cover
Contact Name
Syamsul Arif Billah
Contact Email
syamsularifbillah@unma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
syamsularifbillah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 26203111     EISSN : 26853957     DOI : -
Jurnal ini berisikan tentang Ilmu Komunikasi, Media, Periklanan, Komunikasi Pemasaran, Komunikasi Politik, Komunikasi Bisnis, Komunikasi Visual, Komunikasi Dakwah, Psikologi Komunikasi, Public Relation, Jurnalistik dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
PROBLEMATIKA LEMBAGA PENYIARAN TELEVISI DI INDONESIA Nurhaipah, Titih; Fahrudin, Atef
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIndonesia with a system of democratic governance which later embraced the system of freedom of the press in its media life, turned out to still leave a little problem, especially in broadcasting institutions, especially television broadcasting institutions. Based on broadcasting law No. 32 of 2002 at the level of 3 paragraph 2, it is said that media institutions or broadcasting institutions in Indonesia can be classified into four types; public, commercial / private broadcasting, subscription, and community broadcasters. One of the objectives of broadcasting law No. 32 of 2002 is that the diversity of ownership and diversity of content so that the life of the media in Indonesia can develop well where all media industry players can compete in a healthy manner. But what happened to the implementation was far from the hopes that were wanted to be achieved, because what happened among the actors in the media industry in Indonesia was unfair competition. The research was made with the aim of uncovering several problems from television broadcasting institutions in Indonesia. Keywords: Television, Broadcasting Institutions  AbstrakIndonesia dengan sistem pemerintahan demokrasi yang kemudian menganut sistem kebebasan pers dalam kehidupan medianya, ternyata masih menyisakan sekelumit persoalan terutama dalam lembaga-lembaga penyiaran khususnya lembaga penyiaran televisi. Berdasarkan undang-undang penyiaran No 32 tahun 2002 pasan 3 ayat 2, dikatakan  bahwa lembaga media atau lembaga penyiaran di Indonesia dapat di klasifikasikan menjadi empat jenis ; lembaga penyiaran publik, komersial / swasta, berlangganan, dan komunitas. Salah satu tujuan undang-undang penyiaran No 32 tahun 2002 adalah supaya terjadinya diversity of ownership dan diversity of content sehingga kehidupan media di Indonesia bisa berkembang dengan baik dimana semua pelaku industri media bisa bersaing dengan sehat. Akan tetapi yang terjadi pada pelaksananya adalah jauh sekali dari harapan yang ingin di capai, karena yang terjadi di antara pelaku industri media di Indonesia adalah persaingan yang tidak sehat. Penelitian dibuat dengan tujuan untuk mengungkap beberapa permasalah dari lembaga-lembaga penyiaran televisi di Indonesia. Kata Kunci: Televisi, Lembaga Penyiaran
KONSTRUKSI MAKNA DUTA HUMAS KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA OLEH DUTA HUMAS POLDA JABAR 2018 Giffani, Ghea Gizha; Komariah, Kokom; Priyatna, Centurion Chandratama
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe National Police?s Public relations Ambassadors program is part of the Promoter (Professional, Modern, and Reliable) program which purpose is to improve the relations with the public and is run by the Public relations Division at the Regional Police in each region. The National Police's Public relations Ambassador program carries the concept of recruiting active university students to help the police socialize various information and policies.. This research aims to determine how 2018 West Java Regional Police?s Public relations Ambassadors construct the meaning of The Indonesian National Police?s Public relations Ambassador. This research uses phenomenology method and the constructivist paradigm. The results of this study indicate that the motives of 2018 West Java Regional Police?s Public relations Ambassadors to become The Indonesian National Police?s Public relations Ambassadors are divided into two categories, which are the motives that are oriented towards the past (because of motives) such as offered by the West Java Mojang Jajaka Association, their own willingness to be challenged, the curiosity about the negative stigma of the Indonesian National Police, having a passion in public relations world and the spouse's profession as a police officer,also future-oriented motives (in order to motives) such as to benefit future career desires, to enhance self-development, to have more knowledge about police institution, and to have side income. While the communication experience by being an Indonesian Police?s Public relations Ambassador is divided into three categories, such as the on-duty communication experience, communication experience on social media and communication experience as the Indonesian Police?s Public relations Ambassador in their social surrounding when they are off duty. The Indonesian Police?s Public relations Ambassador was interpreted by 2018 West Java Regional Police?s Public relations Ambassador as a person who has wide knowledge about police institution, has a good attitude, competent as a communicator, and has a sense of duty as police institution representative. Keywords: The Indonesian National Police?s Public relations Ambassador, Phenomenology, Meaning Construction  AbstrakProgram Duta Humas Polri merupakan salah satu bagian dari program Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya) yang menjadi strategi Polri dalam meningkatkan hubungan dengan publik dan dijalankan oleh Bidang Humas pada Polda atau Polres masing-masing daerah. Program Duta Humas Polri mengusung konsep dengan merekrut mahasiswa aktif untuk membantu kepolisian mensosialisasikan berbagai informasi dan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi makna Duta Humas Polri oleh Duta Humas Polda Jabar 2018. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dan paradigma konstruktivisme.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motif para Duta Humas Polda Jabar 2018 menjadi Duta Humas Polri dibagi ke dalam dua kategori, yaitu motif yang berorientasi ke masa lalu (because motives) seperti ditawari oleh pihak Paguyuban Mojang Jajaka Jabar, kemauan diri sendiri karena merasa tertantang, memiliki rasa penasaran terkait stigma negatif Polri, memiliki passion di dunia kehumasan serta latar belakang profesi pasangan sebagai polisi, dan motif yang berorientasi ke masa depan (in-order-to motives) seperti untuk kepentingan karir di masa depan, sebagai bentuk pengembangan diri, berkeinginan untuk mengenal instansi kepolisian, serta untuk menambah penghasilan. Adapun pengalaman komunikasi selama menjadi Duta Humas Polri dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu pengalaman komunikasi ketika sedang bertugas sebagai Duta Humas Polri, pengalaman komunikasi di media sosial sebagai Duta Humas Polri, serta pengalaman komunikasi sebagai Duta Humas Polri di lingkungan sekitar ketika sedang tidak bertugas. Makna Duta Humas Polri dibagi menjadi tiga aspek yaitu aspek pengetahuan, kepribadian, kompetensi, dan kesadaran akan peran. Simpulan dari penelitian ini adalah Duta Humas Polri dimaknai oleh Duta Humas Polda Jabar 2018 sebagai sosok yang memiliki wawasan yang luas khususnya mengenai kepolisian serta memiliki kepribadian yang baik seperti ramah, bepenampilan menarik, bijaksana, berkomitmen, dan sigap. Duta Humas Polri juga dimaknai sebagai sosok yang memiliki kompetensi dalam berkomunikasi, serta menyadari perannya sebagai representatif kepolisian baik ketika sedang bertugas maupun sedang tidak bertugas. Kata Kunci: Duta Humas Polri, Fenomenologi, Konstruksi Makna
KOMUNIKASI PEMBELAJARAN GURU PAUD DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK (Studi Deskriptif Komunikasi Pembelajaran Pada Kegiatan Belajar Mengajar di PAUD Lembah Madu, Cimahi) Kurnia Sari, Endah Ayu; Soedarsono, Dewi K.; Rina, Nofha
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research titled ?Early Childhood Education Teacher's Instructional Communication in Children's Character Building? aims to determine the effectiveness of instructional communication conducted by teachers of Early Childhood Education in children character building in Lembah Madu Early Childhood Education. This research explains about 1) instructional planning of early childhood education 2) methods of instructional of early childhood education 3) instructional communication process of early childhood education and 4)  instructional evaluations of early childhood education. This research uses descriptive method with Miles and Huberman data analysis model. Data are collected from the result of observation, in-depth interviews and documentations.. The result of this research shows that: 1) Lembah Madu Early Childhood Education instructional planning making, refers to 2013 Government Early Childhood Education-theme-based-curriculum. 2) Instructional method that used by this Early Childhood Education adapted to children growth development such as playing, singing, demonstrating and field trip methods. 3) instructional communication process are involving all components of teachers, message in the form of teaching materials, mediums, students and interrelated feedbacks 4) instructional evaluation done through daily records, anecdotes, portfolios, communication books and the reports on child development.Keywords : Instructional Communication, Teacher, Early childhood education AbstrakPenelitian ini berjudul ?Komunikasi Pembelajaran Guru PAUD dalam Pembentukan Karakter Anak? bertujuan  untuk mengetahui bagaimana komunikasi pembelajaran yang efektif yang dilakukan guru PAUD dalam pembentukan karakter anak di PAUD Lembah Madu. Penelitian ini membahas mengenai 1) rencana pembelajaran PAUD, 2) metode pembelajaran PAUD 3) proses komunikasi pembelajaran PAUD, dan 4) evaluasi pembelajaran PAUD. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pembuatan rencana pembelajaran PAUD Lembah Madu merujuk pada kurikulum PAUD 2013 yang diatur oleh pemerintah dengan berbasis tema, 2) Metode pembelajaran yang digunakan PAUD Lembah Madu disesuaikan dengan tahap perkembangan anak meliputi metode bermain, metode bernyanyi, metode demonstrasi dan metode karyawisata, 3) proses komunikasi pembelajaran melibatkan komponen berupa guru, pesan berupa bahan ajar, sarana, murid dan umpan balik yang saling berkaitan, 4) evaluasi pembelajaran dilakukan melalui catatan harian, catatan anekdot, portofolio, buku komunikasi dan laporan perkembangan anak (LPA).Kata Kunci : Komunikasi pembelajaran, Guru, Pendidikan Anak Usia Dini
ANALISIS FRAMING ROBERT ENTMAN KASUS FREDDY BUDIMAN DI HARIAN KOMPAS PERIODE BULAN JULI – SEPTEMBER 2016 Hartono, Dudi; Purti, Laksana
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThroughout July to August 2016 the mass media enlivened by vent Ferry Budiman, about the deposit he gave to the rogue officials at the National Nationcotics Agency (BNN), Customs and Police Headquarters. The busy mass media who proclaimed the case at that time of course can form a certain image of the police in the eyes of the public, both positive and negative image. The media has the ability through the framing teknih done on the news published it. Referring to the views of Peter Berger and Thomas Luckman on the construction of social reality, the polemic between the two opposing camps in the case of Freddy Budiman's vent is nothing but an attempt to build social construction through the process of communication in the mass media. The framing process itself generally involves two stages. First, choose fact or reality. Second, write down facts. This process is related to how the selected facts are then highlighted or eliminated with the use of certain devices, such as placement in a particular page or position, repetition, labeling, graphic usage, photo installation, association, selection of specific sources, etc. (Eriyanto, 2002: 69 ). Related to the news vent Freddy Budiman writer wanted to see how KOMPAS as mainstream mass media interpret, understand and then frame the image of this event. Keywords: framing, freddy budiman, social construction and news. AbstrakSepanjang Juli hingga Agustus 2016 lalu media massa diramaikan dengan curhat Ferry Budiman, tentang adanya setoran yang ia berikan kepada oknum petinggi di Badan Nartkotika Nasional (BNN), Bea Cukai dan Mabes Polri. Ramainya media massa yang memberitakan kasus ini pada saat itu tentu saja dapat membentuk citra tertentu polisi di mata masyarakat, baik citra positif maupun negatif. Media massa memiliki kemampuan itu melalui teknih framing yang dilakukannya pada berita yang dipublikasikannya tersebut. Merujuk pada pandangan Peter Berger dan Thomas Luckman tentang konstruksi realitas sosial, polemik antara kedua kubu yang bertentangan dalam kasus curhat Freddy Budiman tidak lain  merupakan upaya untuk membangun konstruksi sosial melalui proses komunikasi di media massa.  Proses framing itu sendiri umumnya melibatkan dua tahapan. Pertama, memilih fakta atau realitas. Kedua, menuliskan fakta. Proses ini berhubungan dengan bagaimana fakta yang dipilih itu kemudian ditonjolkan atau dihilangkan dengan penggunaan perangkat tertentu, seperti penempatan di halaman atau posisi tertentu, pengulangan, pelabelan, penggunaan grafis, pemasangan foto, asosiasi, pemilihan narasumber tertentu, dan sebagainya (Eriyanto, 2002:69).  Berkaitan dengan pemberitaan curhat Freddy Budiman penulis ingin melihat bagaimana KOMPAS sebagai media massa mainstream memaknai, memahami dan kemudian membingkai citra terhadap peristiwa ini. Kata Kunci: framing, freddy budiman, konstruksi social dan berita.
PEMBERDAYAAN KOMUNIKASI LINGKUNGAN HIDUP WALHI PADA PILEG 2014 Wulandari, Yulianti Fajar; Gusfa, Henni
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractResearch?s aim to understand the empowerment of Walhi?s environmental communication patterns on 2014 legislative election. Type of research is descriptive qualitative with constructivist paradigm. The method is a case study and uses the theory of environmental communication from Robert Cox. The results showed Walhi?s research on quality of legislative candidates of 2014-2019 election used as the reference for empowerment their environmental communication for 2014 legislative election. The conclusions are Walhi used lobbying as the tactic and the respond was positive. Keywords: Environmental Communication; Legislative Election; Walhi  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami pemberdayaan komunikasi lingkungan hidup Walhi pada Pileg 2014. Tipe penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Metode penelitian yang digunakan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi lingkungan hidup dari Robert Cox. Hasil penelitian menunjukkan indeks kajian kualitas Caleg DPR RI periode 2014-2019 yang diriset Walhi, digunakan sebagai acuan, dan dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan komunikasi lingkungan hidup Walhi pada Pileg 2014 kepada Caleg dilakukan dengan teknik lobi dan direspon cukup positif. Kata kunci: Komunikasi Lingkungan Hidup; Pileg; Walhi
PROSES KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA ANTARA WISATAWAN ASING DENGAN PEDAGANG DI KAWASAN WISATA KOTA TUA Fauzi, Eka Perwitasari; Setiawan, Reza Ari
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research refers to the Cross-Cultural Communication Process, where culture is continuous and present everywhere, culture also deals with the physical form and social environment that affect our lives. Through constructivism, researchers want to know whether individuals make interpretations and act according to the various conceptual categories in their thinking. The results of the research that the researchers have done, then the process of symbolic interaction between foreign tourists and traders that occurred in the Fatahillah Museum (Old Town) area of DKI Jakarta is included in the KAB dimension, namely the channel passed by KAB messages (both verbal and nonverbal). Can be seen from the results of research relating to channels of communication between individuals or people who use symbols to interact with each other and can be understood by each other (in giving the meanings of the symbols used).Keywords: Cross Cultural Communication, Symbol, Tourist AreaAbstrakPenelitian ini mengacu kepada Proses Komunikasi Lintas Budaya, Dimana budaya berkesinambungan dan hadir dimana-mana, budaya juga berkenaan dengan bentuk fisik serta lingkungan sosial yang mempengaruhi hidup kita. Melalui konstruktivisme, peneliti ingin mengetahui apakah individu melakukan interpretasi dan bertindak menurut berbagai kategori konseptual yang ada didalam pemikirannya. Hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, maka proses interaksi simbolik antara wisatawan asing dengan pedagang yang terjadi di kawasan Museum Fatahillah (Kota Tua) DKI Jakarta termasuk dalam dimensi KAB yaitu saluran yang dilalui oleh pesan-pesan KAB (baik yang bersifat verbal maupun nonverbal). Dapat dilihat dari hasil penelitian yang berkaitan dengan saluran komunikasi antar pribadi atau orang yang menggunakan simbol untuk saling berinteraksi dan dapat di mengerti satu sama lain (dalam pemberian makna-makna dari simbol-simbol yang digunakan).Kata Kunci: Komunikasi Lintas Budaya, Simbol, Kawasan Wisata
KESIAPAN INDOSIAR DALAM MENGHADAPI ERA MULTIPLATFORM & KONVERGENSI MEDIA Billah, Syamsul Arif
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe emergence of new types of media, there will always be a debate about whether the old media will be market neutral and the ability to deliver content to the public. It is inevitable that the era of digital disruption is now afflicting almost the entire industrial world. Likewise, the media industry is one of the industries that are considered the most affected by the digital era. Indosiar as a television station that has been playing for a long time in the media industry needs to improve itself to face increasingly fierce competition in this digital era. Do not let it go lazy to keep up with the times, because competitors in this disruption era are competitors that are not visible. This research was conducted to determine the readiness of indosiar in the face of media convergence and multiplatform era. Keywords: Media Convergence, multiplatform era AbstrakKemunculan jenis media yang baru, akan selalu muncul perdebatan tentang apakah media yang lama akan kehilanagn pasar dan kemampuan dalam menyampaikan konten kepada khalayak. Tidak dapat dihindari bahwasannya era disrupsi digital kini tengah menimpa hampir seluruh dunia industri. Begitu pula industri media menjadi salah satu industri yang dianggap paling merasakan dampak era digital ini. Indosiar selaku stasiun televisi yang sudah bermain lama di industri media perlu berbenah diri untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di era digital ini. Jangan sampai berleha-leha tidak mau mengikuti perkembangan zaman, sebab pesaing-pesaing di era disrupsi ini merupakan pesaing-pesaing yang tidak terlihat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan indosiar dalam menghadapi konvergensi media dan era multiplatform.  Kata Kunci: Konvergensi Media, era multiplatform

Page 1 of 1 | Total Record : 7