cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan" : 5 Documents clear
NILAI EKONOMI TOTAL HUTAN KOTA PT. HOLCIM INDONESIA TBK DI KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH Mulyadin, Raden Mohamad; Surati, Surati
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.2.93-106

Abstract

Tingginya aktivitas ekonomi suatu kota cenderung berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan kota tersebut. Salah satu penyebab penurunan kualitas lingkungan adalah alih fungsi lahan hutan menjadi gedung perkantoran dan pemukiman. Salah satu upaya untuk menekan penurunan kualitas lingkungan adalah dengan menerapkan konsep ruang terbuka hijau (RTH) di mana untuk daerah perkotaan, bentuk yang paling sesuai adalah hutan kota. Hutan kota selain memiliki fungsi ekologis, juga memiliki nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai ekonomi total hutan kota PT. Holcim Indonesia Tbk di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan terkait persepsi masyarakat, apabila nilai atau jasa yang dihasilkan oleh hutan kota dihitung dalam bentuk uang diharapkan masyarakat akan semakin meyadari bahwa peranan hutan kota sangat penting. Pengukuran dilakukan pada tahun 2013, dengan menggunakan pendekatan nilai ekonomi total, meliputi nilai guna langsung dan tak langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai ekonomi hutan kota PT. Holcim Indonesia adalah Rp598.719.138.213,00 yang terdiri dari manfaat langsung sebesar Rp346.769.705.800,00 dan manfaat tidak langsung sebesar Rp251.949.432.413,00. Dari hasil analisis nilai manfaat diperoleh bahwa hutan kota memenuhi kelayakan jika dilihat dari manfaat yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan.
PENINGKATAN MODAL SOSIAL MASYARAKAT DALAM PENYELESAIAN KONFLIK MELALUI MEDIASI: KASUS KHDTK MENGKENDEK, KABUPATEN TANA TORAJA Wakka, Abd. Kadir
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.2.79-92

Abstract

Konflik kepentingan antara pengelola kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) dengan masyarakat sekitar menyebabkan fungsi KHDTK tidak optimal. Pendekatan penegakan hukum belum dapat menyelesaikan konflik yang terjadi di KHDTK sehingga dilakukan pendekatan mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan modal sosial masyarakat sekitar KHDTK Mengkendek dalam penyelesaian konflik melalui mediasi. Pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan participatory action research (PAR). Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik deskiptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan mediasi dalam menyelesaikan konflik di KHDTK Mengkendek telah meningkatkan modal sosial masyarakat sekitar KHDTK. Tingkat kepercayaan (trust) masyarakat sekitar terhadap pengelola KHDTK Mengkendek semakin kuat. Disamping itu, sejumlah norma (norms) yang telah tersusun dan dituangkan dalam draft naskah kesepakatan kemitraan kehutanan. Konsep jaringan (network) dalam pengelolaan KHDTK Mengkendek sudah mulai dirancang. Dengan semakin membaiknya modal sosial masyarakat sekitar KHDTK Mengkendek diharapkan dapat meredakan konflik yang terjadi sehingga fungsi KHDTK sebagai hutan penelitian dan pengembangan kehutanan dapat lebih optimal
TINGKAT PREFERENSI MASYARAKAT MENGELOLA SAGU DI KABUPATEN ASAHAN, SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA Situmorang, Rospita Odorlina Pilianna; Harianja, Alfonsus H
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.2.129-147

Abstract

Kurangnya perhatian pada sektor non-pangan pokok dan perubahan pola konsumsi telah mengakibatkan menurunnya minat petani dalam mengusahakan sagu yang akhirnya berakibat pada alih fungsi lahan sagu termasuk di Kabupaten Asahan. Penelitian ini bermaksud untuk mengukur tingkat kesukaan (preferensi) masyarakat dalam mengelola sagu serta mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi tingkat preferensi tersebut. Data penelitian dikumpulkan dari 98 responden dengan metode pengisian kuesioner dan dianalisis melalui analisis statistika deskriptif, tabulasi frekuensi dan korelasi spearman rank. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Desember 2015 di Desa Silo Bonto, Desa Sei Paham, dan Desa Sungai II Hulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat preferensi mengelola sagu di tergolong sedang dengan nilai rata-rata sebesar 27,92. Faktor manfaat ekologis yang didapat dari menanam sagu mendominasi alasan ketertarikan masyarakat mengelola sagu (40,48%), disusul oleh faktor ekonomi (33,97%) dan kebutuhan pangan (25,54%). Karakteristik sosial ekonomi responden seperti usia, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan pertanian, jumlah tegakan sagu dan lama pengusahaan sagu memiliki korelasi yang signifikan dalam tingkatan kesukaan. Petani yang lebih tua, jumlah tanggungan keluarga yang sedikit, lahan pertanian yang mencukupi, serta pengalaman yang lebih lama di bidang ini terlihat lebih menyukai mengusahakan sagu.
PERAN DEMONSTRATION SITE STATION TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI AIR LIMBAH RUMAH TANGGA DI SEKITAR SUNGAI CILIWUNG Aryantie, Melania Hanny; Purwati, Sri Unon; Harianja, Alfonsus H; Hidayat, Muhamad Yusup
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.2.149-163

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan keterkaitan antara karakteristik sosial-ekonomi masyarakat di daerah aliran sungai Ciliwung dengan usaha penurunan konsentrasi limbah rumah tangga melalui rekayasa sosial demonstration site station (DSS). Pengaruh variabel karakteristik sosial-ekonomi masyarakat yang dikategorikan sebagai faktor internal dan eksternal terhadap penerapan DSS diuji dengan menggunakan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan penerapan kegiatan pengelolaan air limbah domestik dipengaruhi oleh faktor intrinsik yakni peranan ibu rumah tangga dan pengetahuan akan manfaat 3R (reduce, reuse, recycle) dalam pengelolaan limbah serta faktor ekstrinsik yakni contoh dan ajakan dari tokoh masyarakat mengenai pengelolaan limbah cair rumah tangga serta ketersediaan instalasi pengolah limbah cair rumah tangga dan mengolahnya menjadi barang yang bermanfaat. Selanjutnya, pengujian konsentrasi limbah setelah perlakuan DSS menunjukkan bahwa parameter uji yang menurun konsentrasinya adalah total phosphate (T-P), biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), total suspended solids (TSS), potential of hydrogen (pH), serta minyak dan lemak (ML). Parameter ML dapat dikendalikan melalui pemilahan limbah yang dilakukan dalam DSS, sedangkan methylene blue active substances (MBAS) tidak terpengaruh.
POLITIK DINASTI DAN KRISIS LINGKUNGAN: PRAKTIK KEKUASAAN DI PROVINSI BANTEN, INDONESIA Handoyo, Handoyo
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.2.107-128

Abstract

Kekuasaan politik yang diperoleh elit melalui janji-janji “muluk” yang kemudian dikonversi menjadi kekayaan pribadi dan kelompok sebagai biaya mempertahankan, mengukuhkan hingga menyalahgunakan wewenang seolah menjadi fenomena biasa di negara demokrasi tak terkecuali Indonesia. Tulisan ini bertujuan mengungkap praktik kekuasaan dalam sistem politik otonomi di level regional yang mendorong krisis lingkungan. Menggunakan pendekatan fenomenologi dan analisis diskursus, penelitian ini memperlihatkan di Provinsi Banten bahwa sistem politik bercorak dinasti cenderung menyebabkan krisis sumber daya alam yang memunculkan masalah: 1) Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dengan “backing” elit politik; 2) Tidak terintegrasinya rencana pembangunan antar kabupaten; 3) Pembiaran pencemaran lingkungan oleh industri besar; dan 4) Terhambatnya “scaling up” proyek-proyek edukasi lingkungan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM). Di Kabupaten Lebak muncul permasalahan: 1) Sulitnya pengurangan penambangan emas tanpa izin (PETI); 2) Tata usaha kayu yang masih menguntungkan pengusaha; 3) Terhambatnya pengurangan lahan kritis; 4) Proses perluasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang tak kunjung selesai; dan 5) Tidak adanya kompensasi untuk Kabupaten Lebak sebagai daerah hulu. Dengan kompleksnya sistem politik demokratis dalam selubung kapitalisme dan liberalisme di pelbagai level pemerintahan, tulisan ini memperlihatkan bahwa masyarakat akan terus merasakan sulitnya mendapat ruang hidup yang baik dan keadilan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Sosial Ekonomi Kehutanan More Issue