cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan" : 5 Documents clear
KONSTRUKSI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PETANI HUTAN RAKYAT DALAM PEMANFAATAN DUWET (Syzygium cumini Linn) Palmolina, Maria; Fauziyah, Eva
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.1.1-13

Abstract

Salah satu wujud etnoekologi yang dianut secara turun temurun oleh masyarakat Desa Triwidadi, Pajangan, DI Yogyakarta adalah pemanfaatan sumber daya hutan jenis tanaman obat “duwet” (Syzygium cumini Linn). Permasalahannya adalah bahwa nilai dan bentuk kearifan lokal tersebut kurang mendapat pengakuan dan penghargaan dari pemerintah, apalagi digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan hutan di Jawa. Sebagai penelitian awal, kajian ekologi-budaya ini bertujuan mengkonstruksikan kearifan lokal pemanfaatan duwet sebagai salah satu wujud kebudayaan fisik dari sistem pengetahuan yang bersifat melembaga. Penelitian kualitatif semi kuantitatif ini menggunakan metoda etnografi kognitif dalam mencari penjelasan sosiologis dari sistem pengetahuan budaya dan proses pemanfaatan duwet. Habitat tanaman duwet pada hutan alam, hutan sekunder, dan kebun-pekarangan menggambarkan bentuk perubahan adaptasi lingkungan dan proses sosial dari pemanfaatan sumber daya hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi simbolik dari pemanfaatan duwet antara lain berupa simbol konstitusi, simbol kognitif, simbol penilaian, dan simbol pengungkapan perasaan. Dalam konstruksi kearifan lokal proses pemanfaatan duwet ditemukan enam unsur penting etnoekologi yaitu sebagai sumber daya lokal, pengetahuan lokal, nilai lokal, keterampilan lokal, solidaritas kelompok lokal, serta mekanisme pengambilan keputusan lokal.
ANALISIS PELUANG KEBERHASILAN PENURUNAN LAJU DEFORESTASI: PENDEKATAN TEORI TRANSISI HUTAN Djaenudin, Deden; Oktaviani, Rina; Hartoyo, Sri; Dwiprabowo, Hariyatno
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.1.15-29

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terdesentralisasi sehingga setiap daerah menerapkan kebijakan pembangunannya masing-masing. Aktivitas ekonomi yang diterapkan oleh daerah berimplikasi terhadap perbedaan dinamika tutupan hutan yang beragam, yang diindikasikan dengan perbedaan laju deforestasi yang terjadi. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika tutupan Indonesia dengan menggunakan kerangka hipotesis transisi hutan dan menganalisis faktor-faktor yang mempercepat terjadinya penurunan laju deforestasi. Dengan menggunakan data tutupan lahan tahun 2000-2013 dan variabel ekonomi, dibangun model peluang ordered logistic regression (OLR) dengan menggunakan metode pendugaan maximum likelihood. hasil penelitian menunjukkan, provinsi-provinsi di Indonesia dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok, yaitu tinggi, sedang dan rendah.. Pangsa tutupan hutan dan kepadatan penduduk meningkatkan peluang terjadinya penurunan laju deforestasi. Sebaliknya pendapatan per kapita diindikasikan menjadi faktor yang menghambat penurunan laju deforestasi. Untuk mempercepat tercapainya penurunan laju deforestasi dapat dilakukan melalui (1) kejelasan tenurial, (2) peningkatan kebijakan perbaikan lingkungan seperti pengembangan sistem imbal jasa lingkungan, (3) peningkatan nilai tambah output untuk meningkatkan daya saing produk, (4) pemberian insentif kepada masyarakat untuk melakukan konservasi dan reforestasi, dan (5) peningkatan teknologi pertanian.
FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMENGARUHI KEBERADAAN USAHA ANYAMAN DAN PETANI BAMBU DI BANGLI Yuniati, Dhany; Khotimah, Husnul
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.1.31-46

Abstract

Masyarakat di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali melakukan budidaya bambu dan memanfaatkan bambu untuk kerajinan anyaman dalam skala industri rumah tangga. Walaupun bambu sudah dimanfaatkan secara komersial namun masyarakat mampu mengelola sumber daya bambu secara lestari dan menghindari eksploitasi berlebih. Tulisan ini mengkaji apakah faktor-faktor sosial ekonomi dari usaha anyaman dan petani bambu dapat dijadikan penentu dalam pengelolaan hutan bambu yang lestari. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dan wawancara kemudian menggunakan analisis deskripif sosial ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh adalah tradisi menganyam bambu dan peran wanita Bali dalam kegiatan ekonomi, peran kelembagaan dalam peningkatan kapasitas masyarakat, kearifan lokal yang sejalan dengan program peningkatan industri bambu, dan adanya manfaat ekonomi untuk masyarakat. Faktor-faktor ini mendorong petani untuk memelihara rumpun bambu dan melakukan pengelolaan panen tebang pilih dengan membuat komposisi batang dalam rumpun dan panen tebang pilih berdasarkan umur batang untuk memperoleh produksi bambu yang lestari.
PEMBIASAN REVOLUSI PENGETAHUAN: PEMIKIRAN KUHN DAN REFLEKSI SEJARAH KEHIDUPAN PROF. DUDUNG DARUSMAN Handoyo, Handoyo
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.1.63-77

Abstract

Sebagian besar literatur terkait perkembangan ilmu pengetahuan kehutanan di Indonesia menjelaskan bahwa telah terjadi pergeseran paradigma pengelolaan hutan. Paradigma pengelolaan hutan berbasis supremasi hasil kayu berpindah kepada paradigma pengelolaan hutan berbasis komunitas. Tulisan ini bertujuan memberikan argumen bahwa hal tersebut bias secara ilmiah. Tulisan yang didasarkan pada penelitian yang menggunakan pendekatan naratif dan analisis sejarah kehidupan Dudung Darusman ini, menunjukkan bahwa proses perpindahan perhatian pada supremasi sipil/komunal atas common property dan pencarian pembenaran atas perspektif community-based forest management sebagai sebuah paradigma tidak dapat disebut sebagai revolusi pengetahuan yang berujung pada pergeseran paradigma. Tulisan ini juga memperlihatkan bahwa orkestrasi praktik kekuasaan dan politik yang partikular serta manifestasinya dalam pengelolaan hutan nasional yang lebih bersifat eksternal paradigmatik bertanggung jawab atas pembiasan tersebut.
PANDANGAN MASYARAKAT PINGGIRAN HUTAN TERHADAP PROGRAM PENGEMBANGAN AGROFORESTRI Suparwata, Dewa Oka
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.1.47-62

Abstract

Saat ini pengembangan agroforestri baru difokuskan pada masyarakat-masyarakat pinggiran hutan. Pandangan yang positif dari masyarakat mampu memberikan dampak yang baik terhadap program pengembangan agroforestri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pandangan masyarakat pinggiran hutan terhadap program pengembangan agroforestri di Desa Dulamayo Barat, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Penelitian ini didesain menggunakan pendekatan survei dan focus group discussions (FGD). Responden penelitian adalah semua anggota kelompok tani agroforestri. Sampel ditentukan dengan sampling sensus dengan mengambil seluruh populasi untuk diwawancarai (10 responden). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan FGD. Kegiatan FGD diikuti oleh 26 peserta. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% masyarakat menginginkan program agroforestri dilakukan secara berkelanjutan, meskipun dari segi sosial ekonomi belum dirasakan secara nyata. Dari sudut pandang manfaatnya, 50% responden berpandangan bahwa program pengembangan agroforestri adalah untuk rehabilitasi lahan kritis, 30% responden berpandangan untuk perbaikan jasa lingkungan, 10% responden berpandangan untuk peningkatan ekonomi rakyat dan 10% responden lainnya berpandangan untuk mengurangi erosi. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat menitik beratkan harapan terhadap agroforestri. Dibutuhkan suatu pendampingan secara kontinyu. Lebih lanjut, masyarakat berharap dapat dilibatkan secara aktif dalam program pengembangan agroforestri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Sosial Ekonomi Kehutanan More Issue