cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan" : 5 Documents clear
PENGETAHUAN DAN HARAPAN MASYARAKAT TERHADAP PERUBAHAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Ariawan, Kuncoro -; Surati, Surati
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2017.14.3.205-217

Abstract

Perubahan kawasan hutan dapat berupa perubahan peruntukan melalui proses tukar menukar kawasan hutan dan pelepasan kawasan hutan untuk berbagai kepentingan seperti perkebunan dan industri. Akibat dari perubahan peruntukan kawasan hutan akan berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama yang berbatasan dengan areal yang akan dirubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan harapan masyarakat sekitar hutan terhadap perubahan peruntukan kawasan hutan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara. Responden dipilih secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap hutan, manfaat dan akibat kerusakan hutan adalah negatif, sedangkan pengetahuan masyarakat terhadap keberadaan perusahaan kelapa sawit adalah positif. Hal ini karena pemahaman masyarakat terhadap hutan masih rendah. Masyarakat umumnya setuju apabila kawasan hutan yang nantinya akan menjadi perkebunan kelapa sawit dikeluarkan atau dilepaskan dari kawasan hutan, dan berharap dapat meningkatkan pendapatannya. Tingginya harapan masyarakat disebabkan lahan yang selama ini diolah untuk kebun kelapa dalam sudah tidak produktif karena sering terkena intrusi air laut. Dengan adanya kerja sama antara masyarakat dengan perusahaan, maka perusahaan membantu masyarakat membangun tanggul di lahan yang terkena intrusi air laut,sehingga lahan bisa dimanfaatkan kembali.
PERILAKU KONSUMSI AIR PADA MUSIM KEMARAU DI DUSUN PAMOR, KABUPATEN GROBOGAN Purwanto, Ipung
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2017.14.3.157-169

Abstract

Bencana kekeringan di Kabupaten Grobokan terjadi hampir setiap tahun. Penelitian bertujuan mempelajari perilaku masyarakat mengkonsumsi air di musim kemarau. Data curah hujan, peta tanah dan peta tutupan lahan dikumpulkan. Informasi sejarah dikumpulkan melalui snowball sampling dan wawancara mendalam. Persepsi masyarakat tentang kekeringan dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD). Wawancara dan pengamatan langsung dilakukan untuk mengetahui perilaku rumah tangga mencari air di musim kemarau. Data konsumsi air dikumpulkan melalui survei. Data curah hujan dan peta-peta dilakukan desk analysis, data sejarah, persepsi, dan perilaku menghadapi kekeringan dilakukan analisis kualitatif, sedangkan data konsumsi air dilakukan analisis regresi antara kebutuhan air dengan jumlah anggota rumah tangga dan kepemilikan ternak. Hasil kajian menunjukkan: 1) Kekeringan terjadi karena adanya defisit air pada Mei-Oktober walaupun neraca air tahunan surplus, 2) Kekeringan di Dusun Pamor sudah berlangsung lama, 3) Persepsi masyarakat tentang usaha mencari air dari sungai atau tempat lain merupakan kewajiban terhadap keluarga yang harus dihadapi. 4) Jika sumur kering, mereka mencari air dari sumber air, berjarak 1-3 km dari rumah, dan 5) Kebutuhan air pada musim kemarau untuk: 0,453 m3/orang/hari, sapi 0,283 m3/ekor/hari, dan kambing 0,044 m/ekor/hari. Angka ini dapat digunakan sebagai input rencana pembangunan infrastruktur untuk mengatasi kekeringan dan memasok kebutuhan air apabila bencana kekeringan mengancam.
ROTAN JERNANG SEBAGAI PENOPANG KEHIDUPAN MASYARAKAT: KASUS KABUPATEN MUARA ENIM, PROVINSI SUMATERA SELATAN Lestari, Sri
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2017.14.3.191-203

Abstract

Rotan jernang alam di Kabupaten Muara Enim semakin menurun akibat degradasi hutan dan lahan, serta aktivitas pemungutan yang dilakukan tanpa memperhatikan aspek kelestarian. Padahal jernang dapat berperan sebagai penopang kehidupan masyarakat di sekitar hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemungutan rotan jernang alam, kontribusinya sebagai sumber penghidupan dan faktor yang memengaruhi pemungutannya. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan dengan metode survei rumah tangga menggunakan bantuan kuesioner, diskusi kelompok fokus, serta observasi lapangan. Data ditabulasikan dan  dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat melakukan kegiatan pemungutan rotan jernang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pada saat tidak ada sumber pendapatan lain, yaitu ketika panen kopi dan padi sudah berakhir. Keberadaan rotan jernang yang semakin terbatas mengharuskan mereka untuk masuk jauh dan menginap di dalam hutan. Oleh sebab itu, para penjernang akan berkelompok sebanyak 4-6 orang. Cara pengumpulan hasil rotan jernang alam ada dua macam, yaitu dengan cara membawa buah bertangkainya atau dengan membawa hasil olahan (resinnya), tergantung pada jarak lokasi pemungutannya. Pendapatan yang diterima masyarakat dari pemungutan rotan jernang sebesar Rp551.087, yaitu 20,20% dari total pendapatan. Pekerjaan, pendapatan, pasar dan lama waktu pemungutan menjadi faktor yang berhubungan signifikan terhadap minat masyarakat untuk melakukan pemungutan rotan jernang.
DAMPAK PENGEMBANGAN SEKTOR EKONOMI TERHADAP POTENSI KONFLIK DI KPHP DELTA MAHAKAM DAN KPHL SUNGAI BERAM HITAM Sylviani, Sylviani; Suryandari, Elvida Yosefi
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2017.14.3.171-190

Abstract

Pertumbuhan ekonomi daerah ditentukan oleh potensi sumber daya alam yang ada termasuk untuk pengembangan sektor perikanan dan pertambangan. Pengembangan kedua sektor ini juga membuka peluang konflik dengan sektor lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kedua sektor tersebut dan mengetahui dampak pertumbuhan ekonomi terhadap potensi konflik di lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Delta Mahakam dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Sungai Beram Hitam (SBH). Pendekatan sektor basis dilakukan untuk mengetahui sektor unggulan daerah dengan analisis Location Quotient (LQ) menggunakan variabel PDRB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Delta Mahakam, sektor pertambangan merupakan sektor unggulan dan terbesar kedua adalah perikanan dengan nilai LQ ≥1. Pada Sungai Beram Hitam sektor perikanan merupakan sektor unggulan dan sektor pertambangan merupakan non basis karena nilai ≤1. Proses pemanfaatan kawasan hutan untuk pertambangan di Jambi dilakukan melalui pinjam pakai kawasan hutan, sementara di Kalimantan Timur tidak melalui izin pinjam pakai. Resolusi konflik tinggi terjadi antara pertambangan dengan sektor perikanan dan masyarakat dilakukan dengan memberikan kompensasi dan ganti rugi. Status dan posisi KPH dapat ditingkatkan dengan memberikan kewenangan terhadap izin pinjam pakai kawasan untuk pengembangan sektor yang bersifat strategis dan kepentingan nasional.
TOTAL NILAI EKOSISTEM MANGROVE DI KABUPATEN GORONTALO UTARA, PROVINSI GORONTALO Triyanti, Riesti; Firdaus, Maulana; Pramoda, Radityo
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2017.14.3.219-236

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan di wilayah pesisir dan lautan. Fungsi dan manfaat ekosistem mangrove seringkali belum dikuantifikasi. Kajian ini bertujuan untuk menghitung total nilai ekosistem mangrove di Kabupaten Gorontalo Utara. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap pemanfaat dan non pemanfaat sumber daya serta data sekunder berupa jumlah simpanan karbon dan biaya standar pembangunan pemecah gelombang pada ekosistem mangrove. Analisis data menggunakan teknik valuasi ekonomi sumber daya untuk menghitung nilai total ekosistem mangrove. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai ekologi ekosistem mangrove sebesar Rp18.205.000.890/hektar/tahun, nilai ekonomi ekosistem mangrove sebesar Rp40.716.063/hektar/tahun serta nilai sosial budaya ekosistem mangrove sebesar Rp20.341.259/hektar/tahun. Nilai ekonomi totalekosistem mangrove yang tinggi di Kabupaten Gorontalo Utara diperoleh sebesar Rp18.266.058.212/hektar/tahun. Total nilai ekosistem mangrove di Kabupaten Gorontalo Utara sebaiknya diinformasikan kepada para pengambil kebijakan tentang pentingnya sumber daya tersebut dan mengelolanya dengan memperhitungkan keuntungan dan biaya konservasinya secara adil.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Sosial Ekonomi Kehutanan More Issue