cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan" : 5 Documents clear
IMPLEMENTASI REDD+ DI TAMAN NASIONAL MERU BETIRI DENGAN DUKUNGAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM OLEH MASYARAKAT Wibowo,M.Sc, Ari
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.3.165-181

Abstract

Dalam konteks perubahan iklim, program penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi  (REDD+) sejalan dengan upaya pelestarian hutan.  Meskipun demikian, upaya pelestarian hutan, termasuk pada kawasan konservasi di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) menjumpai berbagai gangguan yang dapat mengancam kelestarian. Keberadaan masyarakat di sekitar TNMB dapat menjadi ancaman, terutama akibat pebangan liar dan perambahan yang disebabkan oleh kurangnya keperpedulian dan  permasalahan ekonomi. Salah satu upaya perlindungan kawasan hutan yang penting adalah pemberdayaan masyarakat, agar ikut berpartisipasi dalam upaya pelestarian hutan tetapi juga memberikan manfaat terutama manfaat ekonomi. Dalam pelaksanaan kegiatan percontohan DA REDD+, salah satu kegiatan  yang difasilitasi adalah pengembangan budidaya jamur tiram oleh masyarakat sekitar taman nasional. Penelitian dengan menggali informasi lapangan terkait implementasi DA REDD+ di kawasan konservasi TNMB ini menghasilkan informasi implementasi kegiatan DA REDD+, aspek sosial ekonomi masyarakat dan hasil analisis SWOT terhadap kegiatan pengembangan budidaya jamur tiram di sekitar TNMB.  Hal ini untuk mendukung pelaksanaan program REDD+ dan mendukung upaya pelestarian hutan melalui peningkatan penghasilan masyarakat yang dapat diterapkan di wilayah konservasi lain.
LEGALITAS KAYU DARI HUTAN ADAT: STUDI KASUS DI NEGERI HONITETU, SERAM BAGIAN BARAT, MALUKU Salaka, Fentie Jullianti; Suharjito, Didik; Astana, Satria; Tjoa, Martina
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.3.183-194

Abstract

Kebijakan SVLK mewajibkan semua unit usaha pengelolaan hutan baik di hutan negara ataupun hutan hak, termasuk di dalamnya hutan adat, untuk memperoleh sertifikat legalitas kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan legalitas kayu menurut aturan adat dan SVLK. Metode yang digunakan adalah studi kasus yang dilaksanakan di Negeri Honitetu, Seram Bagian Barat, Maluku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan SVLK tidak implementatif jika diterapkan pada pemanfaatan kayu dari hutan adat di Negeri Honitetu. Masyarakat adat tidak mempunyai dokumen-dokumen yang disyaratkan dalam SVLK. Pemanfaatan kayu dari hutan adat di Negeri Honitetu selama ini dilakukan dengan mengacu pada aturan-aturan adat yang berlaku, yaitu (1) berada dalam areal petuanan dan mendapatkan izin dari Kepala Dati, (2) pohon tersebut harus berada di luar areal yang dikeramatkan, (3) bagi hasil kepada semua anggota dati, dan (4) pohon harus diberikan secara cuma-cuma jika dipakai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri dan kepentingan umum. Hasil penelitian merekomendasikan untuk memfasilitasi masyarakat hukum adat ke dalam skema perhutanan sosial untuk memberikan perlindungan terhadap kelestarian sumber daya alam serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.
TATA NIAGA KAYU KARET SERTA PENGARUH HARGA KARET TERHADAP PENDAPATAN PEMASOK KAYU KARET: STUDI KASUS DESA SEMBAWA, SUMATERA SELATAN Nugraha, Iman Satra; Alamsyah, Aprizal; Agustina, Dwi Shinta
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.3.195-211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi peremajaan kayu karet, tata niaga kayu karet dan pengaruh harga  karet terhadap pendapatan pemasok kayu karet. Sebagai studi kasus, penelitian ini dilaksanakan di Desa Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara dengan responden dengan menggunakan kuisioner terstruktur. Responden terdiri dari : perkebunan besar dan perkebunan rakyat yang melaksanakan peremajaan karet, serta pemasok kayu yang mengambil kayu karet hasil peremajaan. Responden dipilih secara purposive. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan peremajaan kebun karet minimal 917 hektar per tahun dengan potensi kayu karet hasil peremajaan sebesar 73.360 m per tahun. Tata niaga kayu karet yang diamati adalah pekebun–pemasok–pabrik pengolahan kayu/industri batu bata. Pada saat harga karet menurun sebesar 40%, pendapatan pemasok kayu karet dari perkebunan besar menurun sebesar 59%, dan pendapatan pemasok kayu karet dari perkebunan rakyat menurun 54%.
LIBERALISASASI PERDAGANGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PERDAGANGAN PRODUK KAYU INDONESIA DI PASAR ASEAN Suryandari, Elvida Yosefi; Djaenudin, Deden; Indartik, Indartik; Alviya, Iis
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.3.213-224

Abstract

Liberalisasi perdagangan di ASEAN berdampak terhadap berkurangnya hambatan tarif maupun nontarif sehingga mendorong keintegrasian ekonomi. Keintegrasian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja perdagangan kayu (HS44) antar negara-negara ASEAN. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh liberalisasi perdagangan di pasar ASEAN terhadap kinerja perdagangan produk kayu Indonesia. Pendekatanyang digunakan terdiri dari analisis pangsa pasar dan neraca perdagangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum liberalisasi perdagangan di pasar ASEAN berpengaruh terhadap kinerja perdagangan produk kayu Indonesia, khususnya saat skema ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) diberlakukan pada tahun 2010. Saat itu tarif barang kayu dan furniture kayu ditetapkan sebesar 0%. Hambatan perdagangan non-tarif produk kayu Indonesia di pasar ASEAN adalah surat keteranganasal kayu sebagai syarat bebas bea masuk, dan sertifikasi legalitas kayu.Dalam lingkup ASEAN, pangsa pasar kayu didominasi oleh Malaysia (pemimpin pasar) dan Thailand. Di pasar produk kayu dunia, Indonesia menjadi pesaing bagi Malaysia. Peningkatan daya saing produk kayu Indonesia perlu dilakukan dengan mengatasi hambatan non tarif dankebijakan perdagangan yang lebih berpihak pada industri kayu.
PENANGANAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA BANDUNG: NILAI TAMBAH DAN POTENSI EKONOMI Indartik, Indartik; Suryandari, Elvida Yosefi; Djaenudin, Deden; Pribadi, Mirna Aulia
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2018.15.3.225-239

Abstract

Timbulan sampah yang terus meningkat berdampak negatif pada kesehatan lingkungan dan sosial ekonomi. Faktor pendorong peningkatan timbulan sampah adalah pertumbuhan penduduk, aktivitas perekonomian dan rendahnya kesadaran masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kebijakan penanganan sampah, (2) mengetahui kinerja penanganan sampah di Kota Bandung; (3) mengkaji rantai penanganan sampah, nilai tambah dan potensi ekonomi sampah di Kota Bandung. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif dan nilai tambah. Hasil kajian menunjukkan penanganan sampah mengacu pada peraturan tingkat pusat dan daerah. Terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 dan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 8 Tahun 2016, merubah kewenangan kebersihan kota dari PD Kebersihan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). DLHK memberikan penugasan kepada PD Kebersihan karena keterbatasan sumber daya dalam masa perpindahankewenangan. Kinerja PD Kebersihan pada tahun 2015 sudah mencapai 83,8% (1.257 ton per hari). Berdasarkan rantai nilai sampah, distribusi nilai tambah sampah relatif merata di antara pelaku ekonomi. Potensi ekonomi pemanfaatan sampah dapat dijadikan salah satu alternatif sumber pembiayaan penanganan sampah, yang selama ini berasal dari retribusi, pendapatan lain dan subsidi APBD.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Sosial Ekonomi Kehutanan More Issue