya manfaat yang diperoleh, biaya transaksi dan jaminan alam dalam pemanfaatan tumbuhan obat di TNMB. Hasil penelitian menunjukan bahwa para pihak memiliki tiga variabel aksesyaitu teknologi, kapital dan pasar. Dalam analisis statistik diperoleh bahwa hanya akses terhadap pasar yang memiliki nilai positif, sedangkan akses lainnya negatif. Hal ini berarti bahwa permintaan tumbuhan obat dipengaruhi oleh pasar dan kurang dipengaruhi oleh penggunaan kapital dan teknologi. Pendarung dan blandong lebih berperilaku sebagai penjual sedangkan pengepul dan borek kayu sebagai pembeli. Para pihak umumnya mendapatkan keuntungan dalam pemanfaatan tumbuhan obat, tetapi keuntungan tersebut harus dibagikan kepada berbagai pihak yang terlibat secara tidak langsung dalam perdagangan tumbuhan obat.
MENINGKATKAN PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PENGELOLAAN WILAYAH HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI CILIWUNG Alviya, Iis; Suryandari, Elvida Yosefi; Maryani, Retno; Muttaqin, Zahhrul
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2016.13.2.121-134

Abstract

Pemangku kepentingan (stakeholder) memiliki peranan yang sangat penting dalam implementasi pengelolaan wilayah hulu Derah Aliran Sungai (DAS). Dengan demikian, pemahaman akan keberadaan dan peranan stakeholder menjadi penting dalam mewujudkan pengelolaan yang baik dan memberi manfaat dari sisi lingkungan, sosial dan ekonomi. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran, kepentingan dan kerja sama antar pemangku kepentingan terhadap kondisi DAS Ciliwung. Analisis stakeholder digunakan dalam studi ini untuk mengidentifikasi stakeholder, mengkategorikan stakeholder, dan menginvestigasi hubungan antar-stakeholder. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalinan kerja sama antar-stakeholder kunci dan antara stakeholder kunci dengan stakeholder utama masih lemah. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya pemahaman masyarakat akan manfaat dan pentingnya kegiatan kegiatan konservasi pada wilayah hulu DAS Ciliwung. Sementara itu, jalinan kerja sama antara stakeholder kunci dengan stakeholder penunjang, terutama penyedia dana, relatif lebih baik. Hal tersebut dapat terlihat dengan adanya bentuk kerja sama antar lembaga dalam upaya pengelolaan hulu DAS Ciliwung yang lebih baik, walaupun masih cenderung berorientasi keproyekan. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu forum sebagai wadah komunikasi untuk sinkronisasi, kolaborasi dan koordinasi antar para pemangku kepentingan sehingga program pengelolaan DAS Ciliwung dapat terintegrasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Sosial Ekonomi Kehutanan More Issue