cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan" : 5 Documents clear
UPAYA PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI UNTUK PENURUNAN EMISI KARBON Indartik, Indartik; Parlinah, Nunung; Lugina, Mega
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2011.8.2.139-147

Abstract

Sektor Kehutanan merupakan salah satu sektor penting yang memberikan kontribusi terhadap perubahan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Selain sebagai sumber emisi ( ), sektor ini mempunyai potensi besar untuk menyerap karbon ( ) melalui penanaman dan pertumbuhan hutan. Berbagai kegiatan penanaman telah dilakukan di Indonesia jauh sebelum isu peran hutan dalam mitigasi perubahan iklim berkembang, termasuk melalui pembangunan hutan tanaman industri (HTI). Informasi tentang seberapa besar penurunan emisi dari pembangunan HTI dibandingkan dari kondisi (BAU) belum diketahui. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi tingkat penurunan emisi dari pembangunan HTI serta opsi-opsi peningkatan pembangunan HTI dalam rangka penurunan emisi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda, serta menggunakan persamaan regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas perubahan penutupan lahan di kawasan hutan dipengaruhi oleh kepadatan penduduk, perluasan areal perkebunan sawit besar, luas perkebunan karet swasta dan luas pembangunan hutan tanaman industri. Besarnya tingkat emisi pada kondisi BAU sampai dengan tahun 2020 sebesar 10.829,32 juta ton CO eq (10,8 Giga ton CO eq). Peningkatan luas tanaman HTI seluas 10% dapat menurunkan emisi tahunan menjadi sebesar 319,81 Mt CO eq dan sebesar 204,96 Mt CO eq dengan peningkatan pembangunan HTI 15% per tahun.
POTENSI SIMPANAN KARBON HUTAN TANAMAN JATI ( ) STUDI KASUS DI KABUPATEN KUPANG DAN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Tectona grandis Yuniati, Dhany; Kurniawan, Hery
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2011.8.2.148-164

Abstract

Pemanfaatan lahan menjadi suatu hutan tanaman merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan simpanan/serapan karbon. Di Propinsi NTT banyak dijumpai hutan tanaman jenis jati (Tectona grandis allometrik), ampupu (Tectona grandis allometrik ), dan mahoni (Tectona grandis allometrik) dimana potensi stok karbonnya belum terdeteksi. Penelitian ini bertujuan menghasilkan data stok karbon untuk jenis Jati (Tectona grandis allometrik ) pada hutan tanaman tanah mineral pada daerah beriklim ekstrim kering melalui model untuk perbaikan faktor emisi/serapan GRK Kehutanan di 2 (dua) kabupaten di Prop. NTT. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa stok karbon tertinggi pada kawasan hutan jati (Tectona grandis ) di Kabupaten Kupang menurut Ketterings sebesar 148,48 ton/ha dan menurut Pérez, L.D. & Kanninen sebesar 145,32 ton/ha yang terletak pada kelas umur III. Stok karbon terendah pada kawasan hutan jati (Eucalyptus urophylla ) di Kabupaten Kupang menurut Ketterings sebesar 106,59 ton/ha dan menurut Pérez, L.D. & Kanninen sebesar 107,04 ton/ha yang terletak pada kelas umur V. Stok karbon tertinggi pada kawasan hutan jati (Swietenia macrophylla ) di Kabupaten Belu menurut Ketterings sebesar 205,41 ton/ha dan menurut Pérez, L.D. & Kanninen sebesar 203,43 ton/ha yang terletak pada kelas umur VIII. Stok karbon terendah pada kawasan hutan jati (Tectona grandis allometrik ) di Kabupaten Belu menurut Ketterings sebesar 63,65 ton/ha dan menurut Pérez, L.D. & Kanninen sebesar 69,29 ton/ha yang terletak pada kelas umur IV. Stok karbon menurut Kettering dan menurut Pérez, L.D. & Kanninen sebesar menunjukkan hasil yang hampir sama. simpanan karbon antar kelas umur pada kawasan hutan jati di Kab. Kupang menunjukan grafik yang mendatar atau hampir sama pada setiap kelas umur. simpanan karbon antar kelas umur pada kawasan hutan jati ( ) di Kab. Belu menunjukkan naik seiring naiknya kelas umur.
DISTRIBUSI NILAI TAMBAH PADA RANTAI NILAI MEBEL MAHONI JEPARA Parlinah, Nunung; Purnomo, Herry; Nugroho, Bramasto
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2011.8.2.93-109

Abstract

Industri Furniture memiliki peran penting dalam penerimaan devisa terutama di Kabupaten Jepara. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui distribusi nilai tambah sepanjang value chain mebel mahoni dan menentukan skenario kebijakan yang dapat mendorong keberlanjutan industri mebel di Jepara dengan menerapkan model dinamis. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jepara, Kabupaten Sumedang dan KPH Pati pada bulan Juni Nopember 2008. Data yang digunakan dalam penelitian berupa data sekunder dan data primer. Data primer diperoleh dengan cara wawancara menggunakan kuisioner. Analisis data meliputi identifikasi pelaku, pemetaan rantai nilai dan distribusi nilai tambah. Stella 8 digunakan dalam proses pemodelan dan simulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidakseimbangan distribusi nilai tambah per m bahan baku sepanjang rantai nilai. Terdapat Software tiga skenario yang dapat diterapkan, yaitu (1) efisiensi dalam produksi mebel diikuti dengan peningkatan kapasitas pengrajin dalam pemasaran; (2) peningkatan penanaman mahoni di areal Perhutani yang dikombinasikan dengan kebijakan pengelolaan yang tepat untuk mengurangi tekanan terhadap hutan dan kebijakan yang bersifat insentif pada hutan rakyat, dan (3) skenario perdagangan yang adil melalui tindakan kolektif.
PERAN SEKTOR KEHUTANAN DALAM PEREKONOMIAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN Rahmat, Mamat
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2011.8.2.110-121

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis peran sektor kehutanan dalam perekonomian Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan selama periode tahun 2000 - 2008. Peran sektor kehutanan dianalisis dalam kerangka teori ekonomi basis dengan menggunakan metode Analisis , nilai surplus pendapatan dan nilai efek pengganda pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor kehutanan merupakan salah satu sektor basis dalam perekonomian Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, dengan nilai LQ lebih dari 1. Walaupun, sektor kehutanan merupakan sektor basis, namun pendapatan dari sektor ini masih mengalami defisit, demikian pula dengan sektor basis lainnya. Akan tetapi, defisit pendapatan yang dialami sektor kehutanan paling kecil dibandingkan dengan sektor basis lainnya. Pendapatan dari sektor kehutanan juga memiliki efek pengganda dalam memicu pendapatan dari sektor perekonomian lainnya termasuk sektor non basis. Hal ini ditunjukkan dengan nilai efek pengganda pendapatan sektor kehutanan selama periode tahun 2000 - 2008 berkisar antara 16 - 19. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pendapatan sektor kehutanan dapat meningkatkan pendapatan sektor lain sebesar 16 - 19 kali lipat dibandingkan sektor kehutanan. Peningkatan peran sektor kehutanan dapat dilakukan dengan cara memacu produksi hasil hutan kayu dan non kayu. Peningkatan hasil hutan kayu diarahkan pada hutan rakyat dan hasil hutan non kayu melalui pemanfaatan jasa kawasan hutan lindung sebagai objek wisata. Location Quotient
EFISIENSI DAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI KAYU OLAHAN INDONESIA PERIODE 2004 - 2007 DENGAN PENDEKATAN NON PARAMETRIK DATA ENVELOPMENT ANALYSIS Alviya, Iis
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2011.8.2.122-138

Abstract

Efisiensi dan produktivitas merupakan indikator keberhasilan yang mengukur kinerja dengan cara mengevalusi unit produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis dan perubahan produktivitas industri kayu olahan Indonesia periode 2004-2007. Metode yang digunakan adalah pendekatan non paramerik (DEA) industri kayu olahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi rata-rata industri kayu olahan selama periode tahun observasi adalah 72% sedangkan tingkat produktivitas rata-rata menurun sebesar 5,3%. Dekomposisi perubahan produktivitas (TFP) pada industri kayu olahan menunjukkan bahwa perubahan produktivitas tersebut lebih disebabkan oleh perubahan teknologi. Data Envelopment Analysis

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Sosial Ekonomi Kehutanan More Issue