cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan" : 5 Documents clear
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP GANGGUAN GAJAH SUMATERA ( Elephas maximus sumatranus ) DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Rianti, Anita; Garsetiasih, Raden
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2017.14.2.83-99

Abstract

Penelitian konflik gajah dengan masyarakat telah dilakukan di Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan di tiga desa pada bulan September 2015 sampai Desember 2015, dengan tujuan untuk mengetahui persepsi serta karakteristik sosial-ekonomi masyarakat terkait konflik terhadap nilai konservasi gajah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara terstruktur,responden dipilih secara sengaja (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan masyarakat di Desa Gajah Mati dan Gajah Mulya masih rendah yaitu masing-masing 51% dan 47% merupakan lulusan SD, sedangkan tingkat pendidikan di Desa Gajah Mukti sebesar 58% adalah lulusan SMA. Mayoritas responden termasuk dalam kelas usia produktif dan bekerja sebagai petani ladang. Pendapatan rata-rata masyarakat di Desa Gajah Mati sebesar Rp1.814.583 per bulan, sedangkan di Desa Gajah Mukti dan Gajah Mulya masing-masing secara berurutan adalah Rp1.158.750 dan Rp1.060.833. Gangguan gajah terjadi di semua desa responden, dan berdampak pada persepsi masyarakat terhadap konservasi gajah menjadi negatif. Sebagian besar responden menginginkan gajah dipindahkan ke Suaka Margasatwa Padang Sugihan yang merupakan habitat gajah.
KAJIAN BIAYA PENGGANTIAN INVESTASI PEMANFAATAN LAHAN HUTAN DALAM RANGKA PENGELOLAAN SAMPAH RAMAH LINGKUNGAN: Studi Kasus Nambo Irawanti, Setiasih; Hakim, Ismatul; Hidayat, Dian Charity; Kurniasari, Dewi Ratna; Holbert, Jonny
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2017.14.2.119-133

Abstract

Tingginya ketergantungan masyarakat kepada sumber daya hutan menyebabkan kawasan hutan negara di Jawa yang dikelola oleh Perhutani menerapkan pendekatan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), masyarakat penggarap menjadi anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk melakukan kegiatan tumpangsari tanaman padi gogo dan jagung. Kawasan hutan produksi di Desa Nambo dan Lulut adalah kelas perusahaan pinus yang menghasilkan gondorukem, terpentin, dan kayu, serta padi gogo dan jagung dari hasil tanaman tumpangsari. Pemanfaatan lahan hutan seluas 40 ha untuk tempat pemrosesan dan pengelolaan akhir sampah (TPPAS) Regional Nambo selama 35 tahun wajib membayar biaya penggantian investasi dikarenakan hilangnya kesempatan untuk berinvestasi bisnis tanaman pinus dan tanaman tumpangsari yang dihitung menggunakan metode loss opportunity of interest (LOI). Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya penggantian investasi tanaman pinus bagi Perhutani sebesar Rp5.492.318.000 dan penggantian investasi tanaman padi gogo dan jagung bagi anggota LMDH sebesar Rp798.947.520.
MEKANISME AKSES PADA HAK KEPEMILIKAN DI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI MERANTI, SUMATERA SELATAN Napitu, Ja Posman; Hidayat, Aceng; Basuni, Sambas; Sjaf, Sofyan
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2017.14.2.101-118

Abstract

Kepentingan berbagai pihak terkait akses pemanfaatan hutan mengakibatkan ketidakjelasan hak kepemilikan karena tumpang tindih pengguna. Penelitian ini menjelaskan faktor penyebab ketidakjelasan hak kepemilikan dari mekanisme akses dan kaitannya dengan konflik lahan. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk mendapatkan data perubahan lahan, dokumen proses tata batas dan kepemilikan lahan, sejarah pengelolan, wawancara mendalam dengan 123 orang tokoh kunci. Analisis data menggunakan Rapid Land Tenure Assessment (RaTA) dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori akses dan hak kepemilikan dapat menjelaskan tumpang tindih lahan pada wilayah KPHP Meranti. Analisis akses mekanisme hak menjelaskan faktor-faktor perubahan status kepemilikan lahan dan penyebab tumpang tindih lahan, yaitu: a) dinamika perubahan pengelolaan, b) permasalahan batas kawasan, dan c) lemahnya pengawasan. Faktor penyebab pengguna lahan dari mekanisme struktur antara lain: ikatan kekerabatan, pemberian dari pesirah (sistem patrones), dan tokoh masyarakat/pemimpin agama. Akses mekanisme struktur mengakibatkan klaim lahan seluas 38,53% pada wilayah KPHP Meranti. Perubahan aturan main selalu menimbulkan pengguna baru dan mengakibatkan tumpang tindih pemanfaatan antara pemegang izin usaha dengan akses masyarakat. Rekomendasi dari penelitian ini adalah: a) menghindari perubahan bentuk pengelolaan, dan b) melibatkan masyarakat lokal untuk menentukan siapa pengguna, batas waktu, dan besaran kontribusi pendapatan.
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN DI WILAYAH KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG MODEL HULU SUNGAI SELATAN Ardhana, Adnan; Qirom, Muhammad Abdul
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2017.14.2.143-155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komoditas unggulan apa saja yang dapat dikembangkan di tiga kecamatan dalam kawasan KPHL Model Hulu Sungai Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Desember 2016 di kecamatan Loksado, kecamatan Padang Batung dan Kecamatan Telaga Langsat,Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa runtun waktu (time series) yang meliputi jumlah produksi pada komoditas sub sektor pangan dan palawija, sayuran, perkebunan dan kehutanan selama periode 2011-2015 yang berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA). Berdasarkan hasil analisis LQ dan SSA, komoditas sub sektor tanaman pangan dan palawija yang menjadi komoditas unggulan kecamatan dalam kawasan KPHL Hulu Sungai Selatan adalah kacang tanah di kecamatan Loksado, ubi kayu dan padi ladang di kecamatan Padang Batung. Untuk sub sektor tanaman sayuran, tidak ditemukan komoditas sayuran unggulan karena hanya memiliki keunggulan komparatif atau keunggulan kompetitif saja. Untuk komoditas tanaman perkebunan dan kehutanan, komoditas unggulan di kecamatan Loksado adalah tanaman karet dan kemiri, sedangkan untuk kecamatan Padang Batung adalah tanaman karet.
PENGETAHUAN EKOLOGI MASYARAKAT LOKAL DALAM PEMILIHAN POHON PELINDUNG PADASISTEM AGROFORESTRI TRADISIONAL "DUSUNG" PALA DI AMBON Salampessy, Messalina Lovenia
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2017.14.2.135-142

Abstract

Pengetahuan ekologis lokal sangat terkait dengan pengambilan keputusan dalam penanaman pohon.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan dan menjelaskan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam pemilihan jenis tanaman pelindung di lahan milik berdasarkan pemahaman dan pengetahuan mereka.Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dalam pengelolaan agroforestri tradisional dengan jenis tanaman utama pala (Myristica fragrans) telah memilih jenis-jenis pohon pelindung, seperti kenari (Canarium sp.) dan durian (Durio sp.). Alasan-alasan yang dikemukakan oleh masyarakat dalam memilih jenis pohon pelindung adalah kesesuaian kondisi biofisik, menunjang pertumbuhan pala, kemudahan pemeliharaan dan pemanenan, warisan orangtua, keanekaragaman hasil, dan kemudahan pemasaran. Pemerintah dan berbagai pihak yang terkait diharapkan dapat menggunakan pengetahuan ekologi lokal untuk mendukung pengembangan kehutanan masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Sosial Ekonomi Kehutanan More Issue